- 47 menit yang lalu
- #mbg
- #korupsi
- #motorlistrik
- #bgn
JAKARTA, KOMPAS.TV - Setelah menetapkan tiga tersangka dalam kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Kejaksaan Agung kembali menetapkan satu tersangka dalam kasus korupsi MBG terkait pengadaan motor listrik.
Dalam pemeriksaan, Kejaksaan Agung menemukan bukti bahwa pihak vendor menggelembungkan dana untuk setiap unit sepeda motor listrik.
Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menyebut pemerintah telah membayar proyek pengadaan dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp1 triliun untuk lebih dari 21 ribu motor listrik. Namun, motor listrik tersebut masih dalam tahap perakitan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, meminta pemerintah melakukan audit secara menyeluruh terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Charles juga meminta pemerintah bersikap terbuka dan transparan mengenai proses penentuan titik SPPG atau dapur MBG.
Dalam kasus korupsi MBG, mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengaku akan mengungkap 26 nama tokoh besar yang diduga terseret kasus korupsi tersebut.
Sementara itu, Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengaku akan melakukan sejumlah efisiensi terhadap anggaran MBG.
Lalu, bagaimana Kejaksaan mengungkap keterlibatan tokoh-tokoh selain pihak swasta saja?
Kita bahas bersama mantan Ketua KPK, Abraham Samad, dan politikus Partai Gerindra, Kamrussamad.
Baca Juga Respons Dudung, AHY hingga Irma Chaniago Soal 'Nama Besar' Kasus Korupsi MBG - PARASOT di https://www.kompas.tv/video/674702/respons-dudung-ahy-hingga-irma-chaniago-soal-nama-besar-kasus-korupsi-mbg-parasot
#mbg #korupsi #motorlistrik #bgn
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674713/full-abraham-samad-kamrussamad-soal-dugaan-mark-up-motor-listrik-mbg-siapa-yang-terlibat
Dalam pemeriksaan, Kejaksaan Agung menemukan bukti bahwa pihak vendor menggelembungkan dana untuk setiap unit sepeda motor listrik.
Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menyebut pemerintah telah membayar proyek pengadaan dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp1 triliun untuk lebih dari 21 ribu motor listrik. Namun, motor listrik tersebut masih dalam tahap perakitan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, meminta pemerintah melakukan audit secara menyeluruh terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Charles juga meminta pemerintah bersikap terbuka dan transparan mengenai proses penentuan titik SPPG atau dapur MBG.
Dalam kasus korupsi MBG, mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengaku akan mengungkap 26 nama tokoh besar yang diduga terseret kasus korupsi tersebut.
Sementara itu, Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengaku akan melakukan sejumlah efisiensi terhadap anggaran MBG.
Lalu, bagaimana Kejaksaan mengungkap keterlibatan tokoh-tokoh selain pihak swasta saja?
Kita bahas bersama mantan Ketua KPK, Abraham Samad, dan politikus Partai Gerindra, Kamrussamad.
Baca Juga Respons Dudung, AHY hingga Irma Chaniago Soal 'Nama Besar' Kasus Korupsi MBG - PARASOT di https://www.kompas.tv/video/674702/respons-dudung-ahy-hingga-irma-chaniago-soal-nama-besar-kasus-korupsi-mbg-parasot
#mbg #korupsi #motorlistrik #bgn
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674713/full-abraham-samad-kamrussamad-soal-dugaan-mark-up-motor-listrik-mbg-siapa-yang-terlibat
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Keluar lebih 1 triliun pemberosaan, berarti kalau 1 tahun berapa itu? 12 triliun ya.
00:15Setelah menetapkan 3 tersangka dalam kasus korupsi MBG yang menyeret 3 mantan pimpinan BGN,
00:21Kejagung kembali menetapkan 1 tersangka dalam kasus korupsi MBG terkait pengadaan motor listrik.
00:27Dalam pemeriksaan, Kejagung menemukan bukti pihak vendor menggelembungkan dana untuk setiap unit sepeda listrik.
00:35Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman menyebut,
00:38pemerintah telah membayar proyek pengadaan dengan nilai anggaran mencapai 1 triliun lebih untuk lebih dari 21 ribu motor listrik.
00:46Namun motor listrik tersebut masih dalam perakitan.
00:503 triliun, 0,3 triliun anggarannya.
00:54Nah, kemudian setelah dicek, rupanya per 7 April ini masih dalam perakitan.
01:01Dan tapi ini sudah dibayar oleh pejabat lama.
01:05Ya sudah dibayar, ini kan sudah dirakit.
01:10Ya, nanti keputusan nanti terserah Kepala BGN,
01:14kalau misalnya nanti ada keputusan dari Presiden dialihkan ke mana yang bermanfaat,
01:20taruh gajinya SPPG itu kan lumayan, itu 6 jutaan.
01:24Kalau nyicil satu motor kan cukup.
01:27Wakil Ketua Komisi 9 DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris Causa,
01:32meminta pemerintah melakukan audit secara menyeluruh soal tata kelola program MBG.
01:38Charles juga meminta pemerintah mau terbuka dan transparan
01:42bagaimana proses penentuan titik SPPG atau dapur MBG.
01:47Benar, ada pembengkakan jumlah titik hingga tidak terkendali jumlahnya
01:52dan sampai menimbulkan potensi pemborosan anggaran dalam jumlah yang sangat besar.
01:57Maka ini menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam perencanaan
02:01dan juga tata kelola program MBG.
02:04Dan yang harus dilakukan sekarang bukan sekedar klarifikasi,
02:08tetapi juga pemerintah harus melakukan audit secara menyeluruh.
02:12Saya juga berharap pemerintah akan membuka secara transparan
02:16bagaimana proses penentuan titik selama ini.
02:20Dalam kasus korupsi MBG, mantan Wakil Kepala BGN, Soni Sonjaya,
02:25mengaku akan mengungkap 26 nama tokoh besar yang diduga terseret kasus korupsi.
02:31Sementara Kepala BGN, Nanik SD yang mengaku
02:34akan melakukan sejumlah efisiensi terhadap anggaran MBG.
02:39Tim Liputan, Kompas TV
02:43Dalam penyelidikan kasus korupsi MBG,
02:45Kejaksaan Agung mengungkap temuan baru yakni
02:47dugaan penggelembungan dana motor listrik di proyek MBG.
02:50Lalu bagaimana kejaksaan mengungkap keterlibatan tokoh-tokoh selain pihak swasta saja?
02:56Kita bahas bersama mantan Ketua KPK, Abraham Samad, dan politisi Partai Gerindra,
03:00Kamru Samad.
03:01Bang Abraham, Bang Kamru Samad, selamat petang semua.
03:07Bang Abraham, bisa mendengar suara saya, Bang?
03:13Bang Abraham, bisa mendengar suara saya?
03:17Oke, aman.
03:19Baik, saya ingin tanyakan Bang Abraham bahwa
03:21Kejaksaan Agung sudah mengungkap
03:23yang terbaru adalah dugaan markup motor listrik
03:25yang kita tahu pengadaannya mencapai angka 1 triliun rupiah.
03:28Sebelumnya salah satu tersangka menyebut
03:30ada puluhan nama orang besar
03:31yang diduga terlibat.
03:33Apakah mungkin kasus ini hanya akan berhenti
03:35di tiga mantan pimpinan BGN saja
03:37karena dua tersangka baru
03:38ini dari pihak swasta?
03:42Jadi begini, sebenarnya tanpa disampaikan oleh tersangka ya
03:48bahwa akan membuka 26 nama itu
03:52kewajiban aparat penegak hukum dalam hal ini
03:55perkara yang ditangani Kejaksaan Agung
03:57maka Kejaksaan Agung punya kewajiban
04:00untuk membuka nama-nama itu dan mengusut
04:04agar supaya publik bisa paham betul
04:08bahwa kasus ini ditangani oleh Kejaksaan Agung
04:12secara transparan dan akuntabel
04:15karena ini kan harus ada pertanggung jawaban ke publik ya
04:18setiap kasus yang ditangani oleh aparat penegak hukum
04:22itu harus bisa transparan ke masyarakat
04:25ada akuntabilitasnya supaya
04:27masyarakat itu bisa mengukur kinerja aparat penegak hukum
04:30apakah yang bersangkutan mengusut perkara itu secara adil
04:36apakah perkara itu benar-benar dijalankan secara baik dan benar
04:41karena kan akhir-akhir ini kita banyak melihat juga ya
04:45contoh ada beberapa kasus
04:47tentunya enggak semua ada satu dua lah
04:49misalnya di masa lalu ada kasus Tom Lembong dan lain-lain sebagainya
04:53oleh karena itu menjadi kewajiban Kejaksaan Agung
04:56untuk membuka kasus ini secara terambenderang
05:00agar supaya masyarakat bisa memberikan support
05:04karena kalau kita lihat kasus korupsi MBG ini sebenarnya ya
05:08kasus ini sudah lama dikritisi oleh rakyat
05:13teman-teman ICW juga sudah pernah melaporkan
05:16baik di KPK maupun di Kejaksaan Agung
05:18oleh karena itu ini menjadi PR yang harus dituntaskan
05:23karena kita lihat uang negara yang ditilip
05:26itu enggak main-main jumlahnya
05:29khusus mengenai apa itu pengadaan motor listrik aja
05:33sudah satu T belum lagi yang lain-lain
05:36lebih dari satu triliun rupiah
05:37baik saya ingin ke Pak Kamru Samad bahwa tadi
05:39Bang Abraham Samad menyebutkan 26 nama
05:42yang sebelumnya disebutkan oleh salah satu tersangka
05:45lebih baik dibuka dan diusut oleh Kejaksaan Agung
05:48di sisi lain ada berhembus kabar bahwa di antara 26 nama itu
05:53ada anggota eksekutif, legislatif, dan yudikatif
05:56Anda sepakat bahwa nama ini harus dibuka dan diusut Pak Kamru Samad?
06:04Mungkin bisa di-unmute lebih dahulu Pak Kamru Samad
06:06biar kita bisa mendengar suaranya
06:08Mas Ipo
06:08Baik siap
06:09Mas Ipo kedengaran suaranya
06:10Kedengar Pak silahkan dilanjutkan
06:12Kami sependapat apa yang disampaikan oleh Bang Abraham
06:16bahwa penegakan hukum adalah sebuah komitmen
06:20dari pemerintahan Presiden Prabowo
06:22dan kita menghormati sepenuhnya
06:25para penegak hukum
06:28dalam menuntaskan kasus korupsi yang ada dalam
06:34program MBG ini
06:36Tentu kita harus memisahkan antara institusi BGN
06:40sebagai sebuah institusi negara yang diatur di dalam
06:43peraturan Presiden
06:46yang di dalamnya ada Undang-Undang 17
06:48tahun 2023
06:50dengan oknum-oknum yang telah mengkhianati
06:53anggaran negara
06:54dan Presiden Prabowo dan juga Partai Gerindra
06:57sangat mendorong
06:59supaya pro-justisia yang dilakukan oleh aparat penegak hukum
07:03untuk betul-betul independen dan menuntaskan kasus ini
07:06karena ini menjadi ukuran
07:09barometer publik
07:11terhadap komitmen pemerintah dalam penegakan hukum
07:14oke artinya Partai Gerindra mendukung
07:16ketika 26 nama itu dibuka ke publik
07:18dan kemudian diusut oleh Kejaksaan Agung
07:21bagi kami apapun langkah yang dilakukan oleh penyidik
07:25Kejaksaan Agung
07:27kita akan menghormati sepenuhnya
07:29betapapun demikian
07:31kita tidak akan melakukan intervensi
07:34terhadap penegakan hukum
07:36karena sejak awal
07:37kita mendorong terbentuknya pemerintahan yang bersih
07:40dan beribawa
07:41clean and good government
07:42itu adalah komitmen dari Presiden Prabowo sejawat
07:45dan tokoh-tokoh seperti Pak Bram Samad
07:48kita memerlukan beliau
07:49untuk bisa mengawal proses justisinya yang sedangkan berjalan
07:53begitu juga komponen civil society lainnya
07:55begitu Mas Tipo
07:56oke termasuk jika ada dugaan
07:58keterlibatan
07:58mohon maaf
07:59pihak-pihak yang kemudian berada di eksekutif
08:01maupun legislatif
08:02Pak Kamru Samad
08:03Mas Tipo
08:04kita menyaksikan dalam satu tahun
08:076-7 bulan pemerintahan Presiden Prabowo
08:10ada berapa banyak
08:12pelaksana pemerintahan
08:14yang sudah berhubungan dengan hukum
08:16dan itu tidak ada proteksi dari pemerintahan ini
08:19dan itulah komitmen beliau secara sungguh-sungguh
08:22ingin dilakukan disini
08:23dan kami pun meyakini
08:25apa yang dikehendaki oleh rakyat
08:27supaya korupsi
08:28ruang rakyat ini harus segera dihentikan
08:30Partai Gerindra sangat komit
08:32dan menghormati independensi
08:34aparat penegak hukum
08:35dan kita harus menjaga sepenuhnya hal tersebut
08:37baik saya ingin ke Bang Abraham bahwa tadi
08:39nampaknya Pak Kamru Samad juga mendukung
08:41jika memang langkah kejagung
08:42untuk kemudian membuka dan juga mengusut nama-nama itu
08:44Anda melihat apakah mungkin
08:46apa yang kemudian disampaikan oleh pihak tersangka
08:49ada keterlibatan pihak eksekutif
08:51legislatif
08:52bahkan yudikatif
08:52Bang Abraham Samad
08:54jadi gini ya
08:55siapapun pihak yang terlibat
08:57siapa tahu juga ada aparat penegak hukum
09:00dan lain sebagainya
09:01harusnya kejaksaan agung itu
09:03tidak memilih-milih
09:04kenapa saya bilang tidak memilih-milih
09:06karena kan asas hukum kita sudah tahu ya
09:07equality before the law ya
09:09jadi semua orang sama kedudukannya
09:11di bawah hukum
09:12oleh karena itu
09:13kejaksaan agung
09:14harus membuka secara transparan
09:16kasus ini ya
09:17agar supaya publik bisa mengawasi
09:19karena kalau kasus ini
09:21tidak dibuka secara transparan
09:23maka susah sekali publik
09:25untuk mengawasi
09:26serta mengikuti kasus ini
09:28jalannya kira-kira
09:29seperti itu Mas Dipo
09:30oke
09:30Anda tentu memiliki pengalaman
09:32yang begitu panjang
09:33untuk menyidik
09:34kasus korupsi
09:35Bang Abraham
09:36mungkin apakah
09:37penetapan justice kolaborator
09:39ini bisa dimulai
09:40dari sana
09:41sehingga proses penyidikan
09:42bisa dilakukan dengan
09:43tegas dan juga transparan
09:45ya dulu di masa KPK
09:47kan mulanya justice kolaborator
09:49itu diterapkan oleh KPK ya
09:51bagi tersangka yang ingin
09:52membongkar
09:53secara luas kasus itu
09:55maka diberikanlah
09:55privilege yang kita sebut
09:57justice kolaborator
09:59oleh karena itu
10:00dengan adanya tersangka
10:01yang siap membongkar
10:03kasus ini secara luas
10:05maka menurut saya itu
10:07menjadi poin yang penting
10:08dan poin positif
10:09bagi kejaksaan agung
10:11untuk melanjutkan
10:13kasus ini
10:13agar supaya apa
10:15kita tidak mau
10:16kasus ini
10:18dikanalisasi ya
10:18artinya
10:19hanya di
10:20di lokalisir
10:21dalam ruang yang
10:23sempit gitu
10:24oleh karena itu
10:24siapapun tersangkanya
10:26siapapun yang terlibat
10:27dalam hal ini
10:28itu harus dibuka oleh
10:29kejaksaan agung
10:30dan siapapun nanti
10:31pada akhirnya
10:32misalnya
10:32ternyata namanya
10:34cuma ada
10:35tapi keterlibatannya
10:36tidak ada
10:36itu perlu juga
10:37di clearkan
10:38agar supaya
10:39masyarakat bisa tahu
10:40persis ya
10:41siapa-siapa saja
10:42yang terlibat
10:42di dalam
10:43kasus
10:45MBG ini
10:45karena kita prihatin ya
10:47mas Nipo ya
10:48karena saya coba
10:49menganalogikan begini
10:50ini kasus ya
10:51secara manusiawi
10:53sulit sekali
10:54diterima akal sehat
10:55kenapa saya bilang
10:56sulit sekali
10:56diterima akal sehat
10:57saya menganalogikan
10:59ini seperti apa ya
11:01seperti ada
11:01pencuri
11:02masuk ke dalam
11:04masjid
11:04kemudian
11:05yang dicuri itu
11:07uang
11:08uang yang ada
11:08di calengan masjid
11:09kira-kira begitu
11:10analoginya
11:10kenapa saya katakan
11:11saya melihat begini
11:13ini kan yang dikorupsi
11:15ini sebenarnya
11:15uang
11:16untuk meningkatkan
11:18gisi generasi muda
11:19atau boleh dikatakan
11:20dalam bahasa yang
11:21sarkasma
11:21duit yang dikorupsi
11:23ini adalah
11:23duit orang
11:24duit untuk
11:26memberi orang
11:27yang sedang lapar
11:28kira-kira seperti
11:29duit
11:30yang digunakan
11:31untuk orang yang
11:31kurang gisi
11:32supaya dia bergisi
11:33kira-kira seperti
11:33begitu ya
11:34sehingga
11:34menurut saya
11:35tindakan
11:36kepala BGN
11:37dan tersangka-tersangka
11:38lainnya
11:38ini sulit sekali
11:40diterima akal sehat
11:41oleh karena itu
11:41ini yang harus
11:43diperhatikan oleh
11:44Kejaksaan Agung
11:45menurut saya
11:45oke saya ingin ke Pak Kamru Samad
11:47bahwa yang menarik juga
11:47Kejaksaan Agung
11:48koreksi kalau saya salah
11:50meminta kepada
11:51pihak BGN
11:51untuk segera
11:53mendistribusikan
11:53motor listrik ini
11:55apakah ini
11:56hal yang juga
11:57sudah diketahui oleh
11:58politisi partai Gerindra
11:59bahwa
11:59motor ini justru
12:01malah didistribusikan
12:02atau seperti apa
12:06tentu semua
12:07harus ada prosedurnya
12:08karena
12:08kami mendapatkan
12:10data
12:10sementara
12:11pengadaan
12:12barang
12:13seperti termasuk
12:14sepeda motor ini
12:15itu APBN
12:162025
12:17itu artinya
12:19kalau APBN
12:212025
12:22harusnya
12:23timelinenya itu
12:24paling lambat
12:25di
12:2515 Desember
12:27penyerahan
12:29barangnya
12:30sudah semua
12:34nah sekarang
12:36kita sudah
12:37di bulan Jun
12:40itu
12:41penggunaan
12:42APBN
12:43tidak
12:43berarti
12:44belum memenuhi
12:45satu unsur
12:45mas dipo
12:46yaitu unsur
12:46tepat sasaran
12:47dan tepat
12:48manfaat
12:48nah
12:49dalam penggunaan
12:50belanja negara
12:51nah
12:52jadi artinya
12:53pekerjaan
12:54pengadaan ini
12:54belum tuntas
12:55belum selesai
12:56jadi itu
12:57nah ini
12:58yang mungkin
12:59bisa jadi
13:00pertimbangan itu
13:01yang harus dilakukan
13:02karena
13:02pemeriksaan
13:03keuangan negara
13:04oleh BPKRI
13:05nantinya
13:06paling lambat
13:07di akhir kuartal pertama
13:09di tahun berjalan
13:10untuk tahun yang
13:11lewat
13:12itu
13:13sudah harus masuk
13:14sehingga
13:14pemeriksaan
13:15keuangan negara
13:16itulah yang biasa
13:17dijadikan dasar
13:18dimana APH
13:19untuk melakukan
13:20penyidikan
13:21dari hasil
13:22kerugian negara
13:24atau temuan
13:24yang didapatkan
13:26oleh BPKRI
13:27begitu mas
13:28Oke saya ingin ke Bang Abraham
13:29bahwa kita tahu
13:31motor listrik ini
13:32diduga menjadi medium
13:33dari tindakan korupsi
13:34melalui markup
13:35pertanyaannya adalah
13:36ketika motor ini
13:38didistribusikan
13:39apakah keputusan yang tepat
13:40karena nampaknya
13:41tidak melalui penyitaan
13:42terlebih dahulu
13:43kepada
13:43ataupun yang dilakukan oleh
13:44Kejaksaan Agung
13:46ya
13:46jadi
13:47perlu kita ketahui ya
13:48korupsi mengenai
13:50pengadaan
13:50motor listrik
13:51ini adalah korupsi yang
13:53sifatnya pengadaan
13:54barang dan jasa
13:55ini korupsi yang
13:57sangat sederhana
13:57sebenarnya bagi
13:58aparat penegah hukum
13:59untuk menuntaskan
14:00mengusut dan
14:01menyelesaikannya
14:01sederhana sekali
14:02oleh karena itu
14:03kelihatannya
14:04tidak memerlukan
14:06waktu yang terlalu lama
14:07dan tidak
14:07memerlukan
14:08sesuatu
14:09telak yang
14:10rumit
14:11karena ini korupsi yang
14:12paling sederhana
14:13pengadaan
14:13barang dan jasa
14:14tapi terlepas
14:15daripada itu semua
14:16bagaimana
14:16apakah bisa
14:18didistribusikan
14:18atau
14:19bagaimana
14:20kira-kira gitu
14:21pertanyaan
14:21kalau menurut saya
14:22kalau memang
14:24ada sebagian yang
14:25sudah didistribusikan
14:27itu tidak apa-apa
14:29tapi yang belum
14:30didistribusikan
14:31itu sebaiknya
14:32ditahan dulu
14:32karena
14:34ini kan
14:35motor listrik
14:37ini nanti
14:37kalau kita
14:38menyusun
14:39dia punya
14:39kerangka
14:40kasus
14:40maka ini menjadi
14:42alat bukti
14:44yang nantinya
14:44yang disampaikan
14:46di dalam
14:46pengadilan
14:47menjadi objek korupsi
14:49yaitu pengadaan
14:50motor listrik
14:50oleh karena itu
14:51menurut saya
14:51ini yang harus
14:53dipertimbangkan oleh
14:54Kejaksaan Agung
14:55bagaimana
14:55apakah yang sudah
14:57didistribusikan
14:58itu dibiarkan saja
14:59dan kemudian
15:00yang belum
15:00didistribusikan
15:01apakah ditahan dulu
15:02sebaiknya
15:03menurut saya
15:04yang belum
15:04didistribusikan
15:05jangan didistribusikan
15:06lagi
15:06jadi di stop
15:07sementara
15:08untuk dilakukan
15:09pengusutan
15:10lebih lanjut
15:11kira-kira seperti itu
15:12baik kita sudah
15:12tanggap poinnya
15:13tentu kita akan
15:14menunggu seperti apa
15:15proses lanjutan
15:15dari penyidikan
15:16yang kemudian
15:17dilakukan
15:17terkait dugaan
15:18korupsi
15:19dalam program
15:20akan berisi gratis
15:21terima kasih
15:22bang abraham samad
15:23dan juga pak kamrus samad
15:24telah bergabung
15:24di kaum mas petang
15:27saudara tim nasa amerika
15:28serikat menang
15:294-1
15:29atas
15:30selamat menikmati
Komentar