- 3 jam yang lalu
- #demomahasiswa
- #gejayan
- #bundaranhi
- #ekonomi
- #bbm
KOMPAS.TV - Aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat yang mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah kembali berlanjut di beberapa daerah, termasuk Yogyakarta dan Jakarta.
Di Yogyakarta, massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil memadati kawasan Pertigaan Gejayan, Sabtu sore hingga malam hari. Aksi ini diikuti mahasiswa dari berbagai kampus, Aliansi Suara Ibu Peduli, serta sejumlah elemen masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan enam tuntutan utama, di antaranya penolakan kenaikan harga Pertamax, kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta proyek Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai menuai kontroversi. Isu lain yang disorot yakni pajak UMKM, pelemahan rupiah, dan militerisme di ruang sipil.
Sementara di Jakarta, ribuan mahasiswa dari BEM UI dan aliansi mahasiswa Jabodetabek menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia sejak Jumat siang. Aksi diawali long march dari Senayan dengan membawa lima tuntutan terkait evaluasi kebijakan dan perbaikan kondisi ekonomi.
Tuntutan tersebut mencakup penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian pemborosan APBN, serta evaluasi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Aksi di sejumlah titik juga diwarnai dinamika lapangan, termasuk pembatasan area aksi oleh aparat kepolisian demi menjaga ketertiban.
Di beberapa daerah lain seperti Salemba dan Solo, aksi mahasiswa juga sempat diwarnai ketegangan setelah muncul kabar adanya peserta aksi yang diamankan, meski kemudian dibantah pihak kepolisian.
Gelombang aksi ini mencerminkan meningkatnya sorotan publik terhadap kondisi ekonomi nasional dan berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat.
#DemoMahasiswa #Gejayan #BundaranHI #Ekonomi #BBM
Baca Juga Saling Dorong TNI-Polri & Mahasiswa! Aksi Demo Kritisi Ekonomi di Banyumas di https://www.kompas.tv/nasional/674690/saling-dorong-tni-polri-mahasiswa-aksi-demo-kritisi-ekonomi-di-banyumas
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674692/ketua-gerakan-cinta-prabowo-sebut-komunikasi-istana-ke-masyarakat-perlu-evaluasi-kompas-petang
Di Yogyakarta, massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil memadati kawasan Pertigaan Gejayan, Sabtu sore hingga malam hari. Aksi ini diikuti mahasiswa dari berbagai kampus, Aliansi Suara Ibu Peduli, serta sejumlah elemen masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan enam tuntutan utama, di antaranya penolakan kenaikan harga Pertamax, kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta proyek Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai menuai kontroversi. Isu lain yang disorot yakni pajak UMKM, pelemahan rupiah, dan militerisme di ruang sipil.
Sementara di Jakarta, ribuan mahasiswa dari BEM UI dan aliansi mahasiswa Jabodetabek menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia sejak Jumat siang. Aksi diawali long march dari Senayan dengan membawa lima tuntutan terkait evaluasi kebijakan dan perbaikan kondisi ekonomi.
Tuntutan tersebut mencakup penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian pemborosan APBN, serta evaluasi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Aksi di sejumlah titik juga diwarnai dinamika lapangan, termasuk pembatasan area aksi oleh aparat kepolisian demi menjaga ketertiban.
Di beberapa daerah lain seperti Salemba dan Solo, aksi mahasiswa juga sempat diwarnai ketegangan setelah muncul kabar adanya peserta aksi yang diamankan, meski kemudian dibantah pihak kepolisian.
Gelombang aksi ini mencerminkan meningkatnya sorotan publik terhadap kondisi ekonomi nasional dan berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat.
#DemoMahasiswa #Gejayan #BundaranHI #Ekonomi #BBM
Baca Juga Saling Dorong TNI-Polri & Mahasiswa! Aksi Demo Kritisi Ekonomi di Banyumas di https://www.kompas.tv/nasional/674690/saling-dorong-tni-polri-mahasiswa-aksi-demo-kritisi-ekonomi-di-banyumas
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674692/ketua-gerakan-cinta-prabowo-sebut-komunikasi-istana-ke-masyarakat-perlu-evaluasi-kompas-petang
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara aksi demonstrasi mengkritik kebijakan pemerintah terus berlanjut sejumlah komponen mahasiswa dan elemen masyarakat hari ini memadati sudut pertigaan gejayaan
00:09Yogyakarta.
00:13Masa dari aliansi rakyat memanggil terdiri dari komponen mahasiswa dari kampus-kampus di Yogyakarta, aliansi suara ibu peduli serta elemen
00:23masyarakat.
00:23Selain itu, seruan klakson pengguna jalan juga mengiringi aksi masa yang membawa enam tuntutan utama, termasuk meminta pemerintahan program MBG
00:33sebagai yang paling utama.
00:35Orasi tentang keresahan warga mulai dikumandangkan. Masa aksi juga kompak membawa spanduk dan bendera tentang tuntutan mereka terhadap pemerintah.
01:02Kami sudah menyampaikan pemerintahan aksi secara tertulis kepada Kepolisian Republik Indonesia, Kepolis, Jakarta Pusat.
01:10Namun, yang kami dapati ketika kami sampai di Sumanggi, maka kita dihadang, kita dipaksa doang-doangan dengan polisi.
01:17Merupakan wilayah kegiatan proyek perputaran bisnis, lokasi-lokasi bisnis.
01:26Ribuan mahasiswa dari BEM UI dan aliansi mahasiswa Jabodetabek mengepung kawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat sejak Jumat Siang hingga
01:36malam hari.
01:39Aksi yang diawali dengan Long March dari Senayan itu membawa lima tuntutan utama untuk evaluasi kebijakan pemerintah dan perbaikan ekonomi.
01:49Dalam orasinya, mahasiswa mendesak pemerintah untuk menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga bahan pokok serta BBM, dan menghapus praktik militarisme di
01:58ruang sipil.
01:59Mahasiswa juga menuntut penghentian program MBG, proyek kooperasi Desa Merah Putih, serta mendesak Presiden Prabowo mengakui kekeliruan kebijakannya.
02:12Aksi demo mahasiswa yang sebelumnya akan dipusatkan di Bundaran HI ini menjadi batal karena dicegat aparat kepolisian.
02:20Mahasiswa mengaku mereka sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Polres Jakarta Pusat.
02:24Namun, polisi tetap melarang karena adanya peraturan Gubernur DKI soal kawasan padat aktivitas.
02:33Kami sudah menyampaikan pemerintahan aksi secara tertulis kepada Kepolisian Republik Indonesia, setelah Polres Jakarta Pusat.
02:40Karena kami memang mencanakan bahwa aksi ini akan dilakukan di Bundaran HI, teman-teman.
02:45Namun, tidak kami dapati ketika kami sampai di Semanggi, malah kita dihadang, kita dipaksa doang-dorangan dengan polisi.
02:52Dan bahkan kami sudah menyampaikan bahwa kami telah membutuhkan pemberitahuan.
02:56Tapi mereka hanya tertawa, mereka hanya mengetahui kami, mereka hanya berapa-apa menerapun atasannya.
03:01Tidak hanya di depan Semanggi, teman-teman.
03:02Kami juga ditangani di GBK, di FEMO, di tempat-tempat lainnya.
03:06Belum ada surat yang dikirim dari BEMUI dalam pemberitahuan penyampaian aspirasi di hari ini.
03:16Ada peraturan Gubernur DKI nomor 232 tahun 2015.
03:24Dari mulai Bundaran Senayan, Bundaran Semanggi, Bundaran HI yang tempat kita sekarang termasuk patung kuda.
03:32Ini merupakan epicentrum lalu lintas jantung lalu lintas DKI.
03:39Sehingga apabila terjadi kepadatan arus selalu lintas, ini akan memberikan dampak yang luar biasa sampai dengan arteri.
03:51Selain di kawasan Duku Atas, aksi demo mahasiswa di kawasan Salemba, Jakarta Pusat sempat diwarnai kericuhan
03:58saat petugas gabungan TNI Polri berusaha mengubarkan jalannya unjuk rasa.
04:03Para mahasiswa dari GMKI ini meluapkan kekecewaan dan kemarahannya atas naiknya harga BBM non-subsidi.
04:11Tak hanya di Jakarta, aksi demo mahasiswa juga terjadi di kota Solo.
04:15Masa memprotes kebijakan pemerintah seperti kenaikan harga Pertamax yang mendadak
04:20dan pelemahan nilai tukar rupiah di depan gedung DPRD Solo.
04:24Mahasiswa menilai sejumlah kebijakan Prabowo-Gibran justru menjadi penyebab ekonomi Indonesia bermasalah,
04:31terutama soal makan bergizi gratis.
04:34Menanggapi tuntutan mahasiswa soal kenaikan harga Pertamax dan penghentian program MBG,
04:40politisi Gerindra Andre Rosya ditegaskan,
04:42harga Pertamax mau tak mau harus dinaikkan karena imbas situasi geopolitik.
04:49Sementara polemik korupsi MBG,
04:51Andre menilai pemerintah sangat mendengarkan keluhan publik
04:55dengan menindak tegas pimpinan BGN yang korup,
04:58serta menutup 8 ribu lebih SPPG bermasalah.
05:02Kita tahu sama tahu bahwa pergerakan harga minyak dunia,
05:08lalu perkembangan geopolitik,
05:10tentu pemerintah tidak mungkin terus-terus menjaga BBM non-subsidi ini.
05:16Karena BBM ini dinikmati oleh orang kaya.
05:21Begitu banyak masalah MBG,
05:24apa yang lakukan kita sudah menutup?
05:258 ribu 200 lebih dapur,
05:29sesuai dengan aspirasi.
05:30Dapur-dapur pemasalah sudah 8 ribu 200 ditutup.
05:34Lalu soal penyalahan gunaan,
05:36kewenangan, dan berbagai hal,
05:38itu proses hukum sudah berjalan.
05:40Pemerintah sudah memecat pimpinan BGN,
05:43kepala BGN, dan dua wakil kepalanya,
05:45dan juga proses hukumnya jalan.
05:47Dan sekarang pemerintah melakukan pemenahan,
05:49supaya program ini benar-benar tepat sasaran
05:52dan tidak ada kebocoran dan penyimpangan.
05:56Itu menunjukkan apa?
05:57Bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi.
06:00Para mahasiswa berharap pemerintah bisa lebih pekat
06:03terhadap kesulitan yang dihadapi warga
06:05imbas dari naiknya harga BBM yang mendadak.
06:09Tak hanya itu,
06:10pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika
06:12serta anjoknya IHSG
06:15menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
06:18Tim Liputan Kompas TV
06:20Hari ini mahasiswa dan warga di Yogyakarta
06:29juga tengah melangsungkan aksi demonstrasi
06:33dan sekarang kita pantau situasi paling baru
06:35dari aksi demo mahasiswa dan warga di Yogyakarta.
06:39Sudah ada jurnalis Kompas TV, Gessy Lutvia.
06:41Apa saat ini yang sedang terjadi di sana, Gessy?
06:48Selamat petang, Udre dan juga saudara.
06:50Untuk saat ini orasi masih terus dikumandangkan
06:54dari perwakilan masa aksi.
06:57Jika mungkin sayup-sayup di belakang ini
06:59bisa Anda dengarkan banyak sekali tuntutan
07:01yang kemudian disuarakan.
07:04Saya lihat juga agak sedikit beramarah
07:07kalau dilihat untuk suara
07:09dan juga ekspresi dari perwakilan masa ini.
07:13Kalau kami tarik ke belakang dari tadi ini
07:16untuk orasi-orasi yang disampaikan
07:19Udre ini berfokus untuk pembubaran
07:22atau pemberhentian program makan bergisi gratis
07:25yang menjadi salah satu tuntutan utama
07:28dari enam tuntutan yang dibawa oleh masa aksi
07:31di aksi demonstrasi gejayaan Yogyakarta kali ini.
07:37Masyarakat berharap atau masa aksi ini berharap
07:39tuntutan ini kemudian dapat didengarkan secara langsung
07:43oleh pemerintah setempat begitu ya
07:45dan nanti juga bisa kemudian dibawa
07:48menuju ke pemerintah pusat untuk direalisasikan.
07:50Dari sepukul 2 sampai dengan saat ini
07:55dari persiapan begitu ya saya lihat juga
07:57masa aksi tidak ada yang berkurang
07:59meskipun tadi sempat diguyur hujan
08:01semangat mereka ini masih terus berkobar
08:04begitu mengingat atau menyoroti
08:06tuntutan ini sejalan dengan keresahan mereka
08:08dimana kalau kita lihat
08:11ada kebijakan untuk kenaikan harga BBM
08:14kemudian juga sembako yang saat ini
08:16juga mayoritasnya naik
08:17ini kemudian menggerakkan hati masa aksi
08:20dan juga masyarakat Yogyakarta
08:22yang turut terlibat ini
08:23untuk menyuarakan tuntutan
08:25demi mereka bisa mendapatkan kemudahan
08:28di tengah ekonomi yang sulit saat ini.
08:30Untuk saat ini juga suasana masih kondusif
08:33sempat tadi ada sedikit kericuhan begitu ya
08:36karena ada sedikit masa aksi
08:40yang melihat aparat pengamanan
08:42begitu TNI dan juga Polri
08:44yang memang ini juga menjadi salah satu poin tuntutan
08:47tentang militarisme
08:48sehingga tadi sedikit ada
08:52argumen begitu
08:53dari para masa aksi
08:55tertuju kepada Polisi
08:57dan juga TNI yang ada di Gejayan
09:00sore hari ini.
09:01Laporan langsungnya terima kasih
09:03Gesi Lutvia dari Yogyakarta.
09:06Sedara demo mahasiswa menuntut perbaikan
09:08kondisi ekonomi sudah berlangsung
09:10sejak hari Kamis kemarin
09:11hingga Sabtu ini berlangsung di Yogyakarta
09:13dan juga sejumlah tempat.
09:14Nah seruan ini dipicu kekhawatiran
09:17usai harga pertamaks naik
09:18hingga pelemahan nilai tukar rupiah
09:20serta adanya korupsi program makan bergisi gratis MBG.
09:24Pertanyaannya bagaimana pemerintah merespons cepat
09:27aksi demo mahasiswa dan warga
09:29yang terjadi beberapa hari terakhir
09:30kita diskusikan sore hari ini bersama dengan
09:32koordinator lapangan BEM UI
09:34Hafiz Hernanda.
09:35Mas Hafiz, selamat sore.
09:39Dan hadir juga Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo dan
09:42Ketua Presidium 08
09:46Hakurniawan.
09:46Mas Kurniawan, selamat sore.
09:49Selamat sore, Pak.
09:50Saya mau ke Mas Hafiz dulu.
09:51Mas Hafiz, setelah kemarin mahasiswa
09:53berlangsung demonya di Jakarta,
09:56hari ini demo berlanjut tapi di Yogyakarta
09:57seruannya kurang lebih hampir-hampir sama.
09:59Ada tentang stop pemborosan APBN,
10:03turunkan harga pertamaks,
10:05hentikan program diantaranya MBGD
10:08juga kooperasi merah putih,
10:11hentikan militerisme dan juga Presiden
10:12berani mengakui kesalahan.
10:14Pertanyaan saya dari 5 tuntutan itu
10:17yang mana sebenarnya dari teman-teman
10:18mahasiswa menyuarakan harus menjadi
10:20prioritas yang harus diahulukan
10:22pemerintah?
10:25Disini menjawab ya,
10:27dan juga perkenalan juga,
10:29nama saya Muhammad Hafiz Hernanda,
10:30disini saya diamanahkan sebagai koordinator
10:32Bidang Sosmo BEM UI 26.
10:34ketika kita berbicara tentang tuntutan,
10:36sungguh itu sesuatu hal yang kompleks.
10:405 tuntutan tersebut sebenarnya kita melihat
10:42dari segi urgensi,
10:44signifikansi, dan visibilitasnya.
10:45Dan kita menilai bahwa 5 tuntutan tersebut
10:47urgensinya sangat besar.
10:48Saya kira ketika pertanyaan tersebut
10:51dilontarkan,
10:52jawabannya tentu saja
10:53pemerintah harus menjawab 5-5-nya.
10:57Tidak hanya 5-5 tuntutan yang telah
10:58dari BEM UI buat,
10:59dan malah siswa lain buat ya,
11:01tapi seluruh tuntutan yang telah dibuat
11:03sebelum-sebelumnya,
11:032 tahun terakhir,
11:04masa Prabowo-Gibran,
11:06seperti itu.
11:06Karena yang Anda anggap,
11:08ini bukan hanya 1-2 yang paling penting,
11:10tapi semuanya penting saat ini
11:11yang harus segera dilakukan pemerintah?
11:14Betul, tentu.
11:15Karena,
11:16kalau saya jadi pemerintah ya,
11:18saya akan melihat suara rakit itu penting.
11:19Dan tentu saja tuntutan tersebut
11:22perubahan suara rakit gitu loh.
11:24Kalau misalnya memang betul
11:25pemerintah melihat bahwa suara rakit penting,
11:28berarti mereka harus menjawab
11:30seluruh tuntutan yang ada.
11:32Oke.
11:33Menjawab tuntutan itu dari masyarakat,
11:35saya akan tanyakan ke Mas Kurniawan
11:36atau Bang Kurniawan.
11:37Mas Kurniawan,
11:38tadi dari teman-teman mahasiswa
11:39menyatakan bukan hanya 1-2 saja
11:41yang harus segera dijawab pemerintah,
11:43tapi semua tuntutannya.
11:44Kalau begitu,
11:45kenapa sampai sekarang pemerintah ini
11:47yang mengatakan bahwa terbuka akan kritik?
11:49Tapi belum ada sama sekali respons
11:52baik dari Presiden
11:53maupun pihak istana
11:54secara resminya, ofisialnya.
11:57Jadi begini Pak, ya.
12:00Tentang tuntutan adik-adik mahasiswa,
12:03kami pun mengerti.
12:05Karena Pak,
12:06adik-adik mahasiswa ini kan memang
12:07dituntut-tuntuk kritis dan idealis ya Pak.
12:11Dan pemerintahan Prabowo Gibran ini,
12:14ini sudah merespon Pak.
12:16Kemarin tuntutan untuk menstabilkan harga,
12:18nggak usah didemo saja ya,
12:20tentu itu akan dilakukan oleh pemerintah.
12:22Ini yang terjadi di Indonesia ini,
12:24ini kan terkait dari geoprotik
12:27internasional ya Pak.
12:28Dirasakan bukan cuma di Indonesia,
12:30di seluruh negara pun mengalaminya,
12:31terkait perang Iran dan Israel
12:34serta Amerika.
12:36Tuntutan itu real, kita terima.
12:38Bahkan sampai hari ini saja sudah
12:408.200 MBG atau dapur yang sudah kita suspend.
12:46Jadi adik-adik maju juga.
12:49Itu kita sudah tutup, Mbak.
12:50Oke, sudah jawab Mas Furniawan.
12:53Tapi pertanyaannya ketika aksi demonstrasi
12:55berlangsung tiga hari terakhir di berbagai pihak,
12:58bukan hanya di Jakarta,
13:00artinya ada ketidakpuasan dari massa
13:03ataupun masyarakat dan juga teman-teman mahasiswa
13:05tentang jawaban dari istana atau pemerintah?
13:11Mbak, ya.
13:12Kalau memperbaiki sesuatu itu kan
13:15bukan juga bisa lambin, Mbak.
13:17Untuk menatan negara yang sudah memang
13:19benar-benar hancur, lumpuh ya,
13:22secara ekonomi ini,
13:23kan ini terjadi bukan cuma sekarang ini, Mbak.
13:26Justru saat ini Bapak Prabowo Subianto
13:28ini tengah memperbaiki,
13:30masih fokus memperbaiki kerusakan-kerusakan
13:32yang ada di negeri ini,
13:33seharusnya adik-adik mahasiswa
13:35juga harus ngerti dong ya,
13:37kalau di Indonesia saja tidak mau mendengarkan,
13:40tidak berkesempatan kepada Prabowo Subianto
13:41untuk memperbaiki semua kerusakan,
13:44ini yang bahaya, Mbak.
13:45Karena ini ya,
13:47kalau adik-adik mahasiswa saya yakin,
13:48percaya bahwa semua itu dilakukan
13:51karena memang mereka idealis ya,
13:53mereka bagus, patriotis, Mbak.
13:55Tapi kita takutkan di balik agenda adik-adik mahasiswa
13:59ini ada kepentingan-kepentingan
14:00yang disusupkan di situ, ya.
14:03Semua aspirasi dari adik-adik mahasiswa
14:05pasti direspon, Mbak.
14:06Cuma sabar, ya.
14:08Karena memperbaiki semua negara ini
14:10tidak bisa lakukan juga.
14:11Mas Kurniawan, kepentingan yang disusupkan itu
14:14seperti apa tuh maksudnya?
14:17Kita tahu, Mbak, dalam arti itu begini nih.
14:19Saat ini Prabowo tengah fokus ya,
14:22melakukan perbuatan-perbuatan besar
14:24terkait situasi impor segala macam ya.
14:29Ini negara-negara yang berdampak
14:31dengan kebijakan Prabowo ini apa?
14:33Negara yang punya kepentingan terkait apa?
14:35Impor satu pintu,
14:37pemberantasan korupsi,
14:38dan apa, mapia-mapia migas.
14:40Semua kan disusupkan, Mbak.
14:41Jadi, ini yang berdampak,
14:43ini kita sebut saja, Mbak.
14:45Oke.
14:45Ini apur sangat terdampak.
14:46Oke.
14:47Apur sangat terdampak.
14:48Oke.
14:48Kebijakan dari Prabowo ini, Mbak.
14:50Sudah diperbaiki,
14:52tapi kemudian diduga
14:53kemudian ada yang menyusupi
14:54dengan agenda-agenda
14:55sehingga membuat mahasiswa
14:56sampai turun ke jalan.
14:57Betul seperti itu, Mas Hafiz?
15:01Itu sama sekali sebuah tuduhan
15:03yang sangat offensive sebenarnya
15:05bila didengar.
15:06Terutama, tuntan-tuntan ini itu
15:08semuanya itu based on
15:09apa yang diaspirasikan oleh rakyat itu.
15:12Perlu publik tahu bahwa
15:15kita menyusun tuntutan tersebut
15:16kita berdasarkan beberapa
15:17metode tersebelumnya.
15:19Pertama, kita mengadakan FGD.
15:21Kita mengundang banyak sekali ekonom
15:22dari SELIOS, dari LPN,
15:25dan segalanya,
15:26dan bahkan kita juga mengundang
15:27dari aspek-aspek masyarakat
15:29seperti pelaku UMKM bisnis kecil.
15:31Selanjutnya, kita juga mengadakan
15:32konsolidasi
15:33di mana kita berdiskusi
15:34untuk menyusun tuntutan tersebut.
15:36Dan akhirnya kita turun
15:37di hari Jumat.
15:38Ketika ada lontaran tuduhan
15:40seperti itu,
15:40itu sepertinya
15:41sebuah tuduhan yang tidak bisa
15:42ditanggung jawab.
15:43Saya yakin, karena saya akan
15:44bertanya kembali kepada Bapak.
15:46Coba sebutkan saja,
15:48jangan terdengarannya,
15:49tetapi individu tersebut
15:50yang quote-unquote
15:51sedang menunggangi
15:53gerakan kami.
15:54Karena ini tidak
15:55satu atau dua kali
15:56orang-orang bilang demikian.
15:57Sejujurnya, saya lihat
15:58ini sebuah pola gitu.
16:00Pola sebuah mereduksi
16:00pergerakan kami.
16:01Karena saya lihat sendiri
16:02di berita Kompas
16:03bahwa polisi-polisi pun bilang
16:05bahwa aksi kemarin
16:07merupakan aksi yang dikoptasi,
16:09aksi yang ditunggangi.
16:11Dan itu merupakan hal-hal
16:12yang sangat ofensif.
16:13Dan di sini Anda mau mengatakan
16:15bahwa ini 100% tidak benar.
16:16Ini aksi karena memang keresahan
16:17dan tadi based on data
16:18dan juga analisa yang Anda
16:20sudah kaji juga bersama
16:22dengan teman-teman
16:22dari para pengamat.
16:25Betul.
16:25Kita bisa melihat
16:26sekarang BBM
16:27datanya naik.
16:29Sekarang Pertalai
16:30makin langka
16:31karena hal tersebut.
16:32Kita sekarang bisa lihat saja
16:33ke Pertamina saat ini
16:34bahwa sekarang banyak sekali
16:35barisan-barisan yang terjadi
16:36dalam Pertamina gitu loh.
16:38Bahwa mereka semua
16:39sedang mengantri
16:40di dalam Pertalai.
16:41Itu pertama.
16:41Dan kedua
16:42sebenarnya yang lucu juga
16:43kasus yang dibawa oleh BEMUI
16:44sebenarnya
16:44kami tahu
16:46kalau sebesar pemerintah
16:47itu tahu mereka salah.
16:49Tapi lucunya
16:50mereka itu tidak mau
16:51mengaku dirinya salah
16:52dan malah membohongi-bohongi rakyat.
16:54Sebelumnya juga
16:54Bapak sendiri bilang bahwa
16:56sekarang Pertalai
16:56sedang membetulkan
16:57ekonomi yang sedang
16:58hancur lebur.
16:59Nah, berarti Bapak sendiri
17:00mengatakan bahwa
17:01ekonomi sekarang sedang
17:02hancur lebur toh.
17:03Kita bisa menyepakati
17:03hal tersebut.
17:04Tetapi kita lihat
17:05apakah menteri kita
17:06menyatakan hal yang demikian?
17:07Apakah Prabowo
17:08menyatakan hal demikian?
17:09Apakah Bank Indonesia
17:10mengatakan demikian?
17:11Tentu enggak.
17:12Tapi ternyata
17:12dari Bapak sendiri
17:13bisa menyetujui
17:14bahwa sekarang ekonomi
17:15sedang hancur lebur.
17:16Itu dua.
17:17Mungkin terakhir
17:17ini ketiga.
17:18Bapak bilang
17:19bahwa saat ini
17:20lebih semua orang
17:22sedang mengalami
17:23hal yang sama gitu loh.
17:25Hal-hal yang
17:26justru sama
17:27yang dirasakan oleh
17:28negara lain adalah
17:29tidak hanya Amerika
17:30dolar Amerika
17:31yang memuat
17:33tetapi Singapura
17:34Malaysia
17:34dan negara-negara ini pun
17:36mata uangnya menguat
17:37dan itu berarti
17:38nilai rupiah itu melemah.
17:39Jadi pertanyaan saya selanjutnya
17:41adalah apa yang teman-teman
17:42akan lakukan
17:44kemarin sudah
17:45melakukan aksi demonstrasi
17:46apakah akan melakukan
17:47aksi lagi
17:47tuntutannya seperti apa
17:49begitu apakah juga
17:50akan ke DPR
17:51karena mengingat kemarin
17:52katanya menolak ya
17:52ke DPR ya
17:53malah melakukan
17:54di sekitar bundaran
17:55Hotel Indonesia
17:55jadi pertanyaannya
17:57jika pemerintah
17:58sampai dengan sekarang
17:59belum respon secara
18:00ofisial meskipun
18:01memang sudah dikatakan
18:02di beberapa tempat
18:02memang sudah ada pernyataan
18:04apa yang akan teman-teman
18:05lakukan usai jadinya ya
18:06Mas Hafiz
18:07Mas Kurniawan
18:07tetap bersama kami
18:08di Kompas Petang
18:18Mas Hafiz
18:19kalau kemarin
18:20Anda dan teman-teman
18:21juga meminta
18:22untuk memunyikan klakson
18:23para pengendara
18:24yang sedang melintasi
18:26kawasan
18:26Bundaran Hotel Indonesia
18:27itu sebenarnya
18:27bentuk seperti apa
18:29kecintaan
18:29lelahkah
18:30atau bentuk lelahan
18:32dari Anda dan teman-teman
18:34itu sebuah kelasan
18:36yang tercampur aduk
18:36bahwa sejatinya
18:38semua program
18:39yang ditujukan
18:40untuk rakyat
18:40itu malah
18:41membuat kita
18:42lebih kontraproduktif
18:44gitu loh
18:44jumlah
18:46anggaran dipakai
18:47oleh MBG
18:48itu sangat-sangat
18:50banyak sekali
18:51awalnya itu
18:52320 triliun
18:52walaupun
18:53di bankasnya
18:54290 triliun
18:54tapi kita harus ingat
18:55bahwa MBG itu
18:56ada di
18:57anggaran pendidikan
18:58di APBM
18:59saat ini
19:00itu sebuah masalah
19:01yang sangat besar
19:01karena demikian
19:03kita di
19:04meskipun sudah ditangkap
19:05orang-orang yang bermasalahnya
19:07itu belum membuat Anda puas
19:09itu tentu
19:10jauh dari kata puas
19:12karena
19:13ini tuh sudah
19:14membuktikan gitu
19:15tesis sebelumnya juga
19:16sementara mereka tahu
19:18bahwa
19:19mereka salah
19:20tapi sayangnya
19:21mereka tidak mau
19:22mengakui mereka salah
19:23itu kedua
19:23mereka malah membohongi
19:25kepada kita
19:26gitu loh
19:26di depan muka kita sendiri
19:28apa yang terjadi
19:29oleh dadan
19:30dan wakil bank
19:31yang lainnya
19:32itu tuh
19:32cuma satu dari
19:33many yang akan terjadi
19:35selanjutnya
19:36bila hal ini
19:36terus terjadi
19:37karena jelas
19:38program MBG
19:38itu bisa jadi
19:39ladang basah korupsi
19:40yang telah dikasih
19:41beritahu oleh
19:42NGO-NGO sebelumnya
19:43tapi saat ini
19:44pemerintah malah
19:45terasa melalai
19:47belum lagi
19:47sebelumnya
19:48dadan sudah
19:50sudah mengeluarkan
19:51banyak sekali
19:52berguna
19:53seperti sebelum
19:54dia tertangkap
19:55satu hari
19:56sebelum dia tertangkap
19:57dia ingin memberi
19:58makanan gratis
19:59kepada
19:59anak-anak Indonesia
20:00yang ada di
20:01Arab Saudi
20:02oke
20:03nah itu tadi
20:04mas Kurniawan
20:05sepertinya meskipun
20:06tadi memang
20:07sudah ada yang ditangkap
20:08sudah ditetapkan
20:09sebagai tersangka
20:09namun belum puas
20:11dari teman-teman
20:11mahasis
20:12walaupun juga masyarakat
20:13terkait dengan
20:13program makan bergisi
20:14gratis
20:15kalau gitu pertanyaannya
20:16apakah
20:17polo komunikasi
20:18pemerintah yang
20:18jangan-jangan mungkin
20:19kurang terserap
20:21dengan baik
20:22sehingga
20:22belum bisa diterima
20:23oleh masyarakat
20:24untuk dimengerti
20:25jadi gini
20:27masalah MBG
20:29ini program mulia
20:31program mulia
20:32dari negara
20:33untuk memberi makan
20:34orang-orang
20:35yang kesusahan
20:37untuk mendapatkan
20:37sarapan
20:38kalau Mas Hafid
20:40itu bukan
20:41penikmat MBG
20:43kita ngerti
20:44karena sasarannya
20:45memang bukan
20:46orang-orang yang mampu
20:47tapi masyarakat
20:48yang ada di daerah
20:50adik-adik kita
20:51anak-anak kita
20:52yang sulitan
20:53untuk mendapatkan
20:54sarapan
20:54itu tujuannya
20:56kalau masalah
20:57pelaksananya itu
20:58amburadul
20:59kan
21:00oknum-oknumnya
21:01sudah ditangkap
21:02Pak
21:02ini menjadi
21:03bahan evaluasi juga
21:04supaya
21:05kedepannya
21:06tidak terjadi
21:07ya
21:07pun sangat
21:09mendengar
21:10aspirasi
21:11dari siapapun
21:12terutama
21:14dari adik-adik
21:14mahasiswa
21:15ya
21:15mungkin yang diinginkan
21:17teman-teman adalah
21:17mengurangi
21:18dan kemudian
21:19uangnya dialokasikan
21:20seperti misalnya
21:21Pertamax yang
21:22tidak usah naik
21:51Perat
21:53Filipina
21:54juga merasakan
21:55imbat yang sama
21:55dari
21:56geopolitik
21:57politik
21:58internasional
21:58yang memang
21:59kena
22:00sekarang
22:00ya
22:01oke
22:01tapi pertanyaannya
22:03gini
22:03kan
22:03tidak semua
22:04juga yang mau
22:05beralih ke
22:22Pertamax
22:23Pertamax
22:23sudah tidak ada
22:24di tulisannya
22:24hanya Pertamax
22:25Pertamax
22:25Turbo Green
22:26dan lain sebagainya
22:28iya
22:29ini dampak
22:29kelangkaan minyak
22:30bukan disengaja
22:31mbak
22:31kita masih mencari
22:33terobosan-terobosan
22:33baru
22:34untuk mendapatkan
22:36sumber
22:36sumber-sumber
22:37minyak
22:38atau
22:38distributor minyak
22:40selain negara-negara
22:41yang bermasalah
22:41itu kan masih
22:42diupayakan mbak
22:43ya
22:43yang dinaikkan
22:45itu harga
22:45Pertamax
22:46dan kita tidak
22:47memaksa
22:47orang-orang kecil
22:48seperti saya ini
22:49untuk beli Pertamax
22:51Pertamax
22:52masih ada kok
22:52ya
22:53masih ada
22:54gitu loh
22:55oke
22:56nah makanya itu
22:56kita real mbak
22:58kita mengkritisi
22:59pemerintah juga real
23:00ya
23:00di tengah-tengah
23:01Prabowo
23:02berusaha
23:03memperbaiki semua
23:04kerusakan-kerusakan
23:05yang ada di negeri ini
23:06ya
23:07ini banyak
23:08yang merasa
23:09tidak suka
23:10dengan program-program
23:11andalan Prabowo
23:12pemberantasan korupsi
23:13pemberantasan mafia
23:15ya
23:16mafia-mafia
23:17ekspor
23:18yang kita batasi
23:20ya
23:20kita
23:21kita awasi
23:22ini kan
23:23negara-negara yang berdampak
23:24ini pasti melakukan
23:25melakukan perlawanan mbak
23:27makanya
23:27oke
23:28adik-adik yang
23:29kita respon
23:32ya
23:32jangan khawatir
23:33oke
23:36kalau di respon itu
23:38mas Kurniawan
23:39berarti apakah
23:40ada
23:41dari perwakilan
23:42pemerintah
23:43begitu untuk menemui
23:44teman-teman mahasiswa
23:47jauh ini
23:47belum ada sih
23:48kalau
23:49menurut apa gimana
23:50apa ternyata
23:52Bapak melihat sesuatu
23:52data yang baru
23:53karena sejauh ini
23:54kami melihat kemarin
23:55berangkat dari jam 10 pagi
23:56sampai sore
23:57sampai malam
23:58kita belum melihat sama sekali
23:59tapi mungkin Bapak
24:00melihatkan
24:02oke
24:02dalam arti begini
24:04ini juga
24:05merupakan bahan evaluasi
24:07ya
24:07Mas
24:08Mas Afid
24:09kalau memang mau bicara
24:11real ya
24:12ini
24:13masuk logika
24:14saya akan bantu Mas
24:16untuk komunikasi dengan pemerintahan
24:17ya
24:18saya disini Mas
24:19sebagai ketua umum
24:20Gerakan Cita Prabowo
24:22juga ketua presidium 08
24:24ya
24:24saya ini bukan siapa-siapa
24:26saya bukan bagian dari
24:27pemerintahan Prabowo
24:28cuma kami melakukan
24:30pendukungan kepada Prabowo
24:31karena kita
24:31meyakini Prabowo
24:33masih punya visi dan misi yang bagus
24:35untuk negara ini
24:36justru
24:37Prabowo
24:38banyak diganggu
24:39oleh orang-orang
24:40yang kita lakukan
24:41dengan kebijakan
24:42oke
24:42kalau gitu
24:43sebenarnya yang Mas Hafid
24:44dan teman-teman inginkan
24:45dialog atau pertemuan
24:46seperti apa
24:48jelas
24:49yang kita inginkan
24:50pertama
24:50sebenarnya saya ingin bertanya dulu
24:52ke Bapak
24:53saya kira
24:54menurut Bapak
24:55Prabowo
24:56tahu gak kondisi negara ini
24:57seperti apa
24:58Bapak sendiri kan menyatakan
24:59kalau sebenarnya
25:00kondisi negara ini
25:01ekonomi
25:02hancur lebur
25:03itu yang Bapak
25:04katakan
25:05word by word
25:06tapi menurut Bapak sendiri
25:07kira-kira Prabowo
25:08tahu gak
25:10aku tahu
25:11makanya
25:12asas prioritas dulu Mas
25:13ya
25:14kebocoran-kebocoran
25:16anggaran ini
25:16itu yang diperbaiki
25:18ya
25:18makanya
25:19dihantem lah
25:21koruktor-koruktor
25:22itu tahu Mas
25:25prioritas
25:26gitu loh
25:27tapi kan pertanyaannya
25:27simpel Mas
25:28kalau sebenarnya betul
25:29Prabowo itu tahu
25:30kenapa pemerintah
25:31malah bilang
25:31ekonomi kita baik-baik saja
25:32itu satu
25:33kedua
25:34kenapa pemerintah
25:34tidak mau kita bersuara
25:36jika ekonomi itu tidak baik-baik saja
25:38ketiga
25:38kenapa justru pemerintah
25:40malah memberi
25:41memberi
25:424.150 persen
25:44yang turun
25:44untuk
25:44kita hanya bersuara
25:46berdemonstrasi
25:46kalau sebenarnya betul
25:48pemerintah menyatakan
25:49bahwa ekonomi kita
25:50hancur lebur
25:50silahkan
25:51katakanlah
25:52jangan diam-diam
25:53lewat program-program
25:55mereka katakanlah
25:55di depan kita
25:56atau di depan
25:56rakyat-rakyat
25:57perlu diingat
25:58salah satu
25:59tuntutan kita
25:59adalah
26:00kita ingin
26:01Prabowo mengakui
26:02kesalahannya
26:03dan berhenti
26:03mengelak
26:04karena saat ini
26:05kita lihat ini
26:05sebuah
26:06masalah kepimpinan
26:07saat ini
26:08komunikasi Prabowo
26:09itu sangat dipertanyakan
26:10bagaimana mereka
26:12mencari ini
26:12Mas Kuriam
26:14Mas Afid ya
26:15oke
26:15ini saya ngerti
26:16saya nangkap
26:17apa
26:17Mas Afid ya
26:20saya ngerti begini
26:22masalah jeleknya
26:23komunikasi
26:23kita akui Mas
26:24ya
26:25kurangnya
26:26kurang bagusnya
26:27komunikasi
26:28dari istana
26:29ke masyarakat
26:30kita akui
26:31dan kita evaluasi
26:32ya
26:33kita evaluasi
26:34dalam arti
26:35untuk memperbaiki
26:36sebuah negara ini
26:37kan dibutuhkan
26:37waktu juga Mas
26:38ya
26:39di tahun
26:40tahun kedua Prabowo ini
26:41perbaikan-perbaikan
26:43tengah dilakukan Mas
26:44mulai
26:45kita harus akui
26:46adik-adik juga
26:47harus real dong
26:48ya
26:48jangan yang naik
26:50pertama
26:51yang naik
26:52pertama
26:53ya
26:53ini memang
26:54imbas dunia
26:55imbas dari
26:56masalah yang dunia tadi
26:57ini
26:58justru yang
26:59mendapatkan demo ini
27:00yang menikmati
27:01subsidi
27:02gitu loh
27:03oke
27:03tapi
27:04tapi Bapak sebenarnya
27:06oke
27:07kalau gitu
27:08pertanyaannya
27:09kalau gitu
27:09pertanyaan saya tengahi
27:10buat Mas Kurniawan
27:12dan juga Mas Hafid
27:13yang pertama
27:14ke Mas Hafid dulu
27:14apa yang sebenarnya
27:15teman-teman inginkan
27:16dialog seperti apa
27:17pertemuan seperti apa
27:18yang diinginkan
27:20tapi Bapak
27:21dan Bapak itu harus tahu
27:22bahwa saat ini
27:23Indonesia itu terjebak
27:24kelas menengahnya
27:25yang sesuatu dinamakan
27:27middle in contract
27:27mayoritas rakyat Indonesia
27:29itu kelas menengah Pak
27:30Bapak sendiri kan bilang
27:31pertama kali dipakai oleh
27:33kelas menengah
27:33iya betul
27:34tapi saat ini
27:35kelas menengah kita
27:36itu rata-rata pada turun
27:38kelasnya Pak
27:39mereka sedang tersekih
27:40karena tersebut
27:41karena pertama kali
27:42ini makin akan
27:43mencederai kehidupannya
27:45ke hari-hari
27:45oke jadi yang Anda inginkan
27:47seperti apa dialognya
27:48komunikasinya
27:49yang kita inginkan
27:50yang kita inginkan
27:51adalah pertama
27:52Prabowo harus mengakui
27:53kesalahan
27:54kedua Prabowo harus
27:55terus terang
27:56bahwa saat ini
27:57Indonesia
27:58bisa saja menuju
27:59kebangkrutan
28:00sesuai dengan
28:01tagar aksi kami
28:02menuju Indonesia
28:03bangkrut
28:03tidak hanya bangkrut
28:04teknologi
28:05tapi juga bangkrut
28:07moral pemimpinan
28:08itu yang dibutuhkan
28:10saat ini
28:10karena kita lihat
28:11bahwa
28:11itu bisu dan
28:12tuli
28:13bahkan suara saya
28:15itu seperti ini
28:16artinya ini adalah
28:17satu bentuk kecintaan
28:18Anda kepedulian ya
28:19terhadap Indonesia
28:20supaya lebih baik lagi
28:21gitu ya Mas Hafiz ya
28:22kalau gitu pertanyaannya
28:23ke Mas Kurniawan
28:24Mas Kurniawan
28:25apa tuh yang tadi
28:25sudah ingin teman-teman
28:27sampaikan
28:27dan apa respon
28:28dari
28:29relawan
28:30Prabowo Gibran juga
28:31kepada pemerintah
28:33Pak
28:34kami tuh relawan
28:35tingkat lurus Prabowo
28:36mbak ya
28:37kalau memang
28:38ada yang salah
28:39kami pun mengkritisi
28:40mbak
28:41bahkan kami siap
28:42mencabur dukungan
28:43ke Prabowo
28:43kalau Prabowo
28:45tidak mendengarkan
28:45aspirasi dari rakyat
28:46itulah bentuk cinta
28:48yang bertanggung jawab mbak
28:49tapi memperbagi
28:51sebuah negara
28:52yang memang sudah
28:52rusak ini
28:53kan butuh waktu juga
28:55ya
28:55kalau dikatakan
28:56Indonesia akan
28:57menuju ke arah kebangkuran
28:58tidak juga mbak
28:59imbas dari kebijakan
29:01Prabowo itu
29:01pasti ada
29:02ya
29:02untuk menertipkan
29:04sesuatu yang
29:05tidak benar
29:06pasti ada imbasnya
29:07oke
29:08berarti
29:09artinya dari sisi Anda
29:10adalah meminta waktu
29:11dan satu sisi dari teman-teman
29:12adalah minta
29:13secepat mungkin ya
29:15waktu itu ya
29:15jangan terlalu lama
29:16baik kalau gitu
29:17sudah kami tangkap
29:18terima kasih
29:19Mas Hafiz
29:20Mas Kurniawan
29:20terima kasih
29:21selamat sore
29:22semuanya
29:22selamat menikmati
Komentar