00:08Intro
00:12Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:14Salam sejahtera untuk kita sekalian
00:17Menanggapi perkembangan saat ini terkait harga BBM
00:21Perlu kami sampaikan bahwa harga BBM subsidi
00:24Yaitu Pertalait dan Biosolar tidak mengalami perubahan
00:28Harga Pertalait masih tetap di harga Rp10.000 per liter
00:33Dan Biosolar di harga Rp6.800 per liter
00:37Sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah
00:39Sehubungan dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi
00:44Yaitu Pertamax dan Pertamax Green
00:46Yang berlaku sejak tanggal 10 Juni 2026
00:50Kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga
00:54Tentu menjadi perhatian masyarakat
00:57Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini
00:59Dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global
01:04Dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional
01:07Dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat
01:11Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini
01:13Selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina
01:17Juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta lainnya
01:21Di tengah tantangan global yang terus berkembang
01:24Pertamina dengan dukungan penuh dari pemerintah
01:28Terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan energi
01:31Bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia
01:34Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini
01:39Dan mari kita bersama-sama bijak menggunakan energi
01:45Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
01:47Salam sejahtera untuk kita sekalian
01:49Tambahan subsidi itu gimana sih Pak hitungan ke BNQ Pak?
01:52Udah ada berapa Pak? Kira-kira Pak?
01:54Kita gak hitung, tapi begini
01:55Pasti ada berapa persen yang tindak
01:57Cuman kan harusnya gak semuanya tindak
02:00Karena kan yang beli pertama tahu
02:03Mobilnya cocok untuk pertama
02:06Untuk yang motor kan tidak ada seperti itu ya Pak?
02:08Berapa persen Pak yang bakal tindak
02:10Karena beberapa orang juga pada mau
02:11Udah mau ngeliat May Pertamina nih, mau pindah
02:13Tapi untuk anggarannya berapa sih Pak?
02:18Kira-kira sudah ada hitungan belum Pak?
02:19Potensi beberapa tambahan
02:20Pak Mensesnek bilang bakal ngurangin anggaran MBG
02:23Pak Mensesnek bilang ngurangin anggaran MBG Pak
02:30Pak Prasetyo bilang ngurangin anggaran MBG gak apa-apa
02:33Udah ngomong belum?
02:35Itu Pak Prasetyo Hadi yang ngomong
02:37Kalau dari KMNQ, sabar dong Pak
02:43Tapi emang udah ada komunikasi Pak mau nurunin anggaran MBG lagi?
02:46Sudah kan, keberapa itu?
02:47Ini baru tadi Pak Prasetyo ya di ngomong
02:49Pak Prasetyo Hadi belum ngomong Pak makanya maksudnya?
02:55Udah ada ngomong sama Bapak belum Pak?
02:57Berapa nominalnya?
02:59Nanti kita tunggu
03:01Kisaran berapa Pak?
03:02Nямpe ratusan triliun gak Pak?
03:04Nямpe ratusan triliun gak Pak?
03:06Maksudnya di kisaran?
03:08Maksudnya di kisaran?
03:08Maksudnya di kisaran?
03:13Yang pertama kami menyampaikan bahwa
03:17harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG
03:21itu tidak ada perubahan sama sekali, itu dulu.
03:25Nah sementara harga yang non-subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada.
03:32Sudah bertentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak
03:35oleh teman-teman pelaku usaha baik pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya.
03:41Ini kan pertama senai, Pemijas yang jadi pengaruh itu kedaya beli masyarakat.
03:47Gimana kemudian pemerintah berupaya untuk menjaga daya beli itu
03:51apakah akan ada inisiatif lain untuk masyarakat pemerintah listrik atau yang lainnya seperti itu Pak?
03:56Pemerintah lagi sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat.
04:02Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat terutama kepada BBM subsidi
04:08sama sekali tidak kita naikkan.
04:09Sementara yang lainnya dilakukan penyusayan.
04:12Nanti kita cek dengan teman-teman pelaku usaha baik dengan terwasa pertamina.
04:16Ya, makasih.
04:17Kalau untuk BBM di Kota Bandung,
04:19pemerintah Kota Bandung sudah merasakan kenaikan operasionalnya karena kenaikan BBM sih
04:23sejak diesel naik ya.
04:25Karena kan kita tidak boleh menggunakan biosolar,
04:28kita harus menggunakan deks light.
04:31Bahkan untuk ngangkut sampah aja kita pakai deks light.
04:35Jadi,
04:37kita sudah terbiasa melakukan efisiensi sejak beberapa bulan yang lain.
04:41Sejak awal tahun malah.
04:44Jadi, dampaknya sekarang efisiensinya luar biasa sih.
04:48Gitu.
04:49Mana aja yang bakal dipangkas?
04:51Udah dipangkas dari Januari, udah dipangkas udah banyak.
04:55Jadi, sekarang mah kita sedang menjalankan efisiensi yang sudah berjalan aja.
05:00Nah, ini evaluasi nih.
05:02Kita kan mau RKPD.
05:03Kita sekarang lagi menyusun rencana kerja pemerintah daerah.
05:06Nah, kita akan lihat nanti.
05:07Apa saja yang bisa kita realokasi
05:10untuk memastikan bahwa
05:12anggaran yang kita punya ini
05:14betul-betul dimanfaatkan
05:16untuk meringankan beban masyarakat.
05:19Beban masyarakat sekarang ini luar biasa.
05:21Sebenarnya,
05:23ini kan sebabnya
05:24karena
05:26faktor geopolitik.
05:28Jadi,
05:29kenaikan minyak mentah
05:31sangat tinggi.
05:32Untuk hari ini
05:34sekitar
05:3590.56 USD per barrel
05:40sama 93.43.
05:42Jadi, ini kalau di
05:44kurs dengan rupiah
05:46Rp17.994.
05:49Kalau di
05:50FOB
05:52Rp10.248
05:54per liter.
05:55Tapi kan ada
05:56faktor-faktor yang menambah kosnya
05:59yaitu
06:00shift rate
06:01terus
06:03pengolahan di dalam negeri
06:05V-kilang
06:06terus ada
06:08angkutan darat
06:10terus
06:11V-SPBU
06:12terus biaya depo
06:14baru
06:14keuntungan.
06:16Ini kalau
06:17sesuai dengan mekanisme pasar
06:19sebenarnya
06:20Rp16.250 itu
06:22masih di bawah
06:23keekonomian sedikit.
06:25Tapi
06:26dinaikkan Rp12.300 ke Rp16.290
06:29karena sekarang
06:31memang
06:31keadaan
06:33artinya tidak
06:34terlalu
06:36artinya
06:36harganya cukup tinggi
06:39naiknya.
06:39Kita juga
06:40menyesalkan.
06:41Tapi ini
06:41kita
06:42menduangkan saja
06:43agar faktor geopolitik
06:44apa namanya
06:46Amerika dengan
06:47Iran
06:48berdamai.
06:50Terus kalau di
06:50Singapura juga
06:51dibeli yang
06:52udah
06:52yang udah
06:53jadi juga
06:54itu
06:55produk
06:56atau BPM
06:58juga
06:59round 92
07:00sekitar
07:01118 USD
07:02per barrel
07:03round 94
07:04120 USD
07:05per barrel.
07:06Pak Ramson
07:07memang ini
07:07ya.
07:08Kalau saya potong Pak
07:09Bapak mengatakan bahwa
07:10harga BPM yang ada sekarang
07:11bukan harga
07:12keekonomiannya
07:13belum harga
07:13keekonomiannya
07:14karena banyak beban
07:15mulai dari faktor geopolitik
07:16kemudian pelemahan
07:17dari teko rupiah.
07:18Artinya
07:18kalau saya simpulkan
07:19apakah ada kemungkinan
07:20nanti akan ada
07:21kenaikan lagi
07:21harga BPM?
07:24kalau itu
07:25tidak
07:26kalau pertelan kan
07:27tidak naik
07:27tetap stabil
07:28kita ngomongin
07:29non-subsidi Pak
07:29non-subsidi kok
07:30non-subsidi
07:32memang ini kan
07:33kelas menengah ke atas
07:34kalau semua
07:35memang nanti
07:35dibebankan ke subsidi
07:37memang
07:37APBN kita
07:38agak
07:39bisa terganggu juga
07:40jadi yang
07:41diperlukan oleh
07:42pemerintah
07:43diperlukan nanti
07:44dari pemerintah
07:44untuk
07:45membuat
07:46keseimbangan
07:47agar
07:48penurunan
07:49konsumsi rumah tangga
07:51itu bisa ditahan
07:53dengan membuat
07:54stimulus-stimulus tertentu
07:56karena
07:56kalau di satu sisi juga
07:58kebetulan saya
07:59membuat
08:00kalkulasi begini
08:01sebelum
08:02Direktur-Direktur
08:03Patraniaga sekarang
08:04masuk sejak tahun
08:052002
08:05saya kan di
08:06Komisi Energi
08:07sudah sejak
08:08tahun 99 dulu
08:09jadi
08:10memang
08:10faktor
08:11kenaikan
08:13harga minyak
08:13mentah ini
08:14masalah
08:14seperti
08:15Amerika sekarang
08:16kenapa
08:16dikejar terus
08:18Trump
08:18kalau di sana
08:19lebih lain lagi
08:20kalau
08:21biarpun
08:21produksi minyak
08:23Amerika itu
08:24lebih besar
08:24daripada
08:25demandnya
08:26tetapi
08:27harga
08:28diuntung
08:29masyarakat
08:30dengan harga
08:32apa namanya
08:33harga global
08:34harga market global
08:36oke
08:36kalau kita lihat ya
08:37sebetulnya
08:38tanpa kenaikan
08:40Pertamax ini
08:41kan kelas
08:41menengah bawah
08:42ya
08:42itu kan udah
08:43terkurat ya
08:44daya belinya ya
08:45dengan inflasi
08:45yang mulai merangkat
08:46ke atas
08:47dengan dolar
08:48yang Rp18.000
08:49nah sekarang
08:50dengan naiknya
08:51Pertamax ini
08:52tentu kelas menengah
08:53atas yang kena ya
08:54nah ini jadi
08:55seluruh kelas menengah
08:56ini bisa kena dampaknya
08:57artinya apa
08:58daya beli mereka
08:59semakin melemah
09:00dan ini memang
09:01sudah diprediksi
09:02karena apa
09:02pada waktu itu
09:03orang kira bahwa
09:05gak
09:05tensi geopolitik
09:07perang Iran
09:08US dan Israel
09:09ini akan sementara
09:10tapi yang harus
09:11kita perhitungkan
09:12adalah kembali lagi
09:13bahwa tensi ini
09:14tidak gampang
09:15apa
09:15Mbak Luhu
09:16Sampai sekarang pun
09:18perang itu
09:18tensinya masih tinggi
09:19dan sekarang pertanyaannya
09:21seandainya
09:22harga minyak
09:23di atas 90 ini
09:24berlangsung
09:25masih 2 tahun lagi
09:26apakah memang
09:27ekonomi kita kuat
09:29menanggung beban
09:29ya harga minyak
09:30yang tinggi
09:31itu kan ya
09:31dan sekarang ini
09:32adalah indikasi
09:33bahwa pemerintah
09:34tidak bisa lagi
09:36mempertahankan
09:37subsidi
09:37Pertamax
09:39ya kan
09:39mau gak mau
09:39mereka harus
09:40pemerintah harus
09:41menaikannya
09:41dari Rp12.000
09:42secara drastis
09:43ke Rp16.250
09:45itu drastis
09:46itu kenaikannya kan
09:4830 persen
09:49bukan cuma
09:4910 persen
09:50atau 5 persen
09:51ini menandakan
09:51Pak Feri
09:52kalau saya potong
09:53artinya menurut Pak Feri
09:55apakah memang
09:56menaikkan harga BP
09:56menjadi subsidi
09:57atau sebenarnya
09:58ada opsi lain
09:59misalnya
09:59mengotak atik
10:00APBN
10:01mengalokasikan
10:02anggaran
10:03untuk memberikan
10:03kompensasi
10:04kepada Pertamina
10:05oh iya
10:07harusnya itu
10:07kan
10:08sekali lagi
10:08kalau
10:09BGN
10:10kedodoran
10:10kan opsinya
10:11cuma 3
10:12pertama adalah
10:13cut spending
10:13yang tidak perlu
10:14seperti MBG itu
10:15itu harusnya
10:17dilakukan
10:18dan
10:19udah terbukti
10:20kok kemarin
10:20bahwa BGN ini
10:21MBG ini
10:22adalah sarang korupsi
10:23dan ketua BGNnya
10:25kan sudah ditangkap
10:26oleh Kejalung
10:27kenapa kok
10:28tidak diumumkan
10:29bahwa
10:30proyek ini
10:31dimoratoriumkan
10:32dirasionalisir
10:33dievaluasi
10:34untuk tidak merongrong
10:36APBN kita
10:37gitu loh
10:38ini kan sudah dilakukan
10:44menemani pagi Anda
10:45dengan informasi-informasi
10:46terbaru
10:47satu langkah lebih dekat
10:48satu langkah lebih mencerahkan
10:50saksikan Kompas Pagi
10:51hanya di Kompas TV
10:52channel 11
10:53di televisi Anda
Komentar