Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Harga BBM non-subsidi Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan harga tersebut mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026) pukul 00.00 WIB.

Kebijakan ini mendapat respons dari masyarakat dan turut disambut pernyataan sejumlah pejabat.

Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak dunia.

"Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional," ujar Simon, Kamis (11/6/2026).

Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih ke Pertalite.

Video Editor: Lintang Amiluhur

#bbm #pertamax #pertamina

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/674688/purbaya-bahlil-hingga-pertamina-pasca-kenaikan-harga-bbm-pertamax-parasot

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:08Intro
00:12Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:14Salam sejahtera untuk kita sekalian
00:17Menanggapi perkembangan saat ini terkait harga BBM
00:21Perlu kami sampaikan bahwa harga BBM subsidi
00:24Yaitu Pertalait dan Biosolar tidak mengalami perubahan
00:28Harga Pertalait masih tetap di harga Rp10.000 per liter
00:33Dan Biosolar di harga Rp6.800 per liter
00:37Sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah
00:39Sehubungan dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi
00:44Yaitu Pertamax dan Pertamax Green
00:46Yang berlaku sejak tanggal 10 Juni 2026
00:50Kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga
00:54Tentu menjadi perhatian masyarakat
00:57Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini
00:59Dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global
01:04Dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional
01:07Dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat
01:11Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini
01:13Selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina
01:17Juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta lainnya
01:21Di tengah tantangan global yang terus berkembang
01:24Pertamina dengan dukungan penuh dari pemerintah
01:28Terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan energi
01:31Bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia
01:34Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini
01:39Dan mari kita bersama-sama bijak menggunakan energi
01:45Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
01:47Salam sejahtera untuk kita sekalian
01:49Tambahan subsidi itu gimana sih Pak hitungan ke BNQ Pak?
01:52Udah ada berapa Pak? Kira-kira Pak?
01:54Kita gak hitung, tapi begini
01:55Pasti ada berapa persen yang tindak
01:57Cuman kan harusnya gak semuanya tindak
02:00Karena kan yang beli pertama tahu
02:03Mobilnya cocok untuk pertama
02:06Untuk yang motor kan tidak ada seperti itu ya Pak?
02:08Berapa persen Pak yang bakal tindak
02:10Karena beberapa orang juga pada mau
02:11Udah mau ngeliat May Pertamina nih, mau pindah
02:13Tapi untuk anggarannya berapa sih Pak?
02:18Kira-kira sudah ada hitungan belum Pak?
02:19Potensi beberapa tambahan
02:20Pak Mensesnek bilang bakal ngurangin anggaran MBG
02:23Pak Mensesnek bilang ngurangin anggaran MBG Pak
02:30Pak Prasetyo bilang ngurangin anggaran MBG gak apa-apa
02:33Udah ngomong belum?
02:35Itu Pak Prasetyo Hadi yang ngomong
02:37Kalau dari KMNQ, sabar dong Pak
02:43Tapi emang udah ada komunikasi Pak mau nurunin anggaran MBG lagi?
02:46Sudah kan, keberapa itu?
02:47Ini baru tadi Pak Prasetyo ya di ngomong
02:49Pak Prasetyo Hadi belum ngomong Pak makanya maksudnya?
02:55Udah ada ngomong sama Bapak belum Pak?
02:57Berapa nominalnya?
02:59Nanti kita tunggu
03:01Kisaran berapa Pak?
03:02Nямpe ratusan triliun gak Pak?
03:04Nямpe ratusan triliun gak Pak?
03:06Maksudnya di kisaran?
03:08Maksudnya di kisaran?
03:08Maksudnya di kisaran?
03:13Yang pertama kami menyampaikan bahwa
03:17harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG
03:21itu tidak ada perubahan sama sekali, itu dulu.
03:25Nah sementara harga yang non-subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada.
03:32Sudah bertentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak
03:35oleh teman-teman pelaku usaha baik pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya.
03:41Ini kan pertama senai, Pemijas yang jadi pengaruh itu kedaya beli masyarakat.
03:47Gimana kemudian pemerintah berupaya untuk menjaga daya beli itu
03:51apakah akan ada inisiatif lain untuk masyarakat pemerintah listrik atau yang lainnya seperti itu Pak?
03:56Pemerintah lagi sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat.
04:02Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat terutama kepada BBM subsidi
04:08sama sekali tidak kita naikkan.
04:09Sementara yang lainnya dilakukan penyusayan.
04:12Nanti kita cek dengan teman-teman pelaku usaha baik dengan terwasa pertamina.
04:16Ya, makasih.
04:17Kalau untuk BBM di Kota Bandung,
04:19pemerintah Kota Bandung sudah merasakan kenaikan operasionalnya karena kenaikan BBM sih
04:23sejak diesel naik ya.
04:25Karena kan kita tidak boleh menggunakan biosolar,
04:28kita harus menggunakan deks light.
04:31Bahkan untuk ngangkut sampah aja kita pakai deks light.
04:35Jadi,
04:37kita sudah terbiasa melakukan efisiensi sejak beberapa bulan yang lain.
04:41Sejak awal tahun malah.
04:44Jadi, dampaknya sekarang efisiensinya luar biasa sih.
04:48Gitu.
04:49Mana aja yang bakal dipangkas?
04:51Udah dipangkas dari Januari, udah dipangkas udah banyak.
04:55Jadi, sekarang mah kita sedang menjalankan efisiensi yang sudah berjalan aja.
05:00Nah, ini evaluasi nih.
05:02Kita kan mau RKPD.
05:03Kita sekarang lagi menyusun rencana kerja pemerintah daerah.
05:06Nah, kita akan lihat nanti.
05:07Apa saja yang bisa kita realokasi
05:10untuk memastikan bahwa
05:12anggaran yang kita punya ini
05:14betul-betul dimanfaatkan
05:16untuk meringankan beban masyarakat.
05:19Beban masyarakat sekarang ini luar biasa.
05:21Sebenarnya,
05:23ini kan sebabnya
05:24karena
05:26faktor geopolitik.
05:28Jadi,
05:29kenaikan minyak mentah
05:31sangat tinggi.
05:32Untuk hari ini
05:34sekitar
05:3590.56 USD per barrel
05:40sama 93.43.
05:42Jadi, ini kalau di
05:44kurs dengan rupiah
05:46Rp17.994.
05:49Kalau di
05:50FOB
05:52Rp10.248
05:54per liter.
05:55Tapi kan ada
05:56faktor-faktor yang menambah kosnya
05:59yaitu
06:00shift rate
06:01terus
06:03pengolahan di dalam negeri
06:05V-kilang
06:06terus ada
06:08angkutan darat
06:10terus
06:11V-SPBU
06:12terus biaya depo
06:14baru
06:14keuntungan.
06:16Ini kalau
06:17sesuai dengan mekanisme pasar
06:19sebenarnya
06:20Rp16.250 itu
06:22masih di bawah
06:23keekonomian sedikit.
06:25Tapi
06:26dinaikkan Rp12.300 ke Rp16.290
06:29karena sekarang
06:31memang
06:31keadaan
06:33artinya tidak
06:34terlalu
06:36artinya
06:36harganya cukup tinggi
06:39naiknya.
06:39Kita juga
06:40menyesalkan.
06:41Tapi ini
06:41kita
06:42menduangkan saja
06:43agar faktor geopolitik
06:44apa namanya
06:46Amerika dengan
06:47Iran
06:48berdamai.
06:50Terus kalau di
06:50Singapura juga
06:51dibeli yang
06:52udah
06:52yang udah
06:53jadi juga
06:54itu
06:55produk
06:56atau BPM
06:58juga
06:59round 92
07:00sekitar
07:01118 USD
07:02per barrel
07:03round 94
07:04120 USD
07:05per barrel.
07:06Pak Ramson
07:07memang ini
07:07ya.
07:08Kalau saya potong Pak
07:09Bapak mengatakan bahwa
07:10harga BPM yang ada sekarang
07:11bukan harga
07:12keekonomiannya
07:13belum harga
07:13keekonomiannya
07:14karena banyak beban
07:15mulai dari faktor geopolitik
07:16kemudian pelemahan
07:17dari teko rupiah.
07:18Artinya
07:18kalau saya simpulkan
07:19apakah ada kemungkinan
07:20nanti akan ada
07:21kenaikan lagi
07:21harga BPM?
07:24kalau itu
07:25tidak
07:26kalau pertelan kan
07:27tidak naik
07:27tetap stabil
07:28kita ngomongin
07:29non-subsidi Pak
07:29non-subsidi kok
07:30non-subsidi
07:32memang ini kan
07:33kelas menengah ke atas
07:34kalau semua
07:35memang nanti
07:35dibebankan ke subsidi
07:37memang
07:37APBN kita
07:38agak
07:39bisa terganggu juga
07:40jadi yang
07:41diperlukan oleh
07:42pemerintah
07:43diperlukan nanti
07:44dari pemerintah
07:44untuk
07:45membuat
07:46keseimbangan
07:47agar
07:48penurunan
07:49konsumsi rumah tangga
07:51itu bisa ditahan
07:53dengan membuat
07:54stimulus-stimulus tertentu
07:56karena
07:56kalau di satu sisi juga
07:58kebetulan saya
07:59membuat
08:00kalkulasi begini
08:01sebelum
08:02Direktur-Direktur
08:03Patraniaga sekarang
08:04masuk sejak tahun
08:052002
08:05saya kan di
08:06Komisi Energi
08:07sudah sejak
08:08tahun 99 dulu
08:09jadi
08:10memang
08:10faktor
08:11kenaikan
08:13harga minyak
08:13mentah ini
08:14masalah
08:14seperti
08:15Amerika sekarang
08:16kenapa
08:16dikejar terus
08:18Trump
08:18kalau di sana
08:19lebih lain lagi
08:20kalau
08:21biarpun
08:21produksi minyak
08:23Amerika itu
08:24lebih besar
08:24daripada
08:25demandnya
08:26tetapi
08:27harga
08:28diuntung
08:29masyarakat
08:30dengan harga
08:32apa namanya
08:33harga global
08:34harga market global
08:36oke
08:36kalau kita lihat ya
08:37sebetulnya
08:38tanpa kenaikan
08:40Pertamax ini
08:41kan kelas
08:41menengah bawah
08:42ya
08:42itu kan udah
08:43terkurat ya
08:44daya belinya ya
08:45dengan inflasi
08:45yang mulai merangkat
08:46ke atas
08:47dengan dolar
08:48yang Rp18.000
08:49nah sekarang
08:50dengan naiknya
08:51Pertamax ini
08:52tentu kelas menengah
08:53atas yang kena ya
08:54nah ini jadi
08:55seluruh kelas menengah
08:56ini bisa kena dampaknya
08:57artinya apa
08:58daya beli mereka
08:59semakin melemah
09:00dan ini memang
09:01sudah diprediksi
09:02karena apa
09:02pada waktu itu
09:03orang kira bahwa
09:05gak
09:05tensi geopolitik
09:07perang Iran
09:08US dan Israel
09:09ini akan sementara
09:10tapi yang harus
09:11kita perhitungkan
09:12adalah kembali lagi
09:13bahwa tensi ini
09:14tidak gampang
09:15apa
09:15Mbak Luhu
09:16Sampai sekarang pun
09:18perang itu
09:18tensinya masih tinggi
09:19dan sekarang pertanyaannya
09:21seandainya
09:22harga minyak
09:23di atas 90 ini
09:24berlangsung
09:25masih 2 tahun lagi
09:26apakah memang
09:27ekonomi kita kuat
09:29menanggung beban
09:29ya harga minyak
09:30yang tinggi
09:31itu kan ya
09:31dan sekarang ini
09:32adalah indikasi
09:33bahwa pemerintah
09:34tidak bisa lagi
09:36mempertahankan
09:37subsidi
09:37Pertamax
09:39ya kan
09:39mau gak mau
09:39mereka harus
09:40pemerintah harus
09:41menaikannya
09:41dari Rp12.000
09:42secara drastis
09:43ke Rp16.250
09:45itu drastis
09:46itu kenaikannya kan
09:4830 persen
09:49bukan cuma
09:4910 persen
09:50atau 5 persen
09:51ini menandakan
09:51Pak Feri
09:52kalau saya potong
09:53artinya menurut Pak Feri
09:55apakah memang
09:56menaikkan harga BP
09:56menjadi subsidi
09:57atau sebenarnya
09:58ada opsi lain
09:59misalnya
09:59mengotak atik
10:00APBN
10:01mengalokasikan
10:02anggaran
10:03untuk memberikan
10:03kompensasi
10:04kepada Pertamina
10:05oh iya
10:07harusnya itu
10:07kan
10:08sekali lagi
10:08kalau
10:09BGN
10:10kedodoran
10:10kan opsinya
10:11cuma 3
10:12pertama adalah
10:13cut spending
10:13yang tidak perlu
10:14seperti MBG itu
10:15itu harusnya
10:17dilakukan
10:18dan
10:19udah terbukti
10:20kok kemarin
10:20bahwa BGN ini
10:21MBG ini
10:22adalah sarang korupsi
10:23dan ketua BGNnya
10:25kan sudah ditangkap
10:26oleh Kejalung
10:27kenapa kok
10:28tidak diumumkan
10:29bahwa
10:30proyek ini
10:31dimoratoriumkan
10:32dirasionalisir
10:33dievaluasi
10:34untuk tidak merongrong
10:36APBN kita
10:37gitu loh
10:38ini kan sudah dilakukan
10:44menemani pagi Anda
10:45dengan informasi-informasi
10:46terbaru
10:47satu langkah lebih dekat
10:48satu langkah lebih mencerahkan
10:50saksikan Kompas Pagi
10:51hanya di Kompas TV
10:52channel 11
10:53di televisi Anda
Komentar

Dianjurkan