00:00Terima kasih.
00:36Terima kasih.
01:05Terima kasih.
01:41Terima kasih.
01:50Terima kasih.
01:56Terima kasih.
01:59Terima kasih.
02:00Pada dan ini ada pesantren yang sudah siap, sudah ditentukan, dia sudah mulai, secara administrasi sudah siap.
02:11Nah realisasinya tidak ada.
02:13Akhirnya saya sampaikan kepada dan, oh silakan Pak nanti hubungi Pak Arief Nurrohman, staf saya.
02:19Akhirnya silakanlah, mereka berhubungan.
02:22Mereka berhubungan, saya sudah tidak ngerti apa-apa.
02:25Nah waktu pada dan kesini, berapa minggu yang lalu, saya tanya pada dan gimana itu, rupanya sampai sekarang prosesnya pun
02:35belum selesai.
02:37Bangunnya, dapurnya pun belum terbangun.
02:40Saya tanya Abah Junaidi dan sebagainya.
02:42Cuma karena saya yang minta tolong kepada dan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur.
02:48Kalau Pak Dudung punya dapur silakan cek, saya kasih hadiah nanti.
02:52Jadi tidak ada sama sekali saya punya dapur.
02:55Menanggapi postingan salah satu media online tanggal 9 Juni 2026 yang memuat daftar nama terkait kasus BGN
03:04dan mencantumkan verasan, dua orang kolonel usulan AHY, Partai Demokrat perlu menyampaikan klarifikasi sebagai berikut.
03:13Satu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Sarimurti Yudhoyono atau AHY tidak mengenal saudara Sony Sonjaya.
03:21Dua, AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan saudara Sony Sonjaya.
03:28Tiga, AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan ataupun meminta dukungan kepada saudara Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan
03:41lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
03:45Empat, dalam postingan tersebut tidak dijelaskan siapa yang dimaksud dengan verasa AHY maupun siapa dua orang kolonel yang dimaksud.
03:54Namun, apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Sarimurti Yudhoyono, maka Partai Demokrat menegaskan bahwa pengaitan tersebut tidak
04:05memiliki dasar fakta apapun.
04:08Lima, karena itu, verasa dua orang kolonel usulan AHY, jika yang dimaksud menyangkut Agus Sarimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat
04:18dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran.
04:22Enam, Partai Demokrat menghormati kebiasaan pers dan mendukung kerja-kerja jurnalistik yang profesional.
04:30Namun kami mengharapkan setiap informasi yang menyebutkan nama individu maupun institusi dapat disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta yang
04:42terverifikasi.
04:43Jakarta, 9 Juni 2026, Kepala Barang Komunikasi Strategis dan Koordinator Jurubicara DPP Partai Demokrat, Herzaki Mahendra Putra.
04:55Ya chat aja, lihat chatnya. Ada nggak di yayasan-yayasan yang dituduhkan misalnya kepada saya, lihat aja. Ada nggak nama
05:04saya? Kan seperti itu.
05:06DPR sebetulnya, karena BGN ini adalah mitra kerja, mitra kerja dari komisi 9, tentu kami selalu ada komunikasi.
05:16Baik kepada Kepala Badan, maupun beberapa elit di BGN.
05:23Tapi saya pribadi tuh kalau nge-chat Pak Soni tuh bisa ditunggu sama jari lah.
05:28Karena saya nggak terlalu kenal dengan beliau.
05:31Ya kenal, tapi tidak terlalu akrab ya, terlalu dekat gitu.
05:34Jadi, kami itu di komisi 9 hanya menyampaikan aspirasi masyarakat.
05:44Dan itu menjadi tugas kami.
05:45Ya tugas kami di DPR itu menyampaikan aspirasi masyarakat kepada mitra kerja.
05:52Untuk bisa ditindaklanjuti.
05:53Jadi Anda merasa dipinah Ibu?
05:55Ya kalau nggak dipinah, diapain lagi?
05:57Karena begini, di situ disebut di 22 kalau nggak salah ya, 26, seluruh Kapoksi.
06:09Kalau Kapoksi kan termasuk saya di dalamnya.
06:11Tapi ada nama saya lagi, Irma Suryani, Canyago.
06:16Yang tulisannya juga salah.
06:19Saya di komisi 6, ada juga saya di komisi 9.
06:23Ya untuk apa saya tanggepin?
06:24Jadi saya berpikir bahwa kalau BGN membuka ruang kepada seluruh masyarakat Indonesia publik
06:32untuk bisa join di MBG, ya kenapa ribut soal-soal seperti ini gitu ya.
06:40Kan kita juga tahu, Polri juga punya 1.500, TNI juga punya.
06:44Kemudian seluruh, seluruh yayasan juga punya.
06:47Yang namanya apa, pesaran tren dan lain sebagainya juga punya.
06:50Tapi masalahnya kan di titik itu, penjualan titik itu yang menjadi fokus sebetulnya.
06:56Ya kami dari Partai Gerindera pasti mendukung aparat penenggah hukum,
07:01khususnya Kejaksaan Agung yang sejak awal membongkar kasus indikasi korupsi
07:06yang terjadi di proyek MBG ini.
07:09Dan itu kan satu frekuensi, satu semangat dengan apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo berkali-kali.
07:13Bahkan ketika kemarin Pak Prabowo pidatu di DPR, ketika menyampaikan kerangka ekonomi makro,
07:20beliau juga sudah menyampaikan pesan bahwa kalau ada penyimpangan apapun terkait dengan proyek MBG,
07:25silahkan lapor ke beliau langsung pun akan direspon.
07:27Jadi saya pikir secara prinsip Partai Gerindera mendukung.
07:30Tapi terkait dengan 26 nama yang disampaikan oleh Pak Soni Sanjaya,
07:35prinsip kami itu menjadi otoritas pihak Kejaksaan untuk katakanlah membongkar
07:39atau mengusuknya apakah betul apa yang disampaikan oleh Pak Soni Sanjaya
07:43bahwa ada 26 nama yang diindikasi terlibat dalam korupsi MBG.
07:48Jadi menurut Anda harusnya Soni ungkapkan saja nama-nama tersebut langsung ke publik, begitu ya?
07:54Dan disampaikan ke Kejago?
07:56Ya begini, begini mbak.
07:57Tapi yang perlu dipahami bahwa dalam proses perdagakan hukum kita juga kita mengenal ajas praduga tak bersalah.
08:03Jangan sampai bahwa misalnya ada seseorang katakanlah yang sudah menjadi tersangka
08:09menyebut 26 nama, bahkan mungkin nanti 100 nama,
08:12itu langsung dijustifikasi bahwa mereka terlibat dalam korupsi MBG misalnya.
08:16Tadi kan sudah disampaikan bahwa ada dua klaster yang itu sedang diselidiki oleh
08:20aparat penegak hukum Kejaksaan terkait dengan kasus ini.
08:24Yang pertama adalah klaster tindak bedana korupsi terkait dengan markup dan pengadaan
08:29barang dan jasa di BGN.
08:31Apakah 26 nama itu terlibat di situ? Kan nanti bisa diperifikasi, kan?
08:35Atau yang kedua klaster dua, ada dugaan jual-beli titik dapur.
08:39Apakah 26 nama ini melakukan praktek jual-beli dapur bekerjasama dengan katakanlah pimpinan BGN.
08:46Jangan nanti ketika spekulasi-spekulasi ini dibiarkan merajalela,
08:52jangan nanti setiap pemilik dapur yang disebut itu terlibat korupsi.
08:55Padahal kan logikanya nggak seperti itu.
08:58Bahwa memang sejak awal tata kelola MBG ini kan memberi peluang kepada siapapun ya,
09:03kepada siapapun untuk terlibat katakanlah mendapar dalam bentuk yayasan untuk membangun dapur, kan?
09:10Kan tinggal dicek saja dari semua dapur yang sudah terbangun atau sedang dalam proses dibangun,
09:16dari yayasan manapun, kan tinggal dicek apakah memenuhi syarat administrasi,
09:21memenuhi syarat ketika diperifikasi faktual,
09:23dan tinggal dicek apakah dapur itu dibeli dengan akanlah memberi gratifikasi atau suap, kan?
09:30Ya, ini kan masih dalam penyidikan.
09:33Saya kira harus menjadi tiga asasi manusia.
09:36Oleh karena itu, dalam nama-nama itu saya kira sebagai bentuk akuntabilitas dalam penguapan para,
09:43jangsa agung mau tidak tahu nanti ya membuka semuanya.
09:47Tapi dalam tahap bicara bukti, kan?
09:49Nah, apa? Bicara penentuan orang itu bicara bukti.
09:53Sejauh mana bukti itu?
09:55Jadi bukan orangnya, Mbak. Buktinya.
09:57Nah, dari dua puluh pam yang disampaikan itu, buktinya akurat atau tidak?
10:01Ada atau tidak?
10:02Nah, disinilah sebagai bentuk perlindungan sayang manusia,
10:06bukti-bukti itulah yang akan menentukan ABCN,
10:10ada dugaan-dugaan terkait dengan peristiwa MPG.
10:14Sudah terbaru nggak, Pak, terkait dengan hal tersebut? Terima kasih.
10:18Untuk modus, pernah saya sampaikan pada saat itu,
10:21jadi modus besar yang kita sidik sekarang ini ada dua,
10:24yang pertama adalah jual-beli titik yang pertama.
10:31Kemudian yang kedua adalah pengadaan barang atau jasa.
10:35Nah, itu yang sedang kita sidik secara paralel.
10:38Nah, untuk malam ini, kami menetapkan tersangka terhadap salah satu proses pengadaan tersebut,
10:44yaitu motor listrik.
10:44Masih ada pengadaan yang lainnya yang sedang kami melakukan penyidikan.
10:48Kemudian apa lagi?
10:51Betul, sampai hari ini ada lima tersangka.
10:53Kemudian untuk update-nya, kami akan melakukan pemeriksaan nanti pada minggu depan.
10:57Bagaimana tersangka SS?
11:01Dari mana?
11:02Dari kompas.com
11:05Pak, mau bertanya, ini kan tadi sudah berarti total ada lima tersangka ya, Pak.
11:08Nah, ini tadi mungkin apa saya juga lupa.
11:11Lihat, dengar gitu,
11:14pasal yang ditersangkakan terhadap ini,
11:17apa ya, tadi belum disebutkan ya.
11:18Lalu juga, kemarin kan Kejagung bilang akan mempelajari pengajuan judisial laborator itu.
11:26Nah, dari Soni-Sonjaya gitu.
11:29Itu mungkin butuh waktu berapa lama dari Kejagung untuk mempelajari hal itu.
11:33Terima kasih.
11:34Untuk pasalnya adalah kalau dulu di undang-undang tipikor pasal 2, pasal 3,
11:39kalau sekarang pasal 603 dan pasal 604 KUHP.
11:43Itu pasalnya.
11:44Kemudian untuk nama-nama tadi, masih kami pelajari ya.
11:48Untuk dalam waktu dekat, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka SS
11:52untuk mengkonfirmasi dari pengajuan JC yang disampaikan kepada kita.
11:59Dari mana, Mas?
12:07Dari mana?
12:08Ya, izin Pak Kapus, Padir, saya Mamat dari ORAJU, Faji.
12:12Izin mau nanya, sebenarnya dari para tersangka pejabat bagian ini,
12:18yang mendasari, meng-ACC motor listrik itu apa?
12:22Sementara kebutuhan seperti di daerah-daerah,
12:26itu kan sebenarnya belum mempunyai untuk adanya motor listrik.
12:30Dasarnya kenapa?
12:31Terima kasih.
12:33Terima kasih.
12:34Itu salah satu yang sedang kami lakukan pemeriksaan,
12:38atau kami sidih dalam beberapa waktu ke depan.
12:41Jadi, maka apa saya bilang tadi adalah,
12:43ini mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan real di lapangan.
12:46Nah, kenapa muncul motor listrik, itu yang sedang kami teliti saat ini.
12:53Tapi yang jelas, kami sudah mendapatkan bukti yang cukup bahwa disitu ada perbuatan melawan hukum pada proses pengadaannya alat listrik
13:01untuk motor listrik itu.
13:03Nanti akan kita sampaikan berikutnya, ya.
13:05Pak, setelah kita tadi, untuk menerima saat terhadap PSS, tidak melakukan apa dapat menerima?
13:09Secepatnya, nanti kita sampaikan.
13:11Secepatnya.
13:13Pertama, Jaksa tidak boleh Daniel dulu juga ya, terhadap apa yang kemudian diberikan kesaksian oleh PSS ini.
13:21Apa yang kemudian diberikan kesaksian oleh PSS ini, bagian dari alat bukti yang kemudian bisa menjadi data, bisa menjadi alat
13:30bukti berikutnya untuk kemudian mengungkap kasus ini lebih terang-terang.
13:34Entah itu kemudian, kalau ke atas berarti potensi PSS bisa menjadi saksi mahkota, tapi kalau kemudian ternyata itu ke bawah,
13:42ini kan bagian dari untuk mengungkap kasus secara menyeluruh.
13:45Karena kan yang dirasakan kasus ini tidak berhenti di beliau bertiga, kan.
13:50Tetapi kan nanti harus kemudian dibuka, termasuk kemudian sampai hilir.
13:54Karena kan yang namanya ikan busuk itu memang benar dari kepala, tapi kan publik sudah menganggap busuknya ini tidak hanya
14:02di kepalanya saja, gitu.
14:03Tapi sampai kemudian tubuh, bahkan kemudian diduga sampai ekornya.
14:07Nah, ini yang diharapkan kemudian publik agar kejaksaan agung terhadap kesaksian siapapun, baik itu juga nanti Pak DH, baik itu
14:15nanti Pak LP, termasuk juga PSS, ini bagian dari upaya untuk mengungkap kasus ini dengan lebih terang.
14:25Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
14:29Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih menjeraikan.
14:32Taksikan Kompas Pagi di Kompas TV, channel 11 di televisi Anda.
Komentar