Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, disebut oleh KPK dalam kasus dugaan suap terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik, menjelaskan nama Raffi muncul saat berkunjung ke kantor Blueray Cargo di AS.

"Betul, ada fakta saudara RA [Raffi Ahmad] itu menitip," ujar Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6) malam.

Pada Kamis (11/6/2026), Raffi Ahmad menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam dugaan suap.

Raffi mengatakan peristiwa yang dikaitkan dengan Blueray Cargo terjadi saat dirinya berada di AS pada 2023 untuk mengikuti Chicago Marathon.

Raffi mengatakan bahwa saat itu dirinya berbincang dengan karyawan perusahaan dan ditawari ponsel baru.

"(Jadi saya bilang) 'Oh, iya. Oke, nanti kalau ada handphone yang baru itu, ya udah nanti saya kirim ya'. Hanya sebatas itu. Intinya saya basa-basi. Setelah itu saya pergi melanjutkan ke tempat yang lain. Hanya sebatas itu," ujar Raffi.

Video Editor: Lintang Amiluhur

#raffiahmad #blueraycargo #kpk

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/674695/deret-pernyataan-kpk-hingga-klarifikasi-raffi-ahmad-disebut-di-kasus-blueray-cargo
Transkrip
00:10Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:57Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:00Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:18Apa namanya, Rafi Ahmad ini saat berada di Amerika Serikat itu dia mengunjungi kantor Blu-ray Cargo cabang Amerika Serikat.
01:27Dia meminta untuk dikirimkan laptop dan iPhone dari Amerika ke Indonesia melalui jalur udara di Bali.
01:36Nah, artinya kan di penyidikan sudah ada nih Pak, jadi tidak perlu lagi menunggu hasil persidangan dari JPU.
01:43Apakah tim penyidik dengan berkas penyidikan yang masih berjalan ini, apakah akan memanggil Rafi Ahmad ini sebagai saksi Pak?
01:53Lalu, apakah bisa disebut Rafi Ahmad ini menyelundupkan barang iPhone dan laptop itu dari luar negeri ke Indonesia itu Pak?
02:04Itu saja, terima kasih.
02:06Terima kasih. Mas Jamal terkait dengan perkara Beha Cukai.
02:11Pak...
02:11Pak dulu berarti ada lagi?
02:13Pak dir, ya. Di sana sudah kode-kode Pak dir.
02:16Silahkan, Pak Taufik.
02:19Baik, terima kasih.
02:21Ini kalau dibuka sampai malam nih.
02:25Yang pertama dari Mas Jamal ya.
02:30Baik, untuk fakta persidangan yang Blu-ray, yang untuk pemberi ya.
02:35Ini memang karena sudah ada di persidangan, itu sudah jadi fakta persidangan.
02:39Tadi terkait fakta ada di persidangan terungkap, di pemeriksaan juga, karena itu dari pemeriksaan saksi,
02:50ada saudara RA ya.
02:54Ini seperti apa? Ya betul, karena memang itu sudah fakta persidangan, artinya itu juga dari hasil pemeriksaan saksi-saksi ketika
03:03di proses penyidikan.
03:05Tapi kami memang masih ada perkara untuk si penerima.
03:10Penerima itu ada empat tersangka, dan ini perluka saya update juga.
03:16Untuk yang tiga tersangka, saudara R dan kawan-kawan, ada yang tiga.
03:23Itu minggu kemarin mungkin sudah di update oleh Jubir ya, sudah dilakukan tahap dua keuntutan, jadi akan masuk ke persidangan
03:30juga.
03:31Tapi kami masih punya ada penyidikan untuk tersangka lagi, saudara B.
03:37Nah itu juga dimungkinkan ketika ada fakta-fakta persidangan yang tadi muncul, itu juga akan diklarifikasi atau akan didalami lagi
03:47oleh tim penyidik.
03:48Tetapi tadi dipertanyakan sejauh mana apakah itu dianggap penyelundupan gitu ya.
03:57Nah itu juga kita tidak bisa sampaikan secara detail.
04:02Tetapi begini, bahwa yang dianggap penyelundupan itu kan ada dalam partai yang besar gitu ya.
04:08Saya mungkin karena ini sudah nyampe persidangan juga ya, bahwa betul itu ada fakta saudara R itu menitip,
04:16tapi kita waktu itu belum sampai kepada mengarah bahwa itu penyelundupan.
04:22Karena ini hanya sekitar ada dua unit mungkin yang dititipkan laptop, mungkin karena ada perkenalan atau siap apa.
04:33Sehingga itu kemudian di proses penyidikan yang Blu-ray kemarin kita tidak kembangan terlalu jauh,
04:38karena belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blu-ray mengurus keimigrasian di region
04:51Bia Cukai.
04:52Sehingga kemudian itu tidak kita lakukan pemanggilan.
04:55Nah apakah nanti fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami,
05:03ya kita akan lakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya.
05:06Tapi apakah tadi dikatakan itu penyelundupan, nah sejauh ini kita belum sampai ke sana.
05:11Karena ini bukan partai yang besar gitu ya, hanya dua unit kalau tidak salah.
05:19Belum, belum.
05:20Mari kita sedang berkonsentrasi sebagaimana yang tadi saya sampaikan,
05:25seluruh sektor pelaku ekonomi mari kita bekerja keras untuk memastikan bahwa ekonomi kita
05:33dalam keadaan yang baik, tumbuh, dan mari kita saling bekerja sama.
05:39Sama karena apapun masalah ekonomi ini banyak faktor yang mempengaruhi.
05:45Sehingga mari kita saling berkondingan tangan, saling merapatkan barisan,
05:51saling bekerja sama satu sama lain untuk memperkuat ekonomi kita.
05:56Ya kalau sesuatu itu dimasukkan ke Indonesia atau keluar Indonesia tidak sesuai dengan ketentuan tentang bea cukai gitu ya.
06:06Jadi ini sebenarnya harus didalami oleh KPK terlebih dahulu sebelum mengambil satu kesimpulan.
06:12Cara melakukan pendalaman Bank Tifal,
06:14Yang pertama tentu JPU KPK perlu untuk memperdalam ketika melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi maupun pihak lain termasuk tersangka di
06:24dalam proses persidangan.
06:25Yang kedua Bang Tifal,
06:27jika dibutuhkan KPK dapat melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan RA ini atau juga pihak Blu-ray itu sendiri di tahap
06:39pemeriksaan.
06:41Itu belum untuk perkara gitu ya, baru sekadar tahap konfirmasi.
06:45Jadi memang harus dilengkapi dulu data-datanya, keterangannya, informasinya, baru kemudian diambil satu kesimpulan.
06:51Bang Tifal.
06:52Oke, sehingga menurut Anda tidak bisa serta-merta merujuk pada fakta dalam persidangan si John Field ini,
06:57tapi harus ada pemanggilan terhadap Rafi Ahmad juga begitu?
07:01Selama memang dibutuhkan keterangan,
07:04maka cara untuk dapat memperoleh keterangan tersebut adalah dengan melakukan pemanggilan,
07:09dipanggil konteksnya itu apa.
07:12Karena ini kan KPK mendapatkan keterangan di depan persidangan.
07:16Ada informasi yang disampaikan oleh seorang pihak bahwa ada penitipan barang-barang
07:24untuk dimasukkan ke Indonesia dari otoritas dari wilayah luar negeri, yaitu Amerika Serikat.
07:30Nah tentukan konteksnya itu, apakah konteksnya ini adalah importasi?
07:35Kalau importasi, maka harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang bea dan cukai.
07:43Kalau ini bukan merupakan importasi, ini maka konteksnya apa?
07:47Apakah titip secara pribadi?
07:49Nah, kalaupun memang misalnya ternyata ada keterangan seperti itu,
07:54memang KPK juga tidak boleh langsung mengambil kesimpulan.
07:57Benar atau tidak itu?
07:59Bahwa memang ada penitipan seperti itu.
08:01Jangan-jangan tidak jadi titip, misalnya begitu kan.
08:04Jadi yang diperlukan Bang Tifal adalah melakukan cross-check ke semua pihak
08:09untuk mendudukkan perkaranya dengan jelas, kejadiannya dengan jelas, baru yang kedua dilihat.
08:15Kalau memang ada sebuah kejadian, apakah kejadian tersebut merupakan satu bentuk pelanggaran hukum atau bukan, Bang Tifal?
08:21Tapi kalau saat ini Anda melihatnya, sorry saya potong,
08:23tapi kalau kemudian Anda melihat konstruksi yang ada sekarang setidaknya dari sidang Johnfield itu tadi,
08:28Anda melihat ada pelanggaran nggak dari situ?
08:31Ya, saya lihat karena belum ada cross-check yang cukup gitu ya,
08:35susah juga kita mengambil kesimpulan Bang Tifal.
08:38Kalau itu barang memang benar-benar dimasukkan ke Indonesia,
08:40tidak sesuai dengan ketentuan di bidang Badan Cukai, itu penyelundupan kan.
08:45Nah, kalau penyelundupan, KPK tidak berwenang Bang Tifal, menangani kasus penyelundupan.
08:49Yang menjadi kewenangan KPK itu adalah perkara tindak pidana korupsi,
08:54dan perkara yang terkait dengan tindak pidana korupsi, misalnya TPPU-nya gitu.
08:57Kalau penyelundupan itu menjadi kewenangan dari PPNS di Badan Cukai gitu ya.
09:02Jadi sekali lagi Bang Tifal, yang perlu adalah untuk melakukan cross-check.
09:07Keterangan-keterangan yang disampaikan oleh seseorang di depan persidangan,
09:11itu kan di bawah sumpah dilakukanlah cross-check untuk menguji kebenarannya.
09:16Jika dibutuhkan, bisa dilakukan pemanggilan untuk memperoleh keterangan dari yang bersangkutan.
09:22Panggil saja.
09:23Karena kan ini publik juga perlu mendapatkan informasi yang benar,
09:26agar publik tidak menaruh prasangka yang buruk terhadap seseorang.
09:30Juga publik juga harus mendapatkan kejelasan juga.
09:33Ya memang semuanya harus diambil kesimpulan kalau sudah ada cross-check terlebih dahulu.
09:38Jadi tidak perlu terburu-buru juga.
09:40Oh ibu Gading, Gading, Gading, lu kan ada di situ, Ding?
09:43Nah, bener kan? Coba gimana, Ding?
09:46Ada, Pak Nandi, kita.
09:47Oh, itu gila sih.
09:49Ajarin, dong. Ajarin, dong.
09:50Kita di Amerika, baru ke Tudas.
09:54Ya.
09:56Ya, lalu udah kita ke sebelahnya, nih.
10:01Oke, terus.
10:03Begitu kita ke sebelahnya Indonesia.
10:04Ada orang-orang dari sebelah yang meminta foto.
10:07Minta-minta foto, habis minta foto, ya.
10:08Masa kita, orang minta foto, orang Indonesia.
10:11Masa kita nggak kasih, sih.
10:12Ya, iyalah.
10:12Kita basa-basi segala macam.
10:15Terus, kita aja baru tahu namanya Blu-ray aja sekarang, nih.
10:17Udah lupa namanya siapa.
10:19Orangnya siapa, orangnya siapa nggak tahu.
10:21Namanya Blu-ray aja.
10:22Karena ramai perlu tahu.
10:23Jadi begitu kita lihat lagi video pas kita di sana,
10:25oh iya, namanya Blu-ray.
10:27Nah, orang saya kenal.
10:28Karena ada basa-basi, lah.
10:29Misalnya, orang Indonesia, eh,
10:30kalau kita masukin barang ke Indonesia,
10:32kalau misalnya mau masukin barang,
10:34bisa gila, ya, ya, ya.
10:35Kita begitu, ya, ya.
10:36Tapi kita lanjutin kita pesan apa,
10:38orangnya kan nggak jadi atau gimana.
10:40Kenapa jadi rame, gitu loh.
10:41Lu juga nggak ada yang minta nomor telepon
10:43dan lu nggak kasih nomor telepon.
10:44Kita juga nggak ada, kan?
10:46Nah, namanya aja nggak tahu siapa.
10:49Di-beri aja, tahunya sekarang.
10:51Nggak tahu.
10:52Namanya yang kita tahu kan cuma ngomong gicir, doang.
10:55Ya, jadi begitu.
10:56Terima kasih.
10:57Oke.
10:58Iya, maksudnya ibaratnya kalau misalnya
11:00sudah maksudnya,
11:01bukannya sombong,
11:02tapi misalnya kayak Raffi mau beli aja
11:03ke Napa Jogok Amerika,
11:05beli aja ke Amas Adon.
11:07Iya juga sih.
11:09Nggak boleh, Jogok.
11:10Terima kasih, Nyong.
11:12Selesai, Di.
11:13Iya, sama-sama.
11:14Terima kasih.
11:14Gak boleh, gak boleh,
11:16pinta, gak boleh, pinta.
11:17Utama,
11:18saya serius sedikit.
11:20Ini terkait
11:21nama saya
11:22dibawa-bawa
11:23dalam
11:23satu berita yang
11:25tidak enak.
11:27Karena
11:28mungkin
11:29dulu saya sering sekali
11:30dibilang
11:31pencucian uang lah,
11:33inilah,
11:34itulah.
11:34Tapi waktu itu mungkin
11:36buat saya
11:37ya memang gak terjadi
11:38dan saya selalu santai-santai aja.
11:40Saya selalu santai aja
11:41karena tidak berat terjadi.
11:43Maksudnya tuh
11:43mungkin saya santai tuh
11:45karena dulu saya
11:46tidak
11:47atau belum
11:48diberikan amanah
11:49sebagai utusan-tus presiden.
11:50Saat sekarang,
11:51karena
11:52ada amanah ini,
11:53rasa-rasanya
11:54kalau sesuatu
11:55bola yang liar ini
11:57dan
11:58kepada diri saya
11:59ataupun kepada
12:00nanti
12:01instansi yang
12:03saya diberikan
12:04amanah ini
12:05jadi bola liar,
12:07rasa-rasanya
12:07saya perlu
12:08untuk menuruskan
12:10hal yang tidak benar ini
12:12seluruh-seluruhnya
12:13dan Alhamdulillah
12:14pendampingan hukum ini
12:16saya dibantu oleh
12:17Pak Hotman
12:17untuk
12:18meluruskan yang secelas-celasnya
12:20atas dasar hukum
12:21dan fakta
12:22yang beliau kan lebih tahu
12:23tentang
12:24hukum dan lain-lain.
12:26Jadi,
12:26sedikit saya ingin jelaskan
12:28waktu itu memang benar
12:30saya berangkat
12:31ke luar negeri
12:32saya lari
12:33maraton
12:34bersama
12:35Ariel
12:36Gading
12:37dan Desta
12:38Gading dan Desta
12:396
12:39tidak ikut maraton
12:40yang ikut maraton
12:41saya sama
12:42Ariel
12:44di Chicago
12:45maraton
12:45itu major maraton
12:47dan juga istri saya juga ikut
12:49dan disitu
12:49banyak para pelari-pelari Indonesia
12:51saya juga
12:52saya benar cek mereka
12:53bulan berapa?
12:54waktu itu Oktober
12:552025
12:562025
12:57berdekati hari
12:59pernikahan waktu itu
13:00sama istri
13:01kan kita kan sama
13:02sama istri saya
13:03oh sayang
13:04baru nakal jalan terus
13:06ya saya udah
13:08enggak
13:10jadi
13:11saya
13:12sama Nagita
13:13sama Ariel
13:14sama Gading
13:15sama Desta
13:16setelah saya lari
13:18saya ngecek
13:19teman-teman Indonesia
13:20sambil berlari
13:21warga dengeri Indonesia
13:23lari
13:23kita kasih semangat
13:24setelah selesai dari Chicago
13:25karena masih ada waktu kosong
13:27saya berangkat juga ke New York sebentar
13:30di New York juga sama
13:31saya mempromosikan teman-teman yang punya usaha
13:34di New York
13:36ada yang namanya Awang Kitchen
13:39ada yang namanya Indonesia
13:41Indonesia
13:42Indojava
13:43ada juga itu
13:45Indojava itu toko kelontong yang isinya memang produk-produk Indonesia
13:49jadi kalau orang-orang Indonesia yang kangen sama masakan Indonesia
13:52produk Indonesia disana
13:54kalau Awang Kitchen itu sudah cukup lama
13:56ada banyak
13:58teman-teman pejabat
13:59teman-teman public figure
14:00teman-teman
14:01wah udah terkenal sekali
14:02kita up
14:03itu dua itu menjadi destinasi kita
14:05lalu juga saya bersama
14:06teman-teman Indonesia
14:08muter naik mobil
14:09berjalan-jalan
14:11naik motor
14:11kita kibarkan bendera merah putih di New York
14:14waktu itu
14:15ada vlognya kalau di Rans Entertainment
14:16nah
14:17jadi
14:18saat saya makan di Awang Kitchen
14:19dan juga di Indojava itu
14:23setelah kegiatan itu selesai
14:25kalian bisa lihat
14:26nanti di vlognya dan di fotonya
14:27banyak teman-teman di Indonesia yang ngajakin foto
14:29ngajakin apa
14:30saya keluar dari Awang Kitchen
14:31satu
14:32dua
14:33tiga
14:33toko di sebelahnya itu
14:35ada yang namanya
14:36itu apa namanya?
14:37Blu-ray
14:38itu mereka panggil saya
14:40Mas Rafi, Mas Ariel, Mas Gading
14:42foto dong sama saya
14:43lho ya
14:44ya sudah kami foto
14:46di depan tokonya
14:47di depan tokonya
14:48tidak masuk ke dalam
14:48dia ngelihat Mas Rafi boleh ngelihat nggak?
14:50aduh cuma waktu saya juga nggak terlalu banyak
14:52kami harus pergi lagi
14:53karena itu terakhir saat kita mau pergi
14:55ada fotonya Ariel
14:56ada fotonya Desta
14:58ada fotonya Gading
14:58nanti bisa dilihat
15:00nah ini nih
15:00ini foto
15:01saya nggak kenal
15:02ini lah orangnya
15:04beliau mau perkenalkan diri
15:05tapi saya nggak kenal
15:06saya nggak kenal
15:07lalu mereka bilang
15:09Mas Rafi
15:09perusahaan kami ini
15:11Blu-ray ini kita bisa kirimin
15:12bisa kirimin apapun itu
15:14mau handphone
15:16mau laptop
15:17mau ipad
15:18mau ini mau itu
15:19oh iya kan ada handphone yang terbaru
15:21nanti kalau dikirim bisa
15:22ya nggak mungkin dong
15:23saya bilang
15:23oh nggak ah saya nggak mau kirim lewat
15:25nggak mungkin
15:26jadi itu dalam kira rame-rame gitu kan
15:28lagi rame-rame saya bilang
15:29oh iya iya iya
15:30pokoknya nanti kalau ada handphone yang baru itu
15:32ya udah nanti saya kirim ya
15:33hanya sebatas itu
15:35intinya saya bahasa bahasi
15:37bahasa bahasi
15:38baik setelah itu udah
15:39setelah itu saya
15:41pergi
15:41melanjutkan ke
15:42tempat yang lain
15:44hanya sebatas itu
15:45saya nggak tahu kenapa
15:47enggak
15:48sesudah itu tidak ada komunikasi lagi
15:50saya tidak ada
15:51nomor teleponnya mereka
15:52tidak pernah terima kiriman apapun
15:54tidak pernah terima kiriman apapun
15:56tidak
15:56namanya pun nggak inget
15:58namanya pun nggak inget
15:59memesankun
16:00enggak
16:00maksudnya
16:01memesankun secara transaksional pun
16:03enggak
16:03hanya sebatas-sebatas
16:05apa sih
16:05saya nggak ada komunikasi
16:06sama mereka
16:07cuma saya tengok
16:08kok dibilang saya ada komunikasi
16:10sama mereka
16:10kok dibilang
16:12nah ini
16:12ini Awang Kitchen
16:13bisa teman-teman lihat
16:14ini Awang Kitchen
16:15ini saya bangga
16:16dengan Awang Kitchen
16:17Indonesia restaurant kok
16:18saya disitu sebagai
16:20putusan presiden
16:21teman-teman
16:21nah itu dia tuh
16:22nah tuh
16:23ada Desta ada Ariel
16:24ini kita bareng-bareng
16:25kita support
16:26ini yang namanya
16:27Awang Kitchen ini
16:28wuh banyak orang Indonesia dateng
16:30ngajakin foto
16:31sama saya
16:32sama Ariel
16:32ya kita terima
16:33saya senang kok
16:35kita senang
16:35wuh orang Indonesia semua
16:36baru dateng
16:37pada heboh
16:37bukan karena saya sih
16:39karena Ariel sih
16:41karena Ariel udah segating
16:42nah
16:43setelah dari sini
16:45nah
16:46nah itu tuh
16:47koko awangnya tuh
16:48no
16:48yang itu tuh
16:49yang itu koko awangnya
16:50teman kita
16:51senang
16:52saya undang
16:53siapapun itu dateng
16:54malah
16:55ditraktir semuanya
16:56sama kita lah
16:57disitu lah
16:58nah
17:00sambil Ariel bayangin aja
17:02segitu mulianya Ariel
17:03nyanyi
17:04untuk menghibur
17:05disana
17:06ini tanpa
17:07dibayar tanpa apa
17:08karena ini kesadaran kita aja
17:10untuk mensupport
17:11teman-teman
17:12yang punya usaha
17:14nah
17:14lalu kita ke Indo Java
17:15ini seperti
17:16tokok lontong
17:17yang memang isinya adalah
17:18produk-produk Indonesia
17:19nah ini nih
17:20nah
17:21disampingnya ataupun di depannya lah
17:22kira-kira lah
17:24ini saya jelaskan secara detail
17:27ini kok suaranya begitu sih
17:28ya begitulah
17:30nah
17:30ini aja
17:31Indo Java ini kita support
17:33kenapa
17:33kenapa
17:34karena sudah lama
17:35ibu ini aja
17:37saya agak lupa namanya
17:37dia seneng banget
17:39setelah kita dateng aja
17:40aduh Mas David
17:41terima kasih ya
17:41jadi
17:42orang-orang
17:43Indonesia yang tinggal di Amerika
17:45bisa
17:45pesen disitu
17:47nah
17:47gak lama
17:48nah ini blu-ray nih
17:49yang
17:50tiba-tiba ujung-ujung saya
17:51di
17:52bilang pesen dan lain-lain
17:54gak ada saya pesen sama sekali
17:56nah
17:57itunya
17:57Awang Kichen
17:58nah itu Indujaya
18:00pokoknya disamping Indujaya atau disamping Awang Kichen
18:02saya aja lupa
18:03nah
18:04inilah nih
18:05ujung-ujung dia
18:06panggil saya
18:07itu mobilnya kan
18:08pas saya mau masuk mobil
18:09nah
18:10ibu yang satu ini
18:11sama ibu yang satu ini
18:12lupa namanya
18:13nah sama pokoknya ini
18:14saya juga baru kenal
18:16tiba-tiba
18:16ngajakin foto
18:17saya
18:18menggading
18:19Ariel lagi
18:20masih merokok kayaknya
18:21abis itu menyusul lah
18:22Ariel juga ada fotonya juga sama di restoran
18:25nah
18:26disini
18:26saya di sebatas ini
18:27bahasa-bahasi terjadilah
18:28ada
18:29sedikit bahasa-bahasi
18:30di situ mas Raffi
18:31spontan
18:31spontan
18:33spontan
18:35oke
18:36ceweknya bilang apa
18:37dia menawarkan
18:38dia menawarkan kok
18:40itu pun satu handphone
18:41ngapain sih
18:42wakil juga enggak
18:43dibawa wakil
18:44bukan lagi
18:45satu handphone
18:46dia
18:46beli
18:47satu handphone
18:50satu laptop
18:51kenapa
18:51ada foto setelah itu
18:52foto Ariel sama dia
18:53juga masuk ke dalam
18:54iya
18:55saya
18:56pokoknya dia membuka kemahasi
18:57ini
18:57mesti cemengat
18:58oh iya
18:58kita kan harus pergi pak
18:59udah setelah itu
19:01tapi ada Ariel ada desa ada
19:03jadi kenapa saya yang
19:05yang di
19:07tapi enggak apa-apa
19:08saya tahu segala resiko apapun
19:10yang
19:11jadi intinya waktu dia basah-bahasi
19:13reaksi kamu gimana
19:14waktu ditawarkan
19:15mau enggak ada iphone baru gitu
19:17reaksi kamu apa
19:21tanya sama istri saya
19:22saya ini
19:22aduh
19:23jadi saya harus bongkar rahasia
19:24saya ini orang yang paling
19:25gampek
19:26sama
19:27saya ini cara
19:28gak waktu si cewek
19:30blu ray itu
19:30nawarin
19:31mau gak kita kirimin
19:32iphone baru
19:34reaksi kamu apa
19:35dia bilang
19:35tadi aja mau kirim gratis
19:37ada buktinya nanti
19:38ada salah satu
19:38nanti ada ceritian
19:39dia ada ceritian
19:40dia bilang gratis
19:41aduh
19:43enggak enggak enggak enggak
19:44enggak usah
19:44enggak usah
19:45kalau gratisnya enggak mau
19:47nanti aja dia bilang
19:48kalau pesan
19:48iya iya udah
19:49nanti kalau ada gitu
19:50pesan oke oke
19:51sejanya kan hanya sebatas gitu aja
19:57menemani pagi anda dengan informasi terbaru
20:00satu langkah lebih dekat
20:02satu langkah lebih mencerahkan
20:04saksikan Sapa Indonesia pagi
20:07di Kompas TV channel 11
20:08di televisi anda
Komentar

Dianjurkan