Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Suporter Timnas Brasil memadati Times Square di Kota New York menjelang laga antara Tim Samba melawan Maroko.

Dengan mengenakan seragam hijau dan kuning, para suporter seolah berpesta menyambut debut Brasil di Piala Dunia 2026.

Selecao menjadi negara yang paling sukses di ajang Piala Dunia dengan mengoleksi lima gelar juara, yang terakhir mereka raih pada 2002 silam.

Dukungan dari suporter akan menambah semangat Vinicius Junior dan kolega dalam mengincar kemenangan perdana nanti.

Untuk melihat seperti apa kemeriahan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, kita akan bahas bersama dengan Andrias Chandra, WNI di Houston, Texas, Amerika Serikat.

Baca Juga Garuda Muda Berhasil Kunci Peringkat 3 di Piala AFF U19 2026 | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/olahraga/674707/garuda-muda-berhasil-kunci-peringkat-3-di-piala-aff-u19-2026-kompas-malam

#pialadunia #amerika #sepakbola #pildun

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/674718/full-wni-di-houston-ceritakan-kemeriahan-dan-antusiasme-piala-dunia-2026-di-as-kompas-malam
Transkrip
00:00Untuk melihat seperti apa kemerlihan Piala Dunia 2026 yang digelar Amerika Serikat.
00:04Kita sudah bersama dengan Andreas Chandra, WNI yang berada di Houston, Texas, Amerika Serikat.
00:10Selamat malam waktu Indonesia, Andreas.
00:14Halo, selamat malam Mas Ibrahim.
00:16Baik, ini Texas sebetulnya menarik ya, karena ada laga penting di sana, ada Lionel Messi di sana, betul kan?
00:25Iya, ada Argentina main di Dallas.
00:27Argentina, Belanda, di sana juga main, Jepang juga di Texas.
00:33Bagaimana sih kemerlihan di Texas, di Amerika secara keseluruhan, menyambut Piala Dunia kali ini?
00:39Iya, selama ini meriah banget, apalagi kemarin itu pertama kali kita main di Amerika.
00:48Waktu itu, I think Amerika lawan Paraguay ya.
00:53So, kita nonton bareng kemarin di Sugar Land, itu small part, kota kecil yang dekat Houston.
01:01Jadi, rame banget background saya itu kemarin, dari foto kemarin, nonton bareng mungkin sekitar 3.000-4.000 orang,
01:08kalau nggak salah, bisa lebih.
01:10Ya, kita rame-rame nonton sama orang-orang, sama-sama in warga Indonesia juga.
01:17Oke, ini bisa dibilang, kan kalau yang populer olahgrisnya, American football, basket juga,
01:25tapi dengan adanya Piala Dunia, bisa dibilang, Amerika Serikat mendadak demam sepak bola, tidak?
01:31Menurut Anda, Mas Andreas?
01:33Iya, benar juga. Soalnya, terutama di Houston ya, di Houston ini nomor satu sepak bola itu American football.
01:40Nomor dua itu, saya cek itu ternyata baseball.
01:44Nomor tiga, basketball, baru sepak bola, nomor empat.
01:47Tapi ya, kita ada sekitar 3 juta fans sepak bola, kita punya local team, Houston Dynamo.
01:56So, jadi masih ada juga fans yang banyak, masih mengemari sepak bola.
02:04Kalau misalkan Texas jadi venue, Argentina berlaga di sana, Belanda berlaga di sana,
02:10sudah mulai terlihat nggak atmosfer supporter di sana, supporter Argentina, Belanda, Jepang, seperti apa sih di sana?
02:19Iya, yang terakhir-terakhir ini kayaknya mereka mau bawa itu, apa, supporter Belanda,
02:26mereka mau bawa itunya, apa, yang bis tingkatnya itu, yang orang-orang itu.
02:30Double decker?
02:31Iya, double decker-nya itu mereka mau bawa, kayaknya dari Dallas mau nyetir ke sini, ke Houston,
02:38untuk pertandingan yang ketiga kayaknya, ya, yang ketiga.
02:44Ya, itu Belanda lawan Sweden ya.
02:47Di AT&T Stadion?
02:50Enggak, di Houston, di Houston Energy, di Houston, mainnya di Houston tadi.
02:55Oh, di Houston-nya mainnya, oh, menarik sekali ini.
02:58Banyak yang penasaran sebetulnya.
03:01Terus kalau misalkan soal nonton bareng itu gimana?
03:03Di pojok-pojok, di cafe, apakah banyak juga yang menyenggalkan Nobar?
03:08Benar-benar, semua, semua di tempat, di seluruh kota ada, you know, mau kalau mau nonton di, you know, cafe
03:16-cafe, di bar, di tempat-tempat umum,
03:18kayak ini, ini town square, tempat perbelanjaan, tapi ada green space-nya gitu, mereka pasang, you know, tiga monitor yang
03:26gede banget,
03:27dan kita mesti register dulu, jadi mereka tahan kapasitasnya untuk keamanan, jadi enggak.
03:34Semua bisa daftar, tapi siapa yang duluan datang bisa masuk gitu.
03:40Oke, ini kalau Mas Andres, tim apa yang ditunggu Mas?
03:44Ini saya lagi nunggu ya, Belanda Mas Wedia.
03:47Oh, pakai baju oranya Belanda ya?
03:48Belanda, benar-benar, benar-benar, ya.
03:51Tiani Renders? Ini yang ditunggu, Tiani Renders?
03:54Iya, benar-benar, waduh.
03:57Banyak sekali ternyata, soalnya kan di sini kan di Houston ini, apa ya, base-nya oil industry ya,
04:04jadi banyak-banyak company-company yang Belanda itu, ternyata di sini banyak banget fans Belanda.
04:11Oh, banyak WNI juga enggak sih di Houston?
04:15Banyak-banyak juga, kita ada KJRI di Houston, jadi ada jumlah WNI yang di Indonesia banyak juga sih.
04:25Saking-saking banyaknya sampai ada KJRI di Houston, gitu.
04:29Biasanya KJRI gelar nobar juga tidak untuk Piala Dunia seperti ini, event besar seperti ini?
04:35Iya, saya masih belum ada kabar tuh dari KJRI.
04:38Wah, sayang sekali ya.
04:39Kalau ada, Mas, pasti saya ikut, ya.
04:42Mas, boleh cerita, kalau misalkan dari warganya sendiri, warga Houston sendiri melihat euforia Piala Dunia seperti apa?
04:49Dengan banyaknya tamu, banyaknya turis, para pendukung dari negara peserta, seperti apa sih?
04:56Iya, mereka sangat-sangat tertarik sekali, terutama di Houston ini masih ada penduduknya,
05:06kita masih ada kayak South American resident ya, dari masih ada kayak keturunan-keturunan dari Meksiko, keturunan dari Amerika Selatan
05:18yang tinggal di Houston.
05:19Jadi mereka masih suka, you know, sepak bola gitu.
05:24Oke.
05:24Jadi masih banyak gitu, ya, seperti yang saya katakan tadi, sekitar 3 juta, you know, sepak bola, fan sepak bola
05:31di Houston.
05:33Ini bikin iri, bikin penasaran juga ceritanya, Mas Andreas Chandra.
05:36Tapi terima kasih, Mas Andreas, telah berbagi cerita dengan pemirsa Kompas TV di Indonesia tentunya.
05:41Terima kasih.
05:42Sehat selalu, Mas Andreas.
05:43Ya, terima kasih, Mas Ibrahim.
05:44Salam, ya.
05:45Terima kasih.
05:46Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan