00:00Ada ruang koreksi gak Bung Fahri? Kan yang diinginkan adalah ruang koreksi kan? Perbaikan.
00:05Ya salah satu pertanyaan besar yang Mbak Rosi sampaikan adalah berani tidak melakukan perbaikan di kabinet yang 110 itu menjadi
00:13lebih sederhana.
00:15Dikonsiskan menjadi tepat sasaran.
00:18Saya kira ya kalau selama Anda rasional ya Bung Fahri dan kawan-kawan, Anda pasti akan didengar oleh Pak Prabowo.
00:25Orang itu mendengar orang yang rasional. Mungkin dia terpancing kalau ada orang yang sinis, ada orang yang berlebihan lah kira
00:37-kira gitu ya.
00:37Tapi kalau orang rasional, punya data, punya argumen, dia senang banget itu.
00:42Dan menurut saya itulah optimisme kita karena presiden kita itu logis gitu.
00:48Dia mengerti bahwa kita boleh berbeda pendapat dengan orang.
00:53Tapi kalau orang itu logis, dia punya data, dia punya argumen, mungkin saja dia punya kebenaran yang harus kita dengar.
01:02Nah kadang-kadang cara ekspresinya mungkin ada keterbatasan, tidak ada manusia yang sempurna.
01:06Tapi untuk kita ketahui bahwa gerakan mahasiswa sendiri kan selalu diuji oleh realitas.
01:13Kita dulu juga, Rosy, kalau kita lagi demo-demo di awal itu.
01:17Kalau masyarakatnya itu memang merasa tidak ada yang berat, mereka tidak ditindas, mereka dikasih makan, dibikinkan kooperasi.
01:25Ada banyak masalah di sini, tapi Pak Prabowo ingin mentransformasi ekonomi yang tadinya cuma dikuasai oleh, mohon maaf ya, oleh
01:33segelintir orang.
01:34Oleh Pak Prabowo sekarang ini ekonomi itu mau diserahkan kepada masyarakat bawah.
01:39Bikinlah kooperasi, bikinlah gabungan.
01:41Saya nggak sepakat poin itu Bang, poin itu berulang-ulang bagi saya soal sosialisme, ekonomi gaya baru dan segala macam.
01:47Yang ada bagi saya adalah fasisme, cerita soal ultranasionalisme, berbalut jubah yang dinamakan militeristik,
01:56dan mengambil ruang-ruang publik sipil menjadi lebih jauh.
01:59Sekarang pemerintah nggak bisa nipu-nipu publik Bang, kooperasi merah putih itu ada yang di hutan Bang.
02:05Itu bagaimana menjelaskannya?
02:07Bu, Anda baru melihat itu kepala BGN-nya ditangkap masuk buwi.
02:11Ya tidak ada hubungan dengan kooperasi merah putih.
02:13Oh enggak, siapapun.
02:13Ini militeristik yang ada.
02:15Gak ada, Pak Prabowo gak akan melindungi siapapun.
02:17Bagi saya, Abang perlu menjawab.
02:20Abang perlu menjawab dulu.
02:22Bagaimana gagasan Abang soal militeristik yang multifungsi, soal polisi yang masuk ke ruang-ruang sipil.
02:29Bukankah itu sesuatu yang Abang tentang dulu?
02:32Oh gini?
02:32Ini hari ini kita membangun sesuatu yang tidak profesional.
02:35Itu kan ahli tata negara.
02:36Ya itu tidak perlu.
02:38Tata negara yang bilang tugas militer dan polisi cuma satu, Bang.
02:41Iya tapi semua ada metode-nya.
02:44Itu bukan metode.
02:44Seberapa takut Anda memang militeristik itu benar-benar masuk ke ruang-ruang sipil?
02:48Apa ini tidak ada di depannya?
02:49Sangat-sangat takut.
02:51Karena apa yang terjadi di Lengteng Agung, Bang.
02:54Betapa militer dengan mudah memukul publik.
02:57Apa yang terjadi di berbagai desa, bagaimana tanah publik dicaplok.
03:01Apa yang terjadi dengan kooperasi desa yang digantikan oleh kooperasi merah putih.
03:06Ini bagaimana wajah militer yang tidak tepat sasaran.
03:10Konstitusi kita sederhana.
03:12Tugas mereka pertahanan, melindungi kita.
03:15Kewajiban negara memastikan kesejahteraan bagi militer kita.
03:19Bukan memberikan pekerjaan di luar tugas konstitusionalnya.
03:23Polisi kita juga tidak sejahtera.
03:25Pastikan dia sejahtera.
03:26Bagaimana bisa mereka menangkap para begal, bandar judul, bandar narkoba.
03:32Kalau parlemen dan partai tidak memikirkan nasib mereka.
03:36Tapi mereka dipaksa melakukan pekerjaan di luar tugas konstitusionalnya.
03:42Dan itu dilakukan oleh Presiden dan berbagai menteri-menterinya.
03:46Oke.
Komentar