00:02Anda masih di program Rosi Ruang Opini Sumber Informasi, saya Rosiana Silalahi.
00:07Presiden Prabowo mengatakan selama ini Indonesia salah arah, kekayaan negara hanya dikuasai oleh segelintir orang.
00:13Saya masih bersama dua aktivis, aktivis 98 yang sekarang ada di Kabinet Merah Putih, Fahri Hamzah, dan aktivis pro-demokrasi,
00:20sekaligus pengajar di Universitas Andalas, Fahri Ansari.
00:24Presiden Prabowo kerap menekankan bahwa ia ingin mengembalikan ekonomi Indonesia, supaya juga memberikan keadilan.
00:34Bung Fahri Hamzah selalu saya dengar mengatakan bahwa berhentilah kita mencurigai Presiden Prabowo karena selama ini tujuannya baik.
00:44Apakah orang-orang seperti Bung Fahri Hamzah ini, para aktivis, mahasiswa ini memang tidak paham dan kerap mencurigai Presiden Prabowo?
00:54Sehingga tidak menangkap maksud baiknya.
00:57Saya mengikuti Pak Prabowo cukup lama ya, baik dalam pikiran maupun bertemu dalam realitas begitu.
01:06Dan kalau kita baca memang dia adalah seorang pembaca, seorang yang menulis sebelum berkuasa.
01:13Dan orang yang datang dengan agenda, bahkan agendanya itu adalah agenda transformasi besar-besaran.
01:21Itu sebabnya saya cocok dengan istilah arah baru, bahkan memakai istilah Indonesia ingin menjadi negara kuat, negara super power dan
01:30sebagainya.
01:30Itu karena sekali lagi dia sudah tulis, kalau kita baca paling tidak ada dua buku yang beliau tulis tentang itu.
01:38Pertama, paradoks Indonesia itu kan kritik kepada sistem.
01:41Negara kaya tapi banyak mengimpor penghasil CPO terbesar di dunia, tapi minyak gorengnya sering langkah dan harganya tinggi.
01:52Kekayaan kita yang tidak dikelola secara amanah.
01:55Dan kita tahu pesa pora tambang, pesa pora mineral, CPO.
01:59Kalau itu tujuan yang baik, kenapa itu tidak bisa diterima dengan baik?
02:02Ya, makanya itu kan pertanyaan nanti saya ingin dialog dari hati ke hati, Bung Ferry ini.
02:08Karena menurut saya, saya...
02:09Tapi saya termasuk yang tidak percaya, Presiden suka membaca, Bang.
02:12Termasuk?
02:14Karena ciri-ciri membaca itu gampang, Bang.
02:16Kalau saya yakin Rosyana Silalahi dan Fahri Hamzah membaca, saya bisa lihat dari rangkaian diksi yang dia gunakan ketika bicara.
02:25Dan ini bukan tipe orang yang rajin membaca.
02:28Saya mau baca.
02:28Bagi saya, hentikan cerita mengagung-agungkan Presiden rajin membaca.
02:32Tapi saya, tapi Bung Kari, izinkan saya koreksi sedikit.
02:35Mungkin dalam bahasa Indonesia, karena beliau membaca bahasa Inggris dan kerap berbahasa Inggris.
02:41Bisa jadi ketika menerjemahkan ke bahasa Inggris?
02:44Saya, dia salah membaca soal Indonesia.
02:47Terlalu banyak membaca buku asing dan Inggris.
02:50Ini saya mau teruskan.
02:51Buku pertama itu ada kritik sistem.
02:54Dan kritik sistem itu di masa Pak Jokowi, buku itu masih diterbitkan, diberi judul dan solusi-solusinya.
03:01Lalu kemudian mulai berbicara dan berkomunikasi dengan Presiden.
03:06Dan menurut saya, itu salah satunya sebab kenapa pada akhirnya kemudian terjadi koalisi dengan Pak Jokowi.
03:12Karena agenda-agenda independensi, kemandirian bangsa, hiririsasi dan sebagainya itu memang secara ngotot diperjuangkan.
03:21Dan Pak Jokowi setuju untuk melakukan itu.
03:24Lalu muncullah buku yang kedua, itu Strategi Transformasi Bangsa.
03:28Oke, tapi kita jangan bicara buku.
03:29Yang dibayangkan oleh Pak Prabowo itu adalah satu skala transformasi.
03:34Saya sebagai generasi reformasi yang mendobrak otoritarianisme seperempat abad yang lalu lebih,
03:42melihat bahwa dalam semua kepemimpinan Indonesia dalam transisi,
03:46saya melihat hanya Prabowo yang bisa memberikan harapan pada perubahan yang mendasar.
03:51Setelah era reformasi?
03:52Ya, setelah era reformasi.
03:53Karena kalau kita lihat, itu berbahaya sekali ya.
03:57Pertumbuhan ekonomi kita ini flat.
03:59Jumlah orang miskinnya itu nambah atau berkurang sedikit.
04:03Jumlah kelas menengahnya juga flat.
04:05Tapi jumlah orang kayanya itu luar biasa.
04:08Melompat.
04:09Dan itu menciptakan ketimbangan.
04:10Kalau tujuannya baik, mengapa itu tidak bisa dibaca dengan baik?
04:13Sekarang kita berbicara ke soal kedua.
04:14Kenapa Pak Prabowo disalahpahami?
04:16Kalau menurut saya ada banyak alasan untuk salahpaham kepada Prabowo.
04:20Salah satunya adalah trauma generasi yang sering saya katakan.
04:24Pada generasi reformasi itu,
04:27mereka mendengar dan menikmati fitnah tentang Pak Prabowo itu yang menumpuk,
04:32yang banyak sekali.
04:33Sehingga kadang-kadang fitnah itu belum keluar dari pikiran mereka.
04:37Dan masih memanggap bahwa Pak Prabowo itu seperti yang difitnahkan oleh orang di masa lalu.
04:42Tapi kalau kita bicara mahasiswa sekarang,
04:44mereka tidak merasakan mendengar fitnahan itu.
04:46Yang mereka lihat soal MBG, mereka lihat soal anggaran pendidikan.
04:50Nanti kita jelaskan yang itu.
04:52Tapi ini saya bicara satu layar dari generasi yang memang menyimpan trauma seperti itu.
04:56Tapi makanya saya mengerti,
05:00problem kedua itu memang ada problem kultural.
05:03Antara sebagian orang dengan cara Pak Prabowo berkomunikasi,
05:07subkultur yang dia bawa,
05:09latar belakang pendidikan yang dibawa,
05:10itu memang tidak mudah.
05:12Orang ini pinter, cerdas berpikir dengan bahasa asing yang tadi Mbak Rosi katakan.
05:17Itu konfidennya sangat tinggi.
05:18Ketemu pemimpin-pemimpin negara,
05:20itu sangat konfiden.
05:22Saya mengikuti beberapa pertemuan tertutup dengan pimpinan-pimpinan negara.
05:26Konfidennya luar biasa.
05:27Dan saya kira ini adalah salah satu presiden yang punya konfiden besar
05:30dalam sejarah Indonesia yang menurut saya kita perlukan.
05:32Tapi memang kemudian oleh kita dianggap ini melanjutkan salah paham kita karena cara berkomunikasi tadi itu.
05:41Tapi bagi mereka yang punya kesempatan mendekat kepada Pak Prabowo,
05:45saya lihat dia berubah.
05:46Coba lihat sekarang ini ya, di dalam kabinet itu.
05:48Yang terakhir masuk ini jumur.
05:50Ini kan generasi-generasi yang sebenarnya alergi dengan order baru.
05:54Karena mereka ini yang melawan order baru.
05:56Ada Budiman, ada anak-anak PRD di situ paling banyak, Gus Jabu, dan sebagainya.
06:01Tapi mereka setelah ketemu dengan Pak Prabowo,
06:03mereka mengatakan inilah pejuang kita.
06:05Dan dengan orang inilah kita menjalankan seluruh agenda reformasi yang pernah kita punya dulu.
06:10Dan itu yang menyebabkan mereka sekarang hadir menjadi pembela Pak Prabowo.
06:13Nah di sebagiannya mungkin memang masih memelihara,
06:17salah paham, dan sebagainya.
06:18Tapi menurut saya kenapa tidak? Berkomunikasi.
06:21Oh jadi cara untuk tidak salah paham diajak ke kabinet ya?
06:25Enggak, berkomunikasi.
06:27Saling memahami, ya kan?
06:29Kan kita ini mau bertengkar apa Mbak Rosi?
06:31Apa yang mau kita bertengkarkan?
06:32Mau menang-menangan apa kita ini?
06:34Kita kan, Pak Prabowo ingin ngasih makan rakyat.
06:36Ingin agar stunting hilang.
06:38Ingin korupsi sumber daya alam hilang.
06:40Lah apa yang beda? Apa yang rusak dari semua itu?
06:43Tujuan yang baik sering sekali disalahpahami.
06:46Mbak, Anda menjawab hal itu.
06:48Itu bagian kedua dari kesalahan Bang Fahri menilai aksi besok dan generasi yang ada saat ini.
06:55Beliau mengukurnya dari hal yang sama, bahwa Pak Prabowo sudah berubah dari yang dulu.
07:02Padahal yang memfitnah cerita soal Pak Prabowo kan generasinya abang tuh dalam masa-masa itu.
07:08Jadi tidak ada soal dengan generasi sekarang.
07:10Mereka tidak melihat itu.
07:11Persis itu yang tadi saya katakan.
07:14Adalah kondisi kekinian.
07:16Kabinet 110 orang untuk apa gunanya.
07:20Bahwa kebijakan tidak tepat sasaran soal MBG.
07:25Itu uang negara triliunan per hari gitu ya.
07:29Lalu kemudian kebijakan ekonomi yang tumpang tidih satu sama lain.
07:34Kebijakan global yang out-outan, yang jauh dari kita cita bangsa.
07:38Dan itu ingin Anda jelaskan atau tekankan bahwa itu gak ada hubungannya dengan salah paham.
07:43Karena mereka juga waktu itu tidak mengetahui soal latar belakang Prabowo.
07:46Mereka tidak terikat dengan cerita yang disebarkan oleh Bang Fahri dan teman-temannya soal Pak Prabowo dulu.
07:53Mereka terikat dengan kondisi saat ini.
07:55Mereka masih merasakan UKT yang mahal, mencekik mereka.
07:59Kebijakan pendidikan yang berganti, berubah-ubah.
08:03Itu yang mereka ingin gaungkan.
08:05Sementara Presiden terlalu sibuk berpidato, berjam-jam tanpa ada solusi.
08:12Hari ini kita bisa lihat, memang ada keinginan pemerintah mengatakan kondisi ekonomi kita baik-baik saja.
08:19Fundamental ekonomi kita oke.
08:21Saya yakin orang sekelas Bang Fahri, saya mengikuti Bang Fahri juga dari dulu.
08:26Sebagai seorang aktivis.
08:28Kalau Bang Fahri di luar kekuasaan, saya yakin ini seluruh kebijakan sudah dibidas oleh Fahri Hamzah.
08:36Rasionalitasnya, tabrakan logikanya pasti dihajar oleh seorang Fahri.
08:41Hanya karena dia sekarang sedang ada di bagian itu, dia akan memuji Presiden.
08:46Ini adalah sebuah kesalahpahaman.
08:48Jadi menurut saya, yang perlu dilakukan istana adalah bukan membangun rasionalitas terhadap sesuatu yang salah.
08:56Tapi pastikan kebijakan itu betul-betul tepat sasaran.
09:00Ada ruang koreksi ga Bang Fahri?
09:02Kan yang diinginkan adalah ruang koreksi kan?
09:04Perbaikan.
09:04Salah satu pertanyaan besar yang Mbak Rosi sampaikan adalah berani tidak melakukan perbaikan di kabinet yang 110 itu menjadi lebih
09:14sederhana.
09:15Dikonsaiskan menjadi tepat sasaran.
09:17Saya kira ya kalau selama Anda rasional ya, Bung Fahri dan kawan-kawan, Anda pasti akan didengar oleh Pak Prabowo.
09:26Orang itu mendengar orang yang rasional.
09:29Mungkin dia terpancing kalau ada orang yang sinis, ada orang yang berlebihan lah kira-kira gitu ya.
09:37Tapi kalau orang rasional, punya data, punya argumen, dia senang banget gitu.
09:42Dan menurut saya itulah optimisme kita karena presiden kita itu logis gitu.
09:48Dia mengerti bahwa kita boleh berbeda pendapat dengan orang.
09:53Tapi kalau orang itu logis, dia punya data, dia punya argumen, mungkin saja dia punya kebenaran yang harus kita dengar.
10:02Nah kadang-kadang cara ekspresinya mungkin ada keterbatasan, tidak ada manusia yang sempurna.
10:06Tapi untuk kita ketahui bahwa gerakan mahasiswa sendiri kan selalu diuji oleh realitas.
10:13Kita dulus juga, Mbak Rosi, kalau kita lagi demo-demo di awal itu.
10:17Kalau masyarakatnya itu memang merasa tidak ada yang berat, mereka tidak ditindas, mereka dikasih makan, dibikinkan kooperasi.
10:25Ada banyak masalah di sini, tapi Pak Prabowo ingin mentransformasi ekonomi yang tadinya cuma dikuasai oleh,
10:31mohon maaf ya, oleh segelintir orang, oleh Pak Prabowo sekarang ini ekonomi itu mau diserahkan kepada masyarakat bawah.
10:39Bikinlah kooperasi, bikinlah kampung tanya.
10:41Poin itu berulang-ulang bagi saya, soal sosialisme, ekonomi gaya baru dan segala macam.
10:47Yang ada bagi saya adalah fasisme, cerita soal ultranasionalisme, berbalut jubah yang dinamakan militaristik,
10:56dan mengambil ruang-ruang publik sipil menjadi lebih jauh.
10:59Sekarang pemerintah nggak bisa nipu-nipu publik, Bang.
11:02Kooperasi Merah Putih itu ada yang di hutan, Bang.
11:05Iya.
11:05Itu bagaimana menjelaskannya?
11:07Bu, Anda baru melihat itu kepala BGN-nya ditangkep masuk buwi.
11:11Ya tidak ada hubungan dengan kooperasi Merah Putih.
11:13Oh enggak, siapapun.
11:13Ini militaristik yang ada.
11:15Pak Prabowo nggak akan melindungi siapapun, Bung Feli.
11:18Bagi saya, Abang perlu menjawab.
11:20Abang perlu menjawab dulu.
11:22Bagaimana gagasan Abang soal militaristik yang multifungsi,
11:27soal polisi yang masuk ke ruang-ruang sipil.
11:29Bukankah itu sesuatu yang Abang tentang dulu?
11:32Oh, gini.
11:32Ini hari ini kita membangun sesuatu yang tidak profesional.
11:35Anda ahli tata negara.
11:36Ya, itu tidak profesional.
11:38Tata negara bilang tugas militer dan polisi cuma satu, Bang.
11:41Iya, tapi semua ada metode.
11:43Yaitu pertahanan dan kampan.
11:44Itu bukan metode.
11:44Seberapa takut Anda memang militaristik itu benar-benar masuk ke ruang-ruang sipil?
11:48Apa ini juga di depannya?
11:49Sangat-sangat takut.
11:50Gini loh, karena apa yang terjadi di Lengteng Agung, Bang.
11:54Betapa militer dengan mudah memukul publik.
11:57Apa yang terjadi di berbagai desa, bagaimana tanah publik dicaplok.
12:02Apa yang terjadi dengan kooperasi desa yang digantikan oleh kooperasi merah putih.
12:06Ini bagaimana wajah militer yang tidak tepat sasaran.
12:10Konstitusi kita sederhana.
12:12Tugas mereka pertahanan, melindungi kita.
12:15Kewajiban negara memastikan kesejahteraan bagi militer kita.
12:18Bukan memberikan pekerjaan di luar tugas konstitusionalnya.
12:23Polisi kita juga tidak sejahtera.
12:25Pastikan dia sejahtera.
12:26Bagaimana bisa mereka menangkap para begal, bandar judul, bandar narkoba kalau parlemen dan partai tidak memikirkan nasib mereka.
12:36Tapi mereka dipaksa melakukan pekerjaan di luar tugas konstitusionalnya.
12:42Dan itu dilakukan oleh Presiden dan berbagai menteri-menterinya.
12:46Oke, kita berikan jawaban oleh Bung Fahri setelah ini.
12:49Terima kasih.
Komentar