Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi demonstrasi terkait kondisi ekonomi nasional merupakan hal yang wajar dan mencerminkan aspirasi masyarakat luas.

"MBG ataupun Kopdes yang mungkin secara filosofis itu tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang ada di bawah, tapi kan dalam praktiknya publik juga tidak bisa menutup mata. Ada compang-compang, ada kekurangan dan bahkan jumlah tinggi-tinggi BGN kan berurusan dengan persoalan hukum dan korupsi," kata Adi Prayitno di Sapa Pagi, Sabtu (13/6/2026).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyatakan pemerintah menghormati aksi mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa.

Ia menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kritik yang disampaikan.

"Saya kira, pertama, kami berterima kasih sekali lagi bahwa adik-adik mahasiswa selalu mengingatkan kami, mengingatkan pemerintah, ya. Ini adalah bagian untuk bagaimana supaya semua program yang baik-baik yang direncanakan oleh pemerintah ini memang bisa terlaksana, terimplementasi dengan baik sampai ke masyarakat dirasakan betul-betul konkret di rakyat kita, gitu.," ujar Doli.

Doli juga memastikan DPR akan memperkuat fungsi pengawasan, termasuk saat pembahasan anggaran 2027 mendatang, guna memastikan program pemerintah berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

#demomahasiswa #presidenprabowo #bbm

Baca Juga Kurir Narkoba Ditangkap Usai Kejar-kejaran dengan Polisi di Tol Medan-Binjai | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/674584/kurir-narkoba-ditangkap-usai-kejar-kejaran-dengan-polisi-di-tol-medan-binjai-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674589/tuntutan-demo-mahasiswa-ke-pemerintah-ini-saran-pengamat-ke-presiden-prabowo-sapa-pagi
Transkrip
00:03Rakyat bersatu tak bisa dikawalkan!
00:06Rakyat bersatu tak bisa dikawalkan!
00:09Mahasiswa menggelar aksi demo di sejumlah wilayah menuntut perbaikan kondisi ekonomi.
00:15Di Jakarta, aksi demonstrasi dimulai dengan Long March Mahasiswa dari berbagai titik di Jakarta
00:20menuju Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
00:24Dalam aksi ini, masa mahasiswa menuntut perbaikan kondisi ekonomi.
00:29Mahasiswa juga meminta pemerintah menghentikan program makan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
00:35Ada lima tuntutan mahasiswa dalam aksi kali ini, diantaranya
00:41menghentikan pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN,
00:46menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM,
00:49menghentikan program makan bergizi gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih,
00:54hentikan militerisme di ranah sipil,
00:56dan menesak Presiden Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.
01:02Selain di Jakarta, demo mahasiswa juga terjadi di Kota Semarang dan Solo.
01:07Di Kota Semarang, mahasiswa menggeruduk kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat sore.
01:12Sementara itu di Solo, mahasiswa gelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Solo.
01:18Mereka menyampaikan keresahan atas sejumlah permasalahan yang terjadi di tanah air,
01:23mulai dari kenaikan harga sembako, melemahnya rupiah, kenaikan harga BBM, dan evaluasi MBG.
01:31Kita ada beberapa poin tuntutan.
01:33Yang pertama kita menuntut untuk pemberhentian MBG sementara,
01:38yang dimana kita melihat adanya dengan kondisi ekonomi hari ini,
01:42tapi MBG itu terus diberjalankan.
01:43Karena itu cukup menguras AWBN dan cukup mengganggu konsentrasi ekonomi yang hari ini terjadi.
01:48Itu yang pertama.
01:49Yang kedua terkait melemahnya rupiah.
01:51Kita menuntut dari pemerintah untuk segera menguatkan atau memitigasi,
01:56dan juga mencari jalan luar terkait kelemahan ekonomi.
01:58Yang ketiga kami menuntut untuk membatalkan RU Polri.
02:01Dan dimana ini kita sadari, ruang-ruang sipil hari ini teranggut oleh angkatan bersenjata,
02:07entah itu TNI ataupun Polri.
02:08Pada itu kami di sini hadir untuk menuntut, membatalkan, atau mencabut RU Polri itu sendiri.
02:15Kepala staf kepresidenan Dudung Abdurrahman memastikan pemerintah terbuka terhadap pendapat dan kritik.
02:21Namun Dudung menekankan, kritik berbeda dengan provokasi, adu domba, dan fitnah.
02:27Dudung tegaskan, Presiden Prabowo Subianto tengah bekerja untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat.
02:36Pemerintah selalu membuka ruang untuk masyarakat menyampaikan pendapat termasuk kritik.
02:41Karena kritik adalah nafas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan.
02:50Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa.
03:00Aksi demo yang terjadi di sejumlah wilayah merupakan respons atas situasi yang terjadi saat ini, terutama di sektor ekonomi.
03:08Pemerintah diminta untuk segera memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia
03:11dan menghentikan program maupun kebijakan yang dianggap kurang tepat dengan kondisi tanah air saat ini.
03:17Tim Liputan, Kompas TV
03:26Saudara program MBG dan kooperasi Desa Merah Putih kenaikan harga BBM dan kondisi ekonomi tanah air saat ini
03:34membuat mahasiswa bergerak menggelar aksi demo di sejumlah wilayah.
03:38Sudah tepatkah aksi dan tuntutan masa?
03:42Dan akankah pemerintah menindaklanjuti tuntutan tersebut?
03:46Kita bahas bersama dengan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia
03:51serta ada Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Bung Adi Prayitno.
03:56Selamat pagi, Mas Doli dan juga Bung Adi Prayitno.
04:01Selamat pagi, Bung Doli.
04:03Selamat pagi, Yadisti, Bang Doli. Suaranya belum kedengaran.
04:06Iya, Bung Doli. Selamat pagi, Bung Doli.
04:09Suara dari studio belum kedengaran ya.
04:11Oke, berarti kami akan mencoba kembali memperbaiki bagaimana audio dari antara studio dan juga narasumber.
04:22Seperti yang kita tahu, Saudara, demo mahasiswa untuk perbaikan kondisi ekonomi.
04:28Oke, baik. Kita akan coba perbaiki dulu untuk teman-teman.
04:33Halo.
04:33Iya, baik. Selamat pagi, Mas Adi.
04:38Pagi, Adi.
04:39Pagi.
04:39Ya, Bung Doli, selamat pagi. Sudah terdengar suara studio, Adi.
04:43Pagi. Sudah, sudah, Adi.
04:45Oke. Nah, ini kita membahas soal bagaimana demo yang kemarin terjadi di Jakarta.
04:52Tidak hanya di Jakarta, tadi juga ada di Semarang dan juga di Solo.
04:56Menuntut ada lima tuntutan.
04:58Salah satunya adalah soal mayoritas upaya perbaikan ekonomi yang harus segera dilakukan oleh pemerintah.
05:06Saya ingin ke Bung Doli dulu sebagai wakil ketua umum dari Partai Golkar.
05:13Dari Golkar sendiri yang kita tahu merupakan pendukung pemerintah,
05:18bagaimana respon dari pemerintah dalam hal ini memandang aksi demo kemarin, Bung Doli?
05:30Iya. Pertama tentu kita memberi apresiasi dan kemudian menghormati apa yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa kita.
05:41Karena justru kita hati kalau kemudian dalam situasi yang sekarang memang sedang kita hadapi ini,
05:51ada kelompok masyarakat atau khususnya adik-adik mahasiswa yang tidak responsif gitu ya.
05:58Jadi artinya apa yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa ini kan sebagai bentuk kepedulian
06:03dari mereka yang sebagai mahasiswa punya idealisme dan kemudian melihat situasi seperti ini,
06:13ya tentu mereka berharap kita semua, terutama pemerintah, untuk mengambil langkah-langkah antisipasi ya,
06:21supaya memang situasinya tidak semakin tidak membaik gitu.
06:27Nah kita kan sama tahu memang hari ini rupiah kita melemah beberapa waktu terakhir ini,
06:38kemudian ya indikator-indikator ekonomi kita menurun lah kira-kira begitu ya.
06:44Nah tapi juga perlu sampai-sampai apa ini sampai mengadapasi ini,
06:54jadi apa yang harus memenai kebedaan energi bagi pemerintah untuk melakukan langkah yang lebih suatu,
07:04Walaupun sama ini, berlaku banyak hal untuk mengadepasi.
07:10Oke.
07:12Sebetulnya tidak melakukan apa.
07:17Bung Doli.
07:20Bung Doli izin sinyal Anda tampaknya kurang stabil.
07:25Kami tidak bisa mendengar suara Anda dengan jelas jawaban Anda tadi.
07:29Kami akan mencoba kembali memperbaiki bersama dengan tim di belakang layar.
07:35Tapi saya ingin ke Mas Adi dulu.
07:36Mas Adi Prayutno, kita tahu demo kemarin adalah suara dari aspirasi tidak hanya dari kelompok kritis mahasiswa.
07:43Tapi hampir juga masyarakat di Indonesia umumnya kaum menengah.
07:48Karena apa?
07:49Karena ada lima tuntutan.
07:50Soal menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.
07:55Menghentikan program makan bergizi gratis dan pembangunan kooperasi Desa Merah Putih.
08:00Menghentikan militerisme di ranah sipil.
08:02Mendesak Presiden mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak.
08:06Apakah ini akan didengar oleh pemerintah dari lima poin ini?
08:12Kalau dari sisi politiknya, menurut Anda?
08:15Ya, saya kira memang dua hal, Adi Siti.
08:18Pertama, kalau kita melihat secara umum, fungsi dari mahasiswa itu kan cukup ganda.
08:24Pertama, selain misalnya meningkatkan intelektualitas sekolah yang benar.
08:27Tapi kan memang juga ada fungsi-fungsi sosial, terutama untuk ikut terlibat dalam kontrol.
08:33Jadi ketika ada kebijakan-kebijakan politik yang dibuat oleh pemerintah,
08:37yang dinilai tidak pro dengan kepentingan masyarakat,
08:40menimbulkan kesulitan-kesulitan di level bawah,
08:42pasti selalu saja muncul protes politik seperti aksi, demonstrasi,
08:46dan unjuk rasa yang dilakukan oleh kawan-kawan mahasiswa,
08:50termasuk juga misalnya ada sejumlah kalangan masyarakat sipil kritis yang menyampaikan aspirasi dan pendapatnya.
08:57Tapi bagi saya secara prinsip sih sebenarnya triggernya adalah kondisi ekonomi.
09:01Misalnya soal bagaimana rupiah itu harus diperkuat kembali gitu ya.
09:07Sekalipun kemarin misalnya dijelaskan rupiah tidak lagi 18 ribu,
09:11tapi menurun misalnya menjadi 18.895 sekian.
09:16Dan kemudian yang juga diprotes itu adalah terkait dengan kenaikan pertama beberapa waktu yang lalu,
09:22yang dari 12.300 kemudian menjadi 16.300 sekian dan seterusnya.
09:28Jadi hal-hal yang semacam ini sebenarnya adisti,
09:31sifatnya common sense di mana masyarakat secara umum pemerintah berharap kepada pemerintah hari ini
09:37supaya situasi-situasi yang semacam ini bisa terkandali dan bisa terkontrol dengan baik.
09:43Termasuk misalnya isunya juga sifatnya common sense,
09:47misalnya program-program populis yang dimiliki oleh pemerintah ya MBG ataupun COPDES
09:52yang mungkin secara filosofis itu tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang ada di bawah.
09:59Tapi kan dalam praktiknya publik juga tidak bisa menutup mata.
10:02Ada compang penting, ada kekurangan, dan bahkan jumlah petinggi-petinggi BGN kan berurusan dengan persoalan hukum dan korupsi ya.
10:10Jadi hal-hal yang semacam ini tentu harus menjadi feedback dan menjadi referensi yang mesti didengarkan secara terbuka oleh pemerintah.
10:17Nah tapi kalau kita menghitung rata-rata secara umum, kepala BGN yang baru kemarin sudah merespon kan
10:22misalnya terkait dengan MBG, mungkin tidak bisa dihentikan menurut mereka karena ada undang-undangnya
10:28tapi soal refocusing ataupun efisiensi akan dilakukan misalnya anak-anak orang kaya tidak akan dapat lagi.
10:35Termasuk juga hanya difokuskan untuk 3T itu, daerah terluar, tertinggal, dan seterusnya.
10:43Dan seterusnya artinya apa? Publik tentu berharap di tengah efisiensi dan situasi ekonomi yang saat ini sedang struggle
10:50tentu ada harapan jangan ada pemborosan terkait dengan APBN.
10:55Salah satunya adalah mengoreksi program-program populis yang mungkin dinilai jor-joran,
11:00angkanya fantastis, tapi dalam realitasnya itu jauh panggang dari api.
11:05Saya kira ini cepatnya common sense dan tentu menjadi feedback yang baik untuk dievaluasi oleh pemerintah saya kira.
11:11Oke, kita tahu demo ini sudah berlangsung di Jakarta, di daerah juga dituntut oleh masyarakat dan juga mahasiswa kelompok kritis.
11:23Nah, kami juga ingin mendengar begitu dari suara pemerintah pusat untuk bisa merespon dari tuntutan aspirasi dari adik-adik kita,
11:32mahasiswa kita.
11:32Nah, tentu ini yang ditunggu saat ini, suara dari pemerintah.
11:38Nah, ketika saat ini tidak segera direspon oleh pemerintah, apa yang akan terjadi menurut Anda, Mas Adi?
11:47Ya, saya kira memang soal protes berlanjut, demonstrasi yang akan terus dilakukan, itu adalah konsekuensi yang mungkin akan terjadi di
11:57kemudian hari.
11:58Bahkan kemarin ketika ada sejumlah aktivis mahasiswa, salah satunya dari BEMUI kan selalu mengatakan bahwa protesnya itu akan terus dilakukan.
12:05Kalau tuntutan-tuntutan mereka itu tidak didengarkan.
12:08Adistik, bagi kita yang pernah jadi aktivis termasuk juga Bungdoli, bahwa kita memahami bahwa aksi demonstrasi itu tentu tidak sekali
12:17jadi,
12:18tidak sekali demo dan tidak sekali protes, aspirasi-aspirasi yang kita perjuangkan itu akan didengarkan secara makhimal.
12:25Tuntutan-tuntutan ini tentu secara konsisten harus dikawal dan tentu supaya keinginannya itu dipenuhi oleh pemerintah.
12:33Apa yang perlu diantisipasi?
12:35Kan yang memang dikritik itu salah satunya adalah soal bagaimana supaya tidak ada harga-harga BBM yang kembali naik, seperti
12:43Pertamak.
12:44Meski kita mendengarkan bahwa Pertamak itu adalah BBM non-subsidi dan dikonsumsi untuk kelas menengah selama ini.
12:51Sementara BBM yang subsidi seperti Pertelait kan tidak ada kenaikan signifikan.
12:57Tapi kan kita harus memahami suasana kebatinan masyarakat per hari ini,
13:01kalau tidak ada kenaikan apapun seperti Pertamak, itu akan berdampak kepada kenaikan-kenakan yang lain.
13:07Kalau nikah nilai tukar rupiah itu melemah, pasti akan berdampak kepada hal-hal yang lain.
13:12Itulah yang saya sebutkan, betapa kondisi yang semacam ini akan terus memancing.
13:17Mungkin di kemudian hari akan ada protes, demonstrasi akan terus berlanjut.
13:21Termasuk misalnya saya di berbagai kesempatan selalu mengatakan,
13:24untuk menghentikan MBG dan Koperasi Desa Mara Putih yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa,
13:31mungkin cukup rasional bagi mereka.
13:32Tapi bagi pemerintah ini adalah semacam mercusuar proyek populis yang rasa-rasanya agak sulit untuk dihentikan.
13:40Paling pada titik negosiasinya adalah terjadi efisiensi terkait dengan program-program populis ini.
13:46Dan yang paling penting itu tentu sesuai dengan harapan.
13:50Tidak compang-jamping, tidak penuh dengan kekurangan seperti yang terjadi-terjadi sebelumnya.
13:55Misalnya KOPDES, jangan ada lagi pemandangan Koperasi Desa Mara Putih itu misalnya dibangun di hutan gitu kan,
14:01tidak bisa diakes oleh siapapun.
14:03Ada yang menghadap sungai, ada yang menghadap kuburan.
14:06Kan itu yang sebenarnya membuat kritik itu terus mengalir.
14:09MBG apalagi sejumlah keracunan, menu tidak sesuai dengan standar gizi.
14:14Hal-hal yang seperti ini tentu jangan lagi terulang.
14:17Kalau melihat ini semua, saya kira rata-rata secara umum,
14:20kalau kita melihat misalnya BGN sudah mulai berbenah,
14:24misalnya tidak akan jorjoran, akan melakukan efisiensi,
14:27dan sangat mungkin akan membuka opsi kantin sekolah juga menjadi bagian dari penyedia makanan,
14:33tidak lagi menggunakan SPBG, SPBG yang ada.
14:35Dan untuk adik-adik mahasiswa yang paling penting adalah setiap protes dan demonstrasi yang dilakukan tentu harus sesuai dengan koridor
14:42hukum,
14:43dan kita pun juga harus memahami bahwa setiap protes dan demonstrasi itu belum tentu didengarkan langsung,
14:48karena pemerintah pasti punya referensi dan argumen kenapa misalnya kebijakan-kebijakan jadi dipertahankan.
14:55Jadi bagi saya membangun konsistensi dalam sebuah gerakan menjadi penting,
14:59karena ini adalah bagian dari perjuangan idealisme,
15:02dan semua orang punya keyakinan, semua orang punya idealisme,
15:06dan tentu saja pandangan-pandangan yang terkait dengan politik kita,
15:10tentu semua orang, adik-adik mahasiswa, kelompok kritis, termasuk juga adalah pemerintah,
15:15pasti ingin negara kita itu baik-baik saja,
15:18ekonomi kita kembali stabil, rupiah menguat,
15:20tidak ada lagi kenaikan-kenaikan BBM, harga-harga kebutuhan dasar masyarakat tidak terdampak dari kenaikan apapun,
15:27dan yang paling penting tentu kita berharap Indonesia itu menjadi bangsa yang hebat dan kuat.
15:31Oke, kita harapkan tentu saja akan ada upaya pemerintah untuk bisa,
15:37dalam tanda kutip ya, mendengar aspirasi dari masyarakat yang kemudian diwakili oleh teman-teman mahasiswa.
15:45Nah, saya ke Bung Doli dulu.
15:47Bung Doli, saya harap sinyal sudah semakin stabil,
15:50begitu agar jawaban Anda bisa tersampaikan dengan baik, Bung Doli.
15:54Bung Doli, dari sisi partai pendukung pemerintah, sekaligus juga parlemen,
16:01bagaimana tindak lanjut untuk bisa mendorong pemerintah
16:05agar segera melakukan evaluasi program dan juga kebijakan,
16:10seperti yang kita tahu tercantum dalam tuntutan,
16:12salah satunya adalah program MBG, dan juga Koperasi Desa Merah Putih,
16:17yang juga di-underline adalah soal penghentian pemborosan APBN.
16:21Apakah ini akan didengar?
16:24Dan tentu kita harapkan harus ada evaluasi segera menyeluruh.
16:30Ya, Tes, saya sudah didengar ya?
16:33Ya, silakan.
16:34Mesti ya?
16:34Ya, silakan, Bu.
16:35Oke.
16:36Nah, pertama saya kira saya ingin menegaskan kemudian apa yang disampaikan oleh Saudara Adipraya,
16:42bahwa tidak ada satu pemerintahan dimanapun yang tidak menginginkan adanya kemajuan di negaranya,
16:50dan kemudian pasti semuanya punya susah cita-cita untuk membangun bangsa negaranya itu jauh lebih baik.
16:57Itu cata-cata pertama.
16:59Jadi termasuk pemerintahan sekarang ini, pemerintahan Pak Prabowo Gibran,
17:03itu tentu punya keinginan, punya cita-cita.
17:07Dan dengan konsepnya gitu ya, konsepnya masing-masing, visinya masing-masing, programnya masing-masing.
17:14Nah, apa yang dilakukan selama ini misalnya,
17:16ada program-program seperti MBG, kemudian KDMP, ya ada sekolah rakyat, gitu.
17:22Memang visi pemerintahan Pak Prabowo ini adalah bagaimana membuat ada program-program
17:28yang memang langsung dilaksanakan oleh masyarakat, langsung dilakukan oleh rakyat.
17:33Nah, bahwa kemudian dalam perjalanan, dalam implementasinya ada kendala, ada masalah,
17:40Nah, ini yang terus-menerus dilakukan dan beberapa waktu terakhir ini kan sebagai katakanlah titik balik baru ya,
17:49bagaimana kita misalnya pemerintah melakukan sangat serius mengevaluasi program MBG misalnya, ya.
17:57Jadi, nah, kalau kemudian pertanyaannya kembali kepada soal sikap pemerintah dan kami di DPR,
18:04apalagi Partai Gokas sebagai partai pendukung,
18:08saya kira pertama kami berterima kasih sekali lagi bahwa adik-adik mahasiswa selalu mengingatkan kami,
18:15mengingatkan pemerintah, ya.
18:16Ini adalah bagian untuk bagaimana supaya semua program yang baik-baik yang direcarakan oleh pemerintah ini
18:22memang bisa terlaksana, terimplementasi dengan baik sampai ke masyarakat dirasakan betul-betul konkret di rakyat kita, gitu.
18:30Nah, tentu langkahnya adalah kami kan sudah melihat juga sebelum ada aksi demonstrasi ini,
18:38tentu saya kira pemerintah sudah melakukan evaluasi, ya, melakukan langkah-langkah yang lebih serius
18:47untuk melakukan program, apa, dalam rangka melaksanakan program tadi yang jauh lebih baik, itu.
18:53Yang kedua, dalam merespon aksi, ya, kita juga sudah mendengar langsung, kan, juga dari, ya,
19:01kantor staf presidenan, bagaimana mereka juga memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan oleh adik-adik ini.
19:07Dan kemudian kami di APS tentu akan lebih serius lagi, ya, masing-masing AKD, ya, itu memperkuat fungsi pengawasannya, ya,
19:18termasuk nanti misalnya kalau ada evaluasi tentang APBN, ya.
19:22Ini kan masa sidang setelah ini kami laksanakan dalam rangka untuk menyusun kembali, apa namanya,
19:33anggaran-anggaran masing-masing KRL, ya, untuk 2027, ya, nanti akan didiskusikan mulai dari awal Agustus
19:43ada pidato presiden tentang nota keuangan.
19:46Jadi momentumnya pas, betulnya, ya, buat kita nanti untuk mengevaluasi secara menyeluruh,
19:50bukan hanya dari evaluasi program, tapi juga nanti berkaitan dengan soal anggarannya, gitu.
19:59Bung Doli?
20:01Ya.
20:02Ya, oke. Nah, ini kan yang juga dikhawatirkan adalah begini, ketika ada khawatiran,
20:07akan ada aksi yang lebih besar lagi, kita sih berharapnya pemerintah segera melakukan evaluasi
20:13dan juga menjawab tuntutan menindaklanjuti.
20:16Nah, kalau ini tidak ditindaklanjuti, kekhawatirannya akan lebih besar, akan ada aksi lanjutan.
20:24Bagaimana DPR juga bisa mengawal aspirasi dari teman-teman mahasiswa ini?
20:30Karena kita tahu fungsi dari DPR ini adalah salah satunya adalah pengawasan.
20:35Bung Doli?
20:36Iya, tentu kan di dalam menyelenggarakan pemerintahan,
20:42menyelenggarakan negara ini kan variabel-variabel yang kemudian banyak untuk,
20:49apa, variabel yang dipertimbangkan itu kan banyak.
20:51Jadi artinya kita mengapresiasi, menghargai apa yang menjadi tuntutan ade-ade mahasiswa.
20:57Nah, tentu kita juga pasti langsung merespons, ya.
21:03Pemerintah juga pasti akan mendengarkan dan kemudian menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh ade-ade mahasiswa ini, gitu.
21:10Nah, tapi juga kita semua harus sama-sama memahami, mengetahui, ya,
21:16bahwa dalam melaksanakan program-program pemerintahan yang melibatkan banyak orang, gitu ya,
21:23Ini kan tidak bisa seperti membalikkan kelapa tangan, ya.
21:27Kita perlu waktu, gitu.
21:29Nah, yang penting adalah kita semua, termasuk ade-ade mahasiswa, melihat, ya,
21:35niat baik, kemudian intention yang dilakukan oleh pemerintah,
21:39khususnya kami di DPR juga dalam fungsi, dalam langkah melakukan fungsi pengawasan, ya.
21:45Apakah kemudian ada upaya-upaya yang secara perlahan tapi pasti itu kelihatan terjadi adanya perubahan.
21:53Contoh misalnya soal MBG, ya.
21:56Saya kirakan dengan kejadian seperti kemarin itu,
22:00ini membuat, apa namanya, ya, terhentak kita semua, ya.
22:05Dan kemudian membuat mata kita semua terbelalak dan pada akhirnya pemerintah sudah melakukan.
22:11Tadi ada, apa namanya, bagaimana MBG itu sekarang sudah mulai dievaluasi secara menyeluruh, ya.
22:18Ada refocusing, bahkan ada efisiensi anggaran, ya.
22:22Nah, itu saya kirakan salah satu bentuk yang memang konkret merespons dari apa yang selama ini kita dapatkan informasi dari
22:32masyarakat, gitu.
22:34Oke, nah, oke. Kalau salah satunya adalah kita tahu program MBG, begitu ya, yang Anda juga terbelalak,
22:40semua mata juga terkejut, begitu ya, ketika ada penggantian dari kepala BGN beberapa hari yang lalu,
22:48termasuk juga ada tersangka baru.
22:50Kalau kita menganalogikan ketika mobil atau bis sekolah itu ada berbagai macam kerusakan dipaksakan untuk berjalan,
22:59oke supir diganti, tapi terus mobil berjalan, apakah tidak idealnya, apakah mungkin mobil itu dihentikan dulu,
23:08dimasukkan ke bengkel ketika sudah baik, baru kemudian berjalan lagi?
23:14Jawaban Anda, Bung Dolin.
23:16Iya, iya, negara ini kan harus terus berjalan, ya, pemerintahan harus terus terselenggara, gitu.
23:25Program-program pemerintah untuk mencapai kemajuan-kemajuan itu juga tidak boleh berhenti, gitu.
23:32Jadi, kita tidak boleh menghentikan, apa namanya, penyelenggaraan pemerintahan yang itu pasti akan jauh lebih buruk dibandingkan untuk,
23:43apa namanya, kalau kita hentikan, gitu.
23:46Nah, seperti yang saya katakan tadi, ya, MBG, kemudian KDMP, ya, kemudian sekolah rakyat, gitu.
23:55Program-program yang dicanangkan oleh pemerintah Pak Bro,
23:58ini kan sejatinya program yang baik, ya, program yang sangat ideal, gitu, loh.
24:05Ya, coba kita bayangkan kalau misalnya, karena ini berhasil, ya,
24:11kita bisa melihat anak-anak kita 10, 15, 20 tahun, menjadi anak-anak yang sehat,
24:16anak-anak yang kuat, yang cerdas, gitu, ya.
24:20Ini kan soal investasi terhadap kualitas sumber daya manusia kita, gitu, loh.
24:25Nah, kemudian KDMP, misalnya, ini adalah bagaimana untuk kemudian memberdayakan ekonomi rakyat kita, ya,
24:33mengembalikan, apa namanya, sistem kooperasi kita kepada rohnya sebagai negara yang, apa,
24:41mengandut fasa Pancasila, bagaimana supaya kooperasi itu menjadi suku guru, suku guru ekonomi Indonesia, gitu.
24:48Nah, ini kan semua program-program yang baik, dan menurut saya, apa namanya, harus jalan terus.
24:56Nah, tentu di dalam proses kalau ibatkan dengan bis tadi, ya,
25:01kalau memang kita bisa memperbaikinya tanpa menghentikan bis itu,
25:06itu kan jauh lebih baik, ya, dibandingkan misalnya kalau kita berhenti,
25:09ada sekian waktu yang terbuang yang kemudian nanti akan berdampak pada pasal, pada hasil akhirnya, gitu.
25:20Nah, oleh karena itu, kami meminta, ya, kepada seluruh masyarakat,
25:27tolong tetap percaya, ya, kepada pemerintah, ya, kepada kami.
25:31Karena ini adalah program yang cukup baik, kami juga tidak menutup mata bahwa memang selama ini
25:37implementasinya masih ada kelemahan-kelemahan, masih ada kekurangan-kekurangan.
25:43Kami terima kasih sudah diberitahu banyak hal, termasuk apa yang disampaikan oleh adik-adik masih sopa ini.
25:50Dan tentu, sambil berjalan, ini akan terus diperbaiki.
25:54Oke, termasuk juga soal menurunkan harga kebutuhan pokok dan juga harga bahan bakar minyak jenis pertama, Pak Bungdoli.
26:04Bagaimana pemerintah bisa, dalam tanda kutip, ya, ada upaya dan kompensasi dalam hal ini?
26:12Jangan sampai kemudian yang dikhawatirkan adalah kelas menengah ini kan juga nanti kita khawatirkan
26:18akan rentan untuk bisa masuk ke dalam jurang kemiskinan?
26:24Iya, saya kira memang kebijakan-kebijakan yang diambil, ya, itu adalah kebijakan dengan pertimbangan yang cukup matang, ya.
26:32Saya meyakin bahwa pemerintah, katanya misalnya, menaikkan harga, apa namanya, pertamaks, gitu ya.
26:42Ini adalah bagian dari upaya menjaga, apa namanya, ya, daya beli dan kestabilan,
26:50kesituasi ekonomi yang kita ambil prioritasnya mungkin teman-teman atau masyarakat yang di bawah, gitu ya.
26:58Makanya, pemerintah menegaskan berkali-kali tidak ada kenaikan BBM non-subsidi, ya.
27:07Nah, itu kan lebih, apa namanya, ya, dampaknya lebih meluas.
27:14Makanya kemudian ada hitungan-hitungan ekonomi yang pada akhirnya kemudian memilih, ya.
27:21Dalam situasi yang sesulit ini kan kita harus memilih, ya, dan saya yakin pilihan ini bukan pilihan jangka menengah dan
27:29jangka panjang, ya.
27:31Kita berharap ini pilihan jangka pendek yang kemudian kalau situasinya lebih baik, semuanya akan kembali berjalan normal, gitu.
27:39Oke, tadi saya sempat mendengar Anda mengatakan tolong percaya kepada pemerintah, Bung Doli.
27:45Nah, saya ke Mas Adi. Mas Adi, terakhir, apa yang harus segera dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini
27:51untuk bisa menumbuhkan lagi kepercayaan itu di tengah situasi yang saat ini?
27:57Singkat sekali.
27:58Ya, saya kira kalau ada kompromi, Adi Isti, pemerintah harus melakukan langkah-langkah yang antisipatif, terukur.
28:04Misalnya supaya nilai tukar rupiah itu kembali menguat.
28:08Meski dalam sehari-dua hari ini rupiah kan relatif menguat tidak lagi Rp18.000.
28:14Tentu langkah-langkah selanjutnya bagaimana rupiah itu bisa Rp16.000, Rp15.000, dan seterusnya, dan seterusnya.
28:21Dan yang kedua tentu soal kenaikan-kenaikan harga yang ini mungkin sebagai dampak dari kenaikan BBM beberapa hari yang lalu,
28:27ini sudah mulai harus diantisipasi.
28:29Kalau kita berkaca dari pemerintahan yang sebelumnya, baik di era Pak Jokowi, Pak SB, ataupun Ibu Megawati Sukono Putri,
28:36kalau ada kenaikan-kenaikan terkait dengan BBM, biasanya kan ada bantalan-bantalan sosial,
28:41seperti misalnya sosial, supaya ini ikut meringankan beban yang dihadapi oleh masyarakat.
28:47Oke, itu untuk kalangan miskin, tapi bagaimana untuk kalangan mendengar?
28:50Kompensasi apa yang bisa diberikan kepada kalangan mendengar dari pemerintah?
28:55Ya, itu adalah bentuk hal-hal lain yang sifatnya, saya sebut tadi terukur ya,
29:00misalnya supaya tidak ada kenaikan-kenaikan apapun dalam konteks ini.
29:03Meski tentu kalkulasinya secara ekonomi tidak mudah untuk tidak menaikan apapun dalam kondisi yang semacam ini.
29:09Perlu juga misalnya bahwa bantalan-bantalan sosialnya menyasar kelompok-kelompok tertentu
29:14yang sifatnya vulnerable ataupun merasa terancam dari segi ekonomi
29:18kalau ada kenaikan-kenaikan khususnya yang juga menyecar kelompok-kelompok menengah.
29:22Dan yang paling penting sebenarnya, Adisti, salah satu bentuk kritik yang paling dalam,
29:27salah satunya adalah protes adik-adik mahasiswa itu,
29:30supaya APBN itu kan tidak jorjoran ya, tidak salah sasaran.
29:34Dan kemudian memang difokuskan bagaimana untuk mengantisipasi
29:37kondisi ekonomi kita saat ini.
29:39Makanya yang disasar itu adalah program-program populis yang dinilai,
29:43menggunakan APBN yang cukup fantastis ya, salah satunya adalah MPG dan KDMP itu.
29:49Ini yang saya kira menjadi titik fokus supaya hal-hal yang sifatnya pembastis,
29:54menggunakan dana yang cukup luar biasa,
29:56itu sebisa mungkin juga mulai dievaluasi secara sikritikan
29:59dan dialokasikan kepada kelompok-kelompok yang sifatnya rentan secara ekonomi,
30:03kelas menengah, bawah yang saya kira ini adalah sebagai sebuah situasi yang tidak gampang-gampang saja.
30:09Itulah yang saya kira pentingnya ada feedback, ada kemudian protes,
30:13seperti aksi demonstrasi yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa,
30:17tujuannya adalah supaya saling mengingatkan,
30:19kalau ada sesuatu yang nyerong-nyerong, tidak baik,
30:22ada sesuatu yang sifatnya perlu dikoreksi,
30:24saya kira pemerintah dalam hal ini juga mesti akan mendengarkan secara terbuka.
30:28Oke, kalau dari lima tututan yang kita tahu dari mahasiswa,
30:32ini kan ada lima, tadi kalau menurut Bung Doli,
30:34yang poin ketiga menghentikan program MBG dan pembangunan kooperasi Desa Merah Putih,
30:39KDMP itu tidak dimungkinkan untuk menghentikan kedua program flagship dari pemerintah.
30:45Nah, menurut Anda dari sisi politik, Mas Adi Prai,
30:50dari lima poin itu, kalau satu tidak bisa dihentikan,
30:53ada berapa poin lagi yang dalam tanda kutip ya,
30:56realistis saat ini untuk bisa dipenuhi oleh pemerintah?
31:00Ya, per hari ini paling realistis adalah sebagai upaya untuk melakukan penguatan terhadap nilai tukar rupiah.
31:06Nah, kan itu sudah dilakukan dalam sehari-dua hari.
31:08Yang kedua tentu kita mendengarkan pernyataan dari pemerintah rasa-rasanya,
31:12KDMP dan Kopdes, Koperasi Desa Merah Putih dan MBG itu kan nggak mungkin di-stop,
31:18tapi sebisa mungkin kan ada efisiensi, jangan ratusan triliun,
31:22tapi digunakan kepada masyarakat dan adik-adik kita,
31:24ataupun ibu hamil yang betul-betul membutuhkan adisti,
31:28sehingga anggaran untuk program makan bergizi tidak ratusan triliun seperti sekarang.
31:33Bisa saja itu jauh lebih sedikit kan kalau kemudian memang ada reko-focusing dan tepat sasaran.
31:39Dan yang paling penting, evaluasi-evaluasi yang semacam ini tujuannya adalah untuk menyehatkan kembali ekonomi,
31:45dan kalau mau jujur sebenarnya,
31:47kalau pun toh ini tidak bisa dihentikan program populis kerakyatan,
31:51Koperasi Desa termasuk juga adalah MBG,
31:54yang paling penting dalam praktiknya itu sesuai dengan harapan adisti.
31:57Betul tidak bahwa akan terjadi misalnya ekosistem ekonomi itu terbentuk di desa-desa.
32:02Kalau itu yang tidak terjadi,
32:04maka anggaran-anggaran yang digunakan,
32:06APBN yang cukup luar biasa digunakan,
32:08itu pastilah diprotes.
32:10Tapi kalau efeknya betul terjadi ekosistem ekonomi,
32:14petani terberdaya, pedagang-pedagang sekitarnya juga terberdaya,
32:17ya rasa-rasanya memang kritik-kritik publik itu akan semakin mengurang.
32:21Problemnya adalah ketika menggunakan APBN yang cukup luar biasa,
32:25di MBG ataupun di KDMP,
32:27tapi praktiknya banyak compang-camping,
32:29disitulah kemudian modul protes-protes publik.
32:32Jadi pada level implementasi juga harus dibenahi.
32:35Betul tidak bahwa masyarakat di daerah, di pedesaan yang selama ini mungkin termarginal,
32:41suaranya tidak pernah diperhatikan secara signifikan,
32:43secara ekonomi itu kemudian mampu tumbuh secara ekonomi.
32:47Kalau ekonomi-ekonomi desa itu terbangun dengan adanya proyek strategis ini,
32:51makan bergitir,
32:52saya kira publik akan membuka secara terang-menderang bahwa ratusan triliun yang digunakan di pemerintah,
32:59itu memang tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem ekonomi di pedesaan itu,
33:03kan itu pembuktian yang mesti dibuktikan sebenarnya.
33:06Oke, kita akan tunggu bagaimana langkah atau upaya pemerintah
33:10untuk bisa merespon dari lima tuntutan mahasiswa yang kemarin disuarakan,
33:15tidak hanya di Jakarta juga, tapi juga di sejumlah daerah.
33:18Terima kasih Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia,
33:20Mas Adi Prayitno, dan juga ada Wakil Ketua Umum dari Partai Golkar,
33:24Bung Ahmad Doli Kurnia.
33:26Sehat selalu Bapak-Bapak, Assalamualaikum.
33:28Selamat pagi.
33:30Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
33:32Saudara, informasi penting lainnya masih akan kami hadirkan usai jeda, Saudara.
33:41Aliansi mahasiswa dan rakyat Yogyakarta akan menggelar unjuk rasa,
33:46mengkritik pemerintah hari ini.
33:48Unjuk rasa dipusatkan di kawasan pertigaan Gejayan, Sleman.
Komentar

Dianjurkan