Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Aktivis prodemokrasi sekaligus akademisi, Feri Amsari menyampaikan tujuan aksi turun ke jalan pada, Jumat 12 Juni 2026, besok.

Feri menjelaskan bahwa aksi turun ke jalan untuk menyuarakan kebebasan berpendapat dan mengingatkan pemerintah.

"Tentu kalua peringatan diabaikan, tentu ada gambaran yang mungkin di luar rencana. Kalau situasi ekonomi terus buruk tidak ada kebijakan pro rakyat yang betul-betul terjadi, semua hanya dalam upaya menghias berbagai hal tanpa betul-betul dirasakan oleh publik luas tentu akan berbeda ceritanya," ujar Feri.

Baca Juga Mahasiswa Desak Pemerintah Transparan dan Terima Kritik Publik, Ini Kata DPR dan Feri Amsari di https://www.kompas.tv/regional/674532/mahasiswa-desak-pemerintah-transparan-dan-terima-kritik-publik-ini-kata-dpr-dan-feri-amsari

#aksi #demo #feriamsari

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674558/seruan-aksi-menggema-feri-amsari-tegaskan-tujuan-turun-ke-jalan-untuk-ingatkan-pemerintah-rosi
Transkrip
00:01Terima kasih Anda masih di program Rosy. Saya masih bersama Aktivis 98 yang ada di Kabinet Merah Putih, Fahri Hamzah,
00:06dan Aktivis Pro Demokrasi, Fahri Hamzari.
00:10Ini hari Kamis, tanggal 11 Juni, besok hari Jumat, orang mengkhawatirkan adanya aksi demo besar-besaran.
00:16Bung Fahri juga pasti saya tahu berkomunikasi dengan teman-teman BEM se-Indonesia.
00:22Sebenarnya apa tujuan besar aksi demo 12 Juni hari Jumat nanti?
00:27Ya tentu menjalankan mandat yang ada di kepala publik soal prinsip-prinsip konstitusional ya.
00:36Menyuarakan kebebasan berpendapat dan tentu saja mengingatkan pemerintah.
00:41Karena dalam adagium yang kami pahami ya, power tends to corrupt, absolute power corrupt, corrupt absolutely.
00:49Kekuasaan itu pada dasarnya menyimpang.
00:53Tidak sekedar soal niat baik.
00:55Tetapi apa yang disebut dengan kebijakan yang terukur dan disebut dengan kebijakan yang baik.
01:02Itu kalau tidak terlaksana...
01:04Dan ini hanya sebagai pengingat atau memang ini mengindikasikan adanya aksi unjuk rasa yang bisa berkepanjangan?
01:11Tentu kalau peringatan kemudian diabaikan.
01:14Tentu akan ada gambaran yang mungkin di luar dari rencana.
01:20Kalau kemudian situasi ekonomi terus buruk, tidak ada kebijakan yang pro rakyat yang betul-betul terjadi.
01:27Semua hanya dalam upaya menghias berbagai hal tanpa betul-betul dapat dirasakan oleh publik luas.
01:34Tentu akan berbeda ceritanya.
01:36Tapi semua yang ada di kepala teman-teman tentu negara ini bisa berjalan dengan baik.
01:41Jangan merasa paling nasionalis dibandingkan yang lain.
01:45Karena negara ini milik kita bersama.
01:48Kita ditugaskan dalam tugas masing-masing.
01:50Saya tidak meragukan peran Bang Fahri di dalam.
01:54Tetapi Bang Fahri juga harus mengingat peran kami di luar untuk mengingatkan.
01:59Kalau tidak ada kami di luar, mungkin ada yang lupa.
02:02Kalau tidak ada orang seperti Fahri di dalam, mungkin kita tidak bisa bicara rasionalitas.
02:08Mungkin akan berbeda ceritanya.
02:10Oleh karena ini, ini soal peran masing-masing saja.
02:13Dan kami paham.
02:14Tapi izinkan kami mengingatkan dari perspektif kami sebagai publik luas.
02:19Jangan samakan perspektif publik di bawah dengan orang yang ada di dalam istana tentu beda.
02:25Dan ini tidak didanai soros atau kekuatan asing, antek asing.
02:30Anda bisa menjamin itu?
02:31Ini saya perlu tekankan, seluruh dana asing itu diizinkan oleh pemerintah dulu baru turun.
02:39Saya ingat seluruh tudingan ke saya sebagai penerima soros, berbagai dana,
02:45tiba-tiba terbantahkan oleh pengumuman siapa saja penerima dana soros.
02:50Orang-orang istana yang dulu mengatakan, buzzer-bazer yang kemudian bicara soal itu,
02:55tidak ada yang minta maaf.
02:56Saya sadar itu peran mereka untuk memurnikan aksi berbagai orang.
03:02Boleh saja.
03:03Nah sekarang kalau istana boleh menerima dana asing, kenapa rakyatnya tidak boleh?
03:08Kan aneh sekali negara ini.
03:10Ya, Bung Farid, di bagian terakhir ini, bagaimana Anda melihat,
03:17kritisnya mahasiswa sekarang, itu juga seharusnya bisa mendapat tempat.
03:24Apa yang menjadi protes mereka itu juga menjadi koreksi oleh pemerintah?
03:29Kita percaya dari awal bahwa negara dengan jumlah orang kritis yang banyak,
03:34itu adalah negara yang akan lebih maju.
03:37Meskipun kita tahu dalam tren dunia sekarang ini,
03:41ada negara seperti Iran, ada negara seperti China,
03:45yang punya resiliensi tertentu, dan punya agenda nasional yang dahsyat,
03:51China bisa mengeluarkan orang dari kemiskinan dalam satu generasi itu,
03:55lebih dari 800 juta manusia keluar dari kemiskinan.
04:00Tanpa demokrasi, apa namanya, dengan otoritarianisme, single party dan sebagainya.
04:06Tapi juga ada negara barat yang di sana ada kebebasan,
04:10tapi elitnya terpecah dan mulai terpuruk sekarang ini kalau kita lihat.
04:14Nah Indonesia itu harus punya jalan sendiri,
04:16karena itulah kegembiraan teman-teman mahasiswa untuk terlibat sebagai aktivis,
04:22itu adalah bagian dari pelatihan mereka untuk suatu hari menjadi pemimpin.
04:26Cuma izinkan saya juga untuk berefleksi bahwa yang dilakukan oleh Pak Prabowo sekarang itu adalah
04:35menuntaskan agenda reformasi yang pada abjad atau sisi-sisi akhir dari Orde Baru,
04:44fase-fase akhir dari Orde Baru, memang ada penyimpangan dan itulah yang kami tuntut.
04:51Mengerucutnya kekuasaan politik, karena itulah Pak Prabowo mendirikan partai
04:55dan ikut dalam kontestasi pemilu ini mungkin di dunia ini
04:59di antara pemimpin yang berkontestasi paling banyak itu adalah Pak Prabowo.
05:03Mencoba dalam demokrasi dia memimpin begitu.
05:08Dan yang kedua adalah beliau melakukan demokratisasi ekonomi yang masif
05:11dan saya kira ini akan menjadi agenda demokratisasi ekonomi yang paling masif dalam sejarah Indonesia.
05:17Bung Fahri kan dikenal dekat dengan Presiden Anda sendiri mengatakan bahwa
05:21mengenal beliau dengan sangat baik, karena itu Anda selalu mendukung dia.
05:25Tapi sebenarnya orang seperti Bung Fahri itu didengar nggak?
05:27Atau siapa yang didengar oleh Presiden?
05:29Saya sering dipanggil dan sering berdebat, dan juga sering tidak bisa sama pendapatnya juga.
05:35Dan kadang-kadang saya dengar dari orang, beliau belum setuju soal ini, soal ini.
05:41Tapi dia tidak menghindari perdebatan, karena pada dasarnya orang itu hidup dengan
05:45tidak saja kultur tempat dia dibesarkan, memang dia pernah di militer.
05:49Tapi sebelumnya kan dia hidup di barat, dia juga hidup dalam keluarga yang sangat demokratis.
05:55Ada perbedaan di dalam keluarganya yang luar biasa dan mereka berdebat, senang dengan perbedaan pendapat.
06:01Jadi kalau ada orang menuduh bahwa beliau tidak suka berbeda pendapat dan sebagainya itu tidak benar gitu.
06:05Dan itu yang kita, ini yang saya bilang itu, ada persoalan gaya yang kita tidak terbiasa.
06:10Ada subkultur tertentu di Indonesia ini yang sering tidak diterima gayanya.
06:15Apa yang paling Anda ingin dengar atau ingin lihat koreksi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo?
06:20Yang sejalan dengan harapan mahasiswa?
06:22Lebih banyak memastikan kebijakan itu betul-betul melibatkan partisipasi publik.
06:29Dari berbagai undang-undang yang kemudian menjadi kontroversi, itu tidak melibatkan partisipasi publik sama sekali.
06:36Tiga hak yang harusnya ada dalam partisipasi itu diabaikan, termasuk dengan revisi undang-undang polri yang terbaru,
06:43undang-undang militer, dan lain-lain.
06:45Kalau Bang Fahri bercerita bahwa ini cara Pak Presiden mewujudkan cita-cita reformasi, itu tidak sesuai dengan data kita.
06:53Dari enam tutupan reformasi, tinggal satu saja yang belum rusak.
06:57Yaitu?
06:58Yaitu kembali kepada undang-undang dasar naskah awal.
07:01Undang-undang konstitusi kita masih konstitusi reformasi, lima lainnya sudah hilang.
07:07Muncul multifungsi militer, peradilan yang kemudian tidak adil, punya problematika serius, bahwa adilisu suatu sudah tidak mungkin,
07:18Bahwa kemudian ada mewujudkan pembagian kekuasaan yang baik, bagaimana dengan pembagian kekuasaan?
07:26Koalisinya koalisi tunggal.
07:28Jadi, lima cita-cita sudah terbuang.
07:31Hanyut.
07:32Oleh karena itu, harapannya, kalau memang itu cita-cita Pak Prabowo,
07:37Wujudkan kembali cita-cita reformasi itu, pastikan seluruh posisi yang diatur oleh konstitusi berada pada tempatnya.
07:47Bukan kemudian sekedar berpidato yang tinggi-tinggi tanpa kemudian mampu betul-betul membumi.
07:55Kalau mengurucut pada satu pesan yang sederhana saja.
07:58Pak, bekerja, jangan pidato.
08:01Bumfari, terakhir.
08:03Pak Prabowo ini baru setahun tujuh bulan atau delapan bulan,
08:09dan kepada beliau dipikulkan semua amanat untuk memperbaiki apa yang keliru dalam seperempat abad belakangan ini,
08:20dan beliau akan melakukan itu, dan beliau tidak kompromi dengan siapapun untuk melakukan itu.
08:26Dan Bumfari termasuk juga yang mendukung kalau ada aksi unjuk rasa mahasiswa, itu adalah bagian dari...
08:32Oh, itu bagian ini negara kita negara besar.
08:34Dan tidak dituding sebagai digerakan oleh soros.
08:37Itu kita harus dianggap biasa saja, sebagai perjagapan daripada masyarakat sipil.
08:42Tapi Pak Prabowo dengan agendanya menurut saya, dia akan melakukan transformasi besar-besaran,
08:46dan saya percaya Indonesia akan berubah menjadi lebih baik ke depan.
08:50Baik, terima kasih Bumfari, terima kasih Bumfari.
08:53Dua Fari di Rosi malam hari ini, dua aktivis, satu masih di dalam, dua sudah di luar.
09:03Tetapi semoga kita masih tetap bisa mempercakapkan masa depan bangsa ini dengan hati yang dingin.
09:08Terima kasih telah menyaksikan Rosi, kita jumpa lagi Kamis depan.
09:11Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan