00:01Terima kasih Anda masih di program Rosy. Saya masih bersama Aktivis 98 yang ada di Kabinet Merah Putih, Fahri Hamzah,
00:06dan Aktivis Pro Demokrasi, Fahri Hamzari.
00:10Ini hari Kamis, tanggal 11 Juni, besok hari Jumat, orang mengkhawatirkan adanya aksi demo besar-besaran.
00:16Bung Fahri juga pasti saya tahu berkomunikasi dengan teman-teman BEM se-Indonesia.
00:22Sebenarnya apa tujuan besar aksi demo 12 Juni hari Jumat nanti?
00:27Ya tentu menjalankan mandat yang ada di kepala publik soal prinsip-prinsip konstitusional ya.
00:36Menyuarakan kebebasan berpendapat dan tentu saja mengingatkan pemerintah.
00:41Karena dalam adagium yang kami pahami ya, power tends to corrupt, absolute power corrupt, corrupt absolutely.
00:49Kekuasaan itu pada dasarnya menyimpang.
00:53Tidak sekedar soal niat baik.
00:55Tetapi apa yang disebut dengan kebijakan yang terukur dan disebut dengan kebijakan yang baik.
01:02Itu kalau tidak terlaksana...
01:04Dan ini hanya sebagai pengingat atau memang ini mengindikasikan adanya aksi unjuk rasa yang bisa berkepanjangan?
01:11Tentu kalau peringatan kemudian diabaikan.
01:14Tentu akan ada gambaran yang mungkin di luar dari rencana.
01:20Kalau kemudian situasi ekonomi terus buruk, tidak ada kebijakan yang pro rakyat yang betul-betul terjadi.
01:27Semua hanya dalam upaya menghias berbagai hal tanpa betul-betul dapat dirasakan oleh publik luas.
01:34Tentu akan berbeda ceritanya.
01:36Tapi semua yang ada di kepala teman-teman tentu negara ini bisa berjalan dengan baik.
01:41Jangan merasa paling nasionalis dibandingkan yang lain.
01:45Karena negara ini milik kita bersama.
01:48Kita ditugaskan dalam tugas masing-masing.
01:50Saya tidak meragukan peran Bang Fahri di dalam.
01:54Tetapi Bang Fahri juga harus mengingat peran kami di luar untuk mengingatkan.
01:59Kalau tidak ada kami di luar, mungkin ada yang lupa.
02:02Kalau tidak ada orang seperti Fahri di dalam, mungkin kita tidak bisa bicara rasionalitas.
02:08Mungkin akan berbeda ceritanya.
02:10Oleh karena ini, ini soal peran masing-masing saja.
02:13Dan kami paham.
02:14Tapi izinkan kami mengingatkan dari perspektif kami sebagai publik luas.
02:19Jangan samakan perspektif publik di bawah dengan orang yang ada di dalam istana tentu beda.
02:25Dan ini tidak didanai soros atau kekuatan asing, antek asing.
02:30Anda bisa menjamin itu?
02:31Ini saya perlu tekankan, seluruh dana asing itu diizinkan oleh pemerintah dulu baru turun.
02:39Saya ingat seluruh tudingan ke saya sebagai penerima soros, berbagai dana,
02:45tiba-tiba terbantahkan oleh pengumuman siapa saja penerima dana soros.
02:50Orang-orang istana yang dulu mengatakan, buzzer-bazer yang kemudian bicara soal itu,
02:55tidak ada yang minta maaf.
02:56Saya sadar itu peran mereka untuk memurnikan aksi berbagai orang.
03:02Boleh saja.
03:03Nah sekarang kalau istana boleh menerima dana asing, kenapa rakyatnya tidak boleh?
03:08Kan aneh sekali negara ini.
03:10Ya, Bung Farid, di bagian terakhir ini, bagaimana Anda melihat,
03:17kritisnya mahasiswa sekarang, itu juga seharusnya bisa mendapat tempat.
03:24Apa yang menjadi protes mereka itu juga menjadi koreksi oleh pemerintah?
03:29Kita percaya dari awal bahwa negara dengan jumlah orang kritis yang banyak,
03:34itu adalah negara yang akan lebih maju.
03:37Meskipun kita tahu dalam tren dunia sekarang ini,
03:41ada negara seperti Iran, ada negara seperti China,
03:45yang punya resiliensi tertentu, dan punya agenda nasional yang dahsyat,
03:51China bisa mengeluarkan orang dari kemiskinan dalam satu generasi itu,
03:55lebih dari 800 juta manusia keluar dari kemiskinan.
04:00Tanpa demokrasi, apa namanya, dengan otoritarianisme, single party dan sebagainya.
04:06Tapi juga ada negara barat yang di sana ada kebebasan,
04:10tapi elitnya terpecah dan mulai terpuruk sekarang ini kalau kita lihat.
04:14Nah Indonesia itu harus punya jalan sendiri,
04:16karena itulah kegembiraan teman-teman mahasiswa untuk terlibat sebagai aktivis,
04:22itu adalah bagian dari pelatihan mereka untuk suatu hari menjadi pemimpin.
04:26Cuma izinkan saya juga untuk berefleksi bahwa yang dilakukan oleh Pak Prabowo sekarang itu adalah
04:35menuntaskan agenda reformasi yang pada abjad atau sisi-sisi akhir dari Orde Baru,
04:44fase-fase akhir dari Orde Baru, memang ada penyimpangan dan itulah yang kami tuntut.
04:51Mengerucutnya kekuasaan politik, karena itulah Pak Prabowo mendirikan partai
04:55dan ikut dalam kontestasi pemilu ini mungkin di dunia ini
04:59di antara pemimpin yang berkontestasi paling banyak itu adalah Pak Prabowo.
05:03Mencoba dalam demokrasi dia memimpin begitu.
05:08Dan yang kedua adalah beliau melakukan demokratisasi ekonomi yang masif
05:11dan saya kira ini akan menjadi agenda demokratisasi ekonomi yang paling masif dalam sejarah Indonesia.
05:17Bung Fahri kan dikenal dekat dengan Presiden Anda sendiri mengatakan bahwa
05:21mengenal beliau dengan sangat baik, karena itu Anda selalu mendukung dia.
05:25Tapi sebenarnya orang seperti Bung Fahri itu didengar nggak?
05:27Atau siapa yang didengar oleh Presiden?
05:29Saya sering dipanggil dan sering berdebat, dan juga sering tidak bisa sama pendapatnya juga.
05:35Dan kadang-kadang saya dengar dari orang, beliau belum setuju soal ini, soal ini.
05:41Tapi dia tidak menghindari perdebatan, karena pada dasarnya orang itu hidup dengan
05:45tidak saja kultur tempat dia dibesarkan, memang dia pernah di militer.
05:49Tapi sebelumnya kan dia hidup di barat, dia juga hidup dalam keluarga yang sangat demokratis.
05:55Ada perbedaan di dalam keluarganya yang luar biasa dan mereka berdebat, senang dengan perbedaan pendapat.
06:01Jadi kalau ada orang menuduh bahwa beliau tidak suka berbeda pendapat dan sebagainya itu tidak benar gitu.
06:05Dan itu yang kita, ini yang saya bilang itu, ada persoalan gaya yang kita tidak terbiasa.
06:10Ada subkultur tertentu di Indonesia ini yang sering tidak diterima gayanya.
06:15Apa yang paling Anda ingin dengar atau ingin lihat koreksi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo?
06:20Yang sejalan dengan harapan mahasiswa?
06:22Lebih banyak memastikan kebijakan itu betul-betul melibatkan partisipasi publik.
06:29Dari berbagai undang-undang yang kemudian menjadi kontroversi, itu tidak melibatkan partisipasi publik sama sekali.
06:36Tiga hak yang harusnya ada dalam partisipasi itu diabaikan, termasuk dengan revisi undang-undang polri yang terbaru,
06:43undang-undang militer, dan lain-lain.
06:45Kalau Bang Fahri bercerita bahwa ini cara Pak Presiden mewujudkan cita-cita reformasi, itu tidak sesuai dengan data kita.
06:53Dari enam tutupan reformasi, tinggal satu saja yang belum rusak.
06:57Yaitu?
06:58Yaitu kembali kepada undang-undang dasar naskah awal.
07:01Undang-undang konstitusi kita masih konstitusi reformasi, lima lainnya sudah hilang.
07:07Muncul multifungsi militer, peradilan yang kemudian tidak adil, punya problematika serius, bahwa adilisu suatu sudah tidak mungkin,
07:18Bahwa kemudian ada mewujudkan pembagian kekuasaan yang baik, bagaimana dengan pembagian kekuasaan?
07:26Koalisinya koalisi tunggal.
07:28Jadi, lima cita-cita sudah terbuang.
07:31Hanyut.
07:32Oleh karena itu, harapannya, kalau memang itu cita-cita Pak Prabowo,
07:37Wujudkan kembali cita-cita reformasi itu, pastikan seluruh posisi yang diatur oleh konstitusi berada pada tempatnya.
07:47Bukan kemudian sekedar berpidato yang tinggi-tinggi tanpa kemudian mampu betul-betul membumi.
07:55Kalau mengurucut pada satu pesan yang sederhana saja.
07:58Pak, bekerja, jangan pidato.
08:01Bumfari, terakhir.
08:03Pak Prabowo ini baru setahun tujuh bulan atau delapan bulan,
08:09dan kepada beliau dipikulkan semua amanat untuk memperbaiki apa yang keliru dalam seperempat abad belakangan ini,
08:20dan beliau akan melakukan itu, dan beliau tidak kompromi dengan siapapun untuk melakukan itu.
08:26Dan Bumfari termasuk juga yang mendukung kalau ada aksi unjuk rasa mahasiswa, itu adalah bagian dari...
08:32Oh, itu bagian ini negara kita negara besar.
08:34Dan tidak dituding sebagai digerakan oleh soros.
08:37Itu kita harus dianggap biasa saja, sebagai perjagapan daripada masyarakat sipil.
08:42Tapi Pak Prabowo dengan agendanya menurut saya, dia akan melakukan transformasi besar-besaran,
08:46dan saya percaya Indonesia akan berubah menjadi lebih baik ke depan.
08:50Baik, terima kasih Bumfari, terima kasih Bumfari.
08:53Dua Fari di Rosi malam hari ini, dua aktivis, satu masih di dalam, dua sudah di luar.
09:03Tetapi semoga kita masih tetap bisa mempercakapkan masa depan bangsa ini dengan hati yang dingin.
09:08Terima kasih telah menyaksikan Rosi, kita jumpa lagi Kamis depan.
09:11Sampai jumpa.
Komentar