- 38 menit yang lalu
- #aksi
- #feriamsari
- #demo
JAKARTA, KOMPAS.TV - Aktivis prodemokrasi sekaligus akademisi, Feri Amsari menilai seruan aksi demonstrasi masyarakat merupakan gerakan kekinian.
"Kalau ditarik ke peristiwa 98 itu salah. Yang harus ditarik itu peristiwa Nepal, beberapa negara di Asia, beberapa negara di Eropa yang mempertanyakan pemerintahannya," ujar Feri.
Sementara itu, Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah menilai setiap gerakan publik merupakan alarm.
"Suara masyarakat tidak boleh dibungkam," ujar Fahri.
Baca Juga Seruan Aksi Menggema! Feri Amsari Tegaskan Tujuan Turun ke Jalan untuk Ingatkan Pemerintah | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/674558/seruan-aksi-menggema-feri-amsari-tegaskan-tujuan-turun-ke-jalan-untuk-ingatkan-pemerintah-rosi
#aksi #feriamsari #demo
Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674559/silang-pendapat-feri-amsari-vs-fahri-hamzah-soal-seruan-aksi-protes-kebijakan-pemerintah-rosi
"Kalau ditarik ke peristiwa 98 itu salah. Yang harus ditarik itu peristiwa Nepal, beberapa negara di Asia, beberapa negara di Eropa yang mempertanyakan pemerintahannya," ujar Feri.
Sementara itu, Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah menilai setiap gerakan publik merupakan alarm.
"Suara masyarakat tidak boleh dibungkam," ujar Fahri.
Baca Juga Seruan Aksi Menggema! Feri Amsari Tegaskan Tujuan Turun ke Jalan untuk Ingatkan Pemerintah | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/674558/seruan-aksi-menggema-feri-amsari-tegaskan-tujuan-turun-ke-jalan-untuk-ingatkan-pemerintah-rosi
#aksi #feriamsari #demo
Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674559/silang-pendapat-feri-amsari-vs-fahri-hamzah-soal-seruan-aksi-protes-kebijakan-pemerintah-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:11Terima kasih
00:30Untuk stop sebentar saja
00:33Saya tidak mau NKRI di Lescheket
00:38Saya tidak mau bahwa pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati, dicuri
00:44Saya tidak mau uang rakyat dicuri
00:47Dan tidak ada, tidak ada pengecualian
01:00Mereka memanfaatkan segala proyek yang diberikan oleh pemerintah
01:04Pemerintah bekerja hanya untuk orang-orang yang memiliki uang logon
01:33Terima kasih
01:35Bersama saya, Rosyana Silalahi
01:37Seruan aksi turun ke jalan makin nyaring terdengar
01:40Mahasiswa menilai pemerintahan Prabowo telah salah menerapkan kebijakan yang membuat rakyat makin susah
01:46Bagaimana menanggapi seruan ini?
01:48Saya mengundang dua aktivis
01:50Aktivis 98 yang sekarang ada di pemerintahan Presiden Prabowo
01:55Yaitu Fahri Hamzah dan Ferry Amsari
01:58Aktivis pro-demokrasi yang masih di luar pemerintahan
02:02Dua aktivis sudah di dalam, masih di luar
02:05Selamat malam, Bung Fahri
02:06Malam
02:07Sebagai aktivis 98, seruan untuk turun ke jalan makin nyaring terdengar
02:12Dan besok pada tanggal 12 Juni hari Jumat besok
02:16Akan ada aksi turun ke jalan BEM UI
02:20Adik-adik Anda
02:22Itu menyuruhkan satu yang cukup tegas yaitu tentang kehidupan bangsa yang makin susah
02:27Apa sebagai awal, apa seruan Anda juga bagi mahasiswa yang akan turun ke jalan besok?
02:32Ya pertama, kita mengerti hak-hak kita di dalam demokrasi kita
02:39Dan unjuk rasa adalah di antara hak dasar dari warga negara Indonesia
02:45Dan dalam hal ini mahasiswa sering menjadi ujung tombak
02:51Dari keaktifan masyarakat untuk menyampaikan gagasan-gagasannya
02:56Bahkan melebihi buruh karena kelas menengah buruh kita itu tidak terlalu dominan
03:04Karena kita bukan negara industri
03:05Karena itulah peran-peran ini dilakukan oleh mahasiswa
03:09Dan sebagai mantan mahasiswa tentunya saya senang melihat keaktifan adik-adik mahasiswa
03:17Karena pada dasarnya mereka adalah calon-calon pemimpin nantinya
03:22Mereka yang dari awal menanamkan sensitivitas pada perasaan dan pikirannya
03:28Mereka yang akan nanti menjadi pemimpin
03:31Tetapi saya punya catatan tentang penggunaan kata reformasi
03:36Karena dulu seperempat abad yang lalu atau 27 tahun yang lalu
03:42Yang kita hadapi itu adalah sistem yang totally different
03:48Dengan sekarang?
03:49Sangat berbeda dengan sekarang
03:50Dulu konstitusi kita adalah konstitusi otoriter
03:54Oke disitu sepakat, sorry saya potong sedikit
03:56Tetapi melihat kesulitan ekonomi
03:58Dolar yang sudah lebih tinggi sepanjang sejarah
04:01Dan beban masyarakat yang dianggap sudah terlalu berat
04:06Mengukur tingkat kesulitan hidup masyarakat itu
04:10Tidak bisa juga dibandingkan dengan yang dahulu
04:13Makanya saya tadi ingin cerita sedikit
04:15Apa perbedaan masa lalu dengan masa yang ada sekarang ini
04:18Masa lalu itu betul-betul kesulitannya itu menyebabkan kita terhimpit dan tidak punya pilihan
04:26Konstitusinya otoriter, negaranya otoriter, pemimpinnya tidak tergantikan
04:31Para pejabatnya semena-mena, militer dan TNI dan Polri masih digabung
04:40Kemudian kebebasan media tidak ada, tidak ada komunikasi seperti ini, tidak ada sosial media
04:45Ruang publik itu tertutup dan kita tidak bisa berbicara kepada siapapun
04:50Kita berbisik-bisik dan akhirnya itu yang meledak menjadi persoalan
04:54Ketika masyarakat juga pilihannya di dalam ekonomi tidak ada yang bebas
04:59Tidak ada TikTok seperti sekarang di mana orang bisa berjualan setiap saat
05:04Ekonomi kita tidak terbuka dan ekonomi kita ya tentu strukturnya masih sangat didominasi oleh segelintir elit
05:11Sekarang struktur ekonomi kita lebih luas, bahkan Presiden merancang struktur yang lebih lebar lagi
05:17Karena itulah konsentrasi dari Presiden Prabowo adalah
05:20Pertama kita mengakhiri kebocoran, korupsi dan perampokan sumber daya alam
05:25Yang selama ini dibiarkan terjadi dan kita memang seperti abai
05:29Tidak berani going after mereka-mereka yang melakukan korupsi terhadap sumber daya alam
05:35Yang kedua setelah kita punya uang dan kita mesti mulai dari sekarang
05:39Kita harus memutus rantai ketimpangan antara yang paling kaya dan sangat kaya
05:45Dengan yang paling miskin dan sangat miskin
05:47Karena jini koefisien kita juga menunjukkan hal yang sama
05:50Jadi itu semua sedang berjalan dan reformasi sedang diteruskan
05:54Sedang kita selesaikan agenda-agenda yang kita dulu memang rancang sebagai agenda reformasi kita
06:01Oke saya masuk ke Bum Ferry
06:04Menurut Anda apakah aksi turun ke jalan saat ini juga bisa mengarah kepada reformasi jilid kedua?
06:11Ya kenapa tidak?
06:13Kalau dilihat apa yang disuarakan banyak pihak
06:17Bang Fahri melihat apa yang terjadi di masa lalu dengan situasi yang berbeda
06:24Itu benar
06:24Tetapi yang dilihat publik sekarang apa yang terjadi hari ini sedang menuju masa lalu
06:31Militeristik, kembalinya militer dan kepolisian di ruang-ruang sipil
06:37Tindakan kekerasan terhadap publik, pencaplokan tanah-tanah publik
06:42Demokrasi yang gagal bekerja
06:45DPR tidak lagi penyeimbang dari eksekutif
06:49Padahal mimpi reformasi memastikan perimbangan ini
06:54Sehingga kekecewaan-kekecewaan ini menimbulkan keinginan yang berbeda
07:00Ini harus segera diperbaiki sebelum kemudian terpleset lebih jauh
07:06Titik tertentu yang kemudian kita lihat faktor ekonomi
07:09Faktor-faktor demokrasi itu menjadi hal-hal yang menjadi sangat penting
07:14Hari ini banyak kesadaran teman-teman di dalam istana
07:18Lebih punya kecenderungan sekedar menjunjung ya
07:22Apa yang disampaikan oleh pemerintah
07:26Bukan menjadi figur yang bisa menetralisir keadaan
07:30Agar pemerintah bisa bekerja dengan baik sesuai harapan
07:33Saya tidak melihat bahwa kekesalan ini datang tiba-tiba
07:38Ini proses satu setengah tahun yang penuh dengan kekecewaan
07:42Tentu bukan sekedar karena faktor pidato presiden yang tidak bisa menambah 10 tambah 6
07:48Tetapi lebih dari itu juga soal kebijakan-kebijakan
07:51Saya mau masuk ke sini
07:53Kekecewaan selama satu setengah tahun
07:55Tidakkah itu terlalu singkat untuk langsung menilai
07:58Ada satu kegagalan sehingga ini bisa masuk ke reformasi jilid kedua
08:02Terlalu singkat kalau kita memahami bahwa ini hal yang wajar
08:06Untuk kita beri waktu lebih panjang
08:09Tapi kalau dilihat satu setengah tahun ini terplesetnya sangat luar biasa
08:14Kesalahan menghitung matematika itu saja Mbak Rosi terjadi tiga kali
08:19Nasihat publik agar tidak terlalu panjang berkunjung ke luar negeri tidak didengarkan
08:23Orang-orang yang tampil di depan bukanlah profesional yang matang bekerja
08:28Mohon maaf saya, saya bukan mau mengadu-ngadu juga
08:31Kalau soal bicara ke depan publik kayaknya jauh lebih bagus Fahri Amzah dibandingkan seskap
08:38Tetapi itu menunjukkan sesuatu bagi kita bahwa
08:42Orang yang ditampilkan oleh istana bukanlah profesional
08:46Orang yang mestinya bisa diambil istana untuk meredam keinginan publik mengubah sesuatu
08:52Kita masih punya si A, kita masih punya si B yang bekerja baik
08:57Ini semuanya berantakan, ekonomi berantakan, kebijakan luar negeri berantakan, perdagangan berantakan
09:05Dan semua menimbulkan pertanyaan besar di mana peran presiden sebagai leader
09:10Itu yang menyebabkan kita merasa kayaknya mungkin harus digaungkan reformasi jilid dua
09:18Bahkan mungkin lebih dari itu untuk membangun kesadaran di diri presiden sendiri
09:23Dia sedang terpleset dan dia harus bangkit dengan cara yang benar
09:27Sebagai aktivis 98 yang ada di pemerintahan
09:30Seberapa, bagaimana Anda merasa ini ada benarnya?
09:34Atau merasa ini sama sekali tidak mendasar?
09:38Dunia ini sedang berubah
09:40Saya kira setiap kehendak untuk menyamakan masa kini dengan masa lalu itu terlalu jauh
09:49Karena instrumen-instrumen yang dikembangkan oleh masyarakat sendiri
09:55Teknologi, ruang publik, keterbukaan
09:58Dan semua desain yang kita sudah letakkan dalam konstitusi kita
10:03Sehingga menjadi konstitusi yang diantara yang paling demokratis di dunia ini
10:08Tidak memungkinkan kita kembali ke belakang
10:11Kalau kita membaca, Bung Ferry adalah seorang ahli konstitusi kita
10:16Kalau kita membaca amandemen keempat itu kan totalnya kira-kira tinggal 12%
10:23Pasal yang tidak berubah
10:25Dan pasal-pasal itu yang berubah adalah pasal yang betul-betul menuntaskan
10:32Seluruh elemen-elemen otoriter di dalam negara kita
10:35Masa jabatan presiden dibatasi
10:37Apa namanya, keterbukaan informasi publik
10:41Independensi pengadilan
10:43Dan sebagainya termasuk memisahkan antara militer dengan
10:46Tapi kalau tadi mendengar penjelasan Bung Ferry
10:50Apakah aksi masiswa turun ke jalan
10:53Itu juga menjadi alarm bagi pemerintah
10:56Kalau menurut saya ya, setiap pergerakan publik itu adalah alarm
10:59Dan karena itulah semakin terbuka hati kita dan telinga pemerintahan
11:08Itu semakin baik untuk kita memahami dinamika apa yang sedang terjadi
11:14Makanya dulu Mbak Rosi pernah saya mengusulkan adanya alun-alun demokrasi di DPR
11:20Waktu saya memimpin DPR dulu
11:22Supaya kita melihat di sebelah situ ada demo gak
11:24Selain sekarang ini demonya itu pindah ke sosial media
11:28Memangnya itu problematik
11:29Karena definisi dari ruang publik itu berpindah dari ruang publik fisik kepada ruang digital
11:35Tapi maksudnya itu
11:36Suara masyarakat itu
11:38Karena masyarakat kita banyak
11:39Jarak juga banyak
11:40Itu tidak boleh dibungkam
11:42Dan itu harus dibiarkan
11:43Apa namanya
11:46Ada dan kita mendengarnya itu sebagai
11:49Cara kita untuk mengerti apa yang difikirkan oleh masyarakat
11:52Jadi itu sebenarnya tidak ada masalah soalnya
11:54Tapi kalau kita
11:55Tapi kalau argumentasi mengapa mahasiswa turun ke jalan
11:58Melihat bahwa situasi sekarang ini seperti kembali ke belakang
12:01Ya kalau dulu kita betul-betul tersumbat
12:03Kita mengomong dengan siapa disini
12:05Ya kan
12:08Konstitusinya mengizinkan otoritarianisme
12:10Kita gak ada kebayang bahwa pemimpin kita akan diganti
12:13Dan pemimpin ini sudah berkuasa lebih dari 30 tahun
12:16Dan orang-orangnya itu ya diangkat seperti dan semaunya dia aja
12:20Tidak ada keterbukaan informasi publik
12:22Kita tidak tahu apa yang terjadi di dalam negara
12:24Tapi itu kan setelah berkuasa 30 tahun
12:28Kalau kita melihat rekam jejak
12:30Kalau Presiden Soeharto sekarang malah orang mengingat
12:33Di zaman Presiden Soeharto
12:35Menteri-menterinya luar biasa
12:36Teknokrat
12:37Dan kalau tadi mengacu kepada penjelasan Bung Feru
12:41Dibandingkan dengan pilihan menteri-menteri di Kabinet Pak Pramu
12:45Jauh sekali
12:45Dalam demokrasi itu memang ada penurunan kualitas orang-orang
12:49Karena orang-orangnya menjadi biasa
12:51Dia dipilih di antara rakyat
12:53Yang mencalonkan diri kita lihat sendiri kan
12:55Anggota Dewan kita kayak apa
12:57Termasuk yang terpilih atau yang diseleksi juga kan menjadi kualitasnya
13:01Ada penurunan
13:02Kalau kita lihat Putin itu dia dipimpin oleh orang-orang hebat
13:05Si Jinping negara-negara otoriter yang kita bilang
13:07Otoriter ini mereka dipimpin
13:09Apa namanya
13:12Dibantu oleh orang-orang yang hebat
13:13Love rope
13:14Ya misalnya
13:14Kalau begitu
13:16Hanya di rezim otoriter kita bisa mendapatkan orang-orang baik
13:20Jadi bukan begitu
13:21Jadi begini
13:21Kita mesti mengerti dan membuat perbedaan bahwa
13:25Karena ketika Bung Fahri bilang seperti itu
13:27Berarti orang akan melihat bahwa
13:29Oh hanya di rezim yang otoriter kita dapat orang-orang baik
13:32Kalau Pak Prabowo mau mendapatkan orang-orang baik
13:34Ijinkan masyarakat bangsa Indonesia
13:36Kita bisa kembali ke otoritarianisme
13:39Semuanya natural
13:39Semuanya natural
13:40Karena kita mengizinkan partai politik banyak
13:42Lalu partai politik itu menyodorkan orang-orang
13:45Dan kemudian orang-orang yang disodorkan itu
13:47Menjadi bagian dari basket yang harus dipilih oleh Presiden
13:50Itu semua adalah sistem yang kita buat
13:53Ya kan
13:53Apa boleh buat
13:54Akhirnya orang-orang itu ikut terseleksi
13:56Dan mungkin kita tidak puas
13:58Cuma cara kita bagi persoalan ini ada tiga
14:01Kalau kita tidak puas kepada sistem baru kita bicara reformasi
14:05Tapi kalau kita tidak puas dengan kinerja kelembagaan
14:09Kita melakukan evaluasi
14:11Tapi kalau kita tidak puas dengan kinerja orang
14:14Kita minta Presiden untuk melakukan reshuffle
14:16Dan itu semua sudah ada dalam
14:18Apa namanya
14:19Lingkup cara kerja daripada negara demokrasi
14:22Saya kasih jawaban Anda dulu
14:23Saya merasa Bang Fahri salah memahami gerakan besok
14:28Dan seterusnya
14:30Soal apa yang dilakukan pemerintah
14:32Bagaimana bisa salah memahami kan aktivis
14:34Karena beliau meletakkan pandangannya dari sisi romantisme
14:40Di masa lalu
14:41Memang judulnya terkesan akan membangkitkan cerita masa lalu
14:46Tapi ini gerakan kekinian
14:48Para pemuda ini
14:50Mereka melihat beda Mbak Rosi
14:52Bang Fahri kalau menariknya ke 98 itu salah
14:57Apa bedanya?
14:57Yang harus ditarik adalah peristiwa Nepal
15:00Beberapa negara di Asia
15:03Beberapa negara di Eropa
15:05Yang mempertanyakan pemerintahannya
15:07Dengan internet yang beliau ceritakan belakangan
15:12Kita mengetahui sumber informasi kekesalan yang sama
15:16Juga terjadi di pemuda-pemuda kita
15:18Dan pemuda kita
15:20Saya ngerti maksudnya Bung Fahri
15:22Jadi jangan melihat aksi demonstrasi ini
15:25Yang kemudian
15:26Loh semuanya kalau dulu di 9 di Orde Baru
15:30Itu karena semua tersumbat
15:31Sekarang kan gak tersumbat
15:32Jadi harusnya jangan samakan dengan aksi reformasi
15:36Karena seperti di Nepal itu karena bagaimana melihat pejabat yang hidup berfoya-foya
15:40Sementara masyarakatnya makin susah
15:42Jadi hanya karena melihat ketimpangan
15:45Yang kemudian dipertontonkan secara serampangan dan itu memunculkan ketidakadilan
15:50Itu pun bisa memantik aksi masiswa
15:53Salah satu faktornya soal ketimpangan
15:54Kekesalan misalnya terhadap MBG
15:58Bahwa MBG sudah diprediksi ini akan menimbulkan penyakit korupsi
16:03Tidak tepat sasaran
16:05Meminta pemerintah melakukan piloting terlebih dahulu
16:08Sabar dengan membentuk mekanisme yang tepat
16:11Misalnya melalui undang-undang
16:13Peringatannya sudah panjang
16:15Begitu terjadi korupsinya
16:17Begitu terjadi keracunannya
16:19Orang sudah menumpuk kekesalan-kekesalan itu menjadi sangat tinggi
16:24Dan besok mungkin jadi salah satu puncak awal
16:29Dari berbagai kekesalan-kekesalan yang ada
16:32Mereka juga kesal dengan respon-respon para menteri
16:35Terkait dengan dolar yang kian tinggi
16:39Rupiah yang kian anjlok
16:41Direspon seolah-olah tidak ada masalah
16:43Dan itu bukan tabiat leadership
16:46Leadership itu harusnya dengan penuh kesadaran
16:51Memahami perasaan orang
16:53Dan itu tidak terjadi di dalam pemerintahan Pak Presiden Prabowo
16:56Orang sedang kesusan masih saja berkunjung ke luar negeri
17:00Saya berani bertaruh dengan Bang Pari
17:03Walaupun tidak boleh secara agama
17:04Bahwa kunjungan ke Rusia besok akan singgah juga ke Perancis
17:08Dan itu bagi saya sangat menakutkan
17:10Kalau kesadaran teguran orang tidak diterima oleh pemimpin
17:15Dan pemimpin melupakan teguran itu
17:18Ya tentu saja akan ada protes-protes
17:20Yang merupakan bagian dasar dari ruang demokrasi itu
17:25Kami lanjutkan lagi di babak berikutnya
17:27Sesaat lagi
17:28Tidak mengubah satu tetas cinta pun untuk Indonesia
17:36Ini menuntut kepada negara
17:38Untuk setop sebentar saja
17:40Semua pengadaan badan gizi nasional
17:43Saya tidak mau NKM
Komentar