Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai bertemu di Istana, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026).

Abdul Mu'ti mengatakan bahwa program MBG menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter.

"MBG sebagai bagian dari penguatan Pendidikan karakter sudah terbitkan kami modul-modulnya. Sudah ada penelitian dari UI dan Lembaga lainnya yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar kehadiran di sekolah dan juga terhadap capaian akademik," ujar Abdul Mu'ti.

Ia menambahkan bahwa hingga Juni 2026 sudah 80,7 persen siswa yang sudah mendapatkan MBG.

Baca Juga Menko Zulhas Ungkap Program MBG Boros Rp1 Triliun per Bulan: Jumlah SPPG Membengkak! di https://www.kompas.tv/nasional/674554/menko-zulhas-ungkap-program-mbg-boros-rp1-triliun-per-bulan-jumlah-sppg-membengkak

#prabowo #mendikdasmen #mbg

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674556/mendikdasmen-abdul-mu-ti-ungkap-arahan-presiden-prabowo-soal-mbg-jadi-penguatan-pendidikan-karakter
Transkrip
00:00Yang terkait dengan MBG, kami tegaskan bahwa MBG ini merupakan bagian dari program kami,
00:07yaitu tujuh kebiasaan Indonesia hebat.
00:11Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat berkizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
00:19Jadi kami menjadikan MBG sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter,
00:25sudah kami terbitkan modul-modulnya dan sudah ada penelitian dari UI dan lembaga yang lainnya
00:31yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah,
00:39dan juga terhadap capaian akademik.
00:41Dan karena itu kami juga menyampaikan per 10 Juni sudah 80,7 persen murid yang sudah mendapatkan MBG.
00:57Jadi dari 53 juta sekian guru, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG,
01:04dan mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif,
01:12baik dalam hubungannya dengan tingkat kehadiran di sekolah,
01:16maupun dalam hubungannya dengan motivasi belajar dan juga prestasi akademik.
01:21Kami kira itu yang dapat kami sampaikan terkait dengan pertemuan kami dengan Bapak Presiden
01:26dan arahan-arahan beliau yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan melalui revitalisasi.
01:33Kemudian IFP, mohon maaf kami tambahkan, Interactive Flat Panel tahun 2025,
01:40kami distribusikan untuk 288.865 IFP ke Satuan Mudidikan di seluruh Indonesia.
01:49Sekarang sudah digunakan dan sudah ada penelitian yang menunjukkan dampak IFP terhadap kualitas pembelajaran
01:57dan juga terhadap motivasi belajar.
01:59Saya kira itu yang dapat kami sampaikan dari pertemuan kami dengan Bapak Presiden
02:04dan arahan-arahan beliau untuk program-program prioritas Bapak Presiden
02:10dan juga program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
02:13Pak Menselsek, kalau cukup ditambahkan.
02:16Saya kira demikian dapat kami sampaikan.
02:17Terima kasih kepada teman-teman media semuanya.
02:33Mungkin untuk Pak Abdul Munti juga, terkait BGM kan berencana untuk melibatkan kampung sekolah
02:40dalam program MBG khususnya di daerah 3T.
02:42Mungkin terkait ini bagaimana dari Kansesnek dan Mendes Dasmen?
02:49Baik, agak kurang jelas pertanyaan, tapi masalah MBG yang berkaitan dengan Pocantin Sekolah.
02:59Baik, saya pikir itu bagian dari yang sekarang proses penataan menyeluruh di Badan Kisi Nasional kita.
03:10Sebagai mungkin salah satu alternatif skema, barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang coba akan kita lihat
03:21apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu.
03:28Itu bagian dari yang sedang ditata oleh BGM.
03:36Cukup ya, saya pikir cukup.
03:38Tadi sudah disampaikan semua oleh Prof. Muti, Mendes Dasmen.
03:42Saya ingin menggarisbawai bahwa diskusi hampir 2 jam lebih, betul-betul
03:48pemerintah dan Bapak Presiden sangat concern terhadap masalah pendidikan,
03:53baik mengenai infrastrukturnya, kemudian peningkatan gurunya,
03:58dan termasuk beliau diberi tugas untuk sesegera mungkin membentuk tim untuk mempelajari
04:04buku ajar atau buku pelajaran bagi seluruh peserta didik kita
04:09yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi
04:14yang kita tidak ingin kalah dengan buku-buku pelajaran dari luar.
04:20Saya kira itu, terima kasih.
04:21Sekali lagi Prof. Muti, terima kasih teman-teman.
04:23Selamat sore, terima kasih semuanya.
04:29Terima kasih kerana menonton!
Komentar

Dianjurkan