Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ada yang berbeda dari ajang lari internasional yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Salah satu area cheering point tidak hanya diisi kesenian khas Jakarta, tetapi juga menjadi wadah penyampaian keresahan warga.

Titik cheering merupakan salah satu atraksi yang dinantikan para pelari. Dalam ajang lari, area ini biasanya diisi berbagai pertunjukan hingga ruang bagi keluarga dan sahabat pelari untuk memberikan dukungan dan semangat.

Pada ajang internasional yang digelar di kawasan GBK tersebut, titik cheering tidak hanya dimeriahkan dengan kesenian khas Betawi, seperti ondel-ondel.

Warga juga memanfaatkan momen tersebut untuk menyuarakan berbagai keresahan, mulai dari kebijakan pemerintah hingga kondisi ekonomi. Aspirasi itu dikemas secara kreatif dan dijadikan penyemangat bagi para pelari yang melintas.

#gbk #jakarta #ekonomi

Baca Juga Kemenkum Gelar Program 'Pasti Ada Solusi', Tampung Aduan & Masukan soal Kekayaan Intelektual di https://www.kompas.tv/nasional/674600/kemenkum-gelar-program-pasti-ada-solusi-tampung-aduan-masukan-soal-kekayaan-intelektual

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674601/unik-titik-cheering-ajang-lari-internasional-di-gbk-jadi-wadah-aspirasi-warga-sapa-pagi
Transkrip
00:01Kembali di Sampai Indonesia Pagi Saudara, ada yang berbeda dari ajang lari internasional yang digelar di kawasan GBK Jakarta hari
00:08ini.
00:08Salah satu area cheering tak hanya diisi kesenian khas Jakarta, namun juga ungkapan keresahan.
00:20Titik cheering adalah salah satu atraksi yang paling ditunggu pelari dalam ajang lari biasanya.
00:26Titik cheering diisi oleh atraksi hingga ruang untuk keluarga atau kawan pelari memberikan semangat.
00:32Di ajang internasional yang digelar di kawasan GBK hari ini, titik cheering tidak hanya sekandar diberiakan dengan kesenian khas Betawi
00:38seperti ondel-ondel,
00:40namun di momen ini warga juga mengubah keresahan tentang kebijakan pemerintah hingga kondisi ekonomi yang jadi pecutan semangat untuk para
00:49pelari.
00:53Dan kita akan langsung tanyakan bagaimana situasi di sana saat ini saudara bersama jurnalis Kompas TV Niputu Trisnanda dan juru
01:00kamera Septa Yoga di kawasan GBK Senayan, Jakarta.
01:03Putu, apa yang menarik dari ajang lari hari ini dan apa saja yang kemudian disuarakan oleh warga di titik cheering
01:09ini?
01:13Selamat pagi, berapa ada juga saudara?
01:16Ini kalau biasanya di event lari saya stand by-nya di garis start atau finish.
01:20Nah, kalau di ajang lari kali ini berbeda.
01:22Karena saya memilih untuk berada di titik cheering seperti yang bisa Anda dengarkan sama-sama.
01:27Berapa ada juga saudara?
01:28Di belakang saya rame banget.
01:34Nah, ini adalah salah satu.
01:37Ayo, ayo para rame, ku yakin kamu pasti bisa.
01:46Iya, saya rame banget.
01:47Ayo, ayo, ayo.
01:52Nah, berapa ada juga saudara?
01:54Ini bukan hanya satu-satunya saja yang kemudian ada di titik ini.
01:58Karena sepanjang wilayah di kawasan GBK, khususnya di depan pintu 7 begitu ya, di dekat area finish.
02:05Ini memang banyak sekali dukungan-dukungan yang diberikan.
02:08Baik itu oleh teman-teman, rekan, ataupun juga oleh klub-klub lari dari masing-masing pelari.
02:15Jadi ini memang sengaja begitu ya, ada di sini semua untuk memberikan semangat.
02:19Tapi bukan hanya semangat saja berapa ada juga saudara.
02:21Kalau tadi diperhatikan, titik cheering ini bukan hanya menyampaikan dukungan begitu ya.
02:26Tapi juga mereka ini meramu keresahan dan juga kritik terhadap beberapa kebijakan pemerintah.
02:32Yang kemarin menjadi topik juga pembahasan, tapi diramu sedemikian rupa menjadi salah satunya adalah dukungan untuk para pelari.
02:41Tadi saya lihat juga salah satunya ada pejabat begitu yang melintas yaitu Bima Arya.
02:46Yang kemudian tadi juga melihat salah satu tulisan yang di bawah, yaitu terkait dengan dukungan.
02:52Yang tulisannya adalah, kamu kuat tapi rupiah yang lemah.
02:56Nah kita tanya kenapa kemudian ini jadi salah satu, Kak boleh ngobrol sama Kompas TV.
03:02Namanya siapa Kak?
03:03Vira.
03:04Kak Vira.
03:05Nah Kak Vira dari mana?
03:06Dari Breakfast Join.
03:08Dari Bekasi.
03:08Dari Bekasi.
03:10Kesini emang sengaja karena ada anggota klubnya yang juga lari atau emang mau menyemangatin para pelari?
03:17Dua-duanya, Kak.
03:18Teman-teman kita banyak yang ikut dan kita menyemangatin para pelari di sini.
03:22Tapi tadi saya lihat ada yang menarik nih.
03:24Tadi tulisan-tulisannya bukan cuma dukungan aja gitu ya kan.
03:27Tadi ada tulisannya yang sakit hatinya, yang disiksa fisiknya sama kakinya.
03:32Tapi ada juga soal kebijakan, soal rupiah yang lemah.
03:36Nah itu kenapa sih itu dipilih untuk jadi penyemangat para pelari?
03:39Ya biar pelari bisa bersuara juga, Kak.
03:42Walaupun kita cheering gitu, sembar kita bersuara gitu, Kak.
03:47Yang jadi keresahan Kakak sebenarnya apa sih, Kak?
03:50Ya dengan...
03:55Ya dengan...
03:57Kalau tadi kan kayak misalnya rupiahnya lemah gitu.
04:01Itu memang jadi salah satu keresahan atau perbincangan dari kalangan pelari juga.
04:04Iya bener banget, Kak.
04:05Apalagi kemarin udah banyak adik-adik yang demo juga.
04:09Mungkin kalau pelari kita lewat sini bersuara, Kak.
04:12Oke, baik. Terima kasih banyak, Kak Fira.
04:15Semangat terus nyemangatin ya.
04:17Kakak nyemangatin pelari, saya nyemangatin Kak Fira kalau gitu.
04:19Ya, makasih, Kak.
04:21Nah gitu ya.
04:22Jadi tadi berapa dan juga saudara,
04:23Seperti yang tadi juga disampaikan oleh Kak Fira gitu,
04:27Bahwa memang yang kemudian menjadi poinnya adalah
04:30Bukan hanya mengkritik saja, begitu.
04:33Tapi ini merupakan bentuk dari aspirasi,
04:35Bentuk dari keresahan bahwa pesadia adalah untuk pemerintah juga
04:39Tidak hanya turun dalam aksi demonstrasi,
04:42Ataupun juga turun aksi, begitu.
04:45Tapi keresahan-keresahan ini juga dirasakan,
04:47Bahkan bagi mereka yang tidak turun aksi kemarin
04:49Dan melakukan kegiatan lari pada pagi hari ini,
04:52Begitu bahwa ini menjadi salah satu poin yang mungkin
04:55Juga bisa menjadi catatan bagi pemerintah.
04:57Bahwa keresahan itu ada, jadi pemerintah harus menentukan
05:01Kira-kira kebijakan apa, atau hal apa yang kemudian bisa dilakukan
05:05Supaya keresahan ini kemudian bisa ditanggulangi.
05:08Bagaimana kembali ke Anda di studio?
05:10Baik, sambil menyemangati, sambil mengkritik juga.
05:12Tapi kalau untuk kondisi lalu lintas,
05:14Di sana bagaimana putuh?
05:15Karena kabarnya banyak juga nih orang-orang yang hari ini kerja,
05:18Misalnya Adisti tadi telat untuk ke sini,
05:20Karena ada gangguan lalu lintas ya, karena ada event ini.
05:24Seperti apa pengalian lalu lintasnya?
05:30Memang ada sejumlah upaya begitu ya,
05:33Karena kegiatan ini dilakukan selama dua hari, hari ini dan juga besok.
05:37Jadi memang ada tindakan dari polisi untuk kemudian mengatur lalu lintas.
05:43Ada beberapa pengalihan jalur yang kemudian dilakukan,
05:47Khususnya di area kawasan Gelora Bung Karno,
05:51Kemudian ada pengalihan arus.
05:53Tetapi sebetulnya yang berbeda, beriman ada juga saudara adalah besok.
05:57Karena ini masih diagendakan, akan dilaksanakan pada besok hari,
06:00Maka tadi yang disampaikan adalah memang dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri,
06:05Ini memutuskan tidak ada kegiatan CFD atau Car Free Day yang akan digelar di rute lari,
06:11Lari yang nantinya akan diselenggarakan begitu.
06:15Jadi memang diharapkan begitu masyarakat Jakarta yang tetap ingin melakukan Car Free Day,
06:20Ini titiknya ada banyak begitu,
06:21Kalau untuk kawasan Sudirman kemudian sampai dengan bundaran HI ini tidak bisa dilakukan CFD,
06:28Masih ada titik-titik lain,
06:29Seperti salah satunya yang kemarin juga baru diresmikan oleh pemerintah Provinsi Jakarta,
06:34Yaitu di kawasan Rasuna Said misalnya,
06:36Ataupun juga di titik-titik lain.
06:38Tapi intinya adalah semangatnya,
06:40Meskipun ada satu titik yang kemudian tidak bisa dilalui oleh masyarakat,
06:46Masih ada arus-arus ataupun juga titik-titik lain yang bisa dilewati.
06:50Kemudian juga selama dua hari ini,
06:52Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggratiskan transportasi umum,
06:56Yaitu LRT, kemudian Jaklingko, dan juga Tres Jakarta.
07:00Jadi untuk masyarakat yang pengen beraktifitas melewati jalur-jalur yang kemudian ditutup,
07:05Ini bisa menggunakan transportasi umum begitu,
07:07Karena ini juga gratis,
07:08Jadi bisa dimanfaatkan juga oleh masyarakat.
07:10Bagaimana?
07:11Baik, ini jadi perhatian juga ya untuk hari ini dan juga besok,
07:14Untuk mencari jalur alternatif atau paling tidak menggunakan transportasi umum
07:17Untuk melewati kawasan di sekitar Senayan.
07:20Terima kasih,
07:21Niputu Trisnanda,
07:22Dan juga Juru Kamerang Pertugas dari kawasan Senayan Jakarta,
07:26Sudah bergabung di Sapa, Indonesia Pagi.
07:27Selamat pagi.
Komentar

Dianjurkan