- 4 jam yang lalu
- #demo
- #demomahasiswa
- #ekonomi
- #mbg
- #pertamax
JAKARTA, KOMPAS.TV - Massa mahasiswa hari ini menggelar unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, untuk menuntut perbaikan kondisi ekonomi, Jumat (12/6/2026).
Aksi demonstrasi dimulai dengan long march mahasiswa dari berbagai titik di Jakarta menuju Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
Dalam aksi ini, massa mahasiswa menuntut perbaikan kondisi ekonomi.
Mahasiswa juga minta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
Mahasiswa menegaskan, tidak akan akan melakukan kerusuhan dan hanya ingin menyampaikan aspirasi.
Sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat saat massa menggelar unjuk rasa di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
Mahasiswa menegaskan, tidak akan akan melakukan kerusuhan dan hanya ingin menyampaikan aspirasi.
Kenaikan harga Pertamax hingga pemborosan dan korupsi MBG memicu aksi demo mahasiswa 2 hari terakhir di sejumlah daerah. Akankah aksi mahasiswa ini mendapat respons cepat pemerintah?
Kita diskusikan dengan politisi Gerindra, Andre Rosiade, dan pakar hukum tata negara Jentera Institute, Bivitri Susanti.
Baca Juga Terkini! Massa Tanpa Almamater Bertahan di Jalan MH Thamrin Usai Mahasiswa Bubarkan Diri di https://www.kompas.tv/nasional/674526/terkini-massa-tanpa-almamater-bertahan-di-jalan-mh-thamrin-usai-mahasiswa-bubarkan-diri
#demo #demomahasiswa #ekonomi #mbg #pertamax
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/674530/saling-jawab-andre-rosiade-bivitri-susanti-soal-pemicu-demo-mahasiswa-kompas-petang
Aksi demonstrasi dimulai dengan long march mahasiswa dari berbagai titik di Jakarta menuju Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
Dalam aksi ini, massa mahasiswa menuntut perbaikan kondisi ekonomi.
Mahasiswa juga minta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
Mahasiswa menegaskan, tidak akan akan melakukan kerusuhan dan hanya ingin menyampaikan aspirasi.
Sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat saat massa menggelar unjuk rasa di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
Mahasiswa menegaskan, tidak akan akan melakukan kerusuhan dan hanya ingin menyampaikan aspirasi.
Kenaikan harga Pertamax hingga pemborosan dan korupsi MBG memicu aksi demo mahasiswa 2 hari terakhir di sejumlah daerah. Akankah aksi mahasiswa ini mendapat respons cepat pemerintah?
Kita diskusikan dengan politisi Gerindra, Andre Rosiade, dan pakar hukum tata negara Jentera Institute, Bivitri Susanti.
Baca Juga Terkini! Massa Tanpa Almamater Bertahan di Jalan MH Thamrin Usai Mahasiswa Bubarkan Diri di https://www.kompas.tv/nasional/674526/terkini-massa-tanpa-almamater-bertahan-di-jalan-mh-thamrin-usai-mahasiswa-bubarkan-diri
#demo #demomahasiswa #ekonomi #mbg #pertamax
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/674530/saling-jawab-andre-rosiade-bivitri-susanti-soal-pemicu-demo-mahasiswa-kompas-petang
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara kenaikan harga Pertamax hingga pemborosan dan korupsi MBG
00:04memicu aksi demo mahasiswa dua hari terakhir di sejumlah daerah.
00:08Akankah aksi mahasiswa ini mendapat respons cepat pemerintah?
00:12Kita diskusikan dengan politisi Partai Gerindra Ander Rosyade
00:16dan Pakaiar Hukum Tata Negara Jenteri Institut B. Fitri Susanti.
00:19Selamat petang semuanya.
00:22Selamat petang, selamat siang.
00:24Selamat petang.
00:25Oke, saya ingin ke Mbak B. Fitri dulu ya.
00:27Mbak B. Fitri, Anda kan juga sebagai bagian yang unjuk rasa di BGN dua hari lalu.
00:33Dan saat ini juga Anda berada di lapangan.
00:35Kalau menurut Anda, apa pemicu utama yang membuat akhirnya massa, termasuk mahasiswa, turun ke lapangan hari ini?
00:43Yang utama ya, kalau pemicu saya kira sudah banyak sekali daftarnya.
00:46Makanya tuntutannya juga cukup banyak, ada lima sebenarnya yang saya tahu.
00:50Tapi yang pemicu saya kira memang kenaikan harga BBM.
00:53Karena kenaikan harga itu sangat-sangat mengejutkan dan sekaligus banyak tanpa pengumuman apapun.
00:59Itu salah satunya yang memicu.
01:01Tapi yang lainnya saya kira kita diskusikan nanti banyak sekali.
01:04Tapi menurut Anda ini adalah ya itu faktor pemicu utama sekaligus faktor tunggal atau ini juga adalah akumulasi sebenarnya dari
01:09kerusahaan publik?
01:11Nah itu tadi, kalau pemicu memang itu.
01:13Tapi sebenarnya tentu saja ini bukan faktor tunggal.
01:16Tapi ini semacam akumulasi sudah lama sekali kan mahasiswa dan warga ya, sebenarnya bukan hanya mahasiswa.
01:23Warga itu sudah turun ke jalan bahkan sejak paling tidak yang peringatan darurat misalnya.
01:28Kemudian kalau yang dari jamannya Prabowo tentu saja kita ingat waktu itu Garuda Hitam, kemudian May Day, dan seterusnya.
01:36Jadi memang akumulatif dan persoalannya mulai dari makan bergizi gratis, yang dua hari lalu saya ikuti aksinya.
01:43Kemudian juga Koperasi Desa Merah Putih, dan tentu saja fakta bahwa di tengah hipitan ekonomi yang juga demikian besar,
01:50ternyata Pak Prabowo kalau tidak berpidato yang kadang-kadang bikin kita deg-degan ya, pembicaranya apalagi nih, apalagi nih.
01:58Setelah itu kemudian pergi ke luar negeri.
02:00Yang keluar negerinya pun ternyata tidak bisa dilaporkan secara transparan, benarnya apa hasilnya, apa dampaknya bagi warga, bukan janji investasi
02:09ya,
02:10tapi dampak konkretnya itu seperti apa, perjanjian apa yang sudah dibuat misalnya, kalau memang ada dampak seperti itu.
02:17Nah, jadi komunikasi ada yang terputus total.
02:20Misalnya yang mengkritik MBG, itu studinya sudah tak kurang banyaknya, bahkan sudah mengundang kepala MBG yang lama misalnya.
02:29Tapi kan diacuhkan begitu ya, begitu juga dengan peristiwa lainnya yang sebenarnya kalau dikatakan, sampaikan dengan argumen.
02:38Argumen sudah banyak sekali, mahasiswa sudah bikin banyak sekali policy brief dan lain sebagainya.
02:43Warga beberapa anggota, beberapa kumpulan-kumpulan lembaga riset, bahkan LPEM, UI dan lain sebagainya sudah memberikan masukan.
02:52Dosen-dosen UI, dosen UGM, dan seterusnya.
02:56Tapi tidak ada komunikasi, jadi akumulasinya adalah seperti hari ini, karena akhirnya kalau ditahan-tahan terus pasti akan pecah pada
03:03suatu titik.
03:04Oke, komunikasi pemerintah jadi salah satu catatan.
03:06Bang Andre, juga ada lima tuntutan mahasiswa hari ini.
03:08Salah satunya ya, ada stop pemerintah PBN, turunkan harga kebutuhan pokok BBM,
03:13hentikan MBG dan Kopdes Merah Putih, hentikan militerisme dan Presiden mengakui kesalahannya.
03:17Menurut Anda, mana yang sebenarnya paling sulit dilakukan oleh pemerintah dalam waktu dekat? Alasannya apa?
03:23Ya, saya rasa demonstrasi penyampaian hak, demonstrasi itu hal yang lumrah dan biasa dalam jaman demokrasi ini ya.
03:35Dan pemerintah tentu mendengarkan kritik masukan, karena kritik dan masukan itu vitamin bagi pemerintah.
03:43Dan ini tentu saya harus jawab satu persatu, soal tuntutan menurunkan harga BBM, kata Mbak Bivitri tiba-tiba.
03:52Ini kita harus bedahkan.
03:54Pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi.
03:58Ini saya sampaikan nih, tidak ada kenaikan BBM subsidi.
04:02Yang naik adalah BBM non-subsidi.
04:06Nah, di 1 April yang lalu, Mbak Bivitri, pemerintah tidak menaikkan harga BBM non-subsidi, tidak dinaikkan sampai sekarang juga
04:19tidak.
04:19Lalu 1 April juga BBM non-subsidi juga tidak dinaikkan.
04:24Ya, itu dijaga oleh pemerintah.
04:26Tapi kita tahu sama tahu bahwa pergerakan harga minyak dunia, lalu perkembangan geopolitik, tentu pemerintah tidak mungkin terus-terus menjaga
04:40BBM non-subsidi ini.
04:41Karena BBM ini dinikmati oleh orang kaya.
04:46Ya, dan ini bisa, sebentar, saya kasih jawaban dulu, mengganggu APBN kita.
04:52Apalagi di seluruh dunia, BBM non-subsidi ini tidak ada negara manapun yang menahannya.
05:01Oke, Bang Andre, sorry.
05:02Dan yang dinaikkan oleh pemerintah sebenarnya.
05:04Boleh dong kasih kesempatan.
05:05Oke, siap, silahkan dulu.
05:06Dan BBM non-subsidi ini dinaikkan pun harganya memperhatikan kepentingan rakyat.
05:13Jadi harganya masih jauh daripada harga di negara-negara lain.
05:19Kita masih 16 ribuan, negara-negara lainnya sudah ada yang 20 ribu, 30 ribu, 40 ribu, bahkan.
05:25Saya sudah bisa menjawab belum, deh? Saya dari tadi menahan dulu untuk menjawab.
05:29Jadi sehingga kita harus fair bahwa yang dinaikkan saja adalah harga non-subsidi, bukan harga BBM subsidi.
05:40Inilah komitmen pemerintah untuk tetap bersama rakyat, sehingga harga BBM subsidi tidak ada kenaikan.
05:47Oke, itu soal BBM dulu.
05:49Dan kenaikannya pun masih masuk akal memperhatikan kepentingan rakyat banyak.
05:55Dan dibandingkan dengan negara-negara lain, harga kita masih jauh dibuat daripada harga di negara-negara lain.
06:02Oke, kami tangkap itu soal itu.
06:04Kalau gitu soal BBM.
06:05Oke, sebentar satu poin dulu ya Bang Andre. Kalau gitu Mbak Bivit, apa yang tadi?
06:10Iya, saya kira ini kan tipe komunikasi yang seperti ini nih.
06:13Saya seringkali harus berhadapan dengan pemerintah, tapi yang diuraikan tidak benar-benar menjawab apa yang dipertanyakan.
06:21Masalahnya begini soal BBM saja misalnya.
06:23Kan kita perbandingannya jangan harga per harga, tapi juga lihat situasi negaranya.
06:29Misalnya harga katakanlah di Jerman agak mirip, tapi lihat satu daya beli masyarakat apa, transportasi publik yang tersedia apa, upah
06:38minimumnya di sana berapa, dan lain sebagainya.
06:41Jadi narasi seperti ini juga tidak pernah juga dibicarakan anyway, diperdebatkan di publik.
06:47Jadi sekarang kita ribut di media sosial, saya mungkin harus berhadapan dengan Bang Andre, harus berdebat.
06:53Tapi kan ini seharusnya, kalau kita masih punya good governance, masih punya governance yang dasarnya adalah kompetensi, maka harusnya ini
07:01dijelaskan dari jauh-jauh hari.
07:03Oh maaf, kami harus menaikkan karena apa-apa, mungkin reaksinya tidak akan seburuk ini, mungkin.
07:08Tapi masalahnya, dari semua ketidakbijakan, bahkan saya sudah tidak mampu lagi menyebut mereka kebijakan,
07:14yang dikeluarkan, tidak pernah dikomunikasikan, sesungguhnya kita punya anggaran berapa, bahkan ketika ada pengetahuan yang disampaikan kepada aparat pemerintahan,
07:24Pak Presiden malah jawabnya, nyeh-nyeh-nyeh-nyeh-nyeh.
07:26Jadi bagaimana kami mau memberikan masukan, bahkan berdasarkan pengetahuan dan data yang cukup.
07:31Jadi itu yang saya kira harus, saya sih tidak yakin dari lima tuntutan ini, apa yang bisa dikerjakan.
07:37Karena kesannya sekarang adalah, pemerintah berkeras.
07:40Pokoknya posisi kami seperti ini.
07:42Terserah apa yang mau kalian demonstrasikan, mau yang kalian kritik, mau tutup kantor BGN,
07:48seperti dua hari yang lalu demonstrasinya.
07:49Tapi sama sekali tidak ada respons apapun.
07:52Ini yang saya kira terus memupuk reaksi dari warga, Pak Andre.
07:57Oke, artinya kan soal keterbukaan komunikasi, keterbukaan soal kondisi real negara saat ini,
08:02termasuk juga soal anggaran.
08:04Bang Andre, bagaimana tanggapan Anda?
08:07Saya ingin menjelaskan, menanggapi jalan bicara Jerman.
08:12Kita lihat Apple to Apple dengan tetangga kita, Filipina, Mbak Vivitri.
08:16Filipina itu harga BBM-nya itu sekitar Rp22.000 sampai Rp30.000.
08:23Saya tidak mau jauh-jauh.
08:24Kita lihat tetangga kita secara endokonomi mirip-mirip,
08:30Filipina itu harga BBM-nya Rp22.000 sampai Rp30.000, jauh lebih mahal daripada kita.
08:35Jadi menurut saya bahwa harga BBM non-subsidi yang dijual pemerintah itu
08:41sangat-sangat memperhatikan kepentingan masyarakat.
08:46Memperhatikan benar pendapatan masyarakat.
08:49Jadi jangan, saya tidak bicara Jerman seperti Mbak Vivitri.
08:52Saya bicara data dan fakta negara tetangga kita yang ekonomi yang tidak jauh dengan kita,
08:58yaitu Filipina.
08:59Jadi saya rasa itu menjawab yang pertama.
09:01Yang kedua, ya gimana Mbak?
09:04Oke, soal kondisi di negara lain, kita juga paham ada dampak geopolitik salah satunya.
09:08Tapi kan yang dipermasalahan salah satunya adalah komunikasi keterbatasannya di situ.
09:13Ya, pemerintah membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada teman-teman, ya.
09:21Contoh BGM, MBG yang diprotes oleh masyarakat.
09:25Pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat.
09:28Ya, apa yang dilakukan oleh pemerintah?
09:30Pemerintah melakukan terus perbaikan dan improvement.
09:32Contoh ya, begitu banyak masalah MBG, apa yang lakukan kita sudah menutup 8.200 lebih dapur, ya.
09:41Sesuai dengan aspirasi.
09:43Dapur-dapur pemasalah sudah 8.200 ditutup.
09:46Lalu soal penyalahan gunaan, kewenangan, dan berbagai hal, itu proses hukum sudah berjalan.
09:52Pemerintah sudah memecat pimpinan BGM, kepala BGM, dan dua wakil kepalanya,
09:57dan juga proses hukumnya jalan.
09:59Dan sekarang pemerintah melakukan pemenahan supaya program ini benar-benar tepat sasaran dan tidak ada kebocoran dan penyimpangan.
10:08Itu menunjukkan apa?
10:09Bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi, ya.
10:12Masyarakat dan masukan.
10:14Dan yang perlu kita pahami juga, mungkin ada masyarakat yang menolak.
10:19Tapi faktanya di lapangan, mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan BGM, MBG ini tetap berjalan.
10:26Saya ini keliling di daerah pemilihan saya, Mbak Bifitri.
10:30Daerah pemilihan saya adalah daerah pemilihan yang Pak Rabuunnya kalah.
10:34Tapi saya berkeliling ke berbagai sekolah, saya bertemu dengan ribuan pajak, saya bertemu ribuan orang tua,
10:40semua mendukung MBG ini bisa berjalan.
10:44Tinggal kita sempurnakan, kita perbaiki, ya.
10:47Bahkan waktu itu saya sempat berdiskusi dengan Presiden BEM Unan, bilang ini MBG bermasalah.
10:52Di sekolah ini saya tanya, di sekolah mana yang bermasalah?
10:55Kita datang bersama-sama, mereka tidak bisa berjawab.
10:57Kenapa?
10:58Saya berkeliling langsung ke lapangan, saya bertemu dengan ribuan usiswa, saya bertemu dengan ribuan orang tua yang rata-rata mendukung
11:08bahwa MBG ini tetap dilaksana.
11:10Ada kekurang, ya.
11:11Kita perbaiki dan supaya jauh lebih baik dan tidak ada lagi kebocoran anggaran seperti dulu lagi.
11:18Oke, itu perbaikan yang dilakukan.
11:19Oke, itu perbaikan yang dilakukan.
11:21Masyarakat itu ditampung dan di-veloci dengan pemerintah.
11:25Ini mohon maaf ya, saya berharap kalau saya bicara, sos jangan montong Mbak Bifitri, sos nggak pernah memontong.
11:31Setiap saya bicara baru berapa detik langsung diselak gitu.
11:35Ini mohon maaf kebiasaan Kompas TV juga begitu terus gitu.
11:38Tidak gitu Bang, kita kan juga ada terbatas durasi dan poinnya kan kami juga sudah tangkap.
11:43Kalau gitu saya juga beri kesempatan untuk Mbak Bifitri dan Mbak Fitri, tapi kita juga berpikir fair juga.
11:49Tapi kalau misalnya sesuai tuntutan dari mahasiswa, kalau misalnya program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih di-stop, apakah otomatis
11:55ekonomi kita akan jadi lebih baik?
11:59Tentu saja tidak sesederhana itu. Faktor memang banyak sekali.
12:02Dan misalnya kalau dikatakan MBG, kan persoalannya bukan sekedar mau memberhentikan, katakanlah 8 ribu dapur lagi kah?
12:10Atau misalnya mau ganti kepala BGN 2 kali, 3 kali lagi kah?
12:14Menurut saya yang bermasalah adalah desain dari MBG itu sendiri.
12:18Itu yang menjadi masalah dari awal, yang membuka peluang korupsi, yang membuka peluang kekacauan di lapangan soal keracunan dan lain
12:26sebagainya.
12:27Jadi itu satu. Begitu juga Koperasi Merah Putih.
12:31Saya kira, saya sih menduga tidak akan ada penyetopan ya, tapi baiklah seandainya di-stop.
12:36Apakah benar-benar akan baik semuanya? Tentu saja tidak, karena masalahnya sebenarnya fundamental.
12:41Masalah fundamentalnya adalah misalnya di penggunaan anggaran.
12:45Yang tadi misalnya di Filipina, katakanlah harganya sama.
12:48Tapi harus diketahui di Filipina semua sudah mengetahkan istat tindak.
12:53Pejabat-pejabatnya sudah tidak ada lagi yang, atau jarang sekali kalau tidak ada undangan khusus ke luar negeri.
12:59Nah ini kan hal-hal yang di kita itu tidak dilihat.
13:02Jadi faktornya banyak sekali, termasuk misalnya soal gemuknya pemerintahan kita yang sekarang.
13:08Total lebih dari 100 orang kabinet, kalau ngitung wakil menteri ya, utusan khusus dan lain sebagainya.
13:14Jadi memang terlalu banyak masalah dalam hal governance.
13:18Bukan good governance lagi, tapi sudah governance yang basisnya sudah bukan kompetensi menurut kami.
13:24Dan juga ada masalah dalam penggunaan anggaran.
13:27Nah ini yang belum lagi undang-undang, yang juga diproduksi untuk sekedar menjustifikasi hal-hal yang ingin dilakukan oleh pemerintah.
13:34Jadi saya masih banyak sih faktornya.
13:36Oke, saya akan juga beri kesempatan Bang Andre untuk menanggapi pernyataan Mbak B. Fitri tadi,
13:40tapi kami jeda iklan sejenak, tetap bersama kami di Kompas Petang.
13:54Kompas Petang kembali dan seperti janji saya Bang Andre, saya berikan kesempatan tadi untuk menanggapi kritik dari Mbak B. Fitri
14:00soal fundamental ekonomi yang berkaitan juga dengan government.
14:04Saya jelasin sedikit soal MBG dulu ya.
14:07Yang pertama adalah, Mbak B. Fitri, anggaran MBG ini didapatkan oleh pemerintah dengan menyisir seluruh anggaran yang ada pemurusan.
14:18Yang kedua, yang akan dianggap oleh pemerintah akan menjadi bahan bancakan dan korupsi.
14:24Jadi disisir, seharusnya uang itu dipakai untuk kongkar keluar negeri, FGD, uangnya untuk ATK dan lain-lain, pemurusan-pemurusan itu
14:35disisir dari pemerintah,
14:36dapat tanggaran MBG. Itu pertama ya, tanpa mengurangi program-program lain.
14:41Yang kedua, pemerintah sekali lagi ingin mendengarkan seluruh aspirasi masyarakat.
14:50Agar program MBG ini benar-benar tepat sasaran.
14:54Dan pemerintah dengan melakukan perbaikan, dengan melakukan pergantian.
14:58Pertama, Mbak Nandi SD yang dimasukkan jadi kembali BGN.
15:01Sekarang dijadikan pergantian besar-besaran supaya seluruh aspirasi masyarakat itu bisa ditampung.
15:07Dan program MBG ini betul-betul tepat sasaran dan tidak ada pemurusan.
15:12Inilah komitmen pemerintah.
15:14Ini menunjukkan pemerintah sangat transparan dan ingin melakukan perbaikan.
15:18Lalu yang ketiga soal MBG ini, saya ingin sampaikan.
15:22Ada 15 ribu rupiah uang untuk satu.
15:2915 ribu itu uangnya kemana?
15:312 ribu tentu untuk investor yang mengeluarkan uangnya membangun dapur MBG.
15:363 ribu itu dipakai uangnya untuk 50 orang pegawai.
15:4050 orang itu adalah pegawai yang tinggal di sekitar dapur.
15:45Lalu 10 ribu uang itu untuk jadi menu makanan,
15:49di mana yang menikmati siapa?
15:51Tukang sayur, petani, peternak, tukang daging, UMKM.
15:57Intinya apa?
15:5985 persen uang MBG ini dinikmati oleh rakyat secara langsung.
16:05Tidak ada oleh regangi yang menikmati.
16:0785 persen.
16:09Jadi intinya uang ini yang bikin,
16:11uang itu mengalir langsung ke rakyat.
16:14Nah, memang ada kekurangan,
16:16kita akan perbaiki bersama-sama
16:18dan akan dikelolasi secara transparan mungkin
16:21agar tidak ada lagi kebocor.
16:23Itu bicara soal MBG.
16:24Oke.
16:25Tadi soal MBG itu Mbak Bivitri.
16:27Oke, sebentar.
16:28Soal MBG dulu kok gitu.
16:29MBG dulu tadi.
16:30Kalau yang disampaikan oleh Bang Andre, Mbak Bivit,
16:32sebenarnya itu sudah termasuk perbaikan.
16:34Tata kelola yang sudah membuktikan
16:36kalau pemerintah merespons apa yang menjadi keresahan publik belum?
16:42Kalau menurut saya,
16:44itu bukan yang sebenarnya didorong perbaikannya.
16:47Jadi beberapa lembaga itu sudah membuat kajian
16:50dari awal MBG yang dilaksanakan.
16:53Misalnya kalau dikatakan dananya itu
16:57diambil dari menyisir hal-hal yang biasanya dikorup.
16:59Nah, pertanyaannya apakah setelah dialihkan ke Badan Gizi Nasional
17:03untuk menjadi program MBG,
17:05uang itu tidak dikorup?
17:07Karena kenyataannya sudah ada kasus satu.
17:09Tapi kita juga paham bahwa misalnya dari segi penyelenggaraannya pun
17:13cukup banyak hal yang ternyata dilakukan
17:16tidak melalui asas-asas umum pemerintahan yang baik.
17:20Misalnya penunjukkan yayasan-yayasan.
17:22Studi dari Indonesia Proruption Watch misalnya
17:25menunjukkan ratusan perusahaan
17:27yang ternyata punya keterkaitan
17:29dengan partai-partai
17:30baik di level lokal
17:32maupun tentu saja yang sudah sangat terbuka adalah
17:34yayasan-yayasan yang terkait dengan TNI dan juga Polri.
17:38Misalnya itu.
17:39Berarti kan good governance-nya ini
17:40dihilangkan nih aspeknya.
17:42Belum lagi soal alat-alat yang ternyata
17:45bisa kita pertanyakan dengan tangga tanya besar
17:47yang terkaitannya dengan gizi apa?
17:49Beli motor, beli kaos kaki, dan lain sebagainya.
17:52Nah jadi saya kira
17:53kalau misalnya penjelasan 10 ribu, 8 ribu kemana dan seterusnya
17:56boleh kita bisa lihat dalam daftarnya
17:58saya juga pasti begitu.
18:00Tapi yang kami persoalkan adalah
18:02hal-hal yang ternyata di lapangan
18:04tidak sesederhana seperti yang digambarkan itu.
18:07Plus juga model penunjukkan misalnya.
18:10Kok yayasan? Kok misalnya pembelian motor segala macam itu
18:14tidak menggunakan e-katalog
18:16dengan proses pengadaan barang dan jasa
18:19yang sudah baku kita miliki.
18:21Kan jadi punya tanda-tanya besar kita
18:22ini desain MBG sebenarnya seperti apa?
18:25Karena ternyata berbeda sekali dengan yang kita bayangkan.
18:28Oke.
18:29Soal, kalau gitu soal ada desainnya juga.
18:31Kalau gitu Bang Andres, singkat saja.
18:32Kalau gitu seperti apa tata kelola yang akan dikebut
18:34untuk MBG misalnya salah satu contohnya
18:36dengan waktu yang terus berjalan
18:37dan APBN yang terus dikucurkan setiap harinya?
18:40Ya, pertama tentu
18:42pemerintah melakukan evaluasi besar-besarannya
18:45melakukan evaluasi pengkajian dan perbaikan.
18:49Itu komitmen pemerintah.
18:51Itu satu.
18:52Jadi, kepala BGN dan wakil kepala BGN yang baru
18:54ditugaskan oleh pemerintah
18:56untuk memperbaiki tata kelolanya
18:58supaya tidak ada kebocoran
19:00dan juga lebih transparan.
19:02Yang satu.
19:03Lalu yang disebutkan oleh Mbak Bifitri
19:05soal penyimpangan-penyimpangan
19:07ya, Presiden sudah menyerahkan
19:09kepenuhnya kepada Kejaksaan Agung
19:11untuk memproses.
19:12Dan itu sudah dilakukan
19:13dengan penetapan empat tersangka.
19:15Satu kepala BGN,
19:17dua wakil kepala BGN,
19:18dan satu lagi operatornya.
19:20Dan terus tentu kasusnya akan terus berkembang.
19:23Ya, siapapun yang bersalah,
19:25yang menunjukkan negara,
19:26tentu diberikan kebebasan
19:29sepenuh-penuhnya oleh Pak Prabowo
19:30agar Kejaksaan Agung memproses
19:32dan mengejar siapapun yang terlibat.
19:35Sehingga ini bisa menjawab
19:37keraguan masyarakat.
19:38Yang jelas, Mbak Bifitri,
19:40pemerintah tidak menutup mata,
19:42pemerintah membuka mata,
19:44telinga, dan hati kami
19:46bahwa setiap masukan,
19:49kritik,
19:50itu merupakan vitamin bagi pemerintah
19:53untuk bekerja lebih baik lagi
19:55dan terus memperbaiki-memperbaiki
19:57berbagai kekurangan.
19:58Oke, janji itu yang dinantikan sama-sama
20:00Bang Ari Rosyade,
20:01Mbak Bifitri Susanti.
20:02Terima kasih.
20:03Sampai jumpa.
20:06Saudara, usai jadah kami akan kembali
20:07dengan informasi salah satu wakil Asia.
Komentar