00:00Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan sikap inkonsistennya terkait perang dengan Iran.
00:05Kita akan ulas bersama praktisi dan pengajar hubungan International Sinergy Policy, Dina Prapto Raharja.
00:12Selamat malam, Mbak Dina.
00:14Selamat malam, Mas.
00:15Ada kembali klaim yang disampaikan Donald Trump dan nampaknya ini berbeda, ada inkonsisten.
00:21Apa yang Anda baca terhadap sikap inkonsisten Donald Trump ini, Mbak Dina?
00:27Pertama artinya Amerika Serikat dalam posisi stagnan ya, niat untuk negosiasinya dengan Iran berarti minim.
00:35Bahkan kalau boleh dikatakan minimalis, betul.
00:39Jadi serangan terhadap tanki air Iran minggu ini itu menandakan bahwa pihak Iran sebenarnya dalam posisi yang akan tidak diuntungkan
00:51lah
00:51kalau dia langsung ke meja perundingan di hari ini.
00:53Dan kalau kita lihat lagi, memang menarik ya narasinya itu dua belah pihak sama-sama agak klopnya bilang
01:00ya kita mendekati suatu kesepakatan.
01:03Padahal kalau saya lihat list, hal yang diminta dari pihak Iran itu justru semakin kompleks.
01:10Bukannya semakin mudah untuk ditemui.
01:13Misalnya ya, permintaan untuk melepaskan aset Iran.
01:17Awalnya kan cuma itu aja tuh syaratnya melepas aset Iran.
01:21Sekarang nominalnya makin besar 24 miliar.
01:31Berarti ada tambahan demand gitu ya.
01:36Kemudian selain itu kalau dilihat juga proses penarikan pasukan Amerika Serikat.
01:43Sorry dari wilayah Timur Tengah, itu tetap aja menjadi satu hal yang dipersyaratkan.
01:49Dan kita lihat Amerika Serikat tidak dalam posisi menunjukkan mundur sama sekali ya dari wilayah Hormuz.
01:55Jadi ini dua hal yang menurut saya paling clear lah bahwa dua pihak ini sama-sama masih merasa sangat kuat.
02:05Tapi saya menarik ketika tadi Anda ada klausul yang berubah dari Iran.
02:10Ada yang ditambahkan dengan nominalnya ini.
02:12Apakah apa yang menjadi daya tawar Iran?
02:15Ia merasa saya punya daya tawar kuat untuk saat ini.
02:20Iran berada dalam posisi yakin bahwa penguasaan dia atas Selat Hormuz itu belum bisa dicabut.
02:29Belum bisa dilumpuhkan sebenarnya oleh Amerika Serikat.
02:33Yang dilakukan oleh Amerika Serikat itu sebenarnya serangan-serangan terbatas ya.
02:37Dan memang kemudian muncul juga pembelaan dari publik ya ketika Amerika Serikat melakukan serangan terhadap tanki air.
02:46Dan alasannya Amerika Serikat kemarin kan karena drone-nya dia ditembak di Selat Hormuz gitu ya oleh Iran.
02:53Tapi kalau balasannya ini merupakan kejahatan kemanusiaan ya.
02:59Sumber yang sangat vital untuk masyarakat sipil.
03:03Jadi satu ada dukungan dari internasional juga yang mulai kelihatan lagi terhadap Iran.
03:08Terus yang kedua kita lihat faktor bahwa Amerika Serikat sebenarnya juga pilih-pilih ya dalam melakukan serangan.
03:17Bukan satu hal yang langsung eskalasi besar.
03:19Terus yang ketiga kita tunggu aja nih.
03:22Biasanya sih hari Senin berubah statement lagi.
03:24Awal pekan ya.
03:26Anda kodenya awal pekan.
03:27Awal pekan makan berta.
03:28Berarti artinya Iran ini tidak terjebak dalam permainan Donald Trump yang tadi berbeda.
03:34Sekarang akan serangan lebih keras, nanti tunda serangan.
03:37Iran tak terjebak?
03:406 jam yang lalu ada serangan lagi kan di Libanon.
03:43Dan narasinya tetap saja against atau melawan Hezbollah.
03:48Jadi hal yang diminta oleh Iran juga sangat fundamental bahwa Israel jangan dilepaskan dari proses negosiasi ini.
03:59Bahwa gak mungkin Iran itu akan mundur selama Israel itu masih terus melakukan serangan terhadap Hezbollah dan terhadap Libanon.
04:06Itu menjadi satu faktor yang juga tetap harus jadi perhatian kita.
04:09Karena menurut saya itu juga harga yang relatif kaku ya akan diterapkan oleh Iran.
04:15Jadi justru yang saya lihat tadi kesimpulan pertama saya stagnan sebenarnya Amerika Serikat ini gak kemana-mana.
04:21Tapi dia masih merasa bisa memainkan harga minyak melalui statement tadi di weekend.
04:26Nanti Senin berubah lagi.
04:28Itu bagian dari strategi yang memang sudah dipersiapkan oleh Amerika Serikat melihat bagaimana posisi Iran saat ini?
04:37Betul. Jadi kalau diperhatikan anehnya itu adalah kalau kita tidak hati-hati memang membaca statement Trump.
04:45Kita selalu berpikir ada satu progres.
04:47Padahal sebenarnya gak ada sesuatu progres di lapangan.
04:51Dan boleh dikatakan yang bereaksi itu cuma sesaat ya di pasar harga minyak.
04:57Dan saham di Amerika Serikat terpengaruh terutama saham yang dimiliki oleh Trump.
05:02Itu aja. Jadi dari segi domestik Amerika Serikat juga belum ada perubahan.
05:08Berita baru terkait dukungan terhadap Trump juga tidak kelihatan peningkatan gitu kan.
05:14Kemudian dari Pakistan juga gak ada sinyal yang positif baru.
05:18Terakhir informasi dari pihak mereka itu baru tanggal 8.
05:21Itu pun cuma sekedar mari kembali ke meja perundingan.
05:24Artinya sebenarnya stagnan situasinya itu.
05:27Oke. Kalau tadi Anda ada kode awal pekan.
05:29Kita lihat nanti bagaimana awal pekan.
05:31Seperti apa drama yang terjadi di Timur Tengah.
05:33Terima kasih.
05:42Selamat malam.
Komentar