Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali disebut telah membatalkan rencana serangan, ia tetap menunjukkan sikap yang dinilai inkonsisten terkait perang dengan Iran.

Kita ulas bersama praktisi dan pengajar hubungan internasional, Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja.



#trump #as #iran

Baca Juga Diduga Korsleting Listrik, Gudang Alat Kesehatan di Kalideres Terbakar | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/674549/diduga-korsleting-listrik-gudang-alat-kesehatan-di-kalideres-terbakar-kompas-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/674550/full-praktisi-hi-bahas-soal-trump-klaim-iran-sepakat-damai-apa-strategi-yang-dimainkan-trump
Transkrip
00:00Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan sikap inkonsistennya terkait perang dengan Iran.
00:05Kita akan ulas bersama praktisi dan pengajar hubungan International Sinergy Policy, Dina Prapto Raharja.
00:12Selamat malam, Mbak Dina.
00:14Selamat malam, Mas.
00:15Ada kembali klaim yang disampaikan Donald Trump dan nampaknya ini berbeda, ada inkonsisten.
00:21Apa yang Anda baca terhadap sikap inkonsisten Donald Trump ini, Mbak Dina?
00:27Pertama artinya Amerika Serikat dalam posisi stagnan ya, niat untuk negosiasinya dengan Iran berarti minim.
00:35Bahkan kalau boleh dikatakan minimalis, betul.
00:39Jadi serangan terhadap tanki air Iran minggu ini itu menandakan bahwa pihak Iran sebenarnya dalam posisi yang akan tidak diuntungkan
00:51lah
00:51kalau dia langsung ke meja perundingan di hari ini.
00:53Dan kalau kita lihat lagi, memang menarik ya narasinya itu dua belah pihak sama-sama agak klopnya bilang
01:00ya kita mendekati suatu kesepakatan.
01:03Padahal kalau saya lihat list, hal yang diminta dari pihak Iran itu justru semakin kompleks.
01:10Bukannya semakin mudah untuk ditemui.
01:13Misalnya ya, permintaan untuk melepaskan aset Iran.
01:17Awalnya kan cuma itu aja tuh syaratnya melepas aset Iran.
01:21Sekarang nominalnya makin besar 24 miliar.
01:31Berarti ada tambahan demand gitu ya.
01:36Kemudian selain itu kalau dilihat juga proses penarikan pasukan Amerika Serikat.
01:43Sorry dari wilayah Timur Tengah, itu tetap aja menjadi satu hal yang dipersyaratkan.
01:49Dan kita lihat Amerika Serikat tidak dalam posisi menunjukkan mundur sama sekali ya dari wilayah Hormuz.
01:55Jadi ini dua hal yang menurut saya paling clear lah bahwa dua pihak ini sama-sama masih merasa sangat kuat.
02:05Tapi saya menarik ketika tadi Anda ada klausul yang berubah dari Iran.
02:10Ada yang ditambahkan dengan nominalnya ini.
02:12Apakah apa yang menjadi daya tawar Iran?
02:15Ia merasa saya punya daya tawar kuat untuk saat ini.
02:20Iran berada dalam posisi yakin bahwa penguasaan dia atas Selat Hormuz itu belum bisa dicabut.
02:29Belum bisa dilumpuhkan sebenarnya oleh Amerika Serikat.
02:33Yang dilakukan oleh Amerika Serikat itu sebenarnya serangan-serangan terbatas ya.
02:37Dan memang kemudian muncul juga pembelaan dari publik ya ketika Amerika Serikat melakukan serangan terhadap tanki air.
02:46Dan alasannya Amerika Serikat kemarin kan karena drone-nya dia ditembak di Selat Hormuz gitu ya oleh Iran.
02:53Tapi kalau balasannya ini merupakan kejahatan kemanusiaan ya.
02:59Sumber yang sangat vital untuk masyarakat sipil.
03:03Jadi satu ada dukungan dari internasional juga yang mulai kelihatan lagi terhadap Iran.
03:08Terus yang kedua kita lihat faktor bahwa Amerika Serikat sebenarnya juga pilih-pilih ya dalam melakukan serangan.
03:17Bukan satu hal yang langsung eskalasi besar.
03:19Terus yang ketiga kita tunggu aja nih.
03:22Biasanya sih hari Senin berubah statement lagi.
03:24Awal pekan ya.
03:26Anda kodenya awal pekan.
03:27Awal pekan makan berta.
03:28Berarti artinya Iran ini tidak terjebak dalam permainan Donald Trump yang tadi berbeda.
03:34Sekarang akan serangan lebih keras, nanti tunda serangan.
03:37Iran tak terjebak?
03:406 jam yang lalu ada serangan lagi kan di Libanon.
03:43Dan narasinya tetap saja against atau melawan Hezbollah.
03:48Jadi hal yang diminta oleh Iran juga sangat fundamental bahwa Israel jangan dilepaskan dari proses negosiasi ini.
03:59Bahwa gak mungkin Iran itu akan mundur selama Israel itu masih terus melakukan serangan terhadap Hezbollah dan terhadap Libanon.
04:06Itu menjadi satu faktor yang juga tetap harus jadi perhatian kita.
04:09Karena menurut saya itu juga harga yang relatif kaku ya akan diterapkan oleh Iran.
04:15Jadi justru yang saya lihat tadi kesimpulan pertama saya stagnan sebenarnya Amerika Serikat ini gak kemana-mana.
04:21Tapi dia masih merasa bisa memainkan harga minyak melalui statement tadi di weekend.
04:26Nanti Senin berubah lagi.
04:28Itu bagian dari strategi yang memang sudah dipersiapkan oleh Amerika Serikat melihat bagaimana posisi Iran saat ini?
04:37Betul. Jadi kalau diperhatikan anehnya itu adalah kalau kita tidak hati-hati memang membaca statement Trump.
04:45Kita selalu berpikir ada satu progres.
04:47Padahal sebenarnya gak ada sesuatu progres di lapangan.
04:51Dan boleh dikatakan yang bereaksi itu cuma sesaat ya di pasar harga minyak.
04:57Dan saham di Amerika Serikat terpengaruh terutama saham yang dimiliki oleh Trump.
05:02Itu aja. Jadi dari segi domestik Amerika Serikat juga belum ada perubahan.
05:08Berita baru terkait dukungan terhadap Trump juga tidak kelihatan peningkatan gitu kan.
05:14Kemudian dari Pakistan juga gak ada sinyal yang positif baru.
05:18Terakhir informasi dari pihak mereka itu baru tanggal 8.
05:21Itu pun cuma sekedar mari kembali ke meja perundingan.
05:24Artinya sebenarnya stagnan situasinya itu.
05:27Oke. Kalau tadi Anda ada kode awal pekan.
05:29Kita lihat nanti bagaimana awal pekan.
05:31Seperti apa drama yang terjadi di Timur Tengah.
05:33Terima kasih.
05:42Selamat malam.
Komentar

Dianjurkan