Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tersangka kasus korupsi MBG, Sony Sonjaya mengajukan menjadi justice collaborator dengan menyebut ada sejumlah nama besar dalam kasus tersebut.

Politisi Partai Nasdem, Irma Suryani membantah namanya terseret seperti yang disebutkan Sony Sonjaya.

"Lihat saja chatnya, ada nggak di yayasan-yayasan yang dituduhkan, lihat saja adakah nama saya," ujar Irma, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi JC, Kejagung Sebut Akan Lakukan Pemeriksaan untuk Konfirmasi di https://www.kompas.tv/nasional/674515/sony-sonjaya-ajukan-diri-jadi-jc-kejagung-sebut-akan-lakukan-pemeriksaan-untuk-konfirmasi

#mbg #bgn #korupsi

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674544/politisi-nasdem-irma-suryani-bantah-masuk-dalam-daftar-nama-besar-di-kasus-korupsi-mbg-bola-liar
Transkrip
00:00Intro
00:07Kejaksaan Agung kembali menetapkan satu tersangka baru
00:11dalam perkara dugaan korupsi tata kelola program makan bergizi gratis.
00:16Tersangka berinisial AYS ini merupakan pihak swasta
00:20yang diminta eks-wakil kepala BGN Sony Sonjaya
00:23untuk mencari mitra pelaksana program MBG.
00:26Penyidik memberi sinyal akan mengusut nama-nama lain yang diduga terlibat.
00:32Bahwa Saudara SES Melawan Hukum memberikan akses kepada AYS
00:34untuk melakukan intervensi kepada tim verifikator mitra MBG
00:38sehingga dapat mengetahui titik-titik dapur yang kosong
00:41dan mengatur seminggu rupa calon SPPG yang mendaftar pada portal mitra MBG
00:46yang semula telah disetujui kemudian menjadi dibatalkan status pendaftarannya.
00:51Apabila ada orang-orang yang melakukan atau dapat diminta pertanggung jawaban
00:55selama ada alat buktinya, pasti akan kita proses.
01:00Bola liar lebih dulu dilempar oleh eks kepala BGN Sony Sonjaya.
01:05Kuasa hukum Sony, Kris Namurthy menyebut
01:07kliennya siap menjadi justice collaborator
01:09yang akan membongkar dugaan keterlibatan puluhan nama dan tokoh
01:13di pusaran kasus korupsi MBG.
01:15Keseluruhan ada 26 nama itu yang benar yang telah diberikan kepada penyidik oleh klien kami.
01:25Jadi ada, nah yang lainnya nanti biarkan berkembang dengan sendirinya oleh penyidik.
01:30Kemudian harapan saya justice collaborator yang kita ajukan kemarin kepada penyidik dapat dikebukan.
01:42Nyanyian Sony Sonjaya pun menggelinding bak bola liar.
01:46Sejumlah pihak ramai-ramai membantah menganggapnya sebagai fitnah.
01:51Kalau ada yang menemukan dapurnya Pak Dudung, saya kasih hadiah.
01:56Karena itu, perasaan dua orang kolonel usul Nahayu,
01:59jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono,
02:03maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran.
02:12Ketua KPK Fitro Rocahyanto turut membantah.
02:15Saya tidak kenal secara personal dengan Sony,
02:18dan saya tidak pernah komunikasi untuk minta titik dapur,
02:22apalagi membeli titik, karena saya tidak bisnis dapur, kata Fitro.
02:27Pengamat menilai tata kelola program MBG minim pengawasan.
02:32Akibatnya, proyek berskala nasional berbiaya besar ini potensial jadi masalah sistemik dan struktural.
02:39Presiden yang membuat sendiri desain, struktur, sistem yang memungkinkan orang sangat terbuka melakukan tindakan yang kayak begini gitu loh.
02:49Ini desainnya sudah salah, caranya sudah salah, strukturnya sudah salah, badannya sudah salah.
02:57Tidak ada pengawasan yang sangat ketat, ia struktur, struktural, dan bisa berimplikasi kepada sistemik.
03:06Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan tiga eks pimpinan badan gizi nasional
03:10sebagai tersangka dugaan korupsi MBG, termasuk Sony Sonjaya.
03:15Penyidik menduga ketiganya terlibat penunjukkan yayasan terafiliasi sebagai SPPG penerima insentif miliaran rupiah,
03:23serta dugaan penggelembungan sejumlah proyek pengadaan barang.
03:34Halo selamat malam saudara, Bola Liar kembali menggelinding kehadapan Anda.
03:38Nyanyian ex-wakil ketua badan gizi nasional Sony Sonjaya
03:41menyerang puluhan nama dan tokoh nasional ke pusaran kasus korupsi MBG.
03:47Mengajukan diri sebagai justice collaborator, Sony bertekad bukan-bukan membongkar keterlibatan pihak lain yang punya peran lebih besar.
03:55Apakah mereka yang masuk daftar nyanyian Sony terlibat korupsi jatah SPPG?
04:01Belum jelas benar, masih samar.
04:04Yang jelas, sebagian tokoh sudah membantah baik terlibat mengenal maupun berhubungan dengan Sony.
04:11Sebagian juga mengaku tak punya bisnis dapur.
04:14Lalu apa dasar Sony Sonjaya menyeret puluhan tokoh ke dalam pusaran kasus MBG?
04:19Apakah Sony lagi berstatus justice collaborator untuk membongkar peran pihak lain yang punya peran lebih besar?
04:26Apakah penegak hukum berani menindaklanjuti nyanyian Sony?
04:30Saudara, inilah Bola Liar bersama saya, My Sister Tarikan.
04:37Untuk membahasnya sudah hadir, sejumlah narasumber di studio saya menyapa,
04:41Krishna Murthy, kuasa hukum Sony Sonjaya.
04:44Selamat malam.
04:49Jasman Panjatan, Kapus Penkum Kejagung 2009-2010.
04:53Selamat malam Pak Jasman.
04:56Mohd Guntur Romli, politisi PDI Perjuangan.
04:59Selamat malam Pak Guntur.
05:02Kamru Samad, anggota Komisi 9 DPR, fraksi Partai Gerindra.
05:06Selamat malam.
05:08Irma Suryani, Ceniago, anggota Komisi 9 DPR, fraksi Partai Nasdan.
05:12Selamat malam.
05:13Selamat malam.
05:14Boyamin Simon Kornator, maki selamat malam.
05:16Pak Boyamin.
05:18Di studio juga hadir, Bang Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif, Lengkar Madani.
05:23Halo Bang.
05:23Halo, selamat malam.
05:25Selamat malam.
05:26Dan saudara, tadi kami juga mengundang Ahmad Korel Umam, Kepala Badar Riset dan Inovasi Strategis Partai Demokrat.
05:31Kita akan tunggu kehadirannya.
05:33Namun, sebelumnya ada informasi terbaru terkait update kasus korupsi MBG.
05:39Kejagung kembali menetapkan tersangka baru.
05:41Peran tersangka baru dari pihak swasta ini adalah penyedia motor listrik yang dibeli BGN.
05:47Berikut pernyataan dari Kejagung.
05:49Bahwa setelah melalui serangkaian pemeriksaan, saudara AM sebagai saksi dan berdasarkan dua alat bukti yang cukup,
06:00maka tim penyidik menetapkan saudara AM selaku komisaris PT IAT sebagai tersangka
06:06dalam perkara penyidikan dugaan tindak berdana korupsi tata keolah MBG pada BGN tahun 2025 sampai dengan tahun 2026
06:15yang merupakan penyedia sepeda motor listrik.
06:20Dan saudara, sepanjang hari ini, mahasiswa dari berbagai kampus mengelar unjuk rasa
06:25menolak kenaikan harga BBM dan program MBG.
06:28Kita pantau demonstrasi di kawasan Sudirman.
06:32Sudah ada Jurnalis Kompas TV Renata Panggalo.
06:34Renata, Anda bisa laporkan bagaimana kondisi yang ada saat ini.
06:39Apakah jumlah mahasiswa yang berada di lapangan semakin banyak
06:43atau sudah ada tanda-tanda akan membubarkan diri?
06:48Baik, saya sekali memang ini koneksi sepertinya lumayan terganggu
06:56dan saya ingin mendengarkan suara dan kekayaan Anda dengan baik.
06:59Namun kalau ingin saya gambarkan,
07:01waktu tertentu di jalan Sudirman,
07:04waktu ada kepolisian ini nampaknya begitu cepat maju.
07:08Jadi, mahasiswa ini sudah mulai memubarkan diri,
07:13mundur dari titik yang semula,
07:14tapi masih tetap berada di jalan Sudirman.
07:17Nampaknya kepolisian ini juga sudah akan mulai melakukan normalisasi jalan.
07:23Masih sudah dan juga saudara,
07:25karena kalau yang bisa kami jelaskan,
07:26sistem ini merupakan jalan Sudirman yang mengarah ke pendaraan ini.
07:31Belum ada banyak pendaraan yang melalui ruas jalan ini,
07:35tetapi di ruas jalan yang mengarah kekembangan ini,
07:38tempatnya situasi lauling itu sudah kembali normal.
07:41Jadi, kalau yang bisa saya simpulkan ini,
07:43memang saat ini juga sudah mulai memubarkan diri,
07:47dan nampaknya kalau mahasiswa-mahasiswa yang mengenakan kaum mamater
07:51juga sudah tidak nampak hadir di sini,
07:54dan ini didominasi maka aslinya oleh warga yang berkumpul bersama-sama
08:00untuk mengutarakan pendapat dan juga tuntutan pendapatan.
08:05Kalau yang bisa kami rancu, memang dari mahasiswa,
08:11ini juga sudah menyatakan begitu ya tuntutannya,
08:15ada sekiranya lima, yang pertama adalah
08:17menghentikan pemborosan anggaran pendapatan dan pelanjang diara,
08:20kemudian merunkan seharga kebutuhan pokok dan rahan bakar minyak,
08:25yang ketiga menghancikan program makan regisi gratis
08:29dan pembangunan kooperasi Samera Putih,
08:31yang keempat menghancikan militer istro di rana sipil,
08:34dan yang kelima mendusak Presiden Prabowo Sutianto
08:37mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak.
08:41Kalau yang kami tanyakan kepada mahasiswa,
08:43tapi memang sistematannya ini adalah perbaikan ekonomi.
08:46Yang bisa nyata terlihat juga dari tulisan tuntutan,
08:48bahwa yang dikritis di poin pertama adalah pemborosan APBN.
08:53Dan tentunya juga kalau yang kita lihat,
08:55sesuai dengan tema yang dibawakan juga,
08:58Bola Lia pada malam ini,
09:00maka bergisi gratis ini juga menjadi salah satu bagian
09:04dari tuntutan untuk mahasiswa,
09:07yang dimana mahasiswa ini mau minta agar.
09:11Baik, terima kasih Renata atas laporan Anda.
09:18Kami sudah menangkap selamat kembali bertugas.
09:19Ada lima tuntutan mahasiswa hari ini,
09:21mulai dari mereka meminta anggaran jangan dibuang-buang,
09:24lalu kemudian termasuk menolak program MBG untuk lanjutkan.
09:27Jadi, ini berkaitan dengan tema kita malam ini.
09:29Mas Krisna, Pak Sodi mengajukan Justice Collaborator.
09:32Ini bentuk dari menghindari hukuman berat atau memang MBG jadi bancakan?
09:38Saya perlu jelaskan bahwa klien saya tidak mau menghindar permasalahan hukumnya.
09:43Lalu Justice Collaborator ini kan juga bukan barang sesuatu yang baru,
09:47ini kan juga sudah diatur oleh undang-undang.
09:49Artinya tinggal bagaimana kemauan daripada klien,
09:53untuk mengungkap peristiwa ini menjadi terang-benerang,
09:56lalu kita sebagai kuasa hukum mengedukasi.
09:58Apa sih yang didapatkan dari Justice Collaborator itu?
10:01Nah, kebetulan klien kami memang berkeinginan mengungkap peristiwa Justice Collaborator,
10:07sehingga dia disebutkan Justice.
10:09Nah, ketika saya tanya,
10:10apa sih yang menjadi pertimbangan abang ini untuk melakukan Justice?
10:16Karena dia bilang,
10:18saya melakukan ini atas atensi.
10:20Siapa yang mengatensi?
10:22Kan itu masalahnya.
10:23Siapa yang mengatensi?
10:24Coba ini ada kertas, sebutkan nama-nama itu.
10:26Ditulislah nama-nama itu.
10:28Ini yang melakukan atensi ke saya.
10:31Lalu ada juga yang kepala badan datang ke saya.
10:34Dia memberitahukan,
10:36Pak Soni, ini tolong ya titiknya di-onkan, di-birukan.
10:40Kemudian, ini punya si ini, katanya klien saya, disampaikan ke saya.
10:46Oke, dia teruskan.
10:47Ada juga yang datang.
10:48Nah, sebenarnya permasalahannya disini,
10:51siapapun yang datang juga gak masalah ketika dia minta,
10:55kan itu.
10:56Karena dia datang juga bukan tongkosong.
10:58Artinya dia datang membawa sebuah persaratan.
11:01Persaratan mekanismenya apa?
11:03Ada yayasan, ada itu, ada pelengkapannya.
11:06Sehingga bisa masuk di dalam sistem aplikasi yang dimiliki oleh MBG yang dikelola itu waktu oleh klien kami dan kabadan.
11:14Kemudian, makanya saya bilang, ini kan ada dua kluster dulu yang harus kita jelaskan.
11:19Apa sih yang disangkakan, ditudukan kepada klien kita?
11:22Pertama adalah pengadaan barang dan jasa.
11:26Terkait pengadaan motor, lalu iPad dan lainnya.
11:31Itu perlu kita sampaikan disini, bahwa klien saya tidak pada tupuksi itu.
11:35Klien saya tidak pada PPK itu.
11:38Nah, lalu yang kedua, yang disangkakan adalah terkait penyalahgunaan titik dapur-dapur itu.
11:44Nah, masalahnya setelah titik-titik itu diberikan, lalu dikelola, ini kan klien saya adalah pemberi manfaat.
11:56Lalu yayasan ini sebagai pengelola penerima manfaat, yang untuk disalurkan.
12:02Kemudian setelah ini diberikan titik-titik itu kepada mereka, lalu mereka kelola, lalu ataukah mereka transaksi jual belikan.
12:10Nah, ini sudah bukan lagi pengawasan daripada klien saya.
12:13Nah, disitulah klien saya bilang, ini tidak adil.
12:16Kenapa semua ditudukan ke saya?
12:18Seolah-olah saya yang membuat yayasan, saya yang menjual belikan titik.
12:22Nah, kan artinya bahwa penyidikan korupsi itu kan harus dari hulu ke hilir.
12:26Oke.
12:26Nah, pertanyaan kita tidak boleh tebang pilih.
12:29Nah, kalau mau buka, buka semuanya.
12:31Pak Soni tidak mau dikorbankan.
12:32Ya, buka semuanya.
12:33Nah, yang didapatkan ini semua.
12:36Artinya.
12:38Jadi, dari jejak digital yang disampaikan oleh Pak Soni, seberapa, ataupun dari catatan digital yang dimiliki oleh Pak Soni,
12:45seberapa yakin Anda dengan klien Anda ini akan membuka aktor yang lebih besar dalam kasus ini?
12:50Saya tanya, bang apa buktinya abang?
12:52Kalau orang ini mengatensi abang, orang ini apa dan sebagainya.
12:55Semua ada di cat saya, di handphone saya yang saat ini disitulah penyidik.
13:00Semuanya ada.
13:01Bapak ini datang, Bapak ini mintanya begini, komunikasinya begini.
13:05Semua ada di handphone itu.
13:06Makanya kemarin kami sampaikan kepada penyidik,
13:09agar cat-cat itu masukkan di dalam berkas perkara.
13:12Semua supaya terbongkar.
13:14Artinya supaya tahu jelas.
13:15Nah, kalau penyidik mau tahu penyalahgunaan, bagaimana jual-beli titik,
13:20makanya panggil semua.
13:21Kita sudah sebut.
13:22Justru kalau tidak dipanggil, ini jadi masalah.
13:25Oke, nanti saya lanjut lagi ke Anda.
13:26Saya coba ke Ibu Irma.
13:28Sempat viral nama-nama mereka yang disebutkan oleh Pak Soni,
13:34katanya terlibat dalam dugaan kasus korupsi MBG.
13:37Nama Ibu Irma ada di sana.
13:41Anda merespon itu bagaimana?
13:43Benar Anda punya dapur?
13:45Ya, chat aja lihat chatnya.
13:47Ada nggak di yayasan-yayasan yang dituduhkan misalnya kepada saya,
13:52lihat aja.
13:53Ada nggak nama saya?
13:54Kan seperti itu.
13:55DPR sebetulnya,
13:59karena BGN ini adalah mitra kerja,
14:01mitra kerja dari Kompisi 9,
14:03tentu kami selalu ada komunikasi.
14:05Baik kepada kepala badan,
14:08maupun beberapa elit di BGN.
14:12Tapi saya pribadi itu kalau nge-chat Pak Soni itu bisa ditunggu sama jari lah.
14:17Karena saya nggak terlalu kenal dengan beliau.
14:21Ya, kenal tapi tidak terlalu akrab ya, terlalu dekat gitu.
14:23Jadi kami itu di Komisi 9 hanya menyampaikan aspirasi masyarakat.
14:33Dan itu menjadi tugas kami.
14:35Ya, tugas kami di DPR itu menyampaikan aspirasi masyarakat kepada mitra kerja.
14:41Untuk bisa ditindak lanjutin.
14:42Jadi Anda merasa dipinah, Ibu?
14:45Ya, kalau nggak dipinah, diapain lagi?
14:47Karena begini,
14:49di situ disebut di 22, kalau nggak salah ya, 26,
14:56seluruh Kapoksi.
14:58Kalau Kapoksi kan termasuk saya di dalamnya.
15:00Tapi ada nama saya lagi, Irma Suryani Caniago.
15:06Yang tulisannya juga salah.
15:08Saya di Komisi 6.
15:10Ada juga saya di Komisi 9.
15:12Ya, untuk apa saya tanggepin?
15:13Jadi saya berpikir bahwa,
15:16kalau BGN membuka ruang kepada seluruh masyarakat Indonesia publik
15:21untuk bisa join di MBG,
15:26kenapa ribut soal-soal seperti ini.
15:28Kan kita juga tahu,
15:30Polri juga punya 1.500,
15:32TNI juga punya,
15:34kemudian seluruh,
15:34seluruh yayasan juga punya.
15:36Yang namanya,
15:38pesanan tren dan lain sebagainya juga punya.
15:40Tapi masalahnya kan,
15:42di titik itu,
15:43penjualan titik itu yang menjadi fokus sebetulnya.
15:46Jangan mengaburkan masalah.
15:47Jangan mengaburkan masalah.
15:48Jangan mengaburkan masalah.
15:49Saya nanti polok lagi ke Ibu Irma.
15:51Saya ke Pak Krisna kalau begitu,
15:53sebenarnya nama Ibu Irma ada disebutin nggak sama Pak Soni?
15:55Saya tahu nama-nama itu,
15:56tapi saya belum mau ungkap di publik saat ini.
15:58Dari 26 nama yang disampaikan oleh Pak Soni,
16:01ada yang sama masuk dalam daftar?
16:04Ada yang sama, ada yang salah.
16:06Oh, ada yang sama, ada yang nggak?
16:07Ada yang sama, ada yang salah.
16:08Nama Ibu Irma?
16:09Saya tidak menyebut saat ini.
16:12Saya tidak menyebut saat ini.
16:14Tidak, ada sebelah saat ini.
16:15Oke, saya ke Pak Boyamin.
16:17Anda sendiri melaporkan,
16:19ada Echelon 2 ya?
16:20Echelon 2, Echelon 1 dapatkan punya dapur, begitu.
16:26Nah, terkait dengan kasus yang ini dulu, yang ini.
16:28Anda, pendapat Anda gimana?
16:30Kok bisa ini tiba-tiba rame nama-namanya,
16:32rame orang-orang punya nama besar, begitu?
16:34Ya, gampang aja.
16:36Nama itu sudah sebagian dibocorkan oleh Pak Krisna ke saya.
16:39Saya akan mengawalnya.
16:40Nanti kalau tidak diproses, tidak diungkap,
16:42saya gugat pra-peradilan supaya terbuka.
16:44Nah, kan keahlian saya di situ.
16:46Saya pernah mengajukan gugatan pra-peradilan itu
16:49untuk membuka transkrip orang yang melakukan korupsi
16:52sampai 400 halaman,
16:53sehingga gugatan saya sebebal begini, gitu.
16:56Nah, dan itu bisa diunduh di website-nya pengadilan negeri, gitu.
17:01Bahwa bagaimana bentuk cara saya mengungkap
17:03dengan cara-cara yang proses hukum
17:06dan tidak bisa dibuat pencebaran nama baik.
17:08Karena itu memang sidang terbuka untuk umum
17:10dan dibuktikan.
17:11Dan saya masukkan dalam gugatan.
17:13Dan nanti kalau dari nama-nama yang ada dari Pak Soni
17:18yang melalui Pak Krisna Murti, gitu.
17:20Kalau tidak diungkap, tidak dipanggil,
17:22saya akan memantau.
17:23Dan akan saya gugat pengadilan biar kebuka.
17:26Bagaimana memastikan nama-nama yang disebutkan oleh Pak Soni
17:28jangan sampai asal tuduh?
17:29Atau sebenarnya memang itu benar adanya?
17:32Ya, kan dasarnya dari chatting yang di handphone.
17:34Handphone-nya tadi?
17:35Sudah disita oleh Kejaksaan Agung,
17:37sudah diunduh.
17:39Dan nanti itu kan terbuka untuk lawyernya juga sekarang.
17:42Lawyer kan puhab baru lebih berperanan banyak.
17:45Sehingga bisa mengendos untuk ini tidak disembunyikan dan sebagainya.
17:49Ya, tinggal kolaborasi saya dengan Pak Krisna Murti saja.
17:52Dan juga, sebenarnya kolaborasi juga dengan penyidik Kejaksaan Agung.
17:56Misalnya dalam pelaporan atau tambahan data motor listrik.
18:01Misalnya begitu.
18:02Itu saya kawal betul.
18:03Karena saya memang yang punya materinya,
18:05bahwa harganya hanya Rp28 juta.
18:08Itu sudah termasuk operasional, termasuk pajak, termasuk keuntungan.
18:13Tapi nyatanya dibeli atau dibayar dengan Rp42 juta.
18:17Nah, itu kan kalau tidak diungkap,
18:19sudah saya kemarin sampaikan.
18:20Awas loh ya, kalau tidak diproses, saya gugat peradilan.
18:23Alhamdulillah hari ini di proses meskipun yang dianggap pemilik.
18:27Tapi yang direkturnya yang peran mulai daur 2017 didirikan perusahaan itu,
18:33belum jadikan tersangka.
18:34Ya, kita kawal nanti kita lihat.
18:36Nah, kalau yang setara Eselon,
18:39istilah saya gitu.
18:39Oke, why so?
18:40Yang itu kira-kira fungsinya pengawasan.
18:43Mestinya dia tidak konflik kepentingan, itu sekitar 20-an.
18:46Eselon 2, yang harusnya dia malah mengurusi yang pinggir-pinggiran,
18:51segala macam, tapi malah diduga terapiliasi dengan sekitar seratusan.
18:55Oke, baik nanti saya lanjut lagi ke Anda.
18:57Saya ke Pak Jasman.
18:58Pak Jasman, apakah 26 nama yang disampaikan oleh Pak Soni,
19:01itu bisa menjadi bahan materi dijadikan oleh penyidik untuk pengembangan kasus?
19:07Maaf ya, saya mau jelasin, luruskan dulu.
19:10Saya ini bukan hanya kapuspen, mantan kapuspen, saya Direktur Penyidikan.
19:15Jadi, ini Pak Sarif, Pak Pebri, itu adalah tim saya waktu saya Direktur Penyidikan.
19:21Oke.
19:22Jadi, kalau Mas mau lihat ini, ya kita uji.
19:27Kita uji dulu apa yang disampaikan oleh Pak Krishna.
19:32Sebagai alasan-alasannya itu apa?
19:34Pak, kita lihat, kita uji dulu.
19:36Loh, sebenarnya nggak perlukan dia sekarang ngomong gitu.
19:38Kenapa nggak dari kamar-kamar dia ngomong seperti itu?
19:41Kenapa dia sekarang nggak ngomong bahwa ini, ini.
19:43Waktu dia masih di situ, kenapa dia nggak ngomong?
19:46Bahwa ini salah, Pak. Ini, ini.
19:47Dia kan aneh hukum, apa?
19:50Abar peninggah hukum.
19:51Itu harusnya.
19:52Jadi, menurut Anda motif Pak Soni apa?
19:53Hah?
19:54Jadi, menurut Anda alasan Pak Soni, ingin membongkar nama-nama itu apa?
19:56Ya, untuk meramaikan aja itu.
19:59Meramaikan aja?
20:00Bukan untuk membuktikan kebenaran?
20:02Maksud saya, silakan aja nanti dilihat oleh, nanti akan dilihat oleh tim.
20:07Ini tim lagi berjalan, lagi berlangsung.
20:09Nanti tim yang membuka itu nanti.
20:12Dan apakah ini bisa layak dijadikan jisi?
20:15Belum tentu juga.
20:17Belum tentu juga?
20:18Belum tentu.
20:19Belum tentu.
20:19Tapi meski katanya ada nama besar, ya?
20:21Ya, artinya gini, bahwa klien saya terkait menyangkut masalah jisi, bukannya sekarang.
20:26Dari dia menjabat pun juga, dia sudah melakukan bersih-bersih.
20:29Artinya apa?
20:30Ketika ada orang yang melakukan jual-beli titik, dia mendapatkan laporan, ditindak lanjuti kok laporan itu ada di Jawa Barat
20:37ditangkap.
20:37Tapi yang sekarang memang ada nama besar?
20:39Sebagai salah satu syarat justice kolaborator, itu harus menyimpan nama yang lebih besar.
20:43Dia bukan tokoh utama.
20:44Nah, itu disampaikan oleh Pak Krisna.
20:46Gimana, Pak Jusman?
20:47Yang mana?
20:49Gimana?
20:49Ini yang disampaikan tadi.
20:50Anda kan mengatakan belum tentu diterima statusnya justice kolaborator dari...
20:53Maksudnya, maksud saya mengatakan belum tentu diterima sebagai justice kolaborator.
20:58Karena justice kolaborator itu secara perundang-undangan harus bukan pelaku utama.
21:04Nah, pertanyaannya, sekarang buktikan aja bahwa dia bukan pelaku utama.
21:08Sudah, enggak ada masalah.
21:09Oke, baik. Coba saya ke Bang Ray.
21:11Melihat kasus ini, Pak Soni mau buka-bukaan.
21:15Apa yang Anda highlight dari kasus ini?
21:18Menurut saya, bagus.
21:20Bagus?
21:20Itu harus dilakukan.
21:21Karena sejadian awal kan, saya kira seminggu yang lalu ya, kita di sini, saya menyampaikan bahwa
21:28kalau dilihat polanya, ini pola yang dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan orang melakukan tindak pidana.
21:35Kadang-kadang ada pengawasan, uang begitu besar, aturan hukum tidak jelas, mengatur BGN, dan seterusnya gitu.
21:43Nah, bahwa tiga orang ini kemudian ditetapkan sebagai tersangka, menurut saya gitu ya.
21:47Ya, mereka kan istilah saya korban juga dari sistem yang dibuat sedemikian rupa ini gitu.
21:52Nah, korban dari siapa? Nah, inilah salah satunya kan.
21:57Itu satu tuh.
21:58Nah, yang kedua, kalau kita review lagi nih ya, hasil dari investigasi kata-kata atau survei yang dilakukan oleh CW
22:05kan,
22:05kan yang banyak sekali mendapatkan kebagian titik SPPG itu kan banyak yang berhubungan dengan partai politik.
22:14Entah itu anggota dewan, enggak itu anggota pengurus partai ini, dan seterusnya, dan sebagainya gitu.
22:23Nah, kalau lagi-lagi ya, kalau misalnya dilakukan secara objektif,
22:29Tentu saja pertanyaannya adalah, kenapa begitu banyak kepada para politisi nih?
22:34Itu kan pertanyaannya tuh, baik di tingkat lokal, ya khususnya ya di tingkat lokal tuh,
22:40maupun mungkin lama-lama yang disebutkan gitu.
22:43Nah, bagi saya persoalannya bukan pada aspek Pak Soni mau justice kolaborator ya,
22:51tetapi, mungkinkah itu akan berlanjut? Itu mungkin pertanyaannya kan gitu.
22:57Anda menyaksikan kejagung?
23:00Bukan kejagung sih, tapi kalau dilihat dari kultur pemberantasan korupsi kita, belum sejauh itu.
23:06Kan di KPK mungkin...
23:08Jadi Anda setuju disampaikan Pak Jasmine tadi cuma rame-rame doang?
23:11Bukan soal rame-rame.
23:12Jadi, yang saya mau katakan begini,
23:15boleh jadi banyak orang yang sebetulnya ingin menjadi justice kolaborator.
23:19Tapi mereka mungkin juga melihat bahwa kultur penegakan hukum kita,
23:25belum sampai ke arah sana,
23:28umumnya itu 1-2 orang ditangkap selesai gitu.
23:31Nah, yang 1-2 orang ini ditangkap kemudian menyeret nama orang lain,
23:35orang gak terlalu peduli lagi gitu loh maksudnya.
23:38Nah, makanya ini penting memang kita kawal bersama-sama.
23:42Kalau ini kejadian, bagus nih.
23:44Sebab kalau kita review nih,
23:46yang bahkan justice kolaborator di KPK sekalipun,
23:49saya kira hanya 2-3 kasus yang berlanjut.
23:52Di luar itu relatif gak berjalan.
23:54Jadi, kita mungkin berikutnya,
23:56nanti akan membahas apakah Sony memenuhi syarat sebagai justice kolaborator.
24:00Nanti dijawab, kami sering kembali saudara.
24:02Tetap di Bola Liar.
24:10Ajukan diri sebagai justice kolaborator,
24:13ex-wakil kepala BGN Sony Sony.
Komentar

Dianjurkan