Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Gelombang unjuk rasa mahasiswa terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air. Jumat (12/6/2026) mahasiswa di Jakarta melakukan long march dari berbagai titik menuju Bundaran HI.

Ada lima pokok tuntutan mahasiswa, antara lain:

Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.

Menghentikan program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Menghentikan militerisme di ranah sipil.

Mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak.

Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 pada 10 Juni kemarin mengejutkan masyarakat.

Antrean panjang terjadi di hampir seluruh SPBU. Warga ramai-ramai beralih menggunakan BBM subsidi jenis Pertalite.

Banyaknya masyarakat yang beralih ke Pertalite membuat sejumlah SPBU di Jakarta kehabisan stok BBM.

Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menegaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional, dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Ketua Komisi XI DPR, Muhamad Misbakhun menilai kenaikan harga Pertamax akan memberikan tekanan terhadap inflasi.

Terlebih, pengguna Pertamax didominasi masyarakat umum dan bukan sektor industri, sehingga dampak terhadap harga barang dan jasa masih akan dikaji lebih mendalam.

Menkeu Purbaya menyebut Pertamax tidak digunakan angkutan barang, sehingga hanya akan berdampak kecil terhadap inflasi.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema bantuan sebelum kembali berkoordinasi dengan Pertamina. Sementara itu, formula subsidi sengaja difokuskan untuk masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi.

Jika masyarakat kelas menengah terus mendapat tekanan ekonomi, mereka tentu akan mengurangi konsumsi. Hal ini bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674552/polemik-kenaikan-harga-pertamax-gelombang-aksi-demo-mahasiswa-hingga-respons-pemerintah
Transkrip
00:00Intro
00:03Kenaikan harga BBF non-subsidi
00:05Ceris Pertamax dan Pertamax Green
00:07Memicu gelombang unjuk rasa di sejumlah daerah
00:09Masa mendesak, pemerintah menurunkan
00:12Harga kebutuhan pokok dan BBM
00:14Serta menuntut perbaikan ekonomi
00:33Gelombang unjuk rasa mahasiswa terjadi di sejumlah wilayah di tanah air
00:37Jumat 12 Juni, mahasiswa di Jakarta melakukan long march
00:42Dari berbagai titik menuju Bundaran HI
00:45Demonstrasi yang salah satunya menuntut perbaikan ekonomi ini
00:49Diwarnai aksi saling dorong hingga kericuan antara mahasiswa dengan TNI dan polisi
00:54Ada lima pokok tuntutan mahasiswa
00:57Antara lain, menghentikan pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN
01:03Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak
01:06Menghentikan program makan bergizi gratis dan pembangunan kooperasi Desa Merah Putih
01:12Menghentikan militerisme di ranah sipil
01:14Dan mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak
01:20Di Solo, Jawa Tengah, mahasiswa berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Solo
01:26Masa memprotes kebijakan pemerintah seperti kenaikan harga Pertamax yang mendadak
01:32Dan perlemahan nilai tukar rupiah
01:34Mahasiswa juga menilai sejumlah kebijakan Prabowo Gibran
01:38Justru menjadi penyebab ekonomi Indonesia bermasalah
01:41Terutama soal makan bergizi gratis
01:43Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250
01:49Pada 10 Juni kemarin mengejutkan masyarakat
01:53Antrian panjang pun terjadi di hampir seluruh SBBU
01:57Warga beramai-ramai beralih menggunakan BBM subsidi jenis Pertalait
02:02Banyaknya masyarakat yang beralih ke Pertalait membuat sejumlah SBBU di Jakarta kehabisan stok BBM
02:30Tidak adanya stok Pertalait juga terjadi di sejumlah SBBU di Indramayu, Jawa Barat
02:36Kondisi ini akhirnya memaksa sejumlah pengendara membeli Pertamax
02:40Ini juga Pertalaitnya udah langkah ini
02:44Tadi terpaksa ya sih Pertamax
02:47Sudah berapa SBBU untuk mencari Pertamax atau Pertamax?
02:52Sudah dua tadi
02:53Ya dua sekarang
02:57Terus sekarang enggak ada?
02:58Enggak ada juga yang di Pertamax jadinya
03:01Direktur utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menegaskan
03:06Penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global
03:12Dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat
03:20Sehubungan dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi
03:23Yaitu Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku sejak tanggal 10 Juni 2026
03:29Kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga tentu menjadi perhatian masyarakat
03:37Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global
03:43Dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat
03:51Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina
03:56Juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta lainnya
04:02Ketua Komisi 11 DPR Muhammad Nisbakun menilai kenaikan harga Pertamax akan memberikan tekanan terhadap inflasi
04:10Pasti kalau kenaikan BBM biasanya selalu akan diikuti dengan kenaikan inflasi pasti
04:19Berapa persennya itu loh 0, sekiannya itu kita belum tahu
04:23Karena kan Pertamax ini kan lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat
04:29Bukan BBM industri yang biasanya memberikan tekanan yang paling berat itu kan adalah BBM industri
04:34Sudah dilakukan penghitungan-penghitungan nanti akan kita lihat impactnya seperti apa
04:39Pemerintah kan sempat melakukan penundaan
04:40Sudah didiskusikan sedang lagi dilakukan upaya penghitungan
04:44Apa yang nanti menjadi stimulus atau insentif sektor ini
04:50Sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa menyebut
04:53Pertamax tidak digunakan angkutan barang
04:55Sehingga hanya akan berdampak kecil terhadap inflasi
04:59Dampak keinflasi dari kenaikan Pertamax 30 persen Pak
05:0230 persen ya Pak
05:06Karena kan penampaknya dipakai buat angkutan barang
05:09Pertamax ini tidak jebolnya Pak
05:11Maksudnya dampaknya minim atau bagaimana Pak?
05:13Tanya ke Pak Bahlil, maksudnya ada mekanismenya gimana?
05:16Tapi kalau ada yang kementerian belum manis
05:17Tanya ke Pak Bahlil
05:19Dampaknya keinflasi gimana Pak?
05:20Jadi minim atau bagaimana Pak?
05:22Dampaknya limited karena kan bukan buat angkutan umum
05:35Pertamax tidak digunakan untuk kendaraan angkutan atau industri
05:39Namun kenaikan harga BBM non-subsidi
05:41Juga akan mebebani atau menekan perekonomian masyarakat
05:45Terutama kelompok kelas menengah
05:48Pemerintah perlu memberikan perhatian khusus pada kelompok ini
05:52Memang betul ini tidak ke industri
05:54Secara tidak langsung tidak mendorong
05:57Cost push inflation
05:58Tapi perlu diingat
06:00Daya beli akan turun
06:02Padahal daya beli kelas menengah itu kontribusinya kan 60%
06:05Terhadap konsumsi rumah tangga
06:08Yang metabene hampir 50% kan
06:11Terhadap PDB nasional
06:12Pengalaman ini menunjukkan bahwa
06:15Setelah harga naik BBM
06:17Ya terutama non-subsidi termasuk
06:19Yang pertama kali naik itu bukan di biaya kendaraan
06:22Ya
06:22Tapi ongkos distribusi dan tarif jasa
06:26Mau tidak mau meskipun ini non-subsidi
06:27Karena sangat sensitif gitu ya
06:29Nah maka pemerintah
06:31Perlu memberikan insentif sementara kepada operator transportasi umum
06:35Dan juga logistik
06:36Agar tidak seluruh kenaikan biaya dibebankan kepada konsumen
06:39Ya ke rumah tangga menengah ini
06:41Dan ini akan jauh lebih efektif dibanding dengan memberikan subsidi baru
06:46Karena memang dapat menahan kenaikan harga barang di tingkat konsumen
06:51Untuk menjaga daya beli masyarakat
06:54Menteri ESDM Bahlila Hadalia menyebut
06:56Pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema bantuan
06:59Sebelum kembali berkoordinasi dengan Pertamina
07:02Sedangkan formulasi subsidi
07:04Sengaja difokuskan untuk masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi
07:10Pemerintah lagi sedang menggodok
07:11Hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat
07:15Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat
07:19Terutama kepada BBM subsidi sama sekali tidak kita naikkan
07:22Sementara yang lainnya dilakukan penyusayan
07:25Nanti kita cek nanti dengan teman-teman berlaku usaha baik dengan Teraus Pertamina
07:29Jika masyarakat kelas menengah terus mendapat tekanan ekonomi
07:33Mereka tentu akan mengurangi konsumsi
07:36Hal ini bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia
Komentar

Dianjurkan