Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Akademisi Universitas Andalas sekaligus aktivis prodemokrasi, Feri Amsari, menjelaskan tujuan utama aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung pada 12 Juni.

Menurut Feri, aksi tersebut merupakan bagian dari upaya menjalankan mandat publik untuk menjaga prinsip-prinsip konstitusi sekaligus mengingatkan pemerintah agar tetap berada di jalur yang benar.

Feri menegaskan, pengawasan terhadap kekuasaan merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi.

Menurutnya, pemerintahan tidak cukup hanya mengandalkan niat baik, tetapi harus mampu menghadirkan kebijakan yang terukur dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Setiap pihak memiliki peran masing-masing dalam menjaga negara, baik yang berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan.

Feri juga menanggapi tudingan yang kerap diarahkan kepada kelompok kritis bahwa mereka didanai oleh pihak asing, termasuk nama George Soros.

Feri mengaku pernah menjadi sasaran tudingan serupa, namun menurutnya tuduhan tersebut tidak pernah terbukti.

Ia menyayangkan tidak adanya permintaan maaf dari pihak-pihak yang sebelumnya melontarkan tudingan tersebut.

Feri mempertanyakan logika yang melarang masyarakat menerima dana asing jika pemerintah sendiri juga membuka ruang kerja sama dengan pihak luar.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/oBI5xUrGghs



#feriamsari #fahrihamzah #aktivis

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674427/feri-amsari-bantah-tudingan-antek-asing-hingga-didanai-george-soros-di-balik-demo-mahasiswa-rosi
Transkrip
00:00Terima kasih Anda masih di program Rosy. Saya masih bersama aktivis 98 yang ada di kabinet merah putih Fahri Hamzah
00:05dan aktivis pro-demokrasi Fahri Hamzari.
00:09Ini hari Kamis tanggal 11 Juni besok hari Jumat orang mengkhawatirkan adanya aksi demo besar-besaran.
00:15Bung Fahri juga pasti saya tahu berkomunikasi dengan teman-teman BEM Indonesia.
00:21Sebenarnya apa tujuan besar aksi demo 12 Juni hari Jumat nanti?
00:26Ya tentu menjalankan mandat yang ada di kepala publik soal prinsip-prinsip konstitusional ya.
00:35Menyuarakan kebebasan berpendapat dan tentu saja mengingatkan pemerintah.
00:40Karena dalam adagium yang kami pahami ya power tends to corrupt absolute power corrupt absolutely.
00:48Kekuasan itu pada dasarnya menyimpang.
00:52Tidak sekedar soal niat baik.
00:54Tetapi apa yang disebut dengan kebijakan yang terukur dan disebut dengan kebijakan yang baik.
01:01Itu kalau tidak terlaksana.
01:03Dan ini hanya sebagai pengingat atau memang ini mengindikasikan adanya aksi unjuk rasa yang bisa berkepanjangan?
01:10Tentu kalau peringatan kemudian diabaikan.
01:13Tentu akan ada gambaran yang mungkin di luar dari rencana.
01:19Kalau kemudian situasi ekonomi terus buruk tidak ada kebijakan yang pro rakyat yang betul-betul terjadi.
01:26Semua hanya dalam upaya menghias berbagai hal tanpa betul-betul dapat dirasakan oleh publik luas.
01:34Tentu akan berbeda ceritanya.
01:35Tapi semua yang ada di kepala teman-teman tentu negara ini bisa berjalan dengan baik.
01:41Jangan merasa paling nasionalis dibandingkan yang lain.
01:45Karena negara ini milik kita bersama.
01:47Kita ditugaskan dalam tugas masing-masing.
01:50Saya tidak meragukan peran Bang Fahri di dalam.
01:53Tetapi Bang Fahri juga harus mengingat peran kami di luar untuk mengingatkan.
01:57Kalau tidak ada kami di luar mungkin ada yang lupa.
02:01Kalau tidak ada orang seperti Fahri di dalam mungkin kita tidak bisa bicara rasionalitas.
02:07Mungkin akan berbeda ceritanya.
02:09Oleh karena ini soal peran masing-masing saja.
02:12Dan kami paham.
02:13Tapi izinkan kami mengingatkan dari perspektif kami sebagai publik luas.
02:19Jangan samakan perspektif publik di bawah dengan orang yang ada di dalam istana tentu beda.
02:24Dan ini tidak didanai soros atau kekuatan asing, antek asing.
02:29Anda bisa menjamin itu?
02:30Ini saya perlu tekankan.
02:32Seluruh dana asing itu diizinkan oleh pemerintah dulu baru turun.
02:37Saya ingat seluruh tudingan ke saya sebagai penerima soros berbagai dana tiba-tiba terbantahkan oleh pengumuman siapa saja penerima dana
02:48soros.
02:49Orang-orang istana yang dulu mengatakan buzzer-bazer yang kemudian bicara soal itu tidak ada yang minta maaf.
02:55Saya sadar itu peran mereka untuk memurnikan aksi berbagai orang.
03:01Boleh saja.
03:02Nah sekarang kalau istana boleh menerima dana asing, kenapa rakyatnya tidak boleh?
03:07Kan aneh sekali negara ini.
03:09Ya Bung Farid di bagian terakhir ini bagaimana Anda melihat kritisnya mahasiswa sekarang itu juga seharusnya bisa mendapat tempat yang
03:22bisa di...
03:24Apa yang menjadi protes mereka itu juga menjadi koreksi oleh pemerintah?
03:28Kita percaya dari awal bahwa negara dengan jumlah orang kritis yang banyak itu adalah negara yang akan lebih maju.
03:36Meskipun kita tahu dalam tren dunia sekarang ini ada negara seperti Iran, ada negara seperti China
03:44China yang punya resiliensi tertentu dan punya agenda nasional yang dahsyat.
03:50China bisa mengeluarkan orang dari kemiskinan dalam satu generasi itu lebih dari 800 juta manusia keluar dari kemiskinan.
03:58Apa tanpa demokrasi, apa namanya, dengan otoritarianisme, single party dan sebagainya.
04:05Tapi juga ada negara barat yang di sana ada kebebasan, tapi elitnya terpecah dan mulai terpuruk sekarang ini kalau kita
04:13lihat.
04:13Nah Indonesia itu harus punya jalan sendiri, karena itulah kegembiraan teman-teman mahasiswa untuk terlibat sebagai aktivis itu adalah bagian
04:22dari pelatihan mereka untuk suatu hari menjadi pemimpin.
04:26Cuman izinkan saya juga untuk berefleksi bahwa yang dilakukan oleh Pak Prabowo sekarang itu adalah menuntaskan agenda reformasi
04:36yang pada abjad atau sisi-sisi akhir dari Orde Baru, fase-fase akhir dari Orde Baru, memang ada penyimpangan dan
04:46itulah yang kami tuntut.
04:50Mengerucutnya kekuasaan politik, karena itulah Pak Prabowo mendirikan partai dan ikut dalam kontestasi pemilu ini mungkin di dunia ini diantara
04:58pemimpin yang berkontestasi paling banyak itu adalah Pak Prabowo.
05:02Mencoba dalam demokrasi dia memimpin begitu.
05:06Dan yang kedua adalah beliau melakukan demokratisasi ekonomi yang masif dan saya kira ini akan menjadi agenda demokratisasi ekonomi yang
05:14paling masif dalam sejarah Indonesia.
05:16Bung Fahri kan dikenal dekat dengan Presiden Anda sendiri mengatakan bahwa mengenal beliau dengan sangat baik, karena itu Anda selalu
05:23mendukung dia.
05:24Tapi sebenarnya orang seperti Bung Fahri itu didengar gak? Atau siapa yang didengar oleh Presiden?
05:28Saya sering dipanggil dan sering berdebat dan juga sering tidak bisa sama pendapatnya juga.
05:35Dan kadang-kadang saya dengar dari orang, beliau belum setuju soal ini, soal ini.
05:40Tapi dia tidak menghindari perdebatan, karena pada dasarnya orang itu hidup dengan tidak saja kultur tempat dia dibesarkan, memang dia
05:47pernah di militer.
05:48Tapi sebelumnya kan dia hidup di barat, dia juga hidup dalam keluarga yang sangat demokratis.
05:54Ada perbedaan di dalam keluarganya yang luar biasa dan mereka berdebat, senang dengan perbedaan pendapat.
06:00Jadi kalau ada orang menuduh bahwa beliau tidak suka perbedaan pendapat dan sebagainya itu tidak benar gitu.
06:04Ini yang saya bilang itu, ada persoalan gaya yang kita tidak terbiasa, ada subkultur tertentu di Indonesia ini yang sering
06:12tidak diterima gayanya.
06:14Apa yang paling Anda ingin dengar atau ingin lihat koreksi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo?
06:19Yang sejalan dengan harapan mahasiswa?
06:21Lebih banyak memastikan kebijakan itu betul-betul melibatkan partisipasi publik.
06:28Dari berbagai undang-undang yang kemudian menjadi kontroversi, itu tidak melibatkan partisipasi publik sama sekali.
06:36Tiga hak yang harusnya ada dalam partisipasi itu diabaikan, termasuk dengan revisi undang-undang polri yang terbaru, undang-undang militer
06:43dan lain-lain.
06:44Kalau Bang Fahri bercerita bahwa ini cara Pak Presiden mewujudkan cita-cita reformasi itu tidak sesuai dengan data kita.
06:52Dari enam tuntutan reformasi tinggal satu saja yang belum rusak.
06:56Yaitu?
06:57Yaitu kembali kepada undang-undang dasar naskah awal.
07:00Undang-undang konstitusi kita masih konstitusi reformasi, lima lainnya sudah hilang.
07:06Muncul multifungsi militer, peradilan yang kemudian tidak adil, punya problematika serius.
07:14Bahwa Adili Soeharto sudah tidak mungkin, bahwa kemudian ada mewujudkan pembagian kekuasaan yang baik.
07:23Bagaimana dengan pembagian kekuasaan, koalisinya koalisi tunggal.
07:27Jadi lima cita-cita sudah terbuang, hanyut.
07:32Oleh karena itu harapannya kalau memang itu cita-cita Pak Prabowo, wujudkan kembali cita-cita reformasi itu.
07:39Pastikan seluruh posisi yang diatur oleh konstitusi berada pada tempatnya.
07:46Bukan kemudian sekedar berpidato yang tinggi-tinggi tanpa kemudian mampu betul-betul membumi.
07:54Kalau mengurucut pada satu pesan yang sederhana saja.
07:57Pak, bekerja jangan pidato.
08:02Pak Prabowo ini baru setahun tujuh bulan atau delapan bulan.
08:08Dan kepada beliau dipikulkan semua amanat untuk memperbaiki apa yang keliru dalam seperempat abad belakangan ini.
08:19Dan beliau akan melakukan itu.
08:21Dan beliau tidak kompromi dengan siapapun untuk melakukan itu.
08:25Dan Bung Fahri termasuk juga yang mendukung kalau ada aksi unjuk rasa mahasiswa.
08:31Itu adalah bagian dari unjuknya pemerintah.
08:33Dan tidak dituding sebagai digerakan oleh soros.
08:37Itu kita harus dianggap biasa saja sebagai percanggapan daripada masyarakat sipil.
08:41Tapi Pak Prabowo dengan agendanya menurut saya, dia akan melakukan transformasi besar-besaran.
08:46Dan saya percaya Indonesia akan berubah menjadi lebih baik ke depan.
08:49Baik, terima kasih Bung Fahri.
08:50Terima kasih Bung Fahri.
08:52Dua Fahri di Rosi malam hari ini.
08:55Dua aktivis, satu masih di dalam, dua sudah di luar.
09:02Tetapi semoga kita masih tetap bisa mempercakapkan masa depan bangsa ini dengan hati yang dingin.
09:07Terima kasih telah menyaksikan Rosi.
09:09Kita jumpa lagi Kamis depan.
09:10Sampai jumpa.
09:11Terima kasih telah menonton.
09:13Terima kasih.
09:14Terima kasih.
09:15Terima kasih telah menonton.
Komentar

Dianjurkan