00:00Hari Jumat tanggal 12 Juni akan ada aksi besar-besaran seluruh BEM, UI juga akan hadir dan juga di beberapa
00:10daerah.
00:11Karena saya mengundang dua aktivis, yang satu aktivis yang sudah bersama pemerintahan Prabowo dan yang satu lagi aktivis yang masih
00:19di luar pemerintahan.
00:20Bung Fahri Hamzah dan Bung Fahri Amsari.
00:22Silahkan, saya berikan kesempatan Anda untuk menjawab adanya kecemasan bagi para aktivis, masyarakat tentang munculnya gejala totalitarianisme, ultranasionalisme dan bagaimana
00:34militer sudah masuk ke ruang-ruang dan pekerjaan sipil.
00:37Pertama soal niat dari Pak Prabowo, karena yang relevan di eksekutif ini kan yang dipilih oleh rakyat, yang bisa ditagi
00:44itu kan adalah Presiden.
00:46Karena dia yang berjanji dan dia yang menyampaikan agendanya dan saya tadi mengatakan Pak Prabowo itu menulis sebelum dia berkuasa,
00:54sehingga kita bisa pereksa semua yang dia lakukan sekarang itu ada dalam tulisannya.
00:59Dan salah satunya adalah melanjutkan upaya kita untuk melakukan transformasi besar-besaran.
01:04Oke, Bung kalau bisa langsung masuk ke tadi kecemasan Bung Fahri, bagaimana tentara bisa ikut membangun kooperasi desa?
01:12Ya kalau ada pelanggaran hukum Mbak, menurut saya itu dikejar aja.
01:16Dan saya kira Pak Prabowo itu gak akan melindungi siapapun.
01:19Kalau ada orang melanggar hukum, apalagi mencuri ya, merongrong kekayaan negara, menyalahgunakan jabatan, sikat aja.
01:27Dan Pak Prabowo itu open dengan whistleblowing.
01:30Ini kan yang terjadi di BGN ini kan whistleblowing ini.
01:34Sehingga tiga pimpinannya disikat habis-habisan itu kan.
01:37Dan itu gak ada ampun, gak akan Pak Prabowo itu tidak akan menghentikan agendanya untuk mentransformasi kehidupan berbangsa dan bernegara
01:45ini
01:45kepada kehidupan masyarakat yang lebih adil, sejahtera.
01:49Yang beliau tulis dalam bukunya, saya ingin hentikan korupsi, saya ingin hentikan ketimpangan,
01:54saya tidak mau ada rakyat Indonesia yang miskin, orang-orang tua yang masih kerja tanpa jaminan sosial dan sebagainya.
02:00Saya akan hentikan itu.
02:02Dan di pikiran beliau itu cuman itu, karena itu adalah niat baik kalau menurut saya tidak ada ceritanya kita bisa
02:09melawan itikat baik dari Pak Prabowo dan dia gak akan mundur.
02:13Siapapun yang ingin menghentikan cita-citanya untuk melakukan ini, dia akan sikat, dia gak peduli.
02:19Makanya kalau kita...
02:20Tunggu, akan sikat itu maksudnya apa?
02:22Oh iya, maksudnya itu dia biarkan mekanisme hukum untuk mengoreksinya.
02:27Tapi kalau ada orang yang menganggap, oh Pak Prabowo akan melindung, gak akan.
02:30Orang di sekitarnya aja ada masalah, karena sikat kok.
02:34Karena sikat itu maksudnya itu hukum berbicara.
02:36Tapi kalau ada misalnya orang mengatakan, saya ini kan orang dekat presiden, saya gak bisa diganggu, gak ada yang begitu.
02:42Sekarang ini makanya di keterbukaan publik ini, di kecemasan teman-teman mahasiswa, kita buka apa yang ganjil.
02:49Kita tuntut dia secara hukum, kita buka di ruang publik, kita menjadi will still blowing.
02:55Kalau ada masalah kita buka sejak awal, ini adalah penyimpangan, ini penyimpangan pasal ini yang dilanggar.
03:01Itu tidak ada masalah, Pak Prabowo gak akan mengalangi itu.
03:04Tapi tipe pidato Pak Prabowo dan Bang Fahri barusan, itu memang cikal bakal ultranasionalis.
03:11Cerita nasionalisme, bahwa ini bukan kepentingan dirinya sendiri.
03:15Itu juga dipidatokan oleh Hitler dan Mussolini, bahwa ini untuk kepentingan bangsa, ini untuk kepentingan rakyat kecil, itu semua diceritakan.
03:26Fakta di lapangan dengan kebijakan, itu tidak tumbuh.
03:31Cerita bahwa akan menghantam pebisnis yang merupakan kelompok minoritas, satu persen yang menguasai berbagai aspek bisnis, itu semua tidak terlihat.
03:42Yang ada adalah kekuatan negara mengancam para pebisnis secara sesuatu yang menurut kita juga tidak adil secara konstitusional.
03:51Patriot bon lah, atas dasar macam-macam akan ada bon-bon yang lain yang menurut saya, itu tidak adil bagi
03:59mereka.
04:00Misalnya apa yang terjadi dengan kooperasi Merah Putih, menutup Alphamidi, Indomaret dan segala macam, itu kejahatan pola yang sama yang
04:08dilakukan oleh...
04:08Enggak, ini yang saya bilang, Bang Ferry.
04:09Itu terjadi, itu menteri yang ngomong Bang Fahri.
04:11Jadi begini, Bang.
04:12Itu bukan, secara konstitusional, menteri adalah wajah presiden.
04:16Itu frontier dari...
04:18Yang sekarang yang Bang Fahri lakukan adalah membuat tampilan yang buruk dalam segala kebijakan terlihat lebih halus dan baik.
04:26Jadi itu khasnya aktivis yang masuk istana menurut saya, padahal dia tahu ini sedang buruk.
04:32Bang Fahri, saya ini mohon maaf ya, saya gak melebih-lebihkan.
04:37Saya mengambil keputusan untuk terlibat di dalam kekuasaan itu, bukan keputusan yang sederhana.
04:43Saya ngerti bahwa di dunia ini tidak ada, bukan soal pertanggung jawaban kepada orang, itu tanggung jawab saya nanti.
04:50Jadi jangan Anda menganggap saya menyederhanakan ini soal leisure, soal kegemaran, soal kesenangan itu gak ada.
04:56Saya tidak mungkin menjadi bagian dari kejahatan, itu Anda perlu catat itu.
05:01Dan saya akan melawan diri saya kalau saya mau terlibat sebagai bagian dari kejahatan.
05:05Saya tunggu Bang Fahri, kalau betul-betul kejahatan presiden, nyata-nyata adalah kejahatan.
05:11Anda jangan begitu cara berpikirnya dong, karena Anda ini...
05:13Karena Abang sedang menjelaskan begini.
05:16Anda mengambil peran-peran yang sebenarnya bukan tugas Anda juga.
05:19Terlalu banyak yang Anda komentari itu dan belum tentu benar.
05:23Semua protes Anda ini, Bang Fahri.
05:25Bang, ini semua cara berpikir konstitusional, Bang.
05:28Iya, okelah, karena Anda dosen konstitusi, lalu kita mengatakan Anda konstitusional.
05:34Iya, pendekatan yang saya gunakan pendekatan konstitusional.
05:37Iya, tapi politik lebih daripada itu.
05:38Cara berpikir, Abang, cara berpikir bazar barusan.
05:41Approval rate dari presiden ini masih hampir 75 persen.
05:45Bang Fahri, Anda kan mau mengatakan bahwa ini ditutangin dan sebagainya.
05:50Jadi kalau Anda gak ada orang Anda percaya, terus kenapa kita berkomunikasi?
05:53Abang, Anda kan gak mau mendengar pemerintah.
05:57Seolah-olah Anda kalau tidak menjadi bagian pemerintah, Anda hero, Anda berjuang untuk rakyat, Anda yang hebat.
06:02Tidak begitu.
06:03Kita berdialog tenang, kita selesaikan masalahnya.
06:06Semua maniat baik, saya sudah katakan.
06:07Oleh karena itu, Abang, minum dulu.
06:09Saya tidak akan bergabung dengan kejahatan.
06:12Dan Anda mungkin juga menjamin bahwa Anda juga tidak merupakan bagian dari kejahatan.
06:16Bukan berarti karena Anda di luar pemerintah, Anda jadi baik.
06:19Belum tentu.
06:21Saya tidak karena itu, mari kita bicara baik baik.
06:22Anda yang memegang kekuasaan.
06:24Jangan semua kemudian dianggap disuruhkai.
06:27Basisnya berlaku baik.
06:28Dua aktivis.
06:29Kalau Ferry Amsari tidak baik, itu tidak merugikan banyak orang, Bang.
06:33Tapi kalau Anda, Anda kalau begitu cara berpikirnya, seolah-olah Anda mengatakan,
06:41kalau mau jadi orang mulia, tidak merugikan orang, Anda masuk di dalam.
06:45Oh enggak, enggak.
06:45Kan dia bilang begitu kan?
06:47Saya sedang menuduh bahwa kalau orang sudah masuk di dalam, orang itu jadi rusak.
06:52Saya tidak menuduh, saya sedang mengingatkan.
06:54Cara mengingatkan inilah yang kita mesti omongkan, saya niatnya baik.
06:59Kan Anda mau mau bongkar niat saya.
07:01Saya mau kita mengadu niat, siapa yang niatnya paling baik.
07:05Stop, Bung Ferry, justru di sini kita ingin sama-sama memastikan bahwa apakah di dalam ataupun di luar,
07:13kita sama-sama menjaga agenda reformasi.
07:15Appreciate ke Bung Ferry mengatakan, tidak akan tunduk diam jika berada dalam satu lingkungan yang membiarkan pelanggaran hukum.
07:24Itu sebabnya saya mendukung Prabowo.
07:26Karena saya percaya dan saya kenal lama.
07:29Inilah orang yang mempersiapkan dirinya menjadi pemimpin.
07:32Dengan segala macam perangkatnya.
07:35Kan boleh saya mengingatkan abang, saya tagih janji abang, kalau Prabowo salah melanggar konstitusional,
07:41saya ingin kembali Fahri kepada tempatnya.
07:44Nah itu dia.
07:44Kan boleh kan?
07:45Kadang-kadang dia bicara konstitusional, tapi dia enggak ngerti bahwa negara ini perangkatnya sudah lengkap.
07:51Ada cara menghukum presiden, ada cara menghukum tentara, ada cara menghukum polisi.
07:57Semua ada sudah perangkatnya.
07:59Anda enggak boleh itu mengambil pribadi terhadap semua masalah.
08:02Dan tadi saya ingatkan, saya tidak akan ikut terlibat kepada orang jahat.
08:08Saya ingatkan abang, kalau seandainya sistem oke itu jalan.
08:13Yang saya tanyakan, kalau seandainya abang mengetahui itu salah,
08:17saya berharap abang kembali kepada tampu di mana publik harus abang perjuangkan.
08:24Bung Ferry, dalam agama saya, Bung Ferry, Anda tidak termasuk yang saya perlu minta konsultasi.
08:30Saya punya mekanisme istiqoroh.
08:33Dan Anda enggak perlu khawatirkan itu.
08:35Cuma kecenderungan Anda mempersonalisasi.
08:38Itu problemnya.
08:39Dalam agama saya yang juga agama abang, tugas saya mengingatkan abang dalam kebaikan.
08:44Tapi ngomong-ngomong ini talk show politik, bukan program agama.
08:48Karena beliau ustad kan, kita harus pakai bahasa ustad.
08:51Tapi saya menangkap maksudnya Bung Ferry Hamzah begini.
08:54Dia percaya pada niat baik dan mulianya presiden, makanya sekarang ada di kabinet.
09:00Tetapi dia juga memberikan ruang, silakan kalau memang ada yang salah,
09:04berikan alamatnya di mana kesalahan itu terjadi karena Sorok Prabowo senang dengan whistleblower.
Komentar