Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman/Mantan Aktivis 1998, Fahri Hamzah menanggapi kekhawatiran publik terhadap gejala totalitarianisme, ultranasionalisme, hingga keterlibatan militer di ruang-ruang sipil.

Menurut Fahri, Presiden Prabowo tidak akan memberi perlindungan kepada siapa pun yang terbukti menyalahgunakan jabatan atau merugikan negara.

Fahri juga menyebut Prabowo terbuka terhadap laporan pelanggaran atau whistleblowing.

Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut terlihat dari tindakan terhadap pihak-pihak yang dianggap bermasalah.

Lebih jauh, Fahri menilai agenda utama Prabowo adalah melakukan transformasi kehidupan berbangsa dan bernegara menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Akademisi Universitas Andalas, Feri Amsari mengatakan pola pidato yang menonjolkan nasionalisme dan kepentingan rakyat perlu dikritisi karena pernah digunakan oleh pemimpin-pemimpin otoriter dalam sejarah.

Menurut Feri, ukuran keberhasilan pemerintahan tidak bisa hanya dilihat dari pidato dan narasi, melainkan dari implementasi kebijakan.

Ia juga mengkritik janji untuk menghadapi kelompok ekonomi besar yang dinilai belum terlihat dalam praktik.

Sebaliknya, Feri menilai terdapat kebijakan yang justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Bagaimana menurut Anda?



Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/oBI5xUrGghs



#feriamsari #fahrihamzah #aktivis

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674425/debat-feri-amsari-singgung-militer-masuk-sipil-fahri-hamzah-kejar-jika-ada-pelanggaran-hukum
Transkrip
00:00Hari Jumat tanggal 12 Juni akan ada aksi besar-besaran seluruh BEM, UI juga akan hadir dan juga di beberapa
00:10daerah.
00:11Karena saya mengundang dua aktivis, yang satu aktivis yang sudah bersama pemerintahan Prabowo dan yang satu lagi aktivis yang masih
00:19di luar pemerintahan.
00:20Bung Fahri Hamzah dan Bung Fahri Amsari.
00:22Silahkan, saya berikan kesempatan Anda untuk menjawab adanya kecemasan bagi para aktivis, masyarakat tentang munculnya gejala totalitarianisme, ultranasionalisme dan bagaimana
00:34militer sudah masuk ke ruang-ruang dan pekerjaan sipil.
00:37Pertama soal niat dari Pak Prabowo, karena yang relevan di eksekutif ini kan yang dipilih oleh rakyat, yang bisa ditagi
00:44itu kan adalah Presiden.
00:46Karena dia yang berjanji dan dia yang menyampaikan agendanya dan saya tadi mengatakan Pak Prabowo itu menulis sebelum dia berkuasa,
00:54sehingga kita bisa pereksa semua yang dia lakukan sekarang itu ada dalam tulisannya.
00:59Dan salah satunya adalah melanjutkan upaya kita untuk melakukan transformasi besar-besaran.
01:04Oke, Bung kalau bisa langsung masuk ke tadi kecemasan Bung Fahri, bagaimana tentara bisa ikut membangun kooperasi desa?
01:12Ya kalau ada pelanggaran hukum Mbak, menurut saya itu dikejar aja.
01:16Dan saya kira Pak Prabowo itu gak akan melindungi siapapun.
01:19Kalau ada orang melanggar hukum, apalagi mencuri ya, merongrong kekayaan negara, menyalahgunakan jabatan, sikat aja.
01:27Dan Pak Prabowo itu open dengan whistleblowing.
01:30Ini kan yang terjadi di BGN ini kan whistleblowing ini.
01:34Sehingga tiga pimpinannya disikat habis-habisan itu kan.
01:37Dan itu gak ada ampun, gak akan Pak Prabowo itu tidak akan menghentikan agendanya untuk mentransformasi kehidupan berbangsa dan bernegara
01:45ini
01:45kepada kehidupan masyarakat yang lebih adil, sejahtera.
01:49Yang beliau tulis dalam bukunya, saya ingin hentikan korupsi, saya ingin hentikan ketimpangan,
01:54saya tidak mau ada rakyat Indonesia yang miskin, orang-orang tua yang masih kerja tanpa jaminan sosial dan sebagainya.
02:00Saya akan hentikan itu.
02:02Dan di pikiran beliau itu cuman itu, karena itu adalah niat baik kalau menurut saya tidak ada ceritanya kita bisa
02:09melawan itikat baik dari Pak Prabowo dan dia gak akan mundur.
02:13Siapapun yang ingin menghentikan cita-citanya untuk melakukan ini, dia akan sikat, dia gak peduli.
02:19Makanya kalau kita...
02:20Tunggu, akan sikat itu maksudnya apa?
02:22Oh iya, maksudnya itu dia biarkan mekanisme hukum untuk mengoreksinya.
02:27Tapi kalau ada orang yang menganggap, oh Pak Prabowo akan melindung, gak akan.
02:30Orang di sekitarnya aja ada masalah, karena sikat kok.
02:34Karena sikat itu maksudnya itu hukum berbicara.
02:36Tapi kalau ada misalnya orang mengatakan, saya ini kan orang dekat presiden, saya gak bisa diganggu, gak ada yang begitu.
02:42Sekarang ini makanya di keterbukaan publik ini, di kecemasan teman-teman mahasiswa, kita buka apa yang ganjil.
02:49Kita tuntut dia secara hukum, kita buka di ruang publik, kita menjadi will still blowing.
02:55Kalau ada masalah kita buka sejak awal, ini adalah penyimpangan, ini penyimpangan pasal ini yang dilanggar.
03:01Itu tidak ada masalah, Pak Prabowo gak akan mengalangi itu.
03:04Tapi tipe pidato Pak Prabowo dan Bang Fahri barusan, itu memang cikal bakal ultranasionalis.
03:11Cerita nasionalisme, bahwa ini bukan kepentingan dirinya sendiri.
03:15Itu juga dipidatokan oleh Hitler dan Mussolini, bahwa ini untuk kepentingan bangsa, ini untuk kepentingan rakyat kecil, itu semua diceritakan.
03:26Fakta di lapangan dengan kebijakan, itu tidak tumbuh.
03:31Cerita bahwa akan menghantam pebisnis yang merupakan kelompok minoritas, satu persen yang menguasai berbagai aspek bisnis, itu semua tidak terlihat.
03:42Yang ada adalah kekuatan negara mengancam para pebisnis secara sesuatu yang menurut kita juga tidak adil secara konstitusional.
03:51Patriot bon lah, atas dasar macam-macam akan ada bon-bon yang lain yang menurut saya, itu tidak adil bagi
03:59mereka.
04:00Misalnya apa yang terjadi dengan kooperasi Merah Putih, menutup Alphamidi, Indomaret dan segala macam, itu kejahatan pola yang sama yang
04:08dilakukan oleh...
04:08Enggak, ini yang saya bilang, Bang Ferry.
04:09Itu terjadi, itu menteri yang ngomong Bang Fahri.
04:11Jadi begini, Bang.
04:12Itu bukan, secara konstitusional, menteri adalah wajah presiden.
04:16Itu frontier dari...
04:18Yang sekarang yang Bang Fahri lakukan adalah membuat tampilan yang buruk dalam segala kebijakan terlihat lebih halus dan baik.
04:26Jadi itu khasnya aktivis yang masuk istana menurut saya, padahal dia tahu ini sedang buruk.
04:32Bang Fahri, saya ini mohon maaf ya, saya gak melebih-lebihkan.
04:37Saya mengambil keputusan untuk terlibat di dalam kekuasaan itu, bukan keputusan yang sederhana.
04:43Saya ngerti bahwa di dunia ini tidak ada, bukan soal pertanggung jawaban kepada orang, itu tanggung jawab saya nanti.
04:50Jadi jangan Anda menganggap saya menyederhanakan ini soal leisure, soal kegemaran, soal kesenangan itu gak ada.
04:56Saya tidak mungkin menjadi bagian dari kejahatan, itu Anda perlu catat itu.
05:01Dan saya akan melawan diri saya kalau saya mau terlibat sebagai bagian dari kejahatan.
05:05Saya tunggu Bang Fahri, kalau betul-betul kejahatan presiden, nyata-nyata adalah kejahatan.
05:11Anda jangan begitu cara berpikirnya dong, karena Anda ini...
05:13Karena Abang sedang menjelaskan begini.
05:16Anda mengambil peran-peran yang sebenarnya bukan tugas Anda juga.
05:19Terlalu banyak yang Anda komentari itu dan belum tentu benar.
05:23Semua protes Anda ini, Bang Fahri.
05:25Bang, ini semua cara berpikir konstitusional, Bang.
05:28Iya, okelah, karena Anda dosen konstitusi, lalu kita mengatakan Anda konstitusional.
05:34Iya, pendekatan yang saya gunakan pendekatan konstitusional.
05:37Iya, tapi politik lebih daripada itu.
05:38Cara berpikir, Abang, cara berpikir bazar barusan.
05:41Approval rate dari presiden ini masih hampir 75 persen.
05:45Bang Fahri, Anda kan mau mengatakan bahwa ini ditutangin dan sebagainya.
05:50Jadi kalau Anda gak ada orang Anda percaya, terus kenapa kita berkomunikasi?
05:53Abang, Anda kan gak mau mendengar pemerintah.
05:57Seolah-olah Anda kalau tidak menjadi bagian pemerintah, Anda hero, Anda berjuang untuk rakyat, Anda yang hebat.
06:02Tidak begitu.
06:03Kita berdialog tenang, kita selesaikan masalahnya.
06:06Semua maniat baik, saya sudah katakan.
06:07Oleh karena itu, Abang, minum dulu.
06:09Saya tidak akan bergabung dengan kejahatan.
06:12Dan Anda mungkin juga menjamin bahwa Anda juga tidak merupakan bagian dari kejahatan.
06:16Bukan berarti karena Anda di luar pemerintah, Anda jadi baik.
06:19Belum tentu.
06:21Saya tidak karena itu, mari kita bicara baik baik.
06:22Anda yang memegang kekuasaan.
06:24Jangan semua kemudian dianggap disuruhkai.
06:27Basisnya berlaku baik.
06:28Dua aktivis.
06:29Kalau Ferry Amsari tidak baik, itu tidak merugikan banyak orang, Bang.
06:33Tapi kalau Anda, Anda kalau begitu cara berpikirnya, seolah-olah Anda mengatakan,
06:41kalau mau jadi orang mulia, tidak merugikan orang, Anda masuk di dalam.
06:45Oh enggak, enggak.
06:45Kan dia bilang begitu kan?
06:47Saya sedang menuduh bahwa kalau orang sudah masuk di dalam, orang itu jadi rusak.
06:52Saya tidak menuduh, saya sedang mengingatkan.
06:54Cara mengingatkan inilah yang kita mesti omongkan, saya niatnya baik.
06:59Kan Anda mau mau bongkar niat saya.
07:01Saya mau kita mengadu niat, siapa yang niatnya paling baik.
07:05Stop, Bung Ferry, justru di sini kita ingin sama-sama memastikan bahwa apakah di dalam ataupun di luar,
07:13kita sama-sama menjaga agenda reformasi.
07:15Appreciate ke Bung Ferry mengatakan, tidak akan tunduk diam jika berada dalam satu lingkungan yang membiarkan pelanggaran hukum.
07:24Itu sebabnya saya mendukung Prabowo.
07:26Karena saya percaya dan saya kenal lama.
07:29Inilah orang yang mempersiapkan dirinya menjadi pemimpin.
07:32Dengan segala macam perangkatnya.
07:35Kan boleh saya mengingatkan abang, saya tagih janji abang, kalau Prabowo salah melanggar konstitusional,
07:41saya ingin kembali Fahri kepada tempatnya.
07:44Nah itu dia.
07:44Kan boleh kan?
07:45Kadang-kadang dia bicara konstitusional, tapi dia enggak ngerti bahwa negara ini perangkatnya sudah lengkap.
07:51Ada cara menghukum presiden, ada cara menghukum tentara, ada cara menghukum polisi.
07:57Semua ada sudah perangkatnya.
07:59Anda enggak boleh itu mengambil pribadi terhadap semua masalah.
08:02Dan tadi saya ingatkan, saya tidak akan ikut terlibat kepada orang jahat.
08:08Saya ingatkan abang, kalau seandainya sistem oke itu jalan.
08:13Yang saya tanyakan, kalau seandainya abang mengetahui itu salah,
08:17saya berharap abang kembali kepada tampu di mana publik harus abang perjuangkan.
08:24Bung Ferry, dalam agama saya, Bung Ferry, Anda tidak termasuk yang saya perlu minta konsultasi.
08:30Saya punya mekanisme istiqoroh.
08:33Dan Anda enggak perlu khawatirkan itu.
08:35Cuma kecenderungan Anda mempersonalisasi.
08:38Itu problemnya.
08:39Dalam agama saya yang juga agama abang, tugas saya mengingatkan abang dalam kebaikan.
08:44Tapi ngomong-ngomong ini talk show politik, bukan program agama.
08:48Karena beliau ustad kan, kita harus pakai bahasa ustad.
08:51Tapi saya menangkap maksudnya Bung Ferry Hamzah begini.
08:54Dia percaya pada niat baik dan mulianya presiden, makanya sekarang ada di kabinet.
09:00Tetapi dia juga memberikan ruang, silakan kalau memang ada yang salah,
09:04berikan alamatnya di mana kesalahan itu terjadi karena Sorok Prabowo senang dengan whistleblower.
Komentar

Dianjurkan