Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Di tengah aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di sejumlah titik di Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan kritik.

Namun, Dudung mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak disertai provokasi, fitnah, maupun adu domba yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

"Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bekerja membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat," kata Dudung, Jumat (12/6/2026).

Menurut Dudung, kritik merupakan bagian dari demokrasi yang harus dijaga.

Karena itu, kritik seharusnya bersifat membangun dan tidak ditujukan untuk memecah belah masyarakat.

"Mari kita bersama sebagai bangsa Indonesia, merapatkan barisan dan merawat persatuan untuk menuju Indonesia emas 2045," katanya.

Sementara itu, aksi mahasiswa membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah, mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, hingga kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, Jumat (12/6/2026).

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Frashiva Rizaldi

Baca Juga Polda Metro Jaya Pastikan Personel Polri dan TNI yang Amankan Aksi Tidak Membawa Senjata Api di https://www.kompas.tv/nasional/674399/polda-metro-jaya-pastikan-personel-polri-dan-tni-yang-amankan-aksi-tidak-membawa-senjata-api



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674408/ksp-dudung-pemerintah-buka-ruang-kritik-jangan-provokasi
Transkrip
00:00Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa.
00:09Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:13Bangsa ini lahir bukan dari jalan yang lapang.
00:18Indonesia tumbuh dari sejarah panjang, luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah pendiri bangsa.
00:27Kita pernah tercabik oleh pemberontakan PKI, DITII, RMS, GTO plus PKI, dan berbagai gerakan yang ingin menggoyak merah putih dari
00:41dada bangsa ini.
00:43Kita juga pernah terkoyak oleh konflik komunalistik hingga berbagai peristiwa sosial politik di Papua dan daerah lainnya.
00:51Di sana hati nurani bangsa pernah diuji.
00:55Bangsa ini tetap berdiri karena kita memiliki warisan luhur Bineka Tunggal Ika, Tanhana Dharma Manglua.
01:05Berbeda-beda tetapi tetap satu.
01:08Tidak ada kebenaran yang mendua.
01:11Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik.
01:17Pemerintah selalu membuka ruang untuk masyarakat menyampaikan pendapat termasuk kritik.
01:23Karena kritik adalah nafas demokrasi yang harus membangun bukan meruntuhkan.
01:31Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa.
01:40Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bekerja membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat.
01:49Mari kita bersama sebagai bangsa Indonesia merapatkan barisan dan merawat persatuan untuk menuju Indonesia emas 2045.
02:01Akhirnya rangkaian sejarah Indonesia sampai dengan saat ini hendaknya dapat dijadikan tonggak atau introveksi
02:11untuk menjadi Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.
02:19Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:49Terima kasih telah menonton!
03:12Menemani pagi Anda dengan informasi terbaru.
03:16Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
03:20Saksikan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, channel 11 di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan