Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal menegaskan dirinya tetap akan memperjuangkan kepentingan buruh.

Namun di sisi lain, kalangan buruh dan pengamat menilai keberhasilan langkah tersebut hanya bisa diukur dari perubahan kebijakan yang nyata.

Said Iqbal menegaskan posisinya di dalam pemerintahan tidak akan mengubah komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Ia mencontohkan rencana revisi regulasi terkait pekerja alih daya yang menurutnya tengah didiskusikan bersama Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurut Said, pengalaman memperjuangkan berbagai isu ketenagakerjaan membuatnya yakin bahwa perubahan kebijakan bisa diperjuangkan dari dalam pemerintahan.

Sementara itu, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko membantah anggapan bahwa masuknya para aktivis ke dalam pemerintahan hanya bertujuan meredam kritik.

Budiman mengaku sejumlah usulan yang disampaikan kepada Presiden mendapat respons dan tindak lanjut.

Ia bahkan menilai hubungan dengan Presiden tidak bersifat transaksional, melainkan dilandasi kesamaan pandangan mengenai arah perubahan.

Namun, Koordinator Dewan Buruh Nasional KASBI, Nining Elitos, mengingatkan bahwa berbagai persoalan mendasar buruh hingga kini masih belum terselesaikan. Menurut Nining, gerakan buruh tetap harus hadir di luar pemerintahan untuk memastikan berbagai persoalan pekerja terus diperjuangkan. Nining menegaskan waktu yang akan membuktikan efektivitas aktivis yang kini berada di dalam kekuasaan.

Ia juga mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah, mulai dari standar upah layak nasional hingga meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja.

Sementara itu, Dosen Hukum Universitas Andalas Feri Amsari menilai tantangan lain yang dihadapi pemerintahan saat ini adalah efektivitas kabinet yang terlalu besar.

Menurut Feri, struktur pemerintahan yang lebih ramping justru akan mempermudah koordinasi dan pengambilan keputusan.

Feri juga mengingatkan bahwa yang paling penting bukan sekadar narasi ideologis, melainkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/c7-VobVdbQM

#prabowo #menteri #kabinet





Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674115/said-iqbal-dilantik-jadi-penasihat-khusus-presiden-feri-amsari-kritik-kabinet-prabowo-satu-meja
Transkrip
00:03Masih di Satu Menjadi Forum, Pak Said bagaimana Anda memposisikan dan kira-kira ini situasi lagi sulit,
00:11serba naik, pasti dampaknya juga ke buruh.
00:13Kalau dulu setiap ada kenaikan BBM Anda terdepan membawa pasukan teman-teman buruh untuk meminta pemerintah memastikan jaminan sosial.
00:22Hari ini seperti apa kira-kira?
00:23Ya saya selalu mengambil contoh itu Dr. Rizda Ramli, di dalam dan di luar tetap menyuarakan apa yang menjadi kepentingan
00:35orang banyak.
00:36Karena saya buruh tentu saya akan menyuarakan di dalam atau di luar sama menyuarakan apa yang menjadi kepentingan buruh.
00:43Saya ambil contoh tadi misalnya tadi pekerja alih daya, ini akan dirubah revisi permen akar nomor 7 tahun 2026 tentang
00:51pekerja alih daya.
00:52Itu nanti Presiden mendengar dan itu kita sampaikan.
00:55Kemis dan Senin ini saya akan bertemu dengan Wame Naker, ketemu dengan Menaker, ketemu dengan Dirjen untuk sama-sama berdiskusi
01:04tentang mengambil masukan terhadap perubahan permen akar kan bisa.
01:08Ketika kami memenangkan gugatan di MK tentang Omnibus Law Undang Cipta Kerja, kami yang terakhir loh, satu-satunya yang terakhir.
01:16Gugatan Partai Buruh bersama beberapa Serikat Buruh menang dan kita minta Presiden tidak mengulakan perpu dilakukan oleh Pak Prabowo.
01:26Nah pengalaman-pengalaman itulah yang meyakinkan saya dalam pertimbangan yang kedua yaitu kita punya kesamaan pandang bersama Presiden Prabowo terhadap
01:38beberapa isu-isu perburuan.
01:39Tentang masih ada persoalan, iya di Amerika, di Jerman, di Skandinavia juga masih ada persoalan.
01:46Yang paling penting adalah kita memastikan kita tidak menyerah terhadap persoalan-persoalan itu untuk kita perjuangkan termasuk yang masalah upah.
01:54Bayangkan Pak Prabowo sudah menyetujui indeks tertentu 0,9.
01:58Menteri Dalam Negeri dan Menteri Tenaga Kerja yang Abang tadi bilang, Abang Ferry, dikumpulkan untuk diperintahkan 0,7.
02:06Kan ini ada perluar perlawanan dari dalam.
02:08Saya sudah tangkap poin ya, singkatnya adalah keberadaan Pak Said di dalam maupun di luar.
02:13Sama saja kita ingin memberikan yang terbaik bagi buruh dengan cara yang bisa kita lakukan.
02:19Tentu dengan cara yang baik.
02:21Kami percaya dan berkeyakinan Pak Prabowo mau mendengar, mau bertindak sepanjang kita memberikan masukan yang terus-menerus dan berkeyakinan untuk
02:31memberikan argumentasi yang kuat.
02:33Insya Allah akan kami lakukan.
02:35Mas Budiman, Anda harus memastikan bahwa keberadaan Anda dan kawan-kawan aktivis, Mas Jumhur, Pak Said, dan lain-lainnya itu
02:44tidak sekedar politik akomodatif.
02:47Tidak sekedar tanah kutip operasi pembungkaman, tapi lebih kepada menjadi mitra.
02:52Kalau Pak Prabowo sekedar melakukan politik akomodatif, orang-orang seperti kami hanya ditaruh dan kemudian tidak didengarkan dan rekomendasi tidak
03:01dijalankan.
03:01Kalau dengar cerita Pak Iqbal kan dijalankan, rekomendasi kami juga tentang perlunya bikin supply chain dari MBG dengan kooperasi dari
03:09petani pasokannya itu juga didengarkan.
03:11Meskipun dalam pelaksanaannya memang ada hambatan-hambatan ya.
03:15Kedua, kalau sekedar akomodatif, Pak Prabowo pasti hanya sekedar menjadi pendengar pasif kalau kami sedang diskusi.
03:23Tapi apa yang terjadi?
03:24Tidak.
03:24Apa yang terjadi?
03:25Kita bisa teknis, ya.
03:27Bicara data, ya.
03:28Tapi yang menarik.
03:30Ketika akan membawa referensi sejarah, referensi ekonomi, referensi politik, segala macam, beliau bisa secara responsif.
03:38Dan bukan secara responsif, bahkan beliau kadang-kadang memberikan perspektif yang, yang menurut kami,
03:43mengingatkan kami pada diskusi-diskusi zaman kami masih menjadi kelopok studi dulu, waktu zaman pergerakan.
03:48Arti apa?
03:50Ya mungkin karena latar belakang beliau dari keluarga Partai Sosialis Indonesia, sedikit banyaknya kewarisan bapaknya ya,
03:56itu nyambung di sana.
03:59Artinya, kalau segera politik akomodatif kan transaksional, ya kan?
04:03Tapi menurut saya seperti katanya tadi pertanyaannya, apakah ini politis?
04:07Bukan, ini ideologis.
04:09Bagi kami ini ideologis.
04:10Begitu.
04:11Jadi intinya Anda mengatakan bahwa Presiden masih bisa di diskusi, bisa diajak berdebat.
04:16Bisa.
04:17Dan bahkan bisa kita merubah keputusan Presiden terpanjang argumentatif.
04:22Saya ke Mbak Nining, Mbak Nining, kalau demikian tadi ada kawan yang sudah masuk ke dalam istana,
04:29bagaimana Anda menempatkan organisasi buruh ini sebagai motor perjuangan nasib buruh yang masih banyak persoalan belum diselesaikan?
04:37Iya, walaupun Bung Iqbal masuk sebagai penasehat Presiden tentang ketenak kerjaan,
04:45tadi saya sudah banyak menyampaikan problem mendasar akar persoalnya sampai hari ini adalah belum terjawab.
04:54Nah, kita akan melihat dalam proses perjalanannya apakah mempengaruhi atau dipengaruhi.
05:00Tinggal seperti itu.
05:02Nah, tapi harus diingatkan kami tetap akan bersuara dan terus berjuang dengan berbagai macam sektor
05:12karena problem buruh tidak hanya orang yang bekerja tapi ancaman terhadap generasi muda ke depan
05:18dan mayoritas masyarakat hari ini adalah yang masih non-sereka juga harus disuarakan.
05:25Nah, itu yang harus kita lihat.
05:29Yang selanjutnya adalah tentang bagaimana manfaat dari ketika teman-teman yang tadinya memilih jalan perlawanan di garis masa
05:39yang kemudian masuk di dalam lingkaran kekuasaan, ini akan secara alami akan terlihat
05:47apakah akan membawa satu perbaikan kondisi nasib kaum buruh atau justru sebaliknya.
05:52Nah, hari ini masih ada PR kita adalah tentang bagaimana sampai hari ini Indonesia tidak memiliki standarisasi upah layak secara
06:00nasional.
06:00Dan itu nanti yang kira-kira Anda akan titipkan kepada kawan-kawan Anda yang sudah ada di dalam istana.
06:06Pemutusan hubungan kerja yang hari ini juga semakin masif, dampak dari problem global yang kemudian menjadi korban adalah
06:16ujung tombak dari ekonomi adalah para buruh.
06:18Singkatnya adalah Anda dan kawan-kawan akan terus berjuang di luar.
06:21Ya, kita tahu masih banyak organisasi serikat bahkan mungkin bisa saja dari anggota Bung Iqbal sendiri ya pasti akan ada
06:28pro dan kontra atas kondisi ini kan gitu.
06:31Begitu juga dengan konfederasi-konfederasi atau organisasi-organisasi lain.
06:35Bung Ferry, kalau kita seling ada zakan kabinet dan sebagainya ada juga hari ini ada juga politik akomodatif kata beberapa
06:42pengamat.
06:43Kalau Anda melihat sebenarnya apa sih yang paling ideal dalam situasi sekarang yang harus dikerjakan oleh kabinet merah putih pimpinan
06:49Prabowo Subianto?
06:50Namanya saja kabinet, kabinet itu artinya kan kamar kecil, tempat diisi orang-orang kepercayaan raja-raja dulu.
06:57Nah sekarang kabinetnya terlalu banyak, sudah 110 kalau ditambah utusan-utusan ini dan penasihat itu bertambah lagi.
07:05Dan itu tentu saja tidak ideal untuk sistem pemerintahan presidensial yang efektif dan efisif.
07:11Selain dari jumlah Anda mau melihat apa yang kira-kira perlu perbaikan?
07:14Ya di data penelitian kami menyarankan kepada Presiden Republik Indonesia hanya membutuhkan 21 menteri dengan tetap mempertahankan 34 kementerian.
07:24Jadi ada satu menteri yang akan memimpin dua kementerian yang objek persoalannya sama.
07:30Katakanlah yang objeknya desa, itu menterinya banyak tuh, menteri dalam negeri, menteri desa, menteri daerah tertinggal, pertanian dan segala macam.
07:39Objeknya berdekatan. Nah itu akan membantu kinerja efektif Presiden.
07:44Kalau bicara sosialisme, itu sosialisme salah satunya.
07:48Nah kita tidak melihat wajah sosialisme dalam kebijakan pemerintahan kita.
07:52Misalnya merebut tanah rakyat, mengaktifkan militaristik dan polisi di ruang sipil.
08:01Itu lebih mirip fasisme daripada sosialisme.
08:03Dan bagi saya tidak cukup menjual sosialisme untuk menghibur rakyat.
08:08Yang perlu dipastikan adalah rakyat betul-betul bahagia di bawah kepatuhan kepada konstitusi.
Komentar

Dianjurkan