00:00Bung Ferry, apa kira-kira Anda bisa membantu menjawab nggak apa yang khawatiran atau pertanyaan dari Mbak Nining
00:05soal keberadaan Pak Saeed ini di dalam aktivis buruh yang ada di dalam istana?
00:11Ya saya melihat sebenarnya ada kecenderungan pemerintah saat ini tidak punya kepercayaan diri maksimal.
00:19Kenapa?
00:19Sehingga semua ditarik, diborong begitu ya.
00:23Tentu tidak dalam rangka kalau biasanya orang borong-memborong ini harga sedang murah ini.
00:30Tapi memang beberapa figur ini bisa kita ketahui adalah figur sentral dalam berbagai isu.
00:37Siapa yang tidak kenal Budiman Sujat Miko?
00:41Kalau Anda punya sejarah pergerakan Anda harus baca dia.
00:45Siapa yang tidak tahu Saeed Iqbal?
00:48Kalau Anda ada di dalam gerakan buruh Anda pernah berdiskusi panjang dengan dia.
00:54Nah orang ini yang hendak ditarik oleh istana itu sebabnya kesan yang saya tangkap terlalu banyak yang ditarik.
01:03Kalau ditarik dalam konteks untuk memperbaiki mempercepat kebijakan tidak ada salahnya kan?
01:08Tidak ada salah tetapi terlalu banyak itu menyebabkan pemerintahan tidak efektif dan persian.
01:13Catatan saya dengan berbagai peristilahan yang muncul untuk menarik teman-teman ke dalam istana.
01:20Ada staf khusus presiden, ada utusan khusus presiden, ada penasehat khusus presiden.
01:29Yang tiba-tiba namanya saja penasehat tapi kerja-kerjanya eksekutif.
01:34Saya ambil contoh penasehat khusus presiden bidang komunikasi tapi jadi jubirnya presiden.
01:43Dengan kata lain sebenarnya ada orang yang ingin jadi badan komunikasi tapi sudah ada.
01:50Kalau masuk berduaan nanti jadi bawahan satu atasan satu, tidak mau.
01:55Jadi fungsinya sama tetapi namanya nomenklaturnya berbeda.
02:00Bagi saya itu pemubaziran.
02:03Kalau langsung ke posisinya.
02:05Kalau menggunakan catatan soal kemanfaatan apa bagi pemerintahan posisi Pak Syed Iqbal.
02:13Pertanyaan besarnya untuk apa ada menteri yang ngurus buruh, ada pula penasehat ngurus buruh.
02:19Bukankah tugas salah satu menteri adalah dalam bidang tertentu membantu presiden.
02:26Presiden kemudian menasehati menteri.
02:29Sekarang ada presiden partai buruh menjadi penasehat presiden.
02:34Ini sudah bingung namanya.
02:36Nah yang tugasnya menasehati presiden dalam hal ini menurut saya tidak diperlukan.
02:41Karena harus ada faktor penyeimbang di luar istana untuk kerja kerda dan kebijakan-kebijakan negara terkait tenaga kerjaan.
02:50Pak Syed, karena Pak Syed sedang dalam perawatan mata.
02:56Saya persilahkan jika memang ruangan ini dianggap terlalu terang.
03:01Kita izin pakai kacamata.
03:02Ya silahkan.
03:04Lebih gagah juga kelihatan.
03:06Supaya clear pemirsa ini bukan karena baru dilantik menjadi setingkat menteri bukan.
03:10Tapi karena memang treatment mata.
03:12Pak Syed mau menanggap apa yang disampaikan oleh Bung Ferry.
03:16Terima kasih.
03:18Pertama tentu ada dua pertimbangan yang kami di KSPI khususnya.
03:25Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia untuk mengambil posisi membantu presiden sebagai penasehat bidang ketenaga kerjaan dan kesejahteraan buruh.
03:36Sebelum ke sana kalau boleh tahu awal komunikasinya gimana?
03:40Dipanggil atau ada kebutuhan atau?
03:44Diskusi yang mengalir.
03:44Langsung dengan presiden?
03:46Langsung dengan presiden beberapa waktu sebelumnya.
03:51Misal contoh.
03:53Padahal itu kita kan gelisah ya dengan Omnibus Law Undang Cipta Kerja.
03:57Kami menyatakan ini kekalahan politik kaum buruh.
04:01Bagaimana mungkin semua partai politik bersepakat terhadap sesuatu yang merugikan posisi buruh.
04:10Downgrade terhadap kesejahteraan.
04:12Waktu itu, waktu Omnibus Law digodok sampai di ketok.
04:16Seiring berjalannya waktu sampai dengan akhirnya masuk ke dalam pemerintahan?
04:20Iya ke dalam kekuasaan ini.
04:22Kami berkesimpulan memang kekuasaan itu sesuatu yang penting dan bukan tabu.
04:28Berpolitik bagi buruh itu bukan tabu.
04:30Buruh itu makhluk berpolitik.
04:32Anda pergi ke Amerika Latin bahkan mereka punya partainya.
04:35Pertanyaan adalah berpolitik pasti boleh.
04:38Ada di luar atau di dalam kekuasaan itu yang sering kita diskusikan.
04:41Betul boleh opositi.
04:42Ketika ada di dalam apa yang Anda bisa menjelaskan?
04:45Nah, dalam diskusi-diskusi itu dimulai dengan kekalahan Omnibus Law Undang Cipta Kerja.
04:49Tidak, begitu Pak Presiden Prabowo terpilih, maka kita KSPI menyatakan bersepakat ini kesempatan dan ruang untuk memberikan masukan secara aktif.
05:05Tadi yang Mbak Nini bilang secara aktif terhadap koreksi kebijakan-kebijakan yang sebelumnya.
05:12Pak Prabowo 2014-2019 didukung oleh KSPI secara total karena kita punya pertimbangan.
05:20Jadi ada historisnya ya?
05:21Betul, ada historisnya.
05:23Ada historis, bahkan saya waktu itu terpilih sebagai Ailo Governing Body, salah satu pengurus pusat PBB,
05:30badan di PBB, Ailo Governing Body berkantar di Geneva.
05:34Saya disuruh milih waktu itu sama ITU si Konfederasi Serikat Guru.
05:38Saya simpulkan artinya memang ada pembicaraan, ada historis dari 2014.
05:41Ya, ada historis itu.
05:43Saya suruh pilih, Anda tetap mau Ailo Governing Body atau Anda mendukung Prabowo.
05:49Saya bilang Anda tidak boleh ikut campur dalam urusan negeri kita.
05:53Serikat Guru itu bebas, independen, sekalipun Anda orang internasional.
05:56Kalau begitu saya akan tahan dulu, saya akan ke Mas Budiman.
05:58Mas Budiman sebagai pendahulu, misalnya ada di dalam, kan selalu bahasa klasiknya.
06:03Oh iya kan pendahulu, lebih dulu kan setelah itu.
06:06Bahasa klasiknya adalah ingin memperjuangkan dari dalam sistem.
06:11Ya kan itu kan, sama juga saya lihat pernyataannya Mas Said juga sama juga.
06:17Anda melihat ini memang yang sudah di dalam ya.
06:21Pada dalam prakteknya adalah memang ada kebutuhan politik semata untuk tanda kutip,
06:25bukan tanda kutip lagi, untuk meredam suara-suara kritis
06:29sebagai bagian dari stabilitas sebuah pemerintahan
06:31atau ternyata di luar itu ada hal yang publik belum tahu apa yang disampaikan,
06:35apa yang dikerjakan oleh aktivis di dalam istana.
06:38Bukan kebutuhan politis.
06:39Oh bukan.
06:40Kebutuhan ideologis.
06:41Oke, apa? Bagaimana menjelaskannya?
06:44Pak Prabowo, saya menyatakan di sini mungkin Presiden pertama di era reformasi
06:49yang membawa visi-misi ekonomi politik yang agak berbeda dengan Presiden-Presiden sebelumnya.
06:56Lebih tegas membicarakan perubahan-perubahan struktural.
07:01Lebih tegas dalam memfungsikan APBN sebagai mesin pemerataan.
07:06Selama ini Presiden-Presiden Indonesia sebelumnya
07:10memfungsikan APBN sebagai mesin pertumbuhan.
07:14Presiden Prabowo saya kira setelah reformasi adalah
07:16Presiden pertama yang memfungsikan APBN sebagai mesin pemerataan.
07:19Ada 1.300 triliun rupiah diarahkan untuk penentasan kemiskinan.
07:26Pengurangan kemiskinan.
07:27Artinya ada keberpihakan itu.
07:31Artinya keputusan kami masuk adalah keputusan ideologis.
07:35Kedua, Anda melihat itu konsep atau sudah ada yang diterapkan?
07:38Ya itu sudah dicari-cari-cari, keputusan bersama dengan DPR dong.
07:41Tercermin di APBN bukan rencana.
07:43Kedua, kalau tadi Pak Ferry bicara terlalu banyak aktivis.
07:47Saya ingat tahun 2011 saya pernah berbicara dengan Lula Da Silva,
07:51Presiden dari Pak Kerti Pekerjaan Brazil.
07:55Menurut saya malah bukanya kurang banyak.
07:57Bukanya kurang, terlalu banyak.
07:58Kurang banyak.
07:59Ketika Lula bicara.
08:01Lula, bagaimana Anda membangun struktur kabinet Anda
08:03dalam mencapai tujuan-tujuan pengetasan kemiskinan,
08:06mengatasi kejangan sosial.
08:07Tapi itu kan beda, Mas.
08:08Enggak, enggak, sebentar.
08:09Itu yang memegang kekuasaan buruh.
08:11Enggak, sebentar.
08:12Bukan, bukan, gini.
08:13Harus dilihat.
08:15Enggak bisa juga kita mengatakan bahwa pro-buruh harus asalnya buruh.
08:18Enggak juga.
08:19Tentu saja tidak seperti itu.
08:21Presiden-Presidential Menteri Sepanyol,
08:23Marte Buruh Sosialis Sepanyol itu bukan buruh,
08:25seorang intelektual.
08:26Tapi intinya saya ingatakan bahwa ada kebutuhan struktural
08:29untuk menempatkan orang-orang reaktif.
08:32Saya bilang, bagaimana Anda membagi kabinet?
08:35Budiman, saya bagi dua.
08:37Kabinet kementerian-kementerian mendorong pertumbuhan ekonomi,
08:40kementerian industri, kementerian perdagangan,
08:41kementerian pendidikan, kementerian investasi,
08:44saya protaskan CEO.
08:47Tapi Kementerian Pertanagaan Kerjaan,
08:49Kementerian Agraria, Kementerian Lingkungan,
08:51Kementerian Pemberdayaan Perempuan,
08:53Kepala BP Taskinnya Brazil,
08:55saya protaskan pimpinan-pimpinan gerakan buruh,
08:59gerakan petani, gerakan perempuan, intelektual.
09:01Artinya apa?
09:02Kalau untuk sebuah tujuan struktural seperti itu,
09:04saya kira ini jangan dilihat,
09:07ini hanya segera kebutuhan politik taktis meredam.
09:10Saya kira kita mereduksinya.
09:11Kita lihat saja dari memang visinya Pak Presiden Prabowo apa.
09:14Saya mau mengkelirkan dulu.
09:16Ketika semua pihak, banyak kalangan mengatakan bahwa ini soal efektivitas,
09:21terlalu banyak posisi-posisi yang tanda kutip seperti tidak ada-ada kan.
09:25Anda ada yang sudah ada di dalam,
09:27bisa cerita benarkah itu atau memang ketika sudah di dalam
09:31dengan posisi-posisi yang tertentu,
09:33mau menyelesaikan satu masalah itu susahnya minta ampun.
09:37Bagaimana yang Anda rasakan selama hampir dua tahun kan Anda di dalam?
09:43Setelah tahun ya.
09:44Ya kan?
09:45Kayaknya dengan BP Taskin atau apapun, ada nggak?
09:48Benar nggak penyataan orang-orang di luar?
09:50Sesuatu yang berkomunikasi?
09:51Iya, dengan Presiden.
09:52Kebetulan?
09:53Tapi tahan dulu jawabannya.
09:54Kita akan kembali setelah yang satu ini,
09:56tetaplah di satu menjadi forum.
Komentar