JAKARTA, KOMPAS.TV - Koordinator Dewan Buruh Nasional KASBI, Nining Elitos, mengaku turut senang melihat rekannya sesama pejuang buruh mendapat posisi di pemerintahan.
Meski demikian, Nining menilai terlalu dini untuk menaruh harapan besar sebelum mengetahui secara jelas peran dan kewenangan jabatan yang diemban Said Iqbal.
Menurut Nining, efektivitas posisi tersebut akan sangat ditentukan oleh sejauh mana masukan yang diberikan benar-benar didengar dan dijadikan dasar kebijakan pemerintah.
Nining menegaskan, persoalan ketenagakerjaan di Indonesia hingga kini masih sangat kompleks dan belum menunjukkan perbaikan signifikan bagi mayoritas pekerja.
Ia menyoroti berbagai masalah yang masih dihadapi buruh, mulai dari upah layak, kerja layak, hingga kepastian hidup yang layak.
Selain itu, Nining juga menyinggung maraknya PHK, fleksibilitas tenaga kerja yang dinilai semakin melemahkan posisi buruh, hingga sistem kerja kontrak dan alih daya yang masih menjadi persoalan.
Tak hanya sektor ketenagakerjaan, Nining juga menyoroti dampak pembangunan terhadap masyarakat di daerah.
Bagi Nining, masuknya tokoh buruh ke dalam pemerintahan baru akan bermakna jika mampu mendorong perubahan kebijakan yang berpihak kepada pekerja dan masyarakat luas, bukan sekadar menjadi bagian dari struktur kekuasaan.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/c7-VobVdbQM
#prabowo #menteri #kabinet
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674102/said-iqbal-dilantik-jadi-penasihat-khusus-presiden-prabowo-akan-perjuangkan-nasib-buruh-satu-meja
Meski demikian, Nining menilai terlalu dini untuk menaruh harapan besar sebelum mengetahui secara jelas peran dan kewenangan jabatan yang diemban Said Iqbal.
Menurut Nining, efektivitas posisi tersebut akan sangat ditentukan oleh sejauh mana masukan yang diberikan benar-benar didengar dan dijadikan dasar kebijakan pemerintah.
Nining menegaskan, persoalan ketenagakerjaan di Indonesia hingga kini masih sangat kompleks dan belum menunjukkan perbaikan signifikan bagi mayoritas pekerja.
Ia menyoroti berbagai masalah yang masih dihadapi buruh, mulai dari upah layak, kerja layak, hingga kepastian hidup yang layak.
Selain itu, Nining juga menyinggung maraknya PHK, fleksibilitas tenaga kerja yang dinilai semakin melemahkan posisi buruh, hingga sistem kerja kontrak dan alih daya yang masih menjadi persoalan.
Tak hanya sektor ketenagakerjaan, Nining juga menyoroti dampak pembangunan terhadap masyarakat di daerah.
Bagi Nining, masuknya tokoh buruh ke dalam pemerintahan baru akan bermakna jika mampu mendorong perubahan kebijakan yang berpihak kepada pekerja dan masyarakat luas, bukan sekadar menjadi bagian dari struktur kekuasaan.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/c7-VobVdbQM
#prabowo #menteri #kabinet
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674102/said-iqbal-dilantik-jadi-penasihat-khusus-presiden-prabowo-akan-perjuangkan-nasib-buruh-satu-meja
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:25Kepada Presiden terkait dengan kesejahteraan buruk.
00:42Kepada Presiden terkait dengan kesejahteraan buruk.
01:09Kepada Presiden terkait dengan kesejahteraan buruk.
01:34Kepada Presiden terkait dengan kesejahteraan buruk.
01:42Keberadaan aktivis sebagai motor kekuatan penyeimbang diperlukan untuk memastikan pemerintahan berjalan dalam koridor konstitusi dan berpihak pada kepentingan publik.
01:52Lalu bagaimana wajah masyarakat sipil jika para penggeraknya bergabung dengan pemerintah?
01:58Semua diborong istana, Indonesia mau kemana?
02:02Inilah satu meja The Forum malam ini bersama saya Yogi Nugraha.
02:06Sudah hadir di Studio Kompas TV untuk membahas tema kita malam ini.
02:11Ada Mbak Nining Elitos, Koordinator Dewan Buruh Nasional CASBI atau Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia.
02:20Apa kabar Mbak Nining?
02:21Masih semangat?
02:23Pasti.
02:24Harus semangat ya?
02:24Selalu semangat.
02:25Oke.
02:25Boleh lebih sedikit Mbak?
02:27Oke.
02:28Supaya terdengar lebih jelas suaranya Mbak Nining sebagai aktivis bu.
02:31Ada juga Bung Ferry Amsari.
02:34Desen aktivis, pengamat, pendengung dari Nusrat Andalas.
02:42Apa kabar Bung Ferry?
02:44Alhamdulillah baik.
02:45Ada juga Mas Budiman Sujat Miko, Kepala BP Taskin.
02:52Aktivis 98 yang dalam catatan sejarah banyak disebut salah satu yang menggulingkan rezeki baru.
02:59Enggak juga.
03:00Tapi terima kasih atas undangannya Mas Yogi.
03:03Terima kasih.
03:04Last but not least ada Saeed.
03:08Saya menyebutnya Pak Saeed Agil sebagai Presiden KSPI.
03:12Saeed Iqbal, maaf sorry.
03:15Saeed Iqbal atau sekarang menjadi penasihat Presiden bidang ketendaraan kekerjaan dan kesejahteraan buruh.
03:23Apa kabar Pak Saeed?
03:24Baik, Alhamdulillah. Assalamualaikum.
03:26Waalaikumsalam.
03:27Saya mau ke Mbak Nining dulu nih.
03:29Satu-satunya perempuan di meja ini.
03:31Mbak Nining kalau melihat Mas Saeed dilantik di istana, kawan satu perjuangan, tentu sebagai kawan gembira.
03:42Tapi dalam konteks pergerakan dan saya menyebutnya adalah ini bisa disebut babak baru relasi gerakan buruh dengan pemerintah.
03:51Dengan masuknya Mas Iqbal.
03:54Dan sebelumnya ada Pak Jumur Hidayat.
03:59Apa yang boleh kita dengar dari Anda sebagai sesama?
04:03Anda kalau harapan terlalu umum lah.
04:06Kira-kira Anda menitipkan langsung aja.
04:07Kira-kira apa yang mau Anda tanyakan atau apa yang mau Anda sampaikan kepada Pak Saeed?
04:13Iya, pertama saya secara pribadi karena saya kenal dan kemudian sebagai teman gitu ya.
04:21Bagi saya ya senang-senang saja gitu ya.
04:25Tapi harus diingat.
04:27Saya penting tapi-nya ini.
04:28Karena kita juga belum tahu apa peran dan manfaat serta kedudukan.
04:34Kita harus lihat dalam kedudukan hukum ketatanegaraan gitu ya.
04:39Termasuk apakah penasehat ini pasif atau menjadi aktif.
04:43Penasehat.
04:44Iya kan gitu karena penasehat ketenaga kerjaan.
04:47Karena kita tahu problem persoalan ketenaga kerjaan yang sangat kompleks.
04:52Dan sampai hari ini belum ada terjadi perbaikan atas nasib.
04:56Upah layak.
04:57Soal anid daya itu belum selesai ya dengan kaya.
04:59Oh iya pasti tidak hanya bicara tentang upah layak tapi kerja layak terus kemudian hidup layak.
05:04Anda boleh berharap dong dengan maksudnya Pak Saeed ke dalam.
05:07Ya makanya sebelum kita bicara berharap tentu kita harus lihat perannya pasif atau aktif kan gitu.
05:14Kalau dia pasif kita bisa sudah bisa melihat tidak akan membawa perubahan apapun gitu.
05:21Nah apakah yang dinasehat itu mekanismenya nanti kita lihat mau didengar atau enggak.
05:26Kita sudah tahu dalam perjalanannya baru setahun lebih gitu ya gitu.
05:32Seringkali orang mengkritik dan kemudian memberikan masukan pandangan terhadap bagaimana persoalan rakyat tentang persoalan misalkan hari ini adalah tentang keamanan
05:43bekerja.
05:44Atau istilahnya karena hari ini semakin terjadi fleksibilitas tenaga kerja.
05:48Buruh muda di PHK, buruh semakin lemah dilindungi gitu ya gitu.
05:52Job security.
05:53Terus sebelum lagi upahnya semakin rendah apalagi kalau kita bicara situasi kondisi masyarakat kita hari ini.
06:00Petani-petani di desa, tanah-tanah masyarakat dipaksakan atas nama pembangunan proyek strategis nasional.
06:07Mereka kehilangan ruang hidup, lingkungan menjadi rusak gitu ya.
06:11Kemudian menjadi buruk, upah murah.
06:14Terus kemudian tidak punya kepastian kerja tanah sistem kerja kontrak, alidayah.
06:18Terus kemudian juga belum lagi PHK, belum lagi tentang persoalan penyelewengan hukum gitu ya.
06:24Tentang persoalan pelanggaran terhadap hukum yang masih minimal.
06:28Karena Mbak Nining mengatakan ini bisa aktif atau tidak, ini ada Bung Ferry Amsari yang kita secara kepakaran paham juga
06:37dibandingkan kedudukan penasehat dibandingkan dengan Menteri.
06:40Bung Ferry, apa kira-kira Anda bisa membantu menjawab nggak apa yang khawatiran atau pertanyaan dari Mbak Nining
06:46soal keberadaan Pak Saeed ini di dalam aktivis buruh yang ada di dalam istana?
06:51Ya saya melihat sebenarnya ada kecenderungan pemerintah saat ini tidak punya kepercayaan diri.
06:58Maksimal.
06:59Kenapa?
07:00Sehingga semua ditarik, diborong begitu ya.
07:04Tentu tidak dalam rangka kalau biasanya orang borong-memborong ini harga sedang murah ini.
07:10Tapi memang beberapa figur ini bisa kita ketahui adalah figur sentral dalam berbagai isu.
07:18Siapa yang tidak kenal Budiman Sujat Miko?
07:21Kalau Anda punya sejarah pergerakan Anda harus baca dia.
07:26Siapa yang tidak tahu Saeed Iqbal?
07:28Kalau Anda ada di dalam gerakan buruh Anda pernah berdiskusi panjang dengan dia.
07:35Nah orang ini yang hendak ditarik oleh istana itu sebabnya kesan yang saya tangkap terlalu banyak yang ditarik.
07:44Kalau ditarik dalam konteks untuk memperbaiki mempercepat kebijakan tidak ada salahnya kan?
07:49Tidak ada salah tetapi terlalu banyak itu menyebabkan pemerintahan tidak efektif dan kasihan.
07:55Catatan saya dengan berbagai peristilahan yang muncul untuk menarik teman-teman ke dalam istana.
08:00Ada staf khusus presiden, ada utusan khusus presiden, ada penasehat khusus presiden.
08:09Yang tiba-tiba namanya saja penasehat tapi kerja-kerjanya eksekutif.
08:15Saya ambil contoh, penasehat khusus presiden bidang komunikasi tapi jadi jubirnya presiden.
08:23Dengan kata lain sebenarnya ada orang yang ingin jadi badan komunikasi tapi sudah ada.
08:31Kalau masuk berduaan nanti jadi bawahan satu atasan satu.
08:35Tidak mau, jadi fungsinya sama tetapi namanya nomenklaturnya berbeda.
08:41Bagi saya itu pemubaziran.
08:43Kalau langsung ke posisinya.
08:46Kalau menggunakan catatan soal kemanfaatan apa bagi pemerintahan posisi Pak Syed Iqbal.
08:54Pertanyaan besarnya untuk apa ada menteri yang ngurus buruh, ada pula penasehat ngurus buruh.
08:59Bukankah tugas salah satu menteri adalah dalam bidang tertentu membantu presiden.
09:06Presiden kemudian menasehati menteri.
09:10Sekarang ada presiden partai buruh menjadi penasehat presiden.
09:15Ini sudah bingung namanya.
09:17Nah yang tugasnya menasehati presiden dalam hal ini menurut saya tidak diperlukan.
09:21Karena harus ada faktor penyeimbang di luar istana untuk kerja kerda dan kebijakan-kebijakan negara terkait tenaga kerjaan.
09:31Pak Syed kalau gitu Pak Syed.
09:32Karena Pak Syed sedang dalam perawatan mata.
09:37Saya persilahkan jika memang ruangan ini dianggap terlalu.
09:41Izin ya.
09:41Kita izin aja pakai kacamata.
09:43Ya silahkan.
09:44Lebih gagah juga kelihatan.
09:46Supaya clear pemirsa ini bukan karena baru dilantik menjadi setingkat menteri bukan.
09:51Tapi karena memang treatment mata.
09:53Pak Syed mau menanggapi apa yang disampaikan oleh Bung Ferry.
09:57Terima kasih.
09:59Pertama tentu ada dua pertimbangan yang kami di KSPI khususnya.
10:05Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia untuk mengambil posisi membantu presiden sebagai penasehat bidang ketenaga kerjaan dan kesejahteraan buruk.
10:17Sebelum ke sana kalau boleh tahu awal komunikasinya gimana?
10:20Dipanggil atau ada kebutuhan atau?
10:24Diskusi yang mengalir.
10:26Langsung dengan presiden?
10:27Langsung dengan presiden beberapa waktu sebelumnya.
10:31Misal contoh, padahal itu kita kan gelisah ya dengan Omnibus Law undang-undang cipta kerja.
10:37Kami menyatakan ini kekalahan politik kaum buruk.
10:42Bagaimana mungkin semua partai politik bersepakat terhadap sesuatu yang merugikan posisi buruk.
10:51Downgrade terhadap kesejahteraan.
10:53Waktu itu.
10:53Persorsi yang masif.
10:54Waktu Omnibus Law digodok sampai di ketok.
10:56Seiring berjalannya waktu sampai dengan akhirnya masuk ke dalam pemerintahan.
11:00Iya ke dalam kekuasaan ini.
11:03Kami berkesimpulan memang kekuasaan itu sesuatu yang penting.
11:07Dan bukan tabu.
11:08Berpolitik bagi buruk itu bukan tabu.
11:11Buruk itu makhluk berpolitik.
11:13Anda pergi ke Amerika Latin bahkan mereka punya partainya.
11:16Pertanyaan adalah berpolitik pasti boleh.
11:18Tetapi ada di luar atau di dalam kekuasaan.
11:20Itu yang sangat kita diskusikan.
11:22Ketika ada di dalam apa yang Anda bisa jelaskan?
11:25Dalam diskusi-diskusi itu dimulai dengan kekalahan Omnibus Law undang-undang cipta kerja.
11:30Begitu Pak Presiden Prabowo terpilih.
11:33Maka kita KSPI menyatakan bersepakat ini kesempatan dan ruang untuk memberikan masukan secara aktif.
11:45Tadi yang Mbak Nini bilang secara aktif terhadap koreksi kebijakan-kebijakan yang sebelumnya.
11:52Pak Presiden Prabowo 2014-2019 didukung oleh KSPI secara total.
11:59Karena kita punya pertimbangan.
12:01Jadi ada historisnya ya?
12:02Ya ada historisnya.
12:04Ada historis.
12:04Bahkan saya waktu itu terpilih sebagai ILO Governing Body.
12:07Salah satu pengurus pusat PBB.
12:11Badan di PBB.
12:12ILO Governing Body berkantar di Geneva.
12:14Saya disuruh milih waktu itu sama ITU si Konfederasi Serikat Buru.
12:18Saya simpulkan artinya memang ada pembicaraan, ada historis dari 2014.
12:22Ya ada historis itu.
12:23Saya suruh pilih Anda tetap mau ILO Governing Body atau Anda mendukung Prabowo.
12:29Saya bilang Anda tidak boleh ikut campur dalam urusan negeri kita.
12:33Serikat Buru itu bebas, independen.
12:35Terribun Anda orang internasional.
12:36Kalau gitu saya akan tahan dulu saya ke Mas Budiman.
12:39Mas Budiman sebagai pendahulu yang ada di dalam.
12:41Kan selalu bahasa klasiknya.
12:44Oh iya kan pendahulu yang ada di dalam.
12:45Lebih dulu kan setelah itu.
12:47Bahasa klasiknya adalah ingin memperjuangkan dari dalam sistem.
12:52Oke.
12:52Ya kan itu kan.
12:53Sama juga saya lihat pernyataannya Mas Said juga sama juga.
12:58Anda melihat ini memang yang sudah di dalam ya.
13:01Pada dalam prakteknya adalah memang ada kebutuhan politik semata untuk tanda kutip.
13:05Bukan tanda kutip lagi untuk meredam suara-suara kritis sebagai bagian dari stabilitas sebuah pemerintahan.
13:12Atau ternyata di luar itu ada hal yang publik belum tahu apa yang dikircang oleh aktivis di dalam istana.
13:18Bukan kebutuhan politis.
13:20Oh bukan.
13:21Kebutuhan ideologis.
13:22Oke.
13:22Apa?
13:23Bagaimana menjelaskannya?
13:24Pak Prabowo saya menyatakan disini mungkin presiden pertama di era reformasi.
13:29Yang membawa visi-misi ekonomi politik yang agak berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya.
13:36Oke.
13:37Lebih tegas membicarakan perubahan-perubahan struktural.
13:41Lebih tegas dalam memfungsikan APBN sebagai mesin pemerataan.
13:46Selama ini presiden-presiden Indonesia sebelumnya memfungsikan APBN sebagai mesin pertumbuhan.
13:54Presiden Prabowo saya kira setelah reformasi adalah presiden pertama yang memfungsikan APBN sebagai mesin pemerataan.
14:00Ada 1.300 triliun rupiah diarahkan untuk pengantasan kemiskinan.
14:06Pengurangan kemiskinan.
14:08Artinya ada keberpihakan itu.
14:12Artinya keputusannya kami masuk adalah keputusan ideologis.
14:15Satu.
14:15Kedua.
14:16Anda melihat itu konsep atau sudah ada yang diterapkan?
14:19Ya itu sudah dicari-cari.
14:20Keputusan bersama dengan DPR dong.
14:21Tercermin di APBN bukan rencana.
14:23Kedua.
14:24Kalau tadi Pak Ferry bicara terlalu banyak aktivis.
14:28Saya ingat tahun 2011 saya pernah berbicara dengan Lula Da Silva, presiden dari Pak Kertia Pekerja Brazil.
14:35Menurut saya malah bukannya kurang banyak.
14:37Bukannya kurang, terlalu banyak.
14:38Kurang banyak.
14:40Ketika Lula bicara.
14:41Lula bagaimana Anda membangun struktur kabinet Anda dalam mencapai tujuan-tujuan pengantasan kemiskinan, mengatasi kejangan sosial.
14:48Tapi itu kan beda mas.
14:49Enggak, enggak sebentar.
14:49Itu yang memegang kekuasaan buruh.
14:52Enggak, enggak sebentar.
14:52Bukan, bukan.
14:53Gini.
14:54Harus dilihat.
14:54Enggak, enggak bisa juga kita mengatakan bahwa pro-buruh harus asalnya buruh.
14:59Enggak juga.
14:59Tentu saja tidak seperti itu.
15:01Presiden, Presiden Menteri Sepanyol, Partai Buruh Sosialis Sepanyol itu bukan buruh.
15:05Seorang intelektual.
15:07Tapi intinya saya ingatakan bahwa ada kebutuhan struktural untuk menempatkan orang-orang reaktif.
15:13Saya bilang, bagaimana Anda membagi kabinet?
15:15Bagaimana?
15:16Saya bagi dua.
15:17Kabinet, Kementerian-Kementerian mendorong pertumbuhan ekonomi, Kementerian Industri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Investasi.
15:25Saya prioritaskan CEO.
15:27Tapi Kementerian Pertanaga Kerjaan, Kementerian Agraria, Kementerian Lingkungan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Kepala BP Taskinya Brazil.
15:36Saya prioritaskan pimpinan-pimpinan gerakan buruh, gerakan petani, gerakan perempuan, intelektual.
15:42Artinya apa?
15:42Anda banyak.
15:43Kalau untuk sebuah tujuan struktural seperti itu, saya kira ini jangan dilihat ini hanya segera kebutuhan politik taktis meredam.
15:50Saya kira kita mereduksinya.
15:52Kita lihat saja dari memang visinya Pak Presiden Prabowo apa.
15:55Saya mau mengkelirkan dulu.
15:56Ketika semua pihak, banyak kalangan mengatakan bahwa ini soal efektivitas.
16:01Lalu banyak posisi-posisi yang tanda kutip seperti tidak ada-ada kan.
16:05Anda ada yang sudah ada di dalam, bisa cerita benarkah itu?
16:09Atau memang ketika sudah di dalam dengan posisi-posisi yang tertentu,
16:14mau menyelesaikan satu masalah itu susahnya minta ampun.
16:18Bagaimana yang Anda rasakan selama hampir dua tahun kan Anda di dalam?
16:25Kaitanya dengan BP Taskin atau apapun, ada enggak?
16:28Benar enggak penyataan orang-orang di luar?
16:30Kesulitan berkomunikasi?
16:31Iya, dengan Presiden.
16:33Kebetulan...
16:33Tapi tahan dulu jawabannya.
16:35Kita akan kembali setelah yang satu ini, tetaplah di satu menjadi forum.
Komentar