Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal mencontohkan sejumlah aspirasi yang menurutnya dapat ditindaklanjuti dengan cepat melalui komunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satunya terkait usulan agar aktivis buruh Marsinah diangkat menjadi pahlawan nasional.

Ketika diminta menyebut nama yang diusulkan, Said mengaku langsung menjawab Marsinah.

Menurut Said, komunikasi yang efektif membuat pengambilan keputusan dapat berlangsung cepat.

Ia juga menyinggung proses pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) yang telah diperjuangkan selama 22 tahun.

Sementara itu, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menilai Presiden Prabowo dikenal cepat mengambil keputusan, terutama terkait isu kemiskinan.

Menurut Budiman, berbagai tindak lanjut kebijakan dapat segera diterbitkan setelah pembahasan dilakukan.

Namun pandangan berbeda disampaikan Koordinator Dewan Buruh Nasional KASBI, Nining Elitos.

Nining menegaskan efektivitas perjuangan buruh tidak dapat diukur hanya dari akses kepada Presiden.

Menurutnya, yang lebih penting adalah sejauh mana kebijakan pemerintah mampu menyelesaikan akar persoalan yang dihadapi pekerja.

Nining mencontohkan persoalan outsourcing yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Ia menyinggung pernyataan Presiden terkait penghapusan outsourcing yang dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam kebijakan di lapangan.

Nining juga menyoroti masih maraknya sistem kerja kontrak, fleksibilitas tenaga kerja, pemagangan, dan outsourcing yang menurutnya melemahkan posisi buruh.

Selain itu, ia menilai persoalan yang muncul setelah berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja masih menjadi tantangan besar.

Menurut Nining, pemerintah juga masih menghadapi pekerjaan rumah dalam menjamin kebebasan berserikat dan ruang demokrasi.

"Kita masih lihat bagaimana pembungkaman, kriminalisasi, bahkan sampai penyiraman air keras terhadap orang-orang bersuara kritis," katanya.



Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/c7-VobVdbQM

#prabowo #menteri #kabinet

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/674106/said-iqbal-klaim-aspirasi-didengar-kasbi-ungkap-daftar-masalah-buruh-satu-meja
Transkrip
00:00Tapi waktu May Day itu memang semua orang yang tahun ini memang orang melihat sepertinya seperti ya.
00:04Ya tapi kan gak ada yang tahu proses bagaimana kami berkomunikasi dengan Presiden.
00:09Emangnya RUPP RT memangnya tiba-tiba bisa disahkan?
00:14Tidak, RUPP RT 22 tahun kawan-kawan jalan PRT berjuang, cukup 3 hari bisa disahkan.
00:21Gak artinya gini, bukan suatu yang aneh juga ketika ada perayaan May Day dihadiri Presiden, di negara manapun.
00:27Oh gak apa-apa.
00:28Gak ada masalah, jangan-jangan perlu.
00:29Tapi yang harus dilihat adalah keberlangsungan bagaimana perjuangan-perjuangan buruk.
00:35Oh itu benar, sustansinya.
00:37Pertanyaan tadi, apakah secara apa?
00:39Yang menarik tema kemiskinan Mas Yogi, kebetulan dalam soal segala yang berkaitan dengan tema kemiskinan,
00:46Pak Presiden biasanya gak terlalu berlarut-larut meetingnya.
00:49Sehingga tidak harus terlalu banyak, itu biasa segera keluar perpres, segera keluar impres.
00:55Dan itu selalu cepat ya?
00:56Selalu cepat, kalau bisa saya ambil contoh.
00:57Saya ambil contoh, siapa yang mengusulkan Marsina jadi pahlawan nasional?
01:01Walaupun ini simbolis.
01:02Saya waktu May Day 2025 berbisik.
01:05Pak, tolonglah buru tidak pernah jadi pahlawan nasional.
01:08Menurut kamu siapa?
01:10Marsina.
01:11Oke.
01:11Pertanyaan saya jawab Marsina.
01:12Oke, apakah buru semua setuju?
01:14Saya berkeyakinan setuju, karena beliau dari akar rumput Marsina.
01:18Oke, kita putuskan.
01:19Jadi komunikasi yang pas dan tepat, membuat Presiden bisa memutuskan juga cepat.
01:25RUP, PRT juga itu begitu.
01:26Mas Said dan Mas Budiman, saya mau tanya ke Mbak Nini.
01:30Itu yang kita halami ya, yang kita rasakan ya.
01:31Ini kan masih ada di jalur perjuangan buruh yang belum masuk ke dalam.
01:37Mbak Nini paling enggak kan ada di luar ya kan.
01:38Tadi mengatakan ada beberapa hal yang belum selesai ini.
01:42Soal upah layak, soal job security, ya kan.
01:46Tapi kalau dari ceritanya masa ini kayaknya semuanya baik aja langsung ketemu ketok.
01:51Pertama harus diingatkan seperti ini.
01:54Yang kita maksud dengan efektivitas itu bukan persoalan bisa bertemu atau tidak gitu ya.
02:00Ya, pertamanya bertemu, kemudian menyampaikan persoalan.
02:04Dengan bertemu itulah bisa disampaikan gagasan.
02:07Tapi kan yang paling mendasar adalah bagaimana akan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
02:14Nah pertanyaan saya soal-soal krusial, buruh dengan Pak Mbak Mbak.
02:18Contoh gitu ya, kita bicara tentang persoalan MEDE.
02:22Memang secara organisasi Konfederasi KASBI tidak terlibat di Monas.
02:26Dia melakukan aksi yang juga tidak dipengaruhi oleh baik elit politik, bahkan kekuasaan hari ini.
02:32Dan kita menentukan sendiri untuk aksi di DPR gitu ya gitu.
02:36Kemudian di beberapa hari sebelum itu, kemudian kita tahu,
02:42MEDE sebelumnya pemerintah termasuk Pak Prabowo waktu itu menyatakan akan melakukan penghapusan outsourcing.
02:49Faktanya kebijakan yang dikeluarkan adalah ketika peraturan menteri justru kemudian mengeluarkan
02:55satu kebijakan tentang alidaya yang kemudian menjadi enam sektor.
03:03Itu yang harus diingat.
03:05Artinya...
03:06Artinya ada yang mengatakan bahwa belum semua apa yang...
03:10Artinya apa yang disampaikan di publik dengan apa yang kemudian diturunkan dalam satu kebijakan,
03:17ini agak bergeser gitu ya gitu.
03:19Kenapa saya bilang seperti itu, konstitusi negara kita menjamin bahwa siapapun pengurus negara
03:26menjamin seluruh tumpah dari Indonesia.
03:29Nah kalau enam sektor ini boleh kita alidayakan,
03:33artinya kita melakukan diserminasi terhadap enam sektor.
03:36Mulai dari security, misalkan terus kemudian catering dan yang lain gitu ya gitu.
03:41Itu yang harus diingat.
03:42Anda melihat belum ada keberpihakan pemerintah.
03:45Nah itu yang harus kita lihat gitu ya gitu.
03:47Saya mau banyak atau sedikit yang masuk dalam kekuasaan kita bisa lihat kok di rezim Jokowi.
03:52Saya mah adalah secara individu saya mendukung rezim Jokowi di periode pertama gitu ya gitu.
04:00Tentang bagaimana pada saat itu ada satu program agenda yang mau disampaikan adalah
04:06tentang kerja layak, upah layak terus kemudian hidup layak.
04:09Sampai hari ini justru kita semakin menjauhkan itu gitu ya gitu.
04:13Bahkan di 2015 Jokowi mengeluarkan PP78 yang waktu itu kita semua melakukan pergerakan perlawanan gitu.
04:20Nah itu yang kemudian masih terjadi sampai hari ini.
04:24Misalkan kita bicara tentang anti serikat.
04:26Dengan sistem kerja kontrak, fleksibilitas senaga kerja, sistem emagang dan alidayah.
04:32Ini kerentanan terhadap buru semakin kecil berserikat, kolektif bergeningnya semakin kecil kan gitu.
04:38Karena mereka tidak punya power bergening dan serikat juga akan memiliki kekhawatiran itu dari sektor formal menjadi informalisasi.
04:46Dan itu nyata.
04:47Nah ditambah lagi dengan omnibus law undang-undang cipta kerja yang hari ini juga banyak dimanfaati oleh pengusaha-pengusaha hitam
04:53yang kemudian itu butuh bagaimana pencegahan, pengawasan dan penegakan hukum.
04:58Dan ini masih persoalan yang dihadapi sampai hari ini termasuk juga bicara tentang ruang kebebasan berdemokrasi gitu ya.
05:07Baik di dalam tingkat perusahaan bahkan sampai tingkat nasional kita masih lihat bagaimana pembungkaman,
05:13kriminalisasi bahkan sampai penyiraman air keras terhadap orang-orang bersuara kritis.
05:18Saya, Bung Ferry, Bung Ferry ini kan salah satu yang sekarang ini lagi jadi bintang tanda kutip aktivis yang dianggap
05:25meritik terus kerjaannya kan gitu kan, memberikan masukan dan sebagainya.
05:30Anda melihat bahwa ada beberapa tadi Mas Budiwan mengatakan kurang banyak aktivis.
05:35Anda melihat apakah sebetulnya keberadaan aktivis sebagai penyeimbang di luar itu seperti apa?
05:42Atau Anda justru mengatakan bahwa saya ini perasa tidak nyaman dianggap soal itu tidak pernah ramah dengan pemerintah?
05:48Tapi tahan dulu jawabannya, kita akan kembali setelah yang satu ini tetap di satu meja di forum.
Komentar

Dianjurkan