00:00Tapi waktu May Day itu memang semua orang yang tahun ini memang orang melihat sepertinya seperti ya.
00:04Ya tapi kan gak ada yang tahu proses bagaimana kami berkomunikasi dengan Presiden.
00:09Emangnya RUPP RT memangnya tiba-tiba bisa disahkan?
00:14Tidak, RUPP RT 22 tahun kawan-kawan jalan PRT berjuang, cukup 3 hari bisa disahkan.
00:21Gak artinya gini, bukan suatu yang aneh juga ketika ada perayaan May Day dihadiri Presiden, di negara manapun.
00:27Oh gak apa-apa.
00:28Gak ada masalah, jangan-jangan perlu.
00:29Tapi yang harus dilihat adalah keberlangsungan bagaimana perjuangan-perjuangan buruk.
00:35Oh itu benar, sustansinya.
00:37Pertanyaan tadi, apakah secara apa?
00:39Yang menarik tema kemiskinan Mas Yogi, kebetulan dalam soal segala yang berkaitan dengan tema kemiskinan,
00:46Pak Presiden biasanya gak terlalu berlarut-larut meetingnya.
00:49Sehingga tidak harus terlalu banyak, itu biasa segera keluar perpres, segera keluar impres.
00:55Dan itu selalu cepat ya?
00:56Selalu cepat, kalau bisa saya ambil contoh.
00:57Saya ambil contoh, siapa yang mengusulkan Marsina jadi pahlawan nasional?
01:01Walaupun ini simbolis.
01:02Saya waktu May Day 2025 berbisik.
01:05Pak, tolonglah buru tidak pernah jadi pahlawan nasional.
01:08Menurut kamu siapa?
01:10Marsina.
01:11Oke.
01:11Pertanyaan saya jawab Marsina.
01:12Oke, apakah buru semua setuju?
01:14Saya berkeyakinan setuju, karena beliau dari akar rumput Marsina.
01:18Oke, kita putuskan.
01:19Jadi komunikasi yang pas dan tepat, membuat Presiden bisa memutuskan juga cepat.
01:25RUP, PRT juga itu begitu.
01:26Mas Said dan Mas Budiman, saya mau tanya ke Mbak Nini.
01:30Itu yang kita halami ya, yang kita rasakan ya.
01:31Ini kan masih ada di jalur perjuangan buruh yang belum masuk ke dalam.
01:37Mbak Nini paling enggak kan ada di luar ya kan.
01:38Tadi mengatakan ada beberapa hal yang belum selesai ini.
01:42Soal upah layak, soal job security, ya kan.
01:46Tapi kalau dari ceritanya masa ini kayaknya semuanya baik aja langsung ketemu ketok.
01:51Pertama harus diingatkan seperti ini.
01:54Yang kita maksud dengan efektivitas itu bukan persoalan bisa bertemu atau tidak gitu ya.
02:00Ya, pertamanya bertemu, kemudian menyampaikan persoalan.
02:04Dengan bertemu itulah bisa disampaikan gagasan.
02:07Tapi kan yang paling mendasar adalah bagaimana akan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
02:14Nah pertanyaan saya soal-soal krusial, buruh dengan Pak Mbak Mbak.
02:18Contoh gitu ya, kita bicara tentang persoalan MEDE.
02:22Memang secara organisasi Konfederasi KASBI tidak terlibat di Monas.
02:26Dia melakukan aksi yang juga tidak dipengaruhi oleh baik elit politik, bahkan kekuasaan hari ini.
02:32Dan kita menentukan sendiri untuk aksi di DPR gitu ya gitu.
02:36Kemudian di beberapa hari sebelum itu, kemudian kita tahu,
02:42MEDE sebelumnya pemerintah termasuk Pak Prabowo waktu itu menyatakan akan melakukan penghapusan outsourcing.
02:49Faktanya kebijakan yang dikeluarkan adalah ketika peraturan menteri justru kemudian mengeluarkan
02:55satu kebijakan tentang alidaya yang kemudian menjadi enam sektor.
03:03Itu yang harus diingat.
03:05Artinya...
03:06Artinya ada yang mengatakan bahwa belum semua apa yang...
03:10Artinya apa yang disampaikan di publik dengan apa yang kemudian diturunkan dalam satu kebijakan,
03:17ini agak bergeser gitu ya gitu.
03:19Kenapa saya bilang seperti itu, konstitusi negara kita menjamin bahwa siapapun pengurus negara
03:26menjamin seluruh tumpah dari Indonesia.
03:29Nah kalau enam sektor ini boleh kita alidayakan,
03:33artinya kita melakukan diserminasi terhadap enam sektor.
03:36Mulai dari security, misalkan terus kemudian catering dan yang lain gitu ya gitu.
03:41Itu yang harus diingat.
03:42Anda melihat belum ada keberpihakan pemerintah.
03:45Nah itu yang harus kita lihat gitu ya gitu.
03:47Saya mau banyak atau sedikit yang masuk dalam kekuasaan kita bisa lihat kok di rezim Jokowi.
03:52Saya mah adalah secara individu saya mendukung rezim Jokowi di periode pertama gitu ya gitu.
04:00Tentang bagaimana pada saat itu ada satu program agenda yang mau disampaikan adalah
04:06tentang kerja layak, upah layak terus kemudian hidup layak.
04:09Sampai hari ini justru kita semakin menjauhkan itu gitu ya gitu.
04:13Bahkan di 2015 Jokowi mengeluarkan PP78 yang waktu itu kita semua melakukan pergerakan perlawanan gitu.
04:20Nah itu yang kemudian masih terjadi sampai hari ini.
04:24Misalkan kita bicara tentang anti serikat.
04:26Dengan sistem kerja kontrak, fleksibilitas senaga kerja, sistem emagang dan alidayah.
04:32Ini kerentanan terhadap buru semakin kecil berserikat, kolektif bergeningnya semakin kecil kan gitu.
04:38Karena mereka tidak punya power bergening dan serikat juga akan memiliki kekhawatiran itu dari sektor formal menjadi informalisasi.
04:46Dan itu nyata.
04:47Nah ditambah lagi dengan omnibus law undang-undang cipta kerja yang hari ini juga banyak dimanfaati oleh pengusaha-pengusaha hitam
04:53yang kemudian itu butuh bagaimana pencegahan, pengawasan dan penegakan hukum.
04:58Dan ini masih persoalan yang dihadapi sampai hari ini termasuk juga bicara tentang ruang kebebasan berdemokrasi gitu ya.
05:07Baik di dalam tingkat perusahaan bahkan sampai tingkat nasional kita masih lihat bagaimana pembungkaman,
05:13kriminalisasi bahkan sampai penyiraman air keras terhadap orang-orang bersuara kritis.
05:18Saya, Bung Ferry, Bung Ferry ini kan salah satu yang sekarang ini lagi jadi bintang tanda kutip aktivis yang dianggap
05:25meritik terus kerjaannya kan gitu kan, memberikan masukan dan sebagainya.
05:30Anda melihat bahwa ada beberapa tadi Mas Budiwan mengatakan kurang banyak aktivis.
05:35Anda melihat apakah sebetulnya keberadaan aktivis sebagai penyeimbang di luar itu seperti apa?
05:42Atau Anda justru mengatakan bahwa saya ini perasa tidak nyaman dianggap soal itu tidak pernah ramah dengan pemerintah?
05:48Tapi tahan dulu jawabannya, kita akan kembali setelah yang satu ini tetap di satu meja di forum.
Komentar