00:02Masih di Satu Menjadi Forum, saya melanjutkan Bung Ferry.
00:05Bung Ferry tadi saya sudah sampaikan seringkali soal data suah sembada dan sebagainya.
00:11Terus Anda melihat kawan-kawan aktifis, bagi Anda sebetulnya posisi di luar dan di dalam tentu sama saja.
00:17Tetapi apa yang membedakan?
00:19Dikkat seorang aktifis yang disebut sebagai motor penggerak penyeimbang kekuasaan,
00:24ada di dalam harus seperti apa dan yang ada di luar seperti apa dan itu dibiarkan non-aktif saja.
00:29Ya sebenarnya tidak terlalu berminat juga untuk mengkritik pemerintah yang namanya pemerintah saya juga.
00:36Tapi gara-gara Mas Budi meninggalkan tempatnya harus ada yang mengisi.
00:40Ada yang mengisi, ini penghargaan, ini penghargaan.
00:44Maka ada penyeimbang.
00:46Ya betul, makanya apalagi dalam berbagai perspektif dosen itu kan pada dasarnya adalah buruh.
00:53Karena dia diupah.
00:54Dan bagi saya itu juga yang perlu dipahami apa yang terjadi yang dicontohkan oleh Mas Budi di Amerika Latin itu.
01:03Sebagian dibenangkan partai buruh baru mereka mengisi kekuasaan dan mengeluarkan kebijakan.
01:09Bukan sebaliknya bersandar semacam ikut ya, menuai dari keberhasilan orang.
01:17Sehingga kebijakan-kebijakan pada dasarnya tidak pro-buruh.
01:21Nah bagi saya ya tentu akan ada bedanya buruh yang berkuasa mengeluarkan kebijakannya.
01:29Ada di titik sentral kekuasaan dibandingkan buruh yang menumpang laju biduk ke hilir.
01:36Cuman sekadar lewat.
01:37Di titik itu akan sangat membedakannya.
01:42Tentu ini tidak mencoba berpikir negatif kepada teman-teman masuk ke dalam.
01:49Tapi fakta membedakan, menjelaskan hal yang berbeda.
01:54Tidak ada satupun kerja teman-teman di dalam yang menonjol dari kerja-kerja yang lain.
02:00Kalau kita mau bicara upah minimum bagi para buruh,
02:06kalau Pak Penasehat mau clear dan lebih berterus terang ya,
02:11masih banyak problematika upah minimum di berbagai daerah.
02:15Kritik bahkan gugatan juga terjadi.
02:19Jadi kalau menurut saya, kalau Pak Said Iqbal mau menjadi penasehat harus menyampaikan secara terbuka.
02:26Mungkin di beberapa daerah oke, tetapi di banyak daerah masih banyak persoalan soal upah minimum bagi buruh.
02:33Dan itu harus tersampaikan kepada Pak Presiden.
02:37Bukan tidak mungkin teman-teman yang punya akses termasuk Pak Said Iqbal, Mas Budiman,
02:43lebih dekat dibandingkan para menteri untuk menyampaikan banyak persoalan.
02:47Karena mungkin Pak Presiden sedang terhibur dengan para aktivis ini.
02:51Sementara menteri datang dengan berbagai persoalan.
02:55Orang persoalan itu membuat Presiden bingung cukup menghadap Pak Teddy saja.
02:59Karena ini mendatangkan tawa, kebahagiaan, tapi belum tentu juga menyelesaikan persoalan.
03:05Nah bagi saya ini yang menjadi titik penting untuk memahami prospek ketatanegaraan.
03:11Ketatanegaraan itu antara hukum dan politik tipis ya.
03:14Nah keberadaan politik teman-teman aktivis di dalam pemerintahan itu pentingnya bagaimana?
03:21Penting itu harus mengubah kebijakan yang signifikan.
03:25Orang sangat berharap, saya sendiri harus mengakui, saya berharap dengan keberadaan Budiman Sujat Miko,
03:31pengentasan kemiskinan itu tidak tampil dari sekedar data yang diucapkan pemerintah.
03:38Tapi fakta real data di lapangan, itu harapannya.
03:42Dan orang memimpikan para aktivis ini bekerja sesuai imajinasi publik.
03:48Bukan seperti apa yang dikerjakan para politisi-politisi lain.
03:52Nah ini yang saya khawatirkan, jangan-jangan jawaban ini cuman.
03:55Kalau saya menganalogikan ketika Anda men-challenge data suaspeda lapangan,
03:59terkait dengan pengetasan kemiskinan, Anda boleh berpedapat nggak kira-kira?
04:03Ya saya...
04:05Mumpung ada Mas Budiman ya di depan.
04:06Dengan segala harapan kepada Mas Budiman.
04:08Oh baru harapan ya, belum menelan.
04:10Belum catatan, belum catatan.
04:11Karena begini, saya tidak melihat terutama daerah-daerah yang tingkat kemiskinannya jomblang dibandingkan daerah lain,
04:18ada perubahan yang signifikan dari kebijakan.
04:22Dan itu karena Budiman Sujat Miko yang buat kebijakan itu.
04:27Ini kalau mau kita jujur ya, di beberapa daerah beringas seperti Jakarta,
04:32mana upaya yang signifikan untuk mengubah tingkat kemiskinan orang.
04:37Bahkan dalam kondisi global ekonomi yang sedang rusak seperti ini,
04:41bagaimana Mas Budiman Sujat Miko sebagai seorang visioner,
04:46komandante, el capitano di lapangan,
04:49bisa betul-betul mengubah hal ini menjadi luar biasa.
04:53Mas Budiman, saya suka kata-katanya,
04:58karena ada tempat yang ditinggalkan maka saya isi.
05:01Saya kira itu bagian dari proses sejarah ya.
05:04Begini, Mas Yogi, saya harus luruskan.
05:07Kalau dikatakan adanya animal yang namanya aktivis untuk penyimbang, keliru.
05:12Kenapa?
05:13Aktivis itu melakukan perubahan.
05:15Tapi kan juga dalam konteks.
05:17Bahwa dia bisa di dalam kekuasaan, bisa di dalam kekuasaan.
05:22Soal yang nyimbang apa?
05:23Kalau saya bukan masalah ini fungsi pejabat, ini fungsi aktivis.
05:27Penyimbang adalah kalau pemerintahnya neolib, penyimbangannya harus sosialis.
05:31Kalau pemerintahnya sosialis, penyimbangannya neolib.
05:34Artinya itulah cara kita melihat ekonomi politik ya,
05:38bukan sekedar peran-peran fungsi aktivis dan peran-peran fungsi politis bukan di situ.
05:44Karena aktivis juga beda-beda ideologinya.
05:46Beda-beda ideologinya.
05:47Jadi aktivis sudah melakukan perubahan, bisa di luar, bisa di dalam.
05:51Kemudian pertanyaannya, soal fungsi-fungsi seperti saya atau Pak Iqbal.
05:57Mungkin harus ditegaskan, KBPTAS kan badan baru, satu.
06:00Badan baru ini memang tidak eksekutorial, Pak Ferry, tidak eksekutorial.
06:04Lebih koordinatif, monitoring dan merumuskan konsep pengantasan kemiskinan.
06:09Dan itu yang diminta Pak Prabowo.
06:10Bagaimana Mas Budiman, kita sudah ratusan triliun tiap tahun,
06:14tapi kemiskinan masih begini-begini saja.
06:16Coba dibongkar apa masalahnya.
06:18Akhirnya kita menemukan kemiskinan itu bukan sekedar orang kurang uang,
06:21tapi juga orang kurang akses dan kurang aset.
06:23Yang menarik, kami kemudian menyusun rencana induk.
06:26Dan sekarang ini sudah kami sampaikan kepada Presiden,
06:29supaya itu binding.
06:30Rencana induk itu mengingkat semua kementerian,
06:32agar setiap kementerian,
06:34Ketelaga Gerjaan, Kooperasi, Sosial, BGN,
06:36dan Kementerian Pendidikan,
06:38menjadi satu orkestrasi dari beberapa program itu
06:41sehingga mereka yang menerima makam berkesi gratis
06:44kepada sekolah rakyat,
06:45kemudian berkaitan dengan perumahan nanti
06:47yang berkaitan dengan cek kestaran gratis.
06:49Implikasinya apa?
06:50Sebenarnya ada dampaknya.
06:52Dampaknya apa?
06:53Ada terjadi penurunan kemiskinan.
06:55Meskipun masih belum signifikan.
06:57Artinya dalam progres lah.
06:58Masih belum signifikan, masih belum puas,
06:59tapi Pak Presiden menegaskan,
07:01kemiskinan ekstrim 2026 harus 0 persen.
07:03Sekitar 2,2 juta orang Indonesia
07:06yang miskin ekstrim di tahun 2020
07:09dan sebagai kepala BPF Taskin,
07:11permintaan Presiden itu menurut Anda realistis atau tidak?
07:13Realistis karena kami sudah menemukan,
07:15kami sudah berdiskusi dengan BUMN.
07:18Dua hal yang saya mau diskusikan dengan Mas Budi.
07:21Satu, bagi saya aktivis bukan ikan di lautan.
07:26Begitu di lautan,
07:27dia tidak ikut asin seperti lautan,
07:29tapi begitu keluar dari lautan,
07:32dia jadi ikan asin.
07:33Jadi jangan ketika di luar pemerintah,
07:36dia mampu menahan godaan,
07:37begitu keluar pemerintah,
07:39dia ikut godaan tersebut.
07:41Kedua, soal data-data yang selalu dikampanyekan Pak Presiden.
07:47Pak Presiden kita ini,
07:48menggunakan jargon ultranasionalis,
07:51untuk menghibur orang,
07:53tuntaskan kemiskinan 0 persen.
07:56Ekstrim.
07:57Ekstrim.
07:58Sampah 0 persen.
08:01Tiba suasembada pangan,
08:04padahal ternyata cuma beras.
08:06Pidato beliau terlihat,
08:09mencoba menghibur orang.
08:11Padahal kita tahu,
08:12sebagian besar dari pidato itu irasional.
08:16Saya melihat,
08:17misalnya,
08:18soal menguntaskan kemiskinan ekstrim.
08:20Kalau tidak ada upaya-upaya yang luar biasa,
08:23juga tidak bisa.
08:24Mas Budi barusan mengatakan,
08:26bahwa fungsinya hanya koordinatif.
08:30Apalagi kebijakannya belum binding.
08:33Kan sebenarnya di titik kemiskinan,
08:35pengentasan kemiskinan,
08:36Mas Budi itu se-level dengan menteri koordinator.
08:40Menteri koordinator saja,
08:41kadang-kadang gagal mengkoordinasikan para menteri.
08:44Apalagi seorang Budi Mansujatmiko,
08:47yang level berfikirnya,
08:48kadang-kadang lebih tinggi daripada seorang menteri.
08:51Tidak nyambung dengan menteri-menterinya.
08:52Saya tidak melihat binding itu,
08:55menjadi hal yang signifikan,
08:57tetapi kekuatan Mas Budiman,
09:00harusnya betul-betul sangat powerful,
09:03untuk mengkoordinasikan orang.
09:05Di sini letak kabinet ini,
09:07sebenarnya tidak efektif.
09:08Terlalu banyak orang,
09:10terlalu banyak jabatan,
09:11fungsinya juga tidak binding.
09:13Saya nanti akan memberikan kesempatan,
09:15untuk menanggapi ini,
09:16termasuk dari Pak Said juga,
09:18seperti apa secara psikologis,
09:20ketika berada di luar.
09:22Tadi Mbak Nining mengatakan,
09:23masih banyak persoalan-persoalan inti,
09:25terkait dengan perjuangan buruh,
09:27yang belum selesai.
09:28Tapi kan hari ini Pak Said ada di dalam,
09:30sebagai penasehat.
09:31Tapi jawabannya ditahan dulu,
09:33kita akan kembali setelah yang satu jenis,
09:34tetaplah di satu meja di forum.
Komentar