00:00Saudara-saudara sekalian, saya lima kali ingin jadi presiden, lima kali, empat kali gue kalah.
00:15Tapi saya merasa buruh, tani, dan nelayan selalu bersama saya, saudara-saudara.
00:21Hanya kita tahu, kadang-kadang, kadang-kadang merekalah banyak akal, tapi gak apa-apa.
00:34Akhirnya, saudara memberi mandat kepada saya, dan percayalah, saya akan memberi segalanya untuk membela rakyat saya.
00:45Sisa, sisa hidup saya adalah untuk rakyat saya, saudara-saudara sekalian.
00:51Saudara-saudara perhatikan, seluruh dunia dalam keadaan krisis, banyak negara sudah panik.
01:02Kita masih aman, kita suasembada pangan, pangan kita aman.
01:07Berapa tahun lagi, kita tidak lama lagi, kita akan suasembada BBM, suasembada energi, saudara-saudara.
01:21Masih di Satu Meja The Forum, saya mau melanjutkan ke Mas Budiman.
01:24Mas Budiman, tadi pertanyaan saya adalah ketika Anda mengatakan kurang banyak aktivis yang di dalam.
01:29Yang kedua, saya lalu bertanya, ketika orang mengatakan ini efektivitasnya seperti apa?
01:34Tapi saya penasaran.
01:35Yang sudah di dalam.
01:37Itu ruang untuk berbincang, untuk menyampaikan pendapat dengan presiden itu seperti apa sih?
01:43Secara formal kita kan ada rapat parikunan.
01:49Oke, itu pasti.
01:50Dan rapat terbatas sesuai dengan tema.
01:53Misalnya berkaitan dengan, tentu saya kalau jika tema kemiskinan, tentu saya diundang bersama Menteri Sosial.
02:00Itu sifatnya apa? Laporan formal atau ada masukan-masukan?
02:03Diskusi, jadi semacam, bukan semacam FGD, rapat terbatas.
02:07Rapat terbatas tematik berkaitan dengan kementerian-kementerian yang berkaitan dengan kemiskinan.
02:11Meskipun saya pernah juga ada rapat terbatas berkaitan dengan pendidikan.
02:16Kok bisa?
02:17Karena pada waktu itu, pada awal-awal kabinet berdiri, rapat pendidikannya adalah pendidikan untuk ke daerah-daerah 3T.
02:24Yang terpelosok, terpencil itu ya.
02:26Dan bagaimana cara memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau para peserta didik di daerah-daerah miskin.
02:35Di daerah 3T, pinggiran, perbatasan dan segala macam atau di tengah hutan seperti itu.
02:39Nah, temanya pendidikan, tapi karena berkaitan dengan kemiskinan juga ada.
02:42Artinya, dalam keadaan seperti itu berbeda, agak berbeda dengan rapat paripurna.
02:46Di rapat terbatas, itu two-way traffic.
02:49Komunikasinya dua arah.
02:51Komunikasinya dua arah.
02:53Misalnya apa?
02:53Misalnya ada enggak, kalau boleh kasih contoh nih, ada dalam konteks BP Taskin atau apapun.
02:59Oke.
02:59Apa yang kita bisa lihat?
03:01Pada waktu itu, saya mempresentasikan sebuah program untuk kita usulkan bagaimana kita mengkonsuldasikan
03:08tanpa APBN, pengantasan kemiskinan sampai 2029
03:13dengan cara memberikan valuasi pada kerja-kerja sosial.
03:17Jadi kerja ngerawat lingkungan, kerja ngerawat orang tua, kerja ngerawat kuburan, kerja ngerawat petilasan.
03:25Tapi itu konteksnya Mas Budiwan mengejukan usulan.
03:27Mengejukan usulan, bahkan saya bilang, Pak Presiden, kami sudah merumuskan sebuah mekanisme untuk 0% APBN.
03:340% APBN dan kita bisa selesaikan kemiskinan dalam waktu beberapa tahun ke depan.
03:39Dan kami presentasikan segala macam dengan angka-angkanya.
03:43Presiden kemudian, oke ini saya enggak pernah terpikir soal ini.
03:48Tapi perlu dibicarakan lebih lanjut bagaimana instrumen teknologinya untuk melakukan itu.
03:54Oke, saat itu follow up-nya dari Presiden apa?
03:56Nah, follow up pada waktu itu kita kemudian mengadakan pertemuan-pertemuan dengan beberapa macam badan
04:00seperti BRIN ya, karena Pak Presiden eksplisit bicara ini harus kerjasama dengan BRIN
04:03karena teknologi digitalnya, kemudian sosialnya.
04:06Saya ada tambahan sedikit ya, kalau dibilang ketemu Presiden susah, enggak.
04:10Enggak.
04:10Enggak, serius.
04:12Sebelum saya diangkat jadi penasehat, enggak, sebelum saya jadi penasehat,
04:16diangkat penasehat khusus Presiden bidang ketenagaan dan kesejahteraan buruh,
04:23pemerintahan sebelumnya tidak pernah menaikkan upah 10 tahun.
04:26Kemudian kami minta waktu melalui Pak Profesor Sumi Dasko bertemu Presiden.
04:32Langsung dihubungi melalui telepon, besok diundang.
04:36Dan baru pertama kali Presiden memutuskan setelah 10 tahun naik 6,5 persen.
04:41Enggak perlu ada perdebatan panjang, buruh bisa menerima.
04:45Yang kedua, ketika tahun berikutnya kenaikan upah kembali.
04:50Terjadi perdebatan.
04:51Bahkan Menteri Tenaga Kerja atas masukan dari beberapa menteri terkait,
04:56termasuk Menko Perekonomian, Menteri Rosan, Menteri Investasi, dan juga Pak Luhut
05:02sebagai Ketua Den, didatangi oleh kawan-kawan Apindu dan Kadin.
05:06Mereka minta, kan kenaikan upah berdasarkan inflasi, pertumbuhan ekonomi dan indeks tertentu.
05:13Mereka menyodorkan angka 0,1 sampai 0,3.
05:16Pemerintah dalam hal ini Menteri Tenaga Kerja 0,5 sampai 0,7.
05:21Saya enggak mau.
05:22Lagi-lagi saya datang, minta ketemu Presiden.
05:24Bisa.
05:25Akhirnya terjadi dialog beberapa kali.
05:29Bahkan, bahkan tanpa harus bertemu langsung dengan Presiden,
05:32melalui telepon pun saya bisa bicara dengan Presiden.
05:36Saya jadi kadang-kadang jadi agak berpikir juga kalau dibilang
05:40Menteri susah, di masyarakat susah.
05:45Kok yang saya rasakan beda ya?
05:47Hal yang sama juga dengan Mas Kedemiko.
05:50Presiden memutuskan usuhan kamu apa.
05:53Oke Presiden, saya minta kan indeks tertentu 1,0 sampai 1,2.
05:56Saya minta 0,9.
05:58Dikabulkan.
06:00Kemudian ketika kami memutuskan untuk aksi May Day yang lalu,
06:06untuk aksi di DPR, karena kami tidak ingin terjebak dalam rutinitas
06:11seremonial, kami memutuskan tanpa dipengaruhi oleh siapapun
06:15untuk aksi di DPR.
06:16Karena ada enam isu yang kami bawa.
06:19Tapi waktu May Day itu memang orang yang tahun ini memang orang melihat sepertinya
06:24seperti ya.
06:24Ya tapi kan gak ada yang tahu proses bagaimana kami berkomunikasi dengan Presiden.
06:29Emangnya RUPP RT memangnya tiba-tiba bisa disahkan?
06:33Tidak, RUPP RT 22 tahun.
06:36Kawan-kawan jalan PRT berjuang,
06:38Mas Budiman menambahkan.
06:39Tiga hari bisa disahkan.
06:40Gak artinya gini, bukan suatu yang aneh juga ketika ada perayaan May Day di hadiri Presiden.
06:46Oke.
06:46Di negara manapun.
06:47Oh gak apa-apa.
06:47Gak ada masalah sih.
06:48Dan bahkan itu bagus.
06:52Yang dilihat adalah keberlangsungan bagaimana perjuangan-perjuangan buruk.
06:55Oh itu benar.
06:55Yang belum selesai.
06:57Pertanyaan tadi, apakah sesuai apa?
06:59Yang menarik tema kemiskinan Mas Yogi,
07:02kebetulan dalam soal berkaitan segala yang berkaitan dengan tema kemiskinan,
07:06Pak Presiden biasanya gak terlalu berlarut-larut meetingnya.
07:09Sehingga tidak harus terlalu banyak,
07:11itu biasa segera keluar perpres,
07:13segera keluar impres.
07:15Dan itu selalu cepat ya.
07:15Selalu cepat.
07:16Saya ambil contoh.
07:18Siapa yang mengusulkan Marsina jadi pahlawan nasional?
07:21Walaupun ini simbolis.
07:22Saya waktu MEDE 2025 berbisik.
07:24Pak, tolonglah buru tidak pernah jadi pahlawan nasional.
07:28Menurut kamu siapa?
07:29Marsina.
07:30Pertanyaan saya jawab Marsina.
07:32Oke, apakah buru semua setuju?
07:34Saya berkeyakinan setuju.
07:35Karena beliau dari akar rumput Marsina.
07:37Oke, kita putuskan.
07:38Jadi komunikasi yang pas dan tepat,
07:42membuat Presiden bisa memutuskan juga cepat.
07:45RUP, PRT juga itu begitu.
07:46Mas Said dan Mas Budiman,
07:48saya mau tanya ke Mbak Nining.
07:49Itu yang kita halami ya,
07:50yang kita rasakan ya.
07:51Ini kan masih ada di jalur perjuangan buruh yang belum masuk ke dalam.
07:56Mbak Nining paling enggak kan ada di luar ya kan.
07:59Tadi mengatakan ada beberapa hal yang belum selesai.
08:02Soal upah layak,
08:03soal job security.
08:05Tapi kalau dari ceritanya,
08:07masa ini kayaknya semuanya baik aja langsung ketemu ketok.
08:11Pertama harus diingatkan seperti ini.
08:13Yang kita maksud dengan efektivitas itu bukan persoalan bisa bertemu atau tidak.
08:20Ya, pertamanya bertemu.
08:21Kemudian menyampaikan persoalan.
08:23Dengan bertemu itulah bisa disampaikan gagasan.
08:26Tapi kan yang paling mendasar adalah bagaimana akan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
08:34Nah pertanyaan saya soal-soal krusial.
08:36Buruh dengan...
08:37Kita bicara tentang persoalan MEDE.
08:41Memang secara organisasi konfederasi KASBI tidak terlibat di Monas.
08:46Dia melakukan aksi yang juga tidak dipengaruhi oleh baik elit politik bahkan kekuasaan hari ini.
08:52Dan kita menentukan sendiri untuk aksi di DPR gitu ya gitu.
08:55Kemudian di beberapa hari sebelum itu kemudian kita tahu MEDE sebelumnya pemerintah termasuk Pak Prabowo waktu itu menyatakan akan melakukan
09:07penghapusan outsourcing.
09:09Faktanya kebijakan yang dikeluarkan adalah ketika peraturan menteri justru kemudian mengeluarkan satu kebijakan tentang alidaya yang kemudian menjadi enam sektor.
09:23Itu yang harus diingat.
09:24Artinya...
09:25Artinya ada yang mengatakan bahwa belum semua apa yang disampaikan oleh pemerintah.
09:30Artinya apa yang disampaikan di publik dengan apa yang kemudian diturunkan dalam satu kebijakan ini agak bergeser gitu ya gitu.
09:39Kenapa saya bilang seperti itu?
09:42Konstitusi negara kita menjamin bahwa siapapun pengurus negara menjamin seluruh tumpah dari Indonesia.
09:48Nah kalau enam sektor ini boleh kita alidayakan artinya kita melakukan diserminasi terhadap enam sektor.
09:56Mulai dari security misalkan terus kemudian catering dan yang lain gitu ya gitu.
10:01Itu yang harus diingat.
10:02Anda melihat belum ada keberpihakan pemerintah.
10:04Nah itu yang harus kita lihat gitu ya gitu.
10:07Saya mau banyak atau sedikit yang masuk dalam kekuasaan kita bisa lihat kok di rezim Jokowi.
10:12Saya mah adalah secara individu saya mendukung rezim Jokowi di periode pertama gitu ya gitu.
10:19Tentang bagaimana pada saat itu ada satu program agenda yang mau disampaikan adalah tentang kerja layak, upah layak, terus kemudian
10:28hidup layak.
10:29Sampai hari ini justru kita semakin menjauhkan itu gitu ya gitu.
10:32Bahkan di 2015 Jokowi mengeluarkan PP78 yang waktu itu kita semua melakukan pergerakan perlawanan gitu.
10:40Nah itu yang kemudian masih terjadi sampai hari ini.
10:43Misalkan kita bicara tentang anti serikat dengan sistem kerja kontrak, fleksibilitas senaga kerja, sistem emagang dan alidaya.
10:52Ini kerentanan terhadap buru semakin kecil berserikat, kolektif bergeningnya semakin kecil kan gitu.
10:58Karena mereka tidak punya power bergaining.
11:00Dan serikat juga akan memiliki kekhawatiran itu dari sektor formal menjadi informalisasi dan itu nyata.
11:06Nah ditambah lagi dengan omnibus law undang-undang cipta kerja yang hari ini juga banyak dimanfaati oleh pengusaha-pengusaha hitam
11:13yang kemudian itu butuh bagaimana pencegahan, pengawasan dan penegakan hukum.
11:18Dan ini masih persoalan yang dihadapi sampai hari ini.
11:22Termasuk juga bicara tentang ruang kebebasan berdemokrasi gitu ya.
11:27Baik di dalam tingkat perusahaan bahkan sampai tingkat nasional kita masih lihat.
11:31Bagaimana pembungkaman, kriminalisasi, bahkan sampai penyiraman air keras terhadap orang-orang bersuara kritis.
11:38Saya, Bung Ferry, Bung Ferry ini kan salah satu yang sekarang ini lagi jadi bintang tanda kutip aktivis yang dianggap
11:46meritik terus kerjaannya kan gitu kan, memberikan masukan dan sebagainya.
11:50Anda melihat bahwa ada beberapa tadi Mas Budiwan mengatakan kurang banyak aktivis.
11:54Anda melihat apakah sebetulnya keberadaan aktivis sebagai penyeimbang di luar itu seperti apa
12:01atau Anda justru mengatakan bahwa saya ini masih tidak nyaman dianggap selalu tidak pernah ramah dengan pemerintah.
12:08Tapi tahan dulu jawabannya, kita akan kembali setelah yang satu ini tetap di satu meja di forum.
12:12Terima kasih telah menonton!
Komentar