00:00Kan gak mungkin ada sekolah yang sudah terdaftar di Pedangka, terus ditiadakan.
00:05Banyak berita yang harus kita klarifikasi ya.
00:08Kayaknya gak mungkin se-se-apa namanya, se-extrem itu ya.
00:13Masa ada sekolah yang ditiadakan seperti itu.
00:16Jadi memang hal-hal seperti ini harus detail satu-satu kita klarifikasi ya.
00:22Tapi kayak menurut saya gak normal kalau ada orang membuarkan sekolah.
00:27Sedangkan sekolahnya kan pasti sudah terdaftar di Pedangka.
00:31Mungkin nanti kita coba cek.
00:33Tapi sejauh ini belum ada laporan langsung ke Anda kalau ada...
00:36Ada cuma sibuk di media aja kadang-kadang.
00:40Tapi realistisnya kan gak mungkin ada sekolah yang sudah terdaftar di Pedangka, terus ditiadakan.
00:46Wah ini bisa kena tuntutan hukum ya.
00:49Jadi Bapak belum tahu detailnya Pak?
00:51Belum, belum. Nanti saya coba cek.
00:53Pak ini kan sekarang TNI kan 4.
00:55Pak, sekarang kan prajurit TNI kan ikut mengurus begal, sampah, hingga pertandian Pak.
01:14Ini menanggapi kritiknya gimana Pak?
01:16Siapa yang ngurus begal?
01:17Gak ada yang ngurus begal itu.
01:19Karena ada tentara gitu loh.
01:21Bukan ngurus-ngurusin, ada tentaranya di tempat situ, karena ada pegang oleh tentara nggak jadi.
01:29Jadi kita mengerjakan hal-hal yang tidak terjangkau oleh kementerian.
01:35Misalnya daerah 3D, pulau-pulau, karena nilai proyeknya nggak besar,
01:44tapi pekerjaannya perlu transportasi yang luar biasa.
01:47Nah nanti sebentar lagi ada kerjaan-kerjaan pulau-pulau terluar, nanti kita coba dengar ininya, keberitanya.
01:55Karena nilai proyek misalnya 200 juta, pekerjaannya di Pulau Nias.
02:01Mungkin sulit mencari yang mendapatkan proyeknya, ya coba kita bantu.
02:10Jadi nggak, bukannya proyek itu diambil duluan baru kita milih, nggak.
02:14Yang tidak bisa dilakukan baru kita milih.
02:17Ya, ya.
02:18Terima kasih, ya.
02:35Terima kasih, ya.
02:55Terima kasih, ya.
03:14Sampai jumpa di Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
Komentar