Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman menanggapi terkait para investor program Makan Bergizi Gratis (MBG) daerah 3T marah-marah ke kantor BGN karena merasa dirugikan miliaran rupiah.

Dudung mengatakan letak persoalannya karena Surat Keputusan yang diterbitkan dari masing-masing daerah.

"Karena mereka dapat SK dari pejabat lama, SK itu dijadikan modal bagi dia untuk minjam uang bank. Pinjam uang bank, kemudian dia mulai bangun karena titiknya sudah ditentukan oleh pejabat lama, dia yakin bahwa itu akan terealiasi," ujar Dudung dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Oleh karena itu, Dudung mengatakan Kepala BGN Nanik S Deyang akan melakukan penataan ulang untuk menghindari permasalahan serupa.

Baca Juga Bantah Punya Dapur MBG, KSP Dudung: Silakan Cek, Kalau Ada Saya Kasih Hadiah | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/674079/bantah-punya-dapur-mbg-ksp-dudung-silakan-cek-kalau-ada-saya-kasih-hadiah-sapa-malam

#ksp #kepalabgn #mbg #dudungabdurachman

Produser: Ikbal Maulana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674090/respons-ksp-dudung-soal-investor-mbg-ngamuk-ke-kantor-bgn-ngaku-rugi-miliaran
Transkrip
00:13Nah itu tadi mas, jadi memang karena ditentukan yang 3T terutama nih, yang 3T itu kan dia punya SK sendiri,
00:24menentukan SK sendiri, padahal sesuai dengan perpres nomor 12 tahun 2025,
00:30itu hanya 30 kabupaten, dan sudah dihitung itu tidak sejumlah itu.
00:35Dari sejumlah itu tuh kalau gak salah hanya 900 sekian,
00:39dan kemudian mereka akhirnya karena dapat SK dari pejabat lama,
00:46SK itulah dijadikan modal bagi dia untuk pinjem uang bank.
00:50Nah pinjem uang bank, kemudian dia mulai bangun, karena kan titiknya udah ditentukan oleh pejabat lama.
00:57Dia yakin bahwa nanti itu akan terrealisasi.
01:00Nah sekarang dengan adanya permasalahan ini, makanya tadi Bu Nani nyatakan akan ditata ulang.
01:07Ya mudah-mudahanlah ke depannya akan ada realisasi.
01:09Toh nyatanya kan ini sesuai dengan anggaran, ya akan tergantung kepada anggaran.
01:15Uangnya akan diganti?
01:16Oh belum tentu, ya saya gak mengatakan uangnya akan diganti.
01:19Karena kan ini akan ditata ulang, ya tentunya juga pasti ada langkah-langkah konkret lah dari BGN.
01:25Kan begitu kan?
01:25Oke, terima kasih.
01:41Banyak, ada bukan beberapa lagi SDPG, nanti akan ditata ulang.
01:47Ini kan Bu Nani lagi banyak konsentrasi bagaimana penataan, organisasi juga, dan sebagainya.
02:01Artinya efisiensi itu begini, contoh misalnya sekolah di Jakarta ini ada SMP Alusius.
02:07Ya dia sebetulnya yang menerima manfaat itu yang pantas hanya 40 persen, itu nanti akan dihitung.
02:13Makanya efisiensi dari penyaluran.
02:16Seperti itulah.
02:26Itu tadi efisiensi.
02:27Jadi tepat sasaran tadi, ya ya revokofusing itu maksudnya itu artinya,
02:32kalau misalnya ini tidak perlu mereka anak-anak orang kaya, ya gak akan dikasih.
02:47Nah, jelas nanti kita akan membantu.
02:51Saya yakin tenaga, saya yakin ya tenaga dari BGN ini kan sangat terbatas.
03:00Kita, ya tugas saya ya untuk memastikan bahwa program prioritas presiden ini kan harus berjalan.
03:07Salah satunya saya akan konsentrasi kepada MBG, kemudian yang kedua tentang sekolah rakyat,
03:16kemudian Koperasi Merah Putih, termasuk Kampung Laya nanti akan saya cek.
03:20Tapi konsentrasi ini sekarang BGN dulu karena ada masalah.
03:28Ya, itu masalah motor listrik juga tadi dibahas.
03:34Jadi rupanya memang itu motor listrik ini masih dalam proses ya, masih proses perakitan.
03:41Mana yang tadi itu?
03:44Ini akan ditanya, jadi motor itu kan 21.801 unit, ya.
03:54Kemudian 1.570-nya tril, 6.431-nya itu bebek dan ini listrik.
04:00Nah, ini yang kemudian nanti kena listrik ini bisa jadi akan banyak bermasa.
04:06Nah, ini totalnya 1,3 triliun, 0,3 triliun anggarannya.
04:11Nah, kemudian setelah dicek, rupanya per 7 April ini masih dalam perakitan.
04:17Dan tapi ini sudah dibayar oleh pejabat lama, ya.
04:23Dan ada selisih, diperkirakan sekitar 200 M.
04:28Ya, berbeda kalau BPK ngitungnya 400 M.
04:32Ya, ada markup.
04:33Ya, ini mudah-mudahan lah proses hukumnya segera cepat.
04:36Ya.
04:39Ya, sudah dibayar.
04:41Ini kan sudah dirakit.
04:45Ya, nanti keputusan nanti terserah Kepala BGN,
04:48kalau misalnya nanti ada keputusan dari Presiden dialihkan ke mana yang bermanfaat,
04:55taruh gajinya SPPG itu kan lumayan, itu 6 jutaan.
04:59Kalau nyicil satu motor kan cukup.
05:01Nggak perlu-perlu amat lah keumur saya.
05:06Nah, nantilah kita bahas lagi ya.
05:09MBG dulu kita konsertasi.
05:10Sekali lagi ya, kalau ada yang menemukan dapurnya Pak Dudung,
05:14saya kasih hadiah.
05:15Ya.
05:18Masih.
Komentar

Dianjurkan