00:13Nah itu tadi mas, jadi memang karena ditentukan yang 3T terutama nih, yang 3T itu kan dia punya SK sendiri,
00:24menentukan SK sendiri, padahal sesuai dengan perpres nomor 12 tahun 2025,
00:30itu hanya 30 kabupaten, dan sudah dihitung itu tidak sejumlah itu.
00:35Dari sejumlah itu tuh kalau gak salah hanya 900 sekian,
00:39dan kemudian mereka akhirnya karena dapat SK dari pejabat lama,
00:46SK itulah dijadikan modal bagi dia untuk pinjem uang bank.
00:50Nah pinjem uang bank, kemudian dia mulai bangun, karena kan titiknya udah ditentukan oleh pejabat lama.
00:57Dia yakin bahwa nanti itu akan terrealisasi.
01:00Nah sekarang dengan adanya permasalahan ini, makanya tadi Bu Nani nyatakan akan ditata ulang.
01:07Ya mudah-mudahanlah ke depannya akan ada realisasi.
01:09Toh nyatanya kan ini sesuai dengan anggaran, ya akan tergantung kepada anggaran.
01:15Uangnya akan diganti?
01:16Oh belum tentu, ya saya gak mengatakan uangnya akan diganti.
01:19Karena kan ini akan ditata ulang, ya tentunya juga pasti ada langkah-langkah konkret lah dari BGN.
01:25Kan begitu kan?
01:25Oke, terima kasih.
01:41Banyak, ada bukan beberapa lagi SDPG, nanti akan ditata ulang.
01:47Ini kan Bu Nani lagi banyak konsentrasi bagaimana penataan, organisasi juga, dan sebagainya.
02:01Artinya efisiensi itu begini, contoh misalnya sekolah di Jakarta ini ada SMP Alusius.
02:07Ya dia sebetulnya yang menerima manfaat itu yang pantas hanya 40 persen, itu nanti akan dihitung.
02:13Makanya efisiensi dari penyaluran.
02:16Seperti itulah.
02:26Itu tadi efisiensi.
02:27Jadi tepat sasaran tadi, ya ya revokofusing itu maksudnya itu artinya,
02:32kalau misalnya ini tidak perlu mereka anak-anak orang kaya, ya gak akan dikasih.
02:47Nah, jelas nanti kita akan membantu.
02:51Saya yakin tenaga, saya yakin ya tenaga dari BGN ini kan sangat terbatas.
03:00Kita, ya tugas saya ya untuk memastikan bahwa program prioritas presiden ini kan harus berjalan.
03:07Salah satunya saya akan konsentrasi kepada MBG, kemudian yang kedua tentang sekolah rakyat,
03:16kemudian Koperasi Merah Putih, termasuk Kampung Laya nanti akan saya cek.
03:20Tapi konsentrasi ini sekarang BGN dulu karena ada masalah.
03:28Ya, itu masalah motor listrik juga tadi dibahas.
03:34Jadi rupanya memang itu motor listrik ini masih dalam proses ya, masih proses perakitan.
03:41Mana yang tadi itu?
03:44Ini akan ditanya, jadi motor itu kan 21.801 unit, ya.
03:54Kemudian 1.570-nya tril, 6.431-nya itu bebek dan ini listrik.
04:00Nah, ini yang kemudian nanti kena listrik ini bisa jadi akan banyak bermasa.
04:06Nah, ini totalnya 1,3 triliun, 0,3 triliun anggarannya.
04:11Nah, kemudian setelah dicek, rupanya per 7 April ini masih dalam perakitan.
04:17Dan tapi ini sudah dibayar oleh pejabat lama, ya.
04:23Dan ada selisih, diperkirakan sekitar 200 M.
04:28Ya, berbeda kalau BPK ngitungnya 400 M.
04:32Ya, ada markup.
04:33Ya, ini mudah-mudahan lah proses hukumnya segera cepat.
04:36Ya.
04:39Ya, sudah dibayar.
04:41Ini kan sudah dirakit.
04:45Ya, nanti keputusan nanti terserah Kepala BGN,
04:48kalau misalnya nanti ada keputusan dari Presiden dialihkan ke mana yang bermanfaat,
04:55taruh gajinya SPPG itu kan lumayan, itu 6 jutaan.
04:59Kalau nyicil satu motor kan cukup.
05:01Nggak perlu-perlu amat lah keumur saya.
05:06Nah, nantilah kita bahas lagi ya.
05:09MBG dulu kita konsertasi.
05:10Sekali lagi ya, kalau ada yang menemukan dapurnya Pak Dudung,
05:14saya kasih hadiah.
05:15Ya.
05:18Masih.
Komentar