00:00Tapi elit semakin pintar, jadi ada presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan, Jokowi gak pernah ke
00:14luar negeri, Jokowi tidak peduli politik ke luar negeri, saya sering ke luar negeri, Prabowo sering ke luar negeri.
00:27Sebetulnya gak ada masalah itu, bener gak? Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau, kita tidak tahu kawan siapa
00:41lawan siapa.
00:43Kita beruntung, saya beruntung, presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita, bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik
00:59non-aligned, politik non-block.
01:03Kita bersahabat sama semua negara, kita bersahabat sama semua kekuatan, kita tidak mau terlibat dengan fakta-fakta militer siapapun.
01:19Karena itu, begitu saya menerima mandat sebagai presiden, saya langsung, saya langsung gariskan, politik luar negeri kita meneruskan, politik non
01:33-aligned, politik non-block, politik bebas aktif.
01:38Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.
01:44Ini adalah garis yang saya tempuh.
01:50Sekarang, saya baik sama presiden Putin, baik saya.
01:58Tapi saya baik juga sama presiden Trump.
02:03Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan.
02:06Tapi tidak ada masalah.
02:08Saudara-saudara, noise selalu ada.
02:12Yang penting, kita yakin garis kita di mana.
02:22Selama saya yakin, saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia, selamanya saya tidak ragu-ragu.
02:37Saudara-saudara, saudara-saudara.
02:41Kadang-kadang, kita sebagai negara yang disukai oleh banyak negara.
02:50Indonesia sekarang disukai.
02:52Indonesia dicari.
02:54Karena Indonesia dikenal tidak mau punya musuh.
03:01Nah sekarang saya tanya kepada saudara.
03:04Saya tanya kepada saudara.
03:05Karena ada, ada yang sok lebih pintar dari segala-galanya.
03:15Bayangkan saya sebagai presiden Indonesia.
03:19Saya dipilih oleh rakyat untuk menjaga rakyat Indonesia.
03:26Sekarang, kalau ada negara super power,
03:31ya katakanlah presiden Trump,
03:34mengundang saya ke Amerika,
03:38berani, saya tidak datang.
03:43Kalau presiden Amerika Serikat mengundang,
03:47presiden Indonesia dan presiden Indonesia tidak hadir,
03:50nah,
03:52coba saja.
03:54Jadi saudara-saudara,
03:56sudah presiden Amerika undang,
04:00presiden Rusia undang juga.
04:03gue nonggol di Washington,
04:05gue tidak nonggol di Moskow.
04:07Tidak bisa.
04:09Habis itu,
04:11diundang lagi oleh
04:13Presiden Xi Jinping.
04:16Ya, gue hadir.
04:17Benar tidak?
04:20Diundang lagi oleh India.
04:23India 1,4 miliar orang.
04:29Pasarnya besar.
04:32Teknologinya hebat.
04:35Jadi,
04:37Brazil
04:38sama jadi saudara-saudara.
04:42Inilah risiko
04:44negara
04:45yang
04:46sahabatnya banyak.
04:51Kita Indonesia ini
04:53negara terbesar di ASEAN.
04:56Kita anggota
04:58APEC,
05:01anggota
05:01Konferensi Islam,
05:04OKI,
05:05anggota
05:06sekarang anggota
05:09BRICS,
05:10anggota G20.
05:13Kita kalau diundang,
05:16kita tidak hadir.
05:17Jadi,
05:18ini saya mau cerita sama saudara-saudara.
05:20Untuk membela kepentingan rakyat,
05:23memang kita harus
05:24memelihara hubungan baik
05:27dengan semua pemerintah itu.
05:33Makanya saya katakan,
05:34terima kasih.
05:35Terima kasih.
Komentar