Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 jam yang lalu
LAMPUNG, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menanggapi sorotan terhadap intensitas kunjungan luar negerinya sejak menjabat sebagai Presiden RI.

Dalam pidato di Munas XVIII HIPMI 2026, Prabowo menilai kritik tersebut merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan politik. Ia bahkan menyinggung Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menurutnya juga pernah dikritik karena dianggap jarang melakukan kunjungan ke luar negeri.

"Jokowi enggak pernah ke luar negeri disalahkan. Saya sering ke luar negeri juga disalahkan," ujar Prabowo yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta.

Menurutnya, situasi geopolitik dunia saat ini sangat dinamis sehingga Indonesia harus aktif menjaga hubungan dengan berbagai negara dan kekuatan dunia.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif, nonblok, dan bersahabat dengan semua pihak.

Ia menyebut sebagai negara besar dan anggota berbagai forum internasional, Indonesia harus hadir ketika diundang negara-negara sahabat.

Karena itu, hubungan baik dengan Amerika Serikat, Rusia, China, India hingga negara-negara lain harus terus dipelihara demi memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/674051/prabowo-jawab-kritik-soal-kunjungan-luar-negeri-jokowi-jarang-ke-luar-negeri-disalahkan
Transkrip
00:00Tapi elit semakin pintar, jadi ada presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan, Jokowi gak pernah ke
00:14luar negeri, Jokowi tidak peduli politik ke luar negeri, saya sering ke luar negeri, Prabowo sering ke luar negeri.
00:27Sebetulnya gak ada masalah itu, bener gak? Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau, kita tidak tahu kawan siapa
00:41lawan siapa.
00:43Kita beruntung, saya beruntung, presiden Indonesia menerima warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita, bahwa politik luar negeri Indonesia adalah politik
00:59non-aligned, politik non-block.
01:03Kita bersahabat sama semua negara, kita bersahabat sama semua kekuatan, kita tidak mau terlibat dengan fakta-fakta militer siapapun.
01:19Karena itu, begitu saya menerima mandat sebagai presiden, saya langsung, saya langsung gariskan, politik luar negeri kita meneruskan, politik non
01:33-aligned, politik non-block, politik bebas aktif.
01:38Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.
01:44Ini adalah garis yang saya tempuh.
01:50Sekarang, saya baik sama presiden Putin, baik saya.
01:58Tapi saya baik juga sama presiden Trump.
02:03Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan.
02:06Tapi tidak ada masalah.
02:08Saudara-saudara, noise selalu ada.
02:12Yang penting, kita yakin garis kita di mana.
02:22Selama saya yakin, saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia, selamanya saya tidak ragu-ragu.
02:37Saudara-saudara, saudara-saudara.
02:41Kadang-kadang, kita sebagai negara yang disukai oleh banyak negara.
02:50Indonesia sekarang disukai.
02:52Indonesia dicari.
02:54Karena Indonesia dikenal tidak mau punya musuh.
03:01Nah sekarang saya tanya kepada saudara.
03:04Saya tanya kepada saudara.
03:05Karena ada, ada yang sok lebih pintar dari segala-galanya.
03:15Bayangkan saya sebagai presiden Indonesia.
03:19Saya dipilih oleh rakyat untuk menjaga rakyat Indonesia.
03:26Sekarang, kalau ada negara super power,
03:31ya katakanlah presiden Trump,
03:34mengundang saya ke Amerika,
03:38berani, saya tidak datang.
03:43Kalau presiden Amerika Serikat mengundang,
03:47presiden Indonesia dan presiden Indonesia tidak hadir,
03:50nah,
03:52coba saja.
03:54Jadi saudara-saudara,
03:56sudah presiden Amerika undang,
04:00presiden Rusia undang juga.
04:03gue nonggol di Washington,
04:05gue tidak nonggol di Moskow.
04:07Tidak bisa.
04:09Habis itu,
04:11diundang lagi oleh
04:13Presiden Xi Jinping.
04:16Ya, gue hadir.
04:17Benar tidak?
04:20Diundang lagi oleh India.
04:23India 1,4 miliar orang.
04:29Pasarnya besar.
04:32Teknologinya hebat.
04:35Jadi,
04:37Brazil
04:38sama jadi saudara-saudara.
04:42Inilah risiko
04:44negara
04:45yang
04:46sahabatnya banyak.
04:51Kita Indonesia ini
04:53negara terbesar di ASEAN.
04:56Kita anggota
04:58APEC,
05:01anggota
05:01Konferensi Islam,
05:04OKI,
05:05anggota
05:06sekarang anggota
05:09BRICS,
05:10anggota G20.
05:13Kita kalau diundang,
05:16kita tidak hadir.
05:17Jadi,
05:18ini saya mau cerita sama saudara-saudara.
05:20Untuk membela kepentingan rakyat,
05:23memang kita harus
05:24memelihara hubungan baik
05:27dengan semua pemerintah itu.
05:33Makanya saya katakan,
05:34terima kasih.
05:35Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan