Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - PT Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi dengan menaikkan harga Pertamax menjadi 16.250 rupiah per liter. Sejumlah pengendara yang awalnya hendak mengisi Pertamax mengaku kaget dan akhirnya memilih beralih ke Pertalite.

Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax direspons beragam oleh masyarakat. Sebagian warga tetap akan menggunakan Pertamax meski harga naik, sementara sebagian lainnya memilih beralih ke Pertalite. Warga juga berharap pemerintah meninjau kembali kenaikan harga BBM.

#bbm #pertamax #pertamina

Baca Juga Truk Kontainer Tabrak 2 Warung di Cirebon, 1 Orang Tewas | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/673997/truk-kontainer-tabrak-2-warung-di-cirebon-1-orang-tewas-sapa-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673998/respons-warga-soal-naiknya-harga-pertamax-sapa-siang
Transkrip
00:00Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax direspon beragam oleh masyarakat.
00:04Sebagian warga tetap akan menggunakan Pertamax meski harga naik.
00:07Sementara sebagian lainnya memilih beralih ke Pertalet.
00:10Warga juga berharap pemerintah meninjau kembali kenaikan harga BBM.
00:14Dalam seminggu isi sekali full tank, ini seminggu dua kali.
00:19Kalau yang dulu full tank itu pada Pertamax 12.300, sekarang Pertamax 16.800.
00:28Sangat jauh sekali dan mobilitas terganggu.
00:32Karena seminggu harus dua kali isi bensin full tank.
00:35Ada perkembangan mau ganti ke Pertamax?
00:37Enggak sih, sama aja.
00:39Iya, mau gak mau kita sama kayak kita beli cabai mahal ya tetap aja kita beli gitu kan.
00:44Kita butuh gitu, masyarakat itu butuh.
00:46Yaudah mau gimana lagi ya.
00:47Kemungkinan sih perubahan Pertamax ya.
00:51Soalnya, menurutnya si Pertamax konsisten ya.
00:54Dan ada terus gitu, gak jadi tiba-tiba kosong gitu.
00:59Baiknya ditinjau kembali.
01:00Karena yang jelas untuk masyarakat kecil sangat membutuhkan ekonomi yang berkelanjutan.
01:07Istilahnya yang bisa terjangkau oleh masyarakat.
01:10Supaya masyarakat kecil tidak terlalu terbebankan.
01:14Informasi lengkapnya, saudara, soal respon warga terkait dengan naiknya harga Pertamax menjadi 16.250 rupiah per liter.
01:23Kita langsung tanyakan kepada jurnalis Kompas TV, Fedris Kananda dan juga juru kamera Bimo Wicaksana yang ada di kawasan penjombongan
01:29Jakarta.
01:30Rizka, pas yang kenaikan harga Pertamax, bagaimana respon warga?
01:33Ada yang beralih atau tetap memilih menggunakan Pertamax walaupun harganya 16.250 rupiah per liter?
01:44Ya Reza, kalau misalkan untuk respon masyarakat ataupun pengendara motor yang ada di SPBU kejombongan saat ini,
01:51ini tampaknya banyak yang beralih ya Reza dan juga saudara.
01:55Karena kalau misalkan kita lihat secara pandangan mata saja, ini antrian untuk Pertalai ini sangat panjang sekali.
02:01Ini yang Anda bisa lihat sampai ujung sana.
02:03Nah, tapi ada juga masyarakat yang berpendapat bahwa bagaimanapun harga Pertamax ini naik,
02:11mau tidak mau mereka harus mengikuti gitu.
02:13Karena mengikuti spesifikasi dari motor mereka sendiri.
02:17Nah, kita akan coba ajak berbincang salah seorang pengendara motor yang ada di SPBU pejombongan ini.
02:26Oke, mari kita coba tanya.
02:28Halo Mas, dengan Mas siapa Mas namanya?
02:29Tio.
02:31Mas Tio, ini biasa hari-hari pakai Pertalai atau Pertamax, Mas? Atau Mas beralih?
02:38Beralih sih, dari Pertamax jadi ke Pertalai.
02:41Oke, beralih ya Mas ya?
02:43Apa pertimbangannya apa Mas?
02:47Masih lama, eh Mas ya mahal, semakin mahal ya dari Rp12.000 ke Rp16.000.
02:56Habis itu, ya mau gimana, dolar udah naik, apa-apa semua serba naik, mau gak mau jadi beralih lah ya,
03:02kemurah.
03:03Oke, semangat ekonomi ya Mas ya?
03:05Nah, kalau misalkan untuk spesifikasi motor Mas sendiri gimana Mas?
03:09Nggak nanti rusak atau gimana?
03:10Eh, ya pastilah, karena kan info yang kita dapat, kalau misalnya Pertalai ini kan ronnya agak tinggi ya.
03:19Terus mempengaruhi juga kalau misalnya masa depan kendaraan kan, baik motor mobil, jadi ya cukup khawatir juga sih ke depannya
03:25ya.
03:27Tutup.
03:28Kalau misalkan Mas Tio sendiri harapannya gimana Mas, berkait dengan harga Pertalai yang lainnya?
03:33Ya, kalau bisa sih, pada umumnya mudah-mudahan semuanya pada turun lah ya.
03:39Terus ada, ya semoga Rp1 juga semakin kuat lah, jangan mau lemah terus.
03:45Artinya ekonomi ini perlu stabil ya Mas ya?
03:48Terima kasih banyak Mas Tio atas waktunya.
03:50Maaf kerepotin Mas.
03:51Oke, nah itu tadi salah seorang pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalai.
03:58Mengatakan bahwa terkait dengan pertimbangan ekonomi, ya ini beralih dari menggunakan Pertamax ke Pertalai.
04:03Karena memang kenaikan Pertamax ini dinilai cukup signifikan sehingga untuk mengisi BBM ini cukup terasa begitu.
04:11Nah, tadi terkait dengan, saya sempat menyinggung soal antrian kendaraan ya Reza dan juga Saudara.
04:16Nah, antrian kendaraan di pos untuk Pertalai ini cukup panjang sekali.
04:22Jadi kalau misalkan kita juga lihat Reza, pada hari-hari sebelumnya memang untuk pos Pertalai ini sudah ngantri juga.
04:29Karena ini merupakan BBM bersubsidi begitu ya.
04:31Tapi kalau misalkan untuk hari ini, pada hari pertama ketika Pertamax ini terjadi kenaikan,
04:37ini antriannya makin panjang Reza dan juga Saudara Anda bisa lihat antriannya bisa mencapai mungkin sekitar 15 meter.
04:47Barangkali antrian kendaraan yang, antrian kendaraan motor khususnya ya ini yang mengantri di pos SPBU di pejompongan.
04:56Nah, tadi Reza yang disempat disinggung juga oleh masyarakat pengguna kendaraan begitu ya,
05:03bahwa mereka sebetulnya mengaku, berharap begitu pemerintah dapat menstabilkan harga BBM ini.
05:10Karena ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari begitu ya.
05:14Karena memang tadi dikhawatirkan terkait dengan kondisi ekonomi saat ini,
05:17dolar yang sangat naik hingga 18 ribu rupiah, kemudian juga harga BBM yang juga naik.
05:24Jadi memang mereka ini mengkhawatirkan middle class ini yang paling terdampak atas kebijakan yang saat ini.
05:30Sehingga memang tadi pengguna kendaraan berharap agar ini kembali ditinjau terkait dengan struktur ekonomi Indonesia saat ini.
05:38Reza.
05:38Baik, terima kasih Fedris Kananda melaporkan langsung dari SPBU Penjompongan Jakarta.
05:42Selamat kembali bertugas.
Komentar

Dianjurkan