Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Bank Indonesia secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai lebih besar dari perkiraan.

Keputusan tersebut diumumkan setelah Bank Indonesia mengevaluasi perkembangan pasar keuangan sejak Rapat Dewan Gubernur pada Mei lalu. Selain menaikkan BI-Rate, Bank Indonesia juga meningkatkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50 persen dan Lending Facility menjadi 6,25 persen.

Bank Indonesia menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh gejolak ekonomi global, tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri, serta keluarnya investasi portofolio asing. Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia.

Dampak pelemahan rupiah mulai dirasakan pelaku usaha dan masyarakat. Di Garut, Jawa Barat, harga berbagai produk elektronik seperti televisi, kulkas, mesin cuci, laptop, kamera, hingga telepon genggam dilaporkan naik hingga 30 persen. Kondisi ini menyebabkan daya beli masyarakat menurun dan omzet sejumlah toko elektronik ikut terdampak.

Sementara itu di Bandung, pelemahan rupiah juga memicu kenaikan harga suku cadang kendaraan dan oli mesin hingga 20 sampai 30 persen. Pelaku usaha bengkel terpaksa menyesuaikan harga jual karena sebagian besar produk masih bergantung pada bahan dan barang impor.

Kenaikan harga tersebut turut membebani konsumen, termasuk pengemudi ojek online yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja setiap hari. Pelaku usaha berharap nilai tukar rupiah segera kembali stabil agar harga barang impor dapat terkendali dan daya beli masyarakat berangsur membaik.

#BankIndonesia #BIRate #Rupiah

Baca Juga Rupiah Terus Melemah, Pemerintah Umumkan Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg di https://www.kompas.tv/ekonomi/673780/rupiah-terus-melemah-pemerintah-umumkan-subsidi-kedelai-rp2-000-per-kg

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673956/rupiah-tertekan-bi-ambil-langkah-masyarakat-hadapi-harga-yang-meningkat-kompas-siang
Transkrip
00:00Terima kasih Anda masih menyaksikan kompasian saudara.
00:02Di luar kebiasaan, Bank Indonesia memberikan kejutan dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis point menjadi
00:105,50%.
00:14Keputusan diambil setelah evaluasi perkembangan pasar sejak rapat Dewan Gebenur Bulanan atau yang terjadi pada Mei lalu.
00:22Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah lebih besar dari perkiraan.
00:26Dipengaruhi gejala global, tingginya permintaan valuta asing dalam negeri, serta aliran keluar investasi portfolio asing.
00:34Selain menaikkan BI rate, Bank Indonesia juga meningkatkan suku bunga deposit facility menjadi 4,50% dan lending facility menjadi
00:446,25%.
00:46Kebijakan ditujukan untuk memperkuat stabilitas rupiah, menjaga inflasi tetap dalam sasaran pemerintah,
00:53serta meningkatkan daya tarik investasi asing ke Indonesia.
00:58Bank Indonesia juga memperkuat operasi moneter dan koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global.
01:09Luka pelemahan rupiah melebih yang kita proyeksikan dulu dan karenanya tadi judulnya adalah langkah-langkah kebijakan lanjutan untuk penguatan stabilitas
01:23nilai tukar rupiah.
01:25Intinya ada lima yang kita putuskan hari ini.
01:30Satu, menaikkan BI rate menjadi 5,5%, 25 basis point ya.
01:38Agar memang rupiah itu semakin stabil menguat dan tentu saja agar proyeksi inflasi ke depan tahun ini dan tahun ke
01:49depan seperti tadi disampaikan,
01:50tetap 2,5 plus minus 1%.
01:54Sekaligus kenaikan BI rate ini untuk menarik maksudnya investasi portfolio asing.
02:06Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada kenaikan harga berbagai produk elektronik di Garut, Jawa Barat.
02:15Harga televisi, kulkas, mesin cuci, laptop, kamera, hingga telepon genggam naik 30 hingga 40 persen dibandingkan sebelum pelemahan rupiah terjadi.
02:26Kenaikan harga memicu penurunan daya beli masyarakat.
02:28Terlihat dari berkurangnya jumlah konsumen di sejumlah pusat penjualan elektronik di kota Garut.
02:35Sebagian pembeli kini cenderung memilih produk dengan spesifikasi yang lebih rendah agar sesuai dengan kemampuan keuangan mereka.
02:42Akibatnya, omset penjualan toko elektronik menurun drastis.
02:46Untuk menarik minat konsumen, pelaku usaha menawarkan berbagai skema pembelian secara kredit.
02:52Kita tuh kan jual kategori seperti smartphone, terus ada IT, terus ada produk elektronik yang lainnya yang memang kerasanya itu
03:02kenaikan range harganya itu cukup begitu kerasa.
03:07Itu kenaikan harga itu di range 30 sampai 40 persen.
03:11Yang paling menonjol dari gini sahabat?
03:13Yang paling menonjol justru saat ini tuh di kategori smartphone ya, sama IT.
03:18Yang saja yang jadi berkendala itu dari sisi kemampuan daya beli konsumennya.
03:24Jadi bukan berarti yang tidak ada tuh kebutuhannya.
03:27Kebutuhan tetap ada tapi kemampuannya.
03:29Sehingga berdampak tuh ke kita tuh kayak sisi loss konsumennya tuh lumayan jadi naik gitu ya.
03:36Tidak hanya barang elektronik, lembahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga mulai menekan usaha bengkel dan penjualan kebutuhan
03:45kendaraan bermotor.
03:47Di kota Bandung, kenaikan kurs dolar memicu lonjakan harga suku cadang dan oli mesin dengan kenaikan berkisar 20 hingga 30
03:56persen dalam sepekan terakhir.
03:58Sebagian besar produk yang masih bergantung pada impor membuat pelaku usaha terpaksa menyesuaikan harga jual, terutama untuk oli mesin yang
04:07menjadi kebutuhan rutin pemilik kendaraan.
04:11Kenaikan harga berdampak pada menurunnya omset usaha servis motor, sekaligus menambah beban pengeluaran konsumen, termasuk pengemudi ojek online yang mengandalkan
04:20kendaraan untuk mencari nafkah.
04:23Selain harga yang naik antara 5 hingga 10 ribu rupiah per kemasan, menurut pemilik bengkel, sejublah merek oli juga sempat
04:30langka di pasaran akibat terganggunya pasokan barang impor.
04:35Yang ini dari sel, kemarin sel itu naik 10 ribu, biasanya 90, sekarang di bengkel jadi 100.
04:44Sel juga sekarang olinya udah nggak ada, jadi mungkin bakal beralih oli, mungkin bisa jadi.
05:01Pelaku usaha berharap stabilitas nilai tukar rupiah dapat segera pulih, agar harga barang impor kembali terkendali dan daya beli masyarakat
05:09berangsur membaik.
05:10Jika kondisi ini berlarut, kenaikan harga diperkirakan akan terus menekan konsumen, sekaligus mempengaruhi kinerja usaha yang bergantung pada pasukan produk
05:20impor.
05:21Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan