00:00Terima kasih Anda masih di Jurnal Nusantara,
00:03Saudara Persiapan Pekan Nasional Petani dan Nelayan Indonesia ke-17 di Kabupaten Gorontalo
00:08terus dimatangkan menjelang pelaksanaan di akhir Juni 2026.
00:13Belasan ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia dikonfirmasi siap hadir
00:18dalam agenda nasional yang akan dipusatkan di Kabupaten Limboto.
00:25Pemerintah daerah bersama panitia terus memastikan seluruh persiapan
00:29Pekan Nasional Petani dan Nelayan Indonesia ke-17 berjalan sesuai target.
00:34Berbagai fasilitas dan sarana penunjang di kawasan PENAS Limboto gini memasuki tahap akhir penyelesaian.
00:40Belasan ribu peserta dari berbagai provinsi telah menyatakan kesiapan
00:44untuk mengikuti kegiatan yang menjadi ajang pertemuan petani dan nelayan se-Indonesia.
00:50Sosialisasi dan promosi kegiatan juga terus dilakukan
00:53untuk meningkatkan partisipasi dan menyukseskan pelaksanaan PENAS di Gorontalo.
00:58Kegiatan ini diupayakan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pertanian dan perikanan modern
01:04kepada peserta dari seluruh Indonesia.
01:07Bupati Gorontalo bilang kesempatan menjadi tuan rumah PENAS ke-17
01:11merupakan sebuah kebanggaan dan penghargaan bagi masyarakat Gorontalo.
01:16Ada 540 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
01:21Alhamdulillah kabupaten Gorontalo dapat kepercayaan jadi tuan rumah tahun ini.
01:29Ini kegiatan 3 tahunan.
01:33Pelaksanaan PENAS 17, alhamdulillah sampai saat ini sudah mencapai final.
01:40Hanya tinggal ada beberapa kegiatan yang butuh kita rampungkan.
01:44Sementara Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo sebagai Ketua Panitia Pelaksana menyebut
01:49persiapan kegiatan kini hampir rampung.
01:53Seluruh kebutuhan dan fasilitas penunjang ditargetkan siap sepekan sebelum pelaksanaan PENAS.
01:58Jadi PENAS sampai sekarang kita terus persiapkan ya.
02:02Jadi baik sarana-prasarananya, kepesertaannya, kemudian juga venue ya.
02:10Progresnya masih berjalan sesuai dengan rencana ya.
02:13Sekitar 70-75% sekarang ya.
02:17Siapa di lapangan.
02:18Ini bisa kita lihat sendiri.
02:19Dan insya Allah Hamin 7 ya, itu sudah, terutama pekerjaan-pekerjaan struktur ya, itu sudah selesai gitu.
02:28Tahapan sekarang ini finishing ya, jadi termasuk jalan yang akan dileluhi oleh Bapak Presiden, sedang finishing sekarang ya.
02:35Selain menjadi ajang silaturahmi petani dan nelayan,
02:38PENAS ke-17 juga akan diisi dengan berbagai kegiatan edukatif.
02:42Mulai dari gelar teknologi, pameran inovasi pertanian, hingga berbagai metode budidaya modern
02:47yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan produktivitas petani dan nelayan Indonesia.
02:53PENAS petani dan nelayan Indonesia ke-17 dijadwalkan berlangsung mulai 20 Juni mendatang.
03:00Fikar Buntuan, Kompas TV, Gorontalo.
03:04Dan bagaimana persiapan menjelang pekan nasional petani dan nelayan Indonesia ke-17 di Gorontalo?
03:11Kita akan tanyakan langsung kepada Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail yang sudah bergabung secara daring.
03:17Selamat pagi Pak Gusnar, bagaimana progres sejauh ini PENAS ke-17 dan venue utamanya di kabupaten mana Pak?
03:26Ya, selamat pagi Mbak Renata.
03:30Jadi pertama-tama saya ingin menginformasikan bahwa kesiapan PENAS ke-17 di Limboto, Kabupaten Gorontalo,
03:40Provinsi Gorontalo sekarang sudah mencapai kurang lebih 75-80 persen.
03:46Nanti PENAS ini akan mengambil lokasi di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
03:55Dan sekarang semua kesiapan sementara di Genjot dan tadi saya sudah menyampaikan kurang lebih sudah 80 persen selesai, 75-80
04:08persen.
04:08Yang pertama, menyangkut lokasi upacara pembukaan maupun penutupan.
04:16Kemudian yang kedua, menyangkut lokasi daripada gelar teknologi.
04:22Ini lokasi yang menjadi penting, yang menjadi substansi daripada gelar, apa namanya, PENAS 17 ini adalah gelar teknologinya.
04:33Jadi ada satu kawasan yang dipersiapkan, disitu akan di, tanda petik, dipertunjukkan teknologi-teknologi terbaru dari pertanian,
04:44peternakan maupun perikanan, dan itu bisa disaksikan oleh seluruh peserta PENAS maupun masyarakat umum, terutama masyarakat petani di Gorontalo.
04:54Kemudian yang ketiga, kesiapan daripada akomodasi.
05:00Ini penting, saya ingin sampaikan.
05:02Gorontalo ini adalah provinsi yang relatif kecil, ya, akomodasi hotelnya masih terbatas.
05:10Kami sudah meng-inventersir kurang lebih ada kurang lebih 1.500 kamar, itu hotel yang terdiri dari bintang 3, bintang
05:244, dan lainnya adalah hotel-hotel dengan kualifikasi malati.
05:31Kemudian, dengan peserta yang begitu banyak ini, yang tercatat sampai tadi malam di monitoring saya, kurang lebih ada 13.000
05:40peserta.
05:40Nah, ini peserta petani dari seluruh Indonesia akan menempati homestay atau rumah-rumah penduduk yang berada di lokasi daripada arena
05:51PENAS ini.
05:53Kemudian yang keempat, ini persiapan daripada transportasi menuju Gorontalo, kemudian kembali dari Gorontalo.
06:02Ini ada sedikit keterbatasan kami, karena memang penerbangan ke Gorontalo belum seperti penerbangan ke kota-kota lain di Indonesia,
06:12sehingga jalan keluar yang kami sudah tempuh adalah menambah frekuensi penerbangan dari maskapai yang menerbangi rote ke Gorontalo.
06:22Nah, sekarang tercatat masih ada kurang lebih 700 peserta dari berbagai daerah yang belum memegang tiket.
06:31Nah, ini kami terus supayakan hari ini kita akan komunikasi lagi dengan Kementerian Perhubungan, khususnya Dirjen Perhubungan Udara,
06:40juga termasuk ke laut, karena terdapat beberapa provinsi yang menggunakan jalur laut, misalnya dari Kalimantan Utara, Kalimantan Timur,
06:55kemudian juga ada yang menuju Gorontalo, itu lewat transportasi udara, tapi dia langsung ke Manado.
07:04Nah, penerbangan ke Manado dari berbagai penjuru bisa masuk ke Manado, kemudian dari Manado baru bisa menuju Gorontalo kurang lebih
07:128 jam perjalanan.
07:14Tapi bagi saudara-saudara kami, petani dari Sulawesi, itu sebahagia yang besar menggunakan jalur darat,
07:21misalnya dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, maupun Sulawesi Tengah, juga dari Sulawesi Utara.
07:28Saya kira itu kondisi persiapannya sekarang, dan saya optimis ini bisa kita rampungkan,
07:36paling tidak 3 hari sebelum pelaksanaan upacara pembukaannya, ini sudah semua peserta dari berbagai daerah sudah bisa kumpul di Gorontalo.
07:46Oke, baik. Jadi beragam persiapan sedang diupayakan untuk dirampungkan ya.
07:52Pak Gusnar tadi juga sudah bercerita, ada sebanyak 13 ribu peserta yang akan ke Gorontalo untuk mengikuti PENAS ke-17
08:01ini.
08:01Yang ingin saya tanyakan, Pak, dengan begitu banyaknya peserta, kira-kira apa saja isu yang akan diangkat dalam PENAS ke
08:09-17 ini, Pak Gusnar?
08:11Ya, saya kira isu-isu yang akan diangkat sesuai dengan isu perkembangan secara nasional ya,
08:20yang pertama menyangkut hilirisasi.
08:23Nah, hilirisasi ini menjadi penting karena kita perlu menyatukan persepsi yang sama dari seluruh petani di Indonesia,
08:33bahwa hilirisasi ini menjadi sangat penting.
08:35Karena dengan hilirisasi, para petani bisa mendapatkan nilai tambah, terutama nilai tambah ekonomi dari usaha taninya.
08:43Jadi tidak sekedar menanam, berusaha tani, kemudian menjual, begitu saja,
08:50tetapi harus ada sentuhan hilirisasi, proses yang hilirisasi yang menjadi isu utama di situ.
08:58Kemudian yang kedua, Pak, menyangkut konektivitas antar daerah yang akan dibangun melalui sistem digitalisasi.
09:09Ini menjadi penting kita bicarakan di PENAS ini, karena apa?
09:13Salah satunya adalah memetakkan rantai pasok komunitas yang ada di berbagai daerah,
09:19sehingga ketika satu daerah mengalami kekurangan pasokan, dia bisa mengontak daerah itu dan secara terkoneksi itu bisa bergerak.
09:31Sehingga dengan demikian kita akan bicara inflasi, ya dari awal kita sudah mengendalikan inflasinya,
09:38karena bisa jadi karena inflasi terjadi karena kekurangan cabai rawit, misalnya di Jawa.
09:45Nah di Guruntalo gudangnya cabai rawit, di Sulesi Utara juga gudangnya cabai rawit,
09:50nah itu bisa langsung terkoneksi, sehingga rantai pasok bisa menjadi lancar kembali.
09:57Kemudian yang berikut, ini yang penting juga, dengan adanya sistem digitalisasi,
10:05harga-harga ini juga kita bisa kenalikan, terutama harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah misalnya,
10:10harga jagung, harga padi, itu bisa seragam seluruh Indonesia,
10:16sehingga petani di seluruh Indonesia itu bisa mendapatkan pendapatan sesuai harga yang ditentukan oleh pemerintah.
10:26Oke baik, jadi akan dibicarakan mengenai digitalisasi, kemudian hilirisasi,
10:31termasuk juga rantai pasok bagaimana antar provinsi begitu ya Pak Gusner.
10:35Sekarang terakhir nih Pak, mungkin bisa disampaikan kira-kira apa pesan dari Pak Gubernur
10:41agar PENAS ke-17 ini bisa berjalan dengan maksimal nantinya?
10:46Ya, sebenarnya tentunya kami sangat mengharapkan dukungan daripada seluruh warga masyarakat di Guruntalo,
10:55maupun seluruh warga masyarakat petani di seluruh Indonesia, terutama dengan kehadirannya di Guruntalo.
11:01Semakin banyak yang hadir, semakin berhasil PENAS ini.
11:07Walaupun kita tahu bersama bahwa sekarang ini keterbatasan penerbangan ke Guruntalo.
11:14Belum lagi terdapat kenaikan harga tiket.
11:18Memang waktu pendaftaran pertama itu Pak, itu Rp30.000 sudah mendaftar.
11:23Tapi karena ada kecenderungan kenaikan tiket, nah ini saudara-saudara saya petani dari seluruh Indonesia menyesuaikan dengan itu.
11:32Tapi saya tetap menangkap dari Guruntalo ini ada semangat seluruh petani Indonesia dan nelayan di seluruh Indonesia itu bisa kumpul
11:42di Guruntalo.
11:42Oh ya, tambahan lagi Mbak Satu, isu yang akan kita bahas adalah isu menyangkut kampung nelayan merah putih.
11:51Ini harus menyebar di seluruh Indonesia.
11:54Dan Guruntalo kemarin sudah dikunjungi oleh Pak Presiden meresmikan kampung nelayan merah putih.
12:00Semoga ini menjadi motivasi dan semangat baru untuk seluruh nelayan di Indonesia menyusahkan program kampung nelayan merah putih ini.
12:10Sekiranya itu Mbak.
12:11Baik, petani dan nelayan diharapkan partisipasinya yang maksimal untuk mendukung kesuksesan dari PENAS ke-17 di Guruntalo.
12:19Terima kasih banyak sudah berbagi pandangan Gubernur Guruntalo Gusnar Ismail di Jurnal Nusantara di Kompas TV.
12:25Sehat selalu Bapak.
Komentar