Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menerima Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang untuk audiensi mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Staf Presiden, Rabu (10/6/2026).

Dudung mengatakan daam pertemuan itu membahas soal pembenahan penerima manfaat MBG, dapur MBG di daerah 3T hingga efisiensi anggaran.

"Tentang refocusing untuk penerima manfaat jadi disampaikan Kepala BGN bahwa nanti yang betul-betul yang membutuhkan, nanti akan dicek Kembali," ujar Dudung.

Selain itu, Dudung membantah isu terkait dirinya memiliki dapur MBG.

Baca Juga BGN Klaim Lakukan Efisiensi dan Evaluasi Tata Kelola MBG, Pengamat: Masih Sebatas Omon-omon di https://www.kompas.tv/nasional/673903/bgn-klaim-lakukan-efisiensi-dan-evaluasi-tata-kelola-mbg-pengamat-masih-sebatas-omon-omon

#ksp #kepalabgn #mbg #breakingnews

Produser: Ikbal Maulana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673916/pernyataan-ksp-dudung-usai-terima-kepala-bgn-nanik-s-deyang-bahas-mbg-hingga-bantah-isu-punya-dapur
Transkrip
00:00Selamat datang bagi kita semua, shalom.
00:03Rekan-rekan wartawan, tadi Kepala BGN dan kedua wakilnya, audiensi dengan saya,
00:15artinya menyampaikan beberapa hal yang akan dilakukan.
00:21Keseogianya tadi beliau akan langsung menyampaikan,
00:24tapi karena harus segera menghadap ke DPR,
00:27maka saya menyampaikan beberapa hal dari pertemuan itu sendiri.
00:34Tentunya saya sebagai Kepala KSP,
00:38artinya saya akan menyampaikan hal-hal yang memang,
00:43yang saat ini sedang tren ya, masalah BGN.
00:48Yang pertama adalah tentang refocusing untuk penerima manfaat.
00:54Jadi disampaikan oleh Kepala BGN bahwa nanti yang betul-betul yang membutuhkan,
01:01sehingga nanti akan dicek kembali.
01:04Seperti di Jakarta, saya pernah cek,
01:07ada beberapa yang memang tidak dimakan.
01:11Sekolah menengah ya.
01:14Sehingga ini nanti akan dicek kembali, sehingga betul-betul efektif.
01:17Kemudian yang kedua adalah penataan kembali dapur-dapur yang sudah operasional.
01:24Jadi dampaknya nanti akan dilihat,
01:28terutama yang berkualitas,
01:31tidak mengejar kuantitas.
01:33Ya, tapi betul-betul dapur itu apakah efektif,
01:37apakah sesuai dengan aturan,
01:39yang nantinya tidak menimbulkan misalnya keracunan dan sebagainya.
01:43Dan akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat.
01:47Ya, jadi selama ini ada juga misalnya satu dapur itu awalnya 3 juta penerima manfaat,
01:55eh 3 ribu penerima manfaat,
01:58kemudian 2 ribu per orang,
02:022 ribu akan kali 3 ribu berarti 6 juta per orang,
02:06eh per dapur,
02:07ya untuk insentifnya bagi yang investor.
02:12Rupanya tidak semuanya 6, 3 ribu,
02:15ada yang 1 ribu 500.
02:17Nah ini yang nanti akan dicek kembali, disesuaikan.
02:21Yang ketiga,
02:23kualitas dapur yang operasional tadi yang saya sampaikan,
02:26sehingga nanti di beberapa daerah nanti akan dicek secara langsung.
02:30Kami pun dari KSP nanti akan membantu mengecek,
02:36ya daerah-daerah nanti yang betul-betul udah menjadi dapur yang operasional.
02:43Terutama jumlah, ini yang jumlah ya,
02:46nanti akan saya bahas lagi.
02:47Kemudian tentang dapur yang di 3T.
02:55Kemarin kan demo di BGN,
02:58ini saya ingin menjelaskan.
03:01Jadi rencana dari Ibu Nani,
03:05yang 3T ini nanti justru akan diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang di sekitarnya,
03:15sehingga tidak terlalu banyak membebani APBN.
03:18Ya, sehingga banyak nanti yang dapur yang akan dibangun,
03:24mungkin diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang memang baik,
03:29jadi CSR-nya digunakan untuk itu.
03:31Tetapi nanti akan saya sampaikan tentang hal-hal yang penting,
03:36kenapa yang terjadinya demo.
03:39Kemudian,
03:45ada juga disampaikan dari Ibu Nani tentang dampak dari jual beli titik.
03:51Nah, jual beli titik demikian.
03:53Jadi yang tadi saya katakan,
03:56seharusnya misalnya satu dapur itu kan 3.000,
03:59ya, 3.000 penerima manfaat,
04:01kemudian kalau dikali 2.000,
04:05berarti kan 6 juta.
04:06Nah, kenyataannya tidak 3.000,
04:08ada yang 1.500, ada yang 1.000,
04:10sehingga mengembang.
04:11Kalau kita hitung, ya, kalau kita hitung,
04:14dapur ini sekarang ada 27.877.
04:19Nah, total secara keseluruhan, ya,
04:23yang operasional.
04:24Kemudian penerima manfaat ini sekitar 63 juta, ya.
04:29Kalau satu dapur saja ini misalnya 3.000,
04:32berarti sebetulnya hanya 22.000,
04:35tidak 27.000.
04:36Nah, yang 5.000-nya ini kemana?
04:38Kan begitu, kan?
04:39Yang terjadinya yang akhirnya,
04:41yang harusnya 3.000 menjadi 1.500,
04:44akhirnya pembesaran,
04:45tetapi yang 1.500,
04:47itu dikasihnya tetap 6 juta,
04:50ya, perharinya.
04:51Nah, ini yang terjadi penggelembungan.
04:54Sehingga nantilah itu proses hukum lebih lanjut, lah, ya.
04:57Kemudian sesuai dengan peraturan Presiden nomor 12 tahun 2025,
05:07ini ditetapkan hanya 30 kabupaten sebagai daerah tertinggal, 3T, ya.
05:18Nah, namun kenyataannya,
05:22ini pejabat lama, ya,
05:25yang sekarang sedang diproses ini justru membuat definisi tersendiri,
05:29bahwa satu desa tidak terlayani SPPG terdekat,
05:33atau lebih dari 30 menit jaraknya,
05:36sehingga dengan ketentuan tersebut,
05:39maka ditetapkan 8.617,
05:41dengan SK penetapan lokasi kepada oleh-oleh kepala badan yang terdahulu.
05:50Nah, kemudian 6.138 ini yang meneretangani itu Pak Soni, ya.
06:01Dari yang peneretangani yang berharga bagi mereka-mereka ini,
06:06SK itu, SK itu lah yang kemudian akhirnya
06:09yang menjadikan jaminan untuk pinjem bank, ya.
06:14Kemudian, ada hal lagi yang sangat penting,
06:19kalau menurut saya,
06:20ini dari 6.138 ini yang sudah di-appersial,
06:28ini ada 1.745.
06:31Salah satu contohnya dari 1.745,
06:34ini ada yang sudah terbangun dengan keratakan tostil ini 476.
06:41Ini yang menggiurkan itu demikian.
06:43Jadi, misalnya,
06:46salah satu mitra lah,
06:51ditentukan mendapat sekep,
06:53mendapat seka untuk ditentukan satu titik.
06:57Titik itu hanya modal 100 juta saja,
07:00kemudian dibuatkan fondasi,
07:02nanti dari pemborong, ya,
07:05atau dari keratakan tostil membangunlah,
07:07misalnya 1,2 setengah miliar.
07:11Nah, 1,2 setengah miliar,
07:13itu sifatnya nanti dari BGN akan sewa.
07:17Bayangkan 1,2,
07:19tadi sewanya itu 4 miliar, ya.
07:214 tahun dibayar di depan.
07:27Modalnya itu 4 tahun di depan itu 4 miliar berarti kan, ya.
07:324,8 miliar.
07:334,8 miliar kalau dikurangi tadi 1,2 setengah miliar,
07:38berarti masih ada keuntungan 3 setengah.
07:39Dan itu dibayarnya di depan.
07:42Bayangkan aja.
07:43Ya, ini yang kemudian akhirnya.
07:46Dan itu statusnya negara itu sewa,
07:48ya, bukan milik, ya.
07:53Saya rasa mungkin,
07:55ya, kemudian ada satu hal lagi yang menonjol ini,
07:59untuk penentuan titik-titik itu,
08:02maka ditentukanlah Satgas
08:03yang dikeluarkan SK-nya itu dari pejabat lama, ya.
08:11Nah, itulah SK itu yang akhirnya menguntungkan bagi mereka-mereka
08:14yang kemudian untuk sebagai jaminan kepada bank.
08:17Saya rasa mungkin itu saja.
08:19Terus satu hal, saya ingin menyampaikan klarifikasi.
08:23Ada berita,
08:24Pak Dudung katanya punya titik melalui padadan.
08:28Saya informasikan.
08:29Jadi, beberapa bulan yang lalu,
08:32mungkin 7-6 bulan yang lalu,
08:36saya kan dekat dengan pesantren.
08:37Ada pengurus-pengurus pesantren itu ada Abah Junaidi,
08:42ada Ustadz Iskandar.
08:44Itu menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren, ya,
08:49untuk sebagai sasaran penerima manfaat.
08:52Karena di pesantren itu kan ada pesantrennya 4 ribu,
08:56ada yang 5 ribu,
08:57sehingga bisa ditetapkan sebagai titik untuk dapurnya.
09:05Nah, kemudian minta dikenalkan dengan padadan.
09:08Saya sampaikan, padadan ini ada pesantren yang sudah siap, ya.
09:13Sudah ditentukan, dia sudah mulai,
09:16secara administrasi sudah siap.
09:20Nah, realisasinya tidak ada.
09:21Nah, akhirnya saya sampaikan kepada dan,
09:24oh, silakan Pak, nanti hubungi Pak Arief Nurrohman,
09:27staf saya.
09:28Akhirnya silakanlah.
09:29Mereka berhubungan.
09:31Mereka berhubungan, saya sudah tidak ngerti apa-apa.
09:34Nah, waktu padadan ke sini,
09:36berapa minggu yang lalu,
09:39saya tanya padadan gimana itu.
09:41Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai.
09:46Bangunnya, dapurnya pun belum terbangun.
09:48Saya tanya Abah Junaidi dan sebagainya.
09:50Cuma karena saya yang minta tolong kepada dan itulah yang kemudian,
09:54akhirnya, bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur.
09:57Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek.
09:59Saya kasih hadiah nanti.
10:01Jadi, enggak ada sama sekali saya punya dapur, ya.
10:04Jelas ya, rekan-rekan sekalian.
10:06Saya rasa mungkin itu saja,
10:07ya, topiknya tadi masalah BGN.
10:10Sehingga tidak ada topik lain yang perlu saya bahas.
10:13Terima kasih.
10:14Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
10:21Terima kasih.
10:22Terima kasih.
10:22Terima kasih.
10:23Terima kasih.
10:24Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan