00:01Aksi penolakan rencana Universitas Brawijaya untuk mengelola Satuan Pelayanan Pembunuhan Gizi atau SPPG
00:07digelar mahasiswa dengan mendatangi kantor rektorat
00:10Dengan membawa poster penolakan SPPG, mahasiswa UB berorasi di depan kantor rektorat
00:16Dalam orasinya, mahasiswa menolak wacana kampus mereka yang akan mengelola SPPG
00:22Mereka menuntut pihak kampus transparan terhadap naskah Akademik UB
00:27tentang living laboratory dan circular economy yang digunakan untuk mendukung program MBG yang dinilai bermasalah
00:34Mereka juga menuntut pihak kampus membuka diskusi dengan melibatkan seluruh sivitas akademika
00:39termasuk mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik sebelum memutuskan langkah dalam pengelolaan SPPG
00:45Sejak awal sudah jelas bahwa MBG ini bermasalah
00:49dan kalau mau ngomongkan naskah Akademik, kenapa ikut mengelola?
00:53Harusnya cukup membuat pilot project, teman-teman KKN suruh ngawal pilot project itu
00:58Nggak usah kampus ikutan mengelola
01:00Sehingga tuntutan kami sederhana sebenarnya, yaitu UB membuka kajiannya
01:03Beberapa teman-teman sivitas akademika yang tergabung dalam satu kelompok namanya Parahasia Kolektif Akademia
01:09itu melakukan kajian alternatif
01:12yang itu berbeda dengan kajian yang dilakukan UB
01:16Kita melihat bahwa ini adalah implikasi dari komersialisasi perguruan tinggi
01:20Ketika perguruan tinggi itu tidak punya otonomi
01:22Justru karena PTNBH itu akhirnya UB kekurangan dana dari negara
01:27akhirnya harus cari-cari cuan gitu
01:29Salah satunya adalah melalui pengelolaan SPPG ini
01:33Dalam aksi ini tidak ada satupun wakil dari rektorat yang turun menemui masa aksi
01:38Setelah menyampaikan tuntutannya, mahasiswa meninggalkan gedung rektorat dan memubarkan diri
01:44Tim Liputan Kompas TV Malang, Jawa Timur
Komentar