Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik, menjawab keraguan publik terkait komposisi pimpinan baru BGN yang dinilai tidak berasal dari kalangan ahli gizi.

Menurutnya, pengawasan substansi program tetap akan dilakukan oleh Dewan Pengarah yang akan diisi tujuh orang, dengan mayoritas berasal dari profesor ahli gizi serta dokter anak.

Dalam kesempatan yang sama, Nanik juga meluruskan informasi terkait pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan tidak ada aturan yang mewajibkan yayasan pengelola dapur harus berafiliasi dengan sekolah.

Namun, sejak awal pemerintah memang memprioritaskan yayasan yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan untuk terlibat dalam program tersebut.

Terkait pelaksanaan MBG di wilayah 3T, Nanik menyebut pemerintah akan mengedepankan efisiensi dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, seperti kantin sekolah maupun dapur umum milik perusahaan melalui program CSR.

Langkah ini dinilai lebih efektif dibanding membangun dapur baru di wilayah yang jumlah penerima manfaatnya relatif sedikit.

Selain itu, ia memastikan pencairan dana operasional SPPG yang sempat menjadi sorotan telah berjalan dan hanya terkendala persoalan teknis.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Rizal



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/673638/jawab-keraguan-publik-nanik-kepala-bgn-program-mbg-akan-dipandu-pakar-gizi-dan-dokter-anak
Transkrip
00:00Ini kan wajah baru pimpinan BGN, tidak ada yang ahli gizi.
00:04Kemudian gimana caranya untuk mendapatkan kepercayaan publik
00:08bahwa program MBG ini benar-benar kepadahuan untuk gizi anak-anak?
00:12Baik, di SOTK sebetulnya dari Badan Gizi Nasional Berdiri itu ada Dewan Pengarah.
00:18Di Dewan Pengarah inilah akan kami isi dengan para Profesor Ahli Gizi
00:25dan juga Profesor Anak, dokter anak.
00:30Jadi nanti yang akan mengguiden kami, yang akan membimbing kami nanti adalah
00:36Dewan Pengarah yang terdiri dari tujuh orang.
00:40Mungkin di antara tujuh orang itu lima kemungkinan mereka adalah dari pakar-pakar gizi.
00:47Demikian.
00:55Pasal kejadian, bagaimana untuk pembinaan dapur di sini?
00:58Lalu kedua, apakah pembinaan dapur itu berafiliasi di sini untuk menjadi sorotan masyarakat gitu?
01:05Saya akan luruskan ya, mungkin sebetulnya bukan berafiliasi dengan sekolah.
01:13Yayasan itu boleh saja, tidak harus berafiliasi.
01:15Tidak ada syaratnya berafiliasi dengan sekolah.
01:17Tapi memang diutamakan dulu Pak Presiden ketika mendirikan BGN itu adalah
01:23yayasan-yayasan yang bergerak dalam bidang sosial,
01:28kemudian pendidikan dan juga agama-agama apa saja.
01:32Nah itu, tapi kalau secara khusus juknisnya berkaitan dengan sekolah, tidak ada.
01:38Satu lagi kali ya.
01:41Jadi gini, masih kita lihat.
01:44Jadi misalnya begini mas, di tempat terpencil itu,
01:48saya misalnya di Lombok, di Lombok itu di Lombok Barat,
01:53saya pernah ke satu pulau, muridnya hanya 119.
01:58Kan nggak mungkin juga didirikan dapur, tapi di situ ada kantin.
02:01Jadi bisa dong kantin itu digunakan gitu.
02:04Jadi kantin ini salah satu alternatif.
02:06Begitu.
02:08Jadi nanti kalau misalnya ada satu wilayah yang muridnya,
02:11seperti di Raja Ampat, itu ada saya di sebuah pulau,
02:16muridnya hanya 115 juga,
02:19tapi di situ ada dapur umum CSR-nya Pertamina.
02:23Nah kita bisa gunakan juga misalnya seperti ini.
02:25Jadi ada itu alternatif-alternatif,
02:27tidak harus membangun dapur baru di 3T.
02:31Ya, ini bagian efisiensi.
02:33Supaya tidak tadi menggunakan semuanya APBN.
02:39Bu Nani, di Acah ada 7 SPPG yang di-stop karena belum dicairkan gantinya itu gimana?
02:45Ada bagian dari HOK, ada yang bagian dari...
02:48Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat.
02:51Yang 27, 877 tadi itu.
02:54Yang sudah masuk.
02:55Sudah masuk.
02:56Sudah operasional.
02:58Jadi memang ada beberapa yang,
03:02apa namanya,
03:04yang Jumat itu sudah dicairkan.
03:07Yang Senin ini juga dicairkan.
03:09Tadi kalau nggak salah,
03:10kami dapat laporan 5T ya Ibu ya,
03:13dicairkan hari ini.
03:14Jadi tidak ada masalah, ini masalah teknis saja.
03:16Oke, oke teman-teman cukup ya.
03:20Oke, terima kasih teman-teman semua ya.
03:23Selamat siap.
03:25Pokoknya dukung aku ya sama Mbak Bu Arum dan Pak Trenggono.
03:29Pangkat.
03:30Dadah ya.
03:32Oke.
Komentar

Dianjurkan