00:00Di sini saya ditemani Ibu Arum Sari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan dengan teliti, dengan benar.
00:12Saya tidak akan mengambil keputusan apapun berkait pengeluaran duit bila Ibu Sari tidak oke.
00:17Di samping saya ada Pak Trenggono yang dia juga akan melindungi saya ikut nanti menggarap dapur-dapur di 3T dan
00:28juga kawasan-kawasan yang teritorial yang belum terbangun.
00:33Itu ya teman-teman ya, langkah kami adalah pertama-tama seperti yang beberapa waktu lalu saya sampaikan, kami concern pada
00:45efisiensi anggaran agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini
00:55tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi.
01:06Efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium.
01:13Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru.
01:18Bila per hari ini, totalnya berapa bisa Ria?
01:2127.877
01:22Jadi per hari ini jumlahnya titik dapur yang operasional berdasarkan virtual account itu 27.877
01:33Nah kita hentikan dulu ke situ, kita akan tata
01:37Kita tata apakah dapur ini melayani ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya malah kelebihan.
01:57Nah kemudian ini kita akan nanti dulu, artinya kita tidak buka yang baru dulu maupun pendaftarannya.
02:07Jadi kita mau nata, mau nata misalnya Jawa Tengah ini harusnya butuh berapa, Jawa Barat ini butuh berapa, DKI butuh
02:14berapa dan lain-lain Jawa Timur.
02:16Karena memang dari datanya Ibu Arum Sari, dapur ini masih menumpuk di Jawa.
02:24Kemudian setelah kami menata, baru ya kami hitung apakah perlu kami membuka kembali atau tidak.
02:33Yang kedua kami refocusing, penerima manfaat.
02:37Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu, eh rasanya tidak perlu ya, kalau misalnya sekolah-sekolah kaya, kan ini pasti di
02:48rumah gizinya juga lebih bagus.
02:50Jadi kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.
02:58Nah ini kita akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini benar tuh, 63 juta ini butuh atau
03:08sebetulnya bisa dikurangi kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh.
03:15Yang ketiga itu kita akan melakukan kontrol atau apa, kualitas ya.
03:22Nah kami juga sudah sampaikan ke Presiden di tahun 2026 ini kita bukan mengejar kuantitas tapi pada kualitas sehingga kami
03:31akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak.
03:40Nanti akan kita griding apa, misalnya apakah dapur ini bisa 3.000, 2.000 atau 1.000 saja itu nanti
03:46akan kita kelompok-kelompokkan.
03:48Selanjutnya yang terakhir adalah untuk 3T.
03:51Ini kami akan mencoba mengurangi tidak menggunakan APBN, mencoba ya.
04:03Tetapi tadi kami belum ke sini nih, sudah di demo nih.
04:08Oleh apa namanya, rupanya ada investor yang sudah membangun 3T.
04:12Kami akan selesaikan bagaimana sebabnya, tapi untuk wilayah-wilayah yang belum digarap oleh investor, kami akan coba kerjasamakan atau kita
04:25bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN atau mungkin ada hibah dari luar negeri.
04:32Atau mungkin juga kalau di tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar misalnya berinvestasi, masak si bikinin dapur untuk masyarakat di
04:42situ enggak mau, kan enggak mahal juga.
04:44Jadi mereka kan juga punya CSR.
04:46Nah itu kira-kira yang akan kami lakukan dalam waktu sekarang.
04:52Bahkan sudah mulai, kami sudah rapat-rapat untuk merealisasikan yang tadi hal-hal yang kami sampaikan.
Komentar