00:00Yuk, pernyataan baru Presiden Prabowo Subianto mengultimatum para mitra yang curang untuk segera bertobat.
00:08Masih dikasih kesempatan untuk bertobat asal mengaku. Anda yakin bahwa MBG akan membaik?
00:13Saya kadang bingung, Pak Presiden ini adalah presiden atau motivator.
00:16Karena dalam banyak pidatonya itu lebih sering memberi seruan nasihat daripada seruan kebijakan.
00:22Dan saya rasa ada satu hal yang mungkin belum kita percakapkan malam ini.
00:25Bahwa beberapa hari terakhir sebelum Pak Dadan ditangkap, percakapan publik kita itu sebenarnya tidak hanya soal MBG.
00:33Tapi soal bagaimana krisis itu mungkin akan terjadi.
00:36Soal dolar yang naik, soal bagaimana IHSG itu turun sedemikian rupa, tapi mendadak hilang ketika Dadan ditangkap.
00:43Saya kira ada satu hal yang bisa jadi indikasi bahwa ketika yang terjadi hanya ganti pemain, ada dua hal.
00:50Yang pertama ini soal memindahkan medan konflik.
00:52Bahwa sebelumnya orang itu menyerang presiden, sebagai orang yang sangat bangga terhadap MBG.
00:57Kadang kita sebut beliau itu CEO MBG, yang menganggap NKR ini cuma perusahaan MBG.
01:03Itu yang pertama.
01:04Yang kedua soal mengkambing hitamkan Pak Dadan.
01:08Supaya apa yang biasa dilakukan Pak Prabu terjadi.
01:11Pak Prabu itu kan punya mentalitas mesias.
01:13Jadi beliau itu kalau tidak jadi juru selamat tidak keren.
01:16Ini terjadi juga di dalam kasus penangkepan Pak Dadan.
01:19Saya rasa publik patut curiga bahwa jangan-jangan yang terjadi ini cuma pengambing hitaman.
01:25Cuma penumbalan supaya medan konflik yang awalnya nyerang presiden, jadi nyerang ke Pak Dadan.
01:30Ya, cuma dikambing hitamkan Pak Dadan kalau kata Tio, Mas Rio.
01:33Jadi begini, ketika ada penyimpangan di dalam sebuah program,
01:39dan itu diketahui oleh presiden, dan presiden mengambil tindakan tegas untuk mencopot pejabat yang bersangkutan,
01:46saya bingung itu apa bentuk mengkambing hitamkan.
01:50Itu bentuk tindakan tegas bahwa presiden tidak memandang bulu.
01:54Tapi kalau saya balikan ke konteks daripada penjalanan MBG ini, Mbak Ilona,
01:59apakah perlu ada tata kelola yang menyimpang selama MBG ini dijalankan? Jelas.
02:03Apakah perlu ada evaluasi menyeluruh? Jelas.
02:07Apakah selama ini kita tidak belajar daripada kasus-kasus keracunan yang sudah terjadi,
02:11atau dapur-dapur yang tidak memenuhi SOP-SOP yang sudah dijalankan?
02:14Itu betul.
02:15Makanya ini merupakan momentum di mana presiden mengirimkan sebuah pesan yang sangat jelas.
02:20Program harus dijalankan dengan baik, dengan amanah, sesuai dengan peraturan yang berat.
02:25Tanpa pandang bulu sedikit.
02:26Baik.
02:27Mas Agus, ultimatum presiden bentuk pesan yang sangat tegas bahwa MBG akan harus berjalan dengan bersih.
02:32Ya kalau mau tegas, stop dulu programnya.
02:35Stop dulu.
02:35Hentikan dulu programnya, perbaiki tata kelolanya, buat regulasi yang ajak, yang kuat, hindari konflik kepentingan.
02:44Ini kan yang tidak diatur, ini yang tidak diurus di dalam badan gizi nasional.
02:49Bagaimana mungkin seorang eksekutor program kemudian di lapangan dia punya dapur?
02:54Pertanyaan utamanya itu.
02:57Konflik kepentingan.
02:58Saya misalnya, saya katakanlah punya yayasan.
03:01Saya daftar via online.
03:03Yayasan saya di-approve.
03:04Kapasitas fiskal saya cuma sanggup bikin tiga dapur.
03:08Satu yayasan bisa mengelola maksimal sepuluh.
03:11Apakah tidak tujuh yang bisa saya jual?
03:14Kan itu faktual yang terjadi di lapangan.
03:16Oke.
03:17Baik.
03:18Mas Fakrul tetap konsisten.
03:20Temuan hari ini sebetulnya itu mengkonfirmasi kajian kawan-kawan.
Komentar