Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sejak 2024, Kepolisian Negara Republik Indonesia membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bergabung menjadi anggota Polri melalui jalur Rekrutmen Proaktif. Kebijakan ini menjadi bukti transformasi Polri menuju institusi yang inklusif, modern, dan berkeadilan bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa.

Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi Bripda Afifatul Ngaliyah untuk mengabdi sebagai anggota Polri.

Menyandang disabilitas tidak menjadi halangan bagi Bripda Achmad Fikri Octaviani untuk mengabdi dan melayani masyarakat sebagai anggota Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Jawa Timur.

Bripda Fikri mengaku bersyukur dapat menjadi anggota Polri, profesi yang telah menjadi cita-citanya sejak kecil. Dengan semangat dan tekad yang kuat, ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan institusi kepolisian.

Simak selengkapnya dalam tayangan berikut.

#polisi #rekrutmen #polri

Baca Juga Kepala BGN Nanik Fokus Benahi Tata Kelola MBG Lewat Efisiensi Anggaran, Akankah Berhasil? di https://www.kompas.tv/nasional/673076/kepala-bgn-nanik-fokus-benahi-tata-kelola-mbg-lewat-efisiensi-anggaran-akankah-berhasil

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673078/kisah-bripda-afifatul-ngaliyah-polwan-disabilitas-yang-mengabdi-di-polres-salatiga-sapa-malam
Transkrip
00:00Kembali sampai Indonesia malam, sejak tahun 2024,
00:05Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan kesempatan kepada penyendang disabilitas
00:09untuk bergabung menjadi anggota Polri lewat jalur rekrutmen proaktif.
00:14Kebijakan ini menjadi bukti nyata transformasi Polri menuju institusi yang inklusif,
00:19modern dan berkeadilan bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa.
00:30Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi Bribda Afifatul Ngaliyah
00:35untuk mengabdi sebagai anggota kepolisian Negara Republik Indonesia.
00:39Polwan berusia 20 tahun ini mulai bertugas sejak Juni 2025
00:44dan kini menjalankan tugas di Seksi Umum atau Sium Polres Salatiga.
00:50Musibah yang dialaminya semasa kanak-kanak membuat tangan dan kaki kirinya harus diamputasi.
00:56Meski sempat merasa kurang percaya diri, namun berkat dukungan dan doa orang tuanya,
01:02Afifatul pun tak menyerah pada keterbatasan.
01:06Setelah menyelesaikan studi SMK, Afifatul mengikuti seleksi untuk menjadi anggota Polri
01:11melalui jalur rekrutmen proaktif kelompok disabilitas pada tahun 2025
01:17dan lulus menjadi seorang polisi wanita.
01:20Saya disabilitas karena kecelakaan waktu kelas 3 SD, saya diamputasi tangan kiri dan kaki kiri.
01:29Kemudian pertama kali muncul niat untuk menjadi anggota Polri itu pada saat apa?
01:37Waktu niatnya itu saya ikut organisasi olahraga,
01:41terus dari ketuanya itu memberikan kalau ada pembukaan rekrutmen disabilitas untuk Polri dari Bapin.
01:51Terus kemudian saya diperintah untuk mencoba daftar.
01:56Dalam menjalankan tugas di seksi umum Polres Salatiga,
02:00Bribda Afifatul mampu bekerja dengan baik dalam menyelesaikan pekerjaan administrasi.
02:06Ditambah lagi, sikap rekan kerja dan atasannya di Polres Salatiga
02:10yang menghargai, kontribusi, dan tidak memandang sebelah mata.
02:14Selagi ada kesempatan, jangan disiasiakan.
02:18Jadi walaupun saya disabilitas, saya juga bisa bekerja seperti yang lain.
02:24Untuk disabilitas yang lain, jika ada kesempatan, jangan menyerah untuk mencoba.
02:29Komandan dan rekan-rekan tidak memandang sebelah mata,
02:32mereka menganggap bahwa saya bisa bekerja seperti yang lainnya.
02:38Atasan Afifatul, Kapolres Salatiga, AKBP, AD Paparihi bilang,
02:43Afifatul melaksanakan kewajiban dan tugasnya dengan baik,
02:47tanpa pernah mengeluh dengan keterbatasan fisik.
02:50Untuk Bribda Afifatul ini, anggota kami yang kami tempatkan di seksi administrasi umum,
02:58dalam kesehariannya secara struktural,
03:01yang bersangkutan melaksanakan tugas-tugas administrasi
03:03yang membantu saya, Kapolres, dalam baik itu surat masuk, surat keluar.
03:08Dan dalam kesehariannya, anak ini cukup enerjik, cukup aktif,
03:12bahkan sempat kami memanggil, menanyakan kepada yang bersangkutan,
03:16apakah dengan kegiatan yang seperti ini,
03:19apakah yang bersangkutan ada keluhan atau apa,
03:21yang pasti yang bersangkutan tetap kami siap ditempatkan,
03:24kami siap untuk melaksanakan tugas sesuai dengan petunjuk dari komandan.
03:29Menyandang disabilitas juga tak menjadi halangan
03:32untuk Bribda Ahmad Fikri Oktaviani
03:35untuk melayani masyarakat sebagai anggota Ditsamapta, Polda, Jawa Timur.
03:40Bribda Fikri bersyukur bisa menjadi anggota Polri
03:43seperti cita-citanya sejak kecil.
03:46Padahal, ia sempat mengubur harapan menjadi anggota Polri
03:50ketika kecelakaan di masa remaja
03:52membuatnya kehilangan salah satu jari tangan.
03:54Ini disabilitas saya itu pada jari mani saya, di tangan kanan saya.
04:00Pada saat waktu itu kejadian,
04:03ya memang waktu itu sempat down,
04:06bahkan sampai ngedownya ngedown banget,
04:09karena kan kita nggak mengharapkan bakal seperti ini kan.
04:12Jadi saya waktu itu, wah, hati itu kayak sedih banget gitu loh.
04:16Saya itu memang bercita-cita ingin jadi polisi,
04:20digugurkan, ya gara-gara saya mempunyai keterbatasan fisik ini.
04:25Namun, kesempatan pun terbuka di tahun 2024.
04:29Dalam satu kali mendaftar melalui jalur penyandang disabilitas,
04:33Fikri pun lulus sebagai Bintara Polda Jatim.
04:37Kini patroli, penjagaan, pengawalan, dan pengendalian massa
04:41menjadi tugas sehari-harinya.
04:43Ia pun bekerja tuntas dan ikhlas,
04:46seolah tanpa tembok penghalang.
04:49Ya, pengabdian itu bisa dilakukan oleh siapapun ya.
04:57Meskipun kita menyandang disabilitas,
04:59menyandang kekurangan itu tidak menutup keungkingan
05:02untuk mengabdi kepada negara ini.
05:04Jadi, kesempatan itu ada buat orang yang mau,
05:08dan pengabdian itu ada buat orang yang mau.
05:10Bukan pernah takut untuk mencoba,
05:13jangan takut untuk belajar lain-lain,
05:16karena kekurangan yang kita miliki itu
05:20bukan sebagai penghalang untuk meraih masa depan.
05:24Kepala Biro Pengendalian Personel SSDM Polri,
05:29Brigjen Pol Ertel Stefan menyebut,
05:31Kapolri Jenderal Polisi Listio Sigit Prabowo sudah menegaskan komitmen
05:36bahwa Polri ramah disabilitas.
05:38Selain itu, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 juga menjelaskan
05:44soal hak kelompok disabilitas untuk memperoleh pekerjaan.
05:48Karena itu, Polri pun memberikan ruang jabatan dan kompetensi
05:53yang bisa diisi oleh warga dari kelompok disabilitas.
05:57Pak Kapolri menyampaikan bahwa Polri ramah untuk disabilitas.
06:02Itu jadi acuan.
06:04Kami menyiapkan ruang untuk kalau rekan-rekan kami kelompok disabilitas,
06:09tapi kami minta ruang jabatan yang kami siapkan itu harus didukung oleh kompetensi
06:15daripada rekan-rekan kelompok disabilitas.
06:18Sehingga kami juga bisa menyelaraskan antara kebutuhan organisasi
06:24dengan pembunuhan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi.
06:29Dalam hal seleksi rekrutmen Bintara Polri untuk ruang jabatan
06:33yang bisa diisi kelompok disabilitas, persyaratannya pun dibuat khusus.
06:37Terutama untuk ujian yang terkait kemampuan fisik dan just money.
06:42Namun, untuk persyaratan-persyaratan lain seperti akademik, kepribadian,
06:47tes mental dan ideologi, standarnya sama dengan peserta lain.
06:52Termasuk juga dalam hal rekrutmen, itu Polri memberikan ruang
06:57untuk rekrutmen kelompok disabilitasi ini
07:00untuk mereka bisa tetap mengikuti rangkaian seleksi,
07:05hanya mereka diberikan keistimewaan di materi-materi ujian khususnya
07:11seperti ujian kesehatan, kemudian berkaitan fisik dan just money
07:15seperti UKJ atau uji kesempatan just money.
07:18Tapi kalau untuk hal-hal yang lain, mereka sama kesetaraan
07:23dengan peserta seleksi yang lainnya.
07:26Polri mulai membuka penerimaan dan merekrut penyandang disabilitas
07:30pada tahun 2024.
07:32Melalui jalur rekrutmen proaktif dan Rekpro,
07:35sejak tahun 2024 hingga kini,
07:38Polri telah menempatkan total 21 personel.
07:43Selain mendukung pelaksanaan tugas sesuai bidang masing-masing,
07:46keberadaan penyandang disabilitas di tubuh Polri
07:49juga menjadi wujud komitmen Polri
07:51dalam membangun institusi yang lebih inklusif,
07:54humanis, dan memberikan kesempatan yang setara
07:57bagi seluruh warga negara untuk mengabdi.
08:01Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan