Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menkeu Purbaya buka suara soal diisukan mundur dari jabatan Menteri Keuangan.

Hal ini disampaikan Purbaya saat memaparkan APBN Kita Edisi Juni 2026 pada Jumat (5/6/2026).

Purbaya menduga ada pihak yang twist informasi terkait selebaran rapat dengan Presiden Prabowo. [TIMECODE: 02:03]

Purbaya menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus maju.

#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita

Produser: Theo Reza

Video Editor: Vila Randita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673285/menkeu-purbaya-heran-isu-mundur-dari-kabinet-prabowo-saya-sukanya-maju
Transkrip
00:00Biasa sih dampak pelemahan rupiah saat ini terhadap bunga, utang luar negeri dan juga subsidi energi.
00:07Dan serta bagaimana pemerintah memitigasi dampak yang lebih besar lagi dari pelemahan rupiah.
00:14Nah yang kedua, ini masih berkaitan dengan kabar yang kemarin ramai Pak,
00:18mengenai Bapak dikabarkan mundur.
00:21Mungkin di forum ini bisa dipertegas Pak komitmen Bapak,
00:25atau juga mungkin KMNQ untuk tetap hadir nih Pak,
00:30maksudnya gak akan mundur begitu saja, tapi akan tetap hadir di tengah tekanan ekonomi yang sedang berlanjut.
00:36Itu saja Pak, terima kasih.
00:39Pembayar utang luar negeri kan, biar hanya kita bayar pakai utangnya sebagian ya,
00:44dari luar negeri bukan sumbernya kan.
00:46Jadi dolar ke dolarnya sama, natural hedge, gak ada apa beban tambahan ke kita.
00:54Kecuali saya beli dolar untuk bayar utang itu.
00:58Tapi kan tahun ini kita lebihkan juga bahaman bond global yang income-nya dolar,
01:05harusnya disesuaikan dengan pembayaran utang minimal dan tutupin kan.
01:09Pasti tertutup.
01:10Jadi dari sisi pembayaran bunga, pembayaran utang, faktor rupiah dampaknya amat minimal.
01:17Kalau dampak ke subsidi energi bagaimana Pak?
01:21Subsidi energi kan udah kita hitung.
01:25Pasti signifikan, tapi udah kita hitung di waktu hitungan yang sebelumnya tuh,
01:30harga minyak asumsinya 100 dolar per barrel.
01:33Waktu itu saya gak sebutkan juga sebetulnya,
01:36asumusnya perhitungan nilai tukannya gak sama dengan APBN,
01:40udah jauh di atas.
01:41Tapi tentunya gak saya sebutkan ke publik,
01:45takutnya nanti orang bilang,
01:46Menteri Keuangan maunya rupiah melemah.
01:48Nanti saya disalahin lagi.
01:50Tapi gak jauh dari level yang sekarang.
01:52Jadi saya gak harus merubah simulasi APBN sekitar.
01:56Jadi yang saya umumkan waktu itu,
01:58sudah memasukkan faktor-faktor itu.
02:01Terus kalau saya maju-amu, maju.
02:04Mundur.
02:06Saya sukanya maju.
02:08Jadi gak itu,
02:10mana ya?
02:13Saya gak tau kesitu dari mana mulai timbul.
02:17Dari mana?
02:18Si AV kali ya?
02:20Siapa?
02:24Itu masih disebar ke semua media kayaknya ya.
02:31Saya tuh orangnya gak suka mundur.
02:35Saya sukanya maju kayak gini.
02:38Karena juga gak mundur, maju lagi.
02:41Enggak.
02:41Enggak ada itu.
02:47Mungkin kurang beralasan.
02:49Saya juga baca tuh selebarannya kan,
02:51yang kertas putih itu.
02:53Itu sebagian informasinya betul,
02:55tapi sebagian juga salah.
02:57Jadi ada orang pintar yang men-twist informasi di situ.
03:00Jadi kelihatannya betul.
03:02Karena di setiap kertas yang kalimat di situ,
03:06saya ikut rapatnya.
03:08Dengan Bapak Presiden.
03:10Tapi sebagian di-twist.
03:13Ya selulah.
03:14Buat goncang-goncang pasar kali.
03:16Tapi enggak.
03:17Kita ikut perintah Bapak Presiden terus.
03:25Jadi komitmennya kuat.
03:26Maju terus.
03:27Bundur juga maju kita.
03:30Ya, Afe.
03:32Abis itu ya.
03:41Selamat siang Pak.
03:42Saya Afe dari Kumparan.
03:44Pertanyaan saya ada dua Pak.
03:46Yang pertama,
03:47dari tadi kan Bapak udah ngejelasin
03:48kalau fiskal kita itu
03:50dan sampai jumpa di video selanjutnya.
03:50Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan