Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa dirinya akan mengunjungi China dan Inggris pada Juni 2026.

Hal ini disampaikan Purbaya saat menggelar konferensi pers APBN KITA pada Jumat (5/6/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memperkenalkan rencana penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond kepada investor.

"Minggu depan saya akan ke China. Tanggal 16 (Juni) ke China untuk promosi Panda Bond," kata Purbaya

Usai dari China, Purbaya juga akan melakukan lawatan ke Inggris.

Video Editor: Frashiva Rizaldi

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673277/menkeu-purbaya-bakal-ke-china-inggris-promosi-surat-utang-panda-bond
Transkrip
00:00Gimana strategi penerbitan surat utang tahun ini Pak?
00:02Strategi ya Pak, ini di tengah pelemahan rupiah.
00:05Strategi apa yang saya tanya?
00:07Terus kedua, Pak upaya negara mendorong penerimaan negara ini lewat ekspor satu pintu,
00:14pembatasan kriteria PPH UMKM ini juga dikeluhkan sama pengusaha Pak.
00:19Nah melihat ini lantas mitigasi Bapak gimana?
00:22Lalu gimana caranya biar bikin iklim investasi dan bisnis ini biar tetap bagus Pak?
00:28Terima kasih.
00:32Strategi ya?
00:33Ya kita terbitkan.
00:35Enggak gini, minggu depan saya akan ke Cina,
00:40diapa ya? Eh, tanggal 16.
00:43Ke Cina untuk promosi Panda Bond, jadi diversifikasi ya.
00:49Terus juga akan ke Inggris habis itu untuk ke Eurobon.
00:53Investor meeting dengan Eropa untuk menyakinkan, investor sana ya,
00:57untuk menyakinkan bahwa emang kita menjalankan kebijakan yang baik dan ekonomi berjalan dengan baik.
01:03Strategi khusus sih, kalau kita lihat kan, yield bond kita relatif stabil.
01:09Selama kita bisa meyakinkan bahwa emang ekonomi arahnya ke depan seperti apa, tentunya membaik ya.
01:15Enggak perlu strategi yang terlalu khusus, tapi yang jelas strateginya adalah diversifikasi.
01:22Terus untuk DSI, ini kan gini untuk DSI ya, gak langsung berlaku sekarang.
01:35Sekarang berlaku, tapi masih dalam bentuk pelaporan.
01:37Nanti 3 bulan ke depan akan dievaluasi, udah siap apa enggak.
01:42Kalau di handle DSI, kalau belum belum, 3 bulan lagi, dievaluasi lagi.
01:49Jadi, pasti nanti pada waktu pelaksanaan betul, sudah lebih siap.
01:54Itu kira-kira.
01:55Kalau yang untuk yang UMKM tadi, itu sebenarnya kan yang existing,
02:01bisa berjalan terus sampai habis izinnya atau sampai 2029.
02:05Itu kira-kira, untuk yang baru saja yang terkena itu.
02:12Itu utamanya sih.
02:14Jadi, banyak salah pengertian di antara para pelaku.
02:20Kecuali emang dia mau, emang dia nyemain, mau ketangkep sekarang ketakutan.
02:24Jadi protes.
02:25Kalau yang ketiga, janganlah.
02:26Kalau dia udah kaya, ya bayar pajak sesuai dengan ininya.
02:31Levelnya dia, jangan mau murah terus.
02:33Kan saya rugi.
02:35Kecuali emang UMKM, betulan ya.
02:38Kita akan jaga 0,5 terus mungkin.
02:41Jadi, itu kan seterusnya kan ya.
02:43Seterusnya.
02:45Perusahaan dan perusahaan perorangan dan operasi dan itu.
02:50Jadi, itu clear.
02:53Karena selama ini banyak di abuse sama orang-orang itu kan.
02:57Pasti yang banyak protes yang itu.
03:00Tapi kalau misalnya ada salah kurang pengertian,
03:03nanti tim dari Pak Denny, Pak, jelasin lagi ya Pak ya ke media.
03:07Seperti apa ini, supaya orang semakin clear bahwa
03:10ini bukan nyusahin orang UMKM,
03:13tapi untuk memastikan UMKM yang udah naik kelas,
03:17ya bayar pajak sesuai dengan kelasnya.
03:19Gitu kira-kira.
03:20Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan