Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bercerita saat diskusi dengan Presiden Prabowo membahas defisit APBN.

Hal ini disampaikan Purbaya saat menggelar konferensi pers APBN KITA pada Jumat (5/6/2026).

Purbaya ceritakan bahwa dirinya mampu menjaga defisit APBN di bawah 3 persen.

Saat berdiskusi, Presiden Prabowo kemudian meminta defisit APBN menjadi 0%. Mendengar hal tersebut, Purbaya berkelakar mengaku lemas. [TIME CODE: 04:57]

"Itu kan jelas menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk menjaga belanja enggak sembarangan dan untuk menjaga fiskal defisitnya di bawah 3%. Dia komit kok. Ini kalau diskusinya malah lebih ngeri ya. Wah jadi di bawah 3% bagus ya? Bagus. Gimana kalau kita buat nol? Waduh lemeslah saya. Yah, jangan dulu pak kita perlu stimulus ke perekonomian. oh iya boleh," ujar Purbaya.

Purbaya kemudian mengatakan bahwa Presiden Prabowo sangat fleksibel dan mengerti kondisi fiskal.

"Jadi beliau amat fleksibel dan mengerti juga kondisi fiskal enggak akan sembarangan," ujar Purbaya.

Video Editor: Frashiva Rizaldi

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673278/cerita-menkeu-purbaya-lemas-dengar-permintaan-prabowo-saat-diskusi-ngeri-soal-defisit-apbn
Transkrip
00:00Mau bertanya ini terkait IHSG Pak, belakangan ini kan memang merah terus ya Pak sampai dengan hari ini bahkan kalau
00:07pantau dari RTI sampai sekarang minus 3%
00:12Bahkan sampai menyentuh titik terendah hari ini di 5.600
00:15Kalau dari Pak Purbaya ini kan selama ini juga sudah sering bertemu ya dengan lembaga internasional maupun pemeringkat maupun kayak
00:22IMF gitu
00:23Yang berkali-kali disorot kan memang ini terkait dengan fiskal ya Pak
00:26Boleh nggak Pak dispil mungkin sedikit sebenarnya yang mereka paling khawatirkan itu bagian mananya sih Pak sampai akhirnya kemudian mungkin
00:35investor-investor ini pada lari keluar gitu
00:38Maksudnya oke Pak Purbaya udah pernah bilang kayak mereka menyeroti defisit misalnya
00:43Tapi kira-kira yang di concernkan oleh mereka itu defisitnya apakah karena ada belanja-belanja yang ugal-ugalan atau apa
00:49mungkin bisa dibagikan juga ke kita
00:52Dan apa yang sekiranya sedang dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki kepercayaan itu
00:57Terima kasih Pak
00:58Jadi saya juga agak bingung sebenarnya apa yang terjadi saya boleh lihat
01:01Jadi kelihatannya
01:07Kesan bahwa fiskal kurang baik pelaksanannya apalagi kalau kita lihat data bulan Maret
01:15Seolah-olah objeknya besar 0,9 mereka kali 4 3,6 artinya udah lepas dari 3% limit kan
01:24Itu yang digambar-gambar kan
01:26Jadi utamanya itu terus ditarik ke BGN dan lain-lain dan cari kelemahnya terus kan
01:32Sehingga kira-kira mereka bilang fiskalnya jadi berantah kan
01:38Itu yang fit in ke pelemahan nilai tukar dan nilai tukar saham
01:42Dari situ mereka bilang bukan lembaganya ya
01:46Jadi orang-orang bilang berarti ekonominya mau lihat Maret nih investor akan keluar
01:50Karena apa?
01:52Karena lembaga pemerintah akan mendowngrade kita karena pelaksanaan misalnya gak berantakan
01:57Tapi waktu saya tanya kemarin ke lembaga pemerintah SNP
02:01Oh udah bagus udah ini udah ini fiskanya ini
02:04Cuma begini Pak katanya ada uncertainty di market
02:07Itu rupiah yang melemah sehingga mungkin fiskalnya terganggu
02:10Jadi bolak-bolak ini
02:13Dari sini gak bukan sana
02:15Tapi lembaga pemerintahnya bilang rupiah yang mengganggu stabilitas
02:22Termasuk nanti kesengambungan fiskal
02:24Padahal awalnya dari fiskal
02:26Fiskal ke sana kata mereka
02:28Ketika fiskalnya bagus dari yang sebelah situ
02:31Jadi kalau saya itu adalah saya pikir adalah miskonsepsi dari market atau analis
02:37Yang menganggap kita menjalankan fiskal dengan jelek
02:42Atau Pak Prabowo menjalankan kebijakan fiskal tidak hati-hati
02:46Padahal Pak Prabowo clear banget
02:51Depisi kita dia atur di bawah 3%
02:55Tahun depan dia maunya 1,8%
02:58Pak Presiden seperti itu bahkan kita raya-raya sedikit lah
03:02Jangan lupa nanti kita masih perlu dorongan ke ekonomi
03:04Ya lebih tinggi dari itu boleh sedikit
03:07Jadi
03:11Komitmen Pak Presiden untuk menjalankan fiskal di bawah 3%
03:15Amat kuat sekali
03:19Jadi kita tidak menjalankan kebijakan fiskal yang tidak hati-hati
03:25Kami tahu apa yang kami kerjakan
03:28Harusnya kalau kita beres kan
03:30Sananya beres
03:31Lebih hanya kan
03:32Karena mulanya dari sini
03:32Tapi enggak sekarang
03:33Garo-garo perubah
03:35Fiskal bisa kejaga
03:35Bisa keganggu
03:37Jadi bolak-bolak
03:38Terbolak-bolak
03:39Terbolak-balik
03:40Jadi emang ada sentimen negatif di pasar yang harus kita perbaiki
03:44Tapi yang bisa saya jelaskan adalah sekarang adalah
03:47Fundasi ekonomi baik
03:48Dari hal-hal itu ya
03:49Kebijakan misalnya betul-betul terjaga
03:52Dan kalau tidak apa-apa kita bisa jah
03:54Kita perbaiki
03:54Kita betul-betul fleksibel
03:57Untuk memastikan
03:59Depositnya di bawah 3%
04:01Tanpa mengganggu perekonomian secara kelebihan
04:04Cuma kelemahan kita adalah apa
04:08Kita kurang cukup baik
04:10Menjelaskan ke publik mungkin
04:13Padahal saya tiap bulan
04:14Tentang ketemu media
04:16Kenapa media gak bisa nyebarin ya
04:18Berarti medianya gak ngerti ya
04:19Bagaimana
04:20Anda ada pertanyaan apa lagi
04:21Saya jelasin nanti
04:34Enggak
04:35Dia nanya itu
04:37Fleksibilitas anggaran
04:38Saya bilang
04:39Saya bisa cut anggaran
04:40Kalau diperlukan
04:42Tapi sekarang gak adanya bagus
04:44Saya gak cut lagi
04:45Antara lain
04:46Saya bilang bisa dari MBG
04:49Antara lain ya mungkin ya
04:50Tentu aja itu tergantung
04:52Kepada putusan Bapak Presiden
04:54Tapi yang clear
04:55Bapak Presiden jelas
04:57Ingin efisiensi juga
04:59Kalau gak ada
05:00Kalau gak gak ada langkah yang seperti kemarin
05:03Kepala MBG diganti
05:05Segala macam
05:06Itu kan jelas menunjukkan komitmen Bapak Presiden
05:09Untuk menjaga belanja
05:13Gak sembarangan
05:14Dan untuk menjaga
05:17Fiskal
05:17Depisinya di bawah 3%
05:19Dia komit kok
05:20Ini kalau diskusinya
05:22Malah lebih ngeri
05:23Wah jadi di bawah 3%
05:25Bagus ya
05:25Bagus
05:26Gimana kalau kita buat 0
05:27Wah
05:28Masalah kayak
05:29Ya jangan lupa
05:30Kita perlu
05:33Stimulus kepada ekonominya
05:34Oh iya boleh
05:35Jadi beliau amat fleksibel
05:36Dan mengerti juga
05:37Kondisi fiskal
05:38Gak akan sembarangan
05:39Ada pos lain yang bisa kita potong juga
05:41Kalau kepepet
05:42SNB juga
05:43Saya bisa potong ini
05:44Kalau kepepet
05:45Tapi saya gak kepepet
05:47Saya masih punya uang banyak juga
05:49Terima masih punya orang
05:51500 triliun sekarang
05:51530 punya
05:54513 triliun
05:55Kaya dia
05:56Jadi itu
05:57Ada miskonsepsi
06:00Bahwa fiskal
06:01Dijalankan
06:02Cara surabutan
06:03Karena menternya
06:04Gak ngerti fiskal
06:06Enggak
06:06Begitu kita tunjukin
06:07Memang di awal
06:09Di bulan pertama
06:11Akan seperti itu
06:12Karena kita percepat belanjanya
06:14Tapi setelah ini kan membaik
06:16Tapi kita memang baik
06:17Semuanya diem
06:19Ada gak yang bilang
06:20Kalau begini
06:21Bevisinya paling 1,8
06:22Gak ada yang udah seperti itu kan
06:24Padahal waktu 0,9
06:26Di bulan pertama
06:27Mereka bilang
06:28Bevisinya udah lewat nih
06:29Bisa
06:303,6
06:32Pasti jelek tuh
06:33Anggarannya
06:34Karena itu
06:35Berantakan
06:36Gitu
06:36Sepertinya melemah
06:37Ini pasti gara-gara fiskal
06:38Padahal kan
06:39Misakannya bagus
06:40Anda lihat kan sekarang
06:41Itu yang mesti disebarkan
06:43Ke masyarakat
06:44Dan investor
06:45Bahwa
06:45Kondisi fiskal baik
06:47Kondisi ekonomi
06:48Bagus
06:49Kalau ada kelemahan
06:50Nanti kita perbaikin
06:51Kita kasih stimulus lagi
06:53Dan nanti
06:54Memajukan pertumbuhan ekonomi
06:56Dengan cara yang lain
06:56Saya akan ketemu
06:57Industri
06:57Nanti
06:59Apindo
07:00Untuk melihat
07:02Ada gak
07:03Yang kita bisa bantu
07:04Di
07:05Perindustrian Indonesia
07:07Tiba-tiba
07:08Tiba-tiba
07:09Tiba-tiba
Komentar

Dianjurkan