Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Rencana pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita dalam satu hingga dua minggu ke depan memunculkan dilema di kalangan pedagang pasar tradisional. Pasalnya, mereka mengaku masih menghadapi persoalan utama berupa sulitnya pasokan minyak goreng bersubsidi tersebut.

Di Pasar Palmerah, Jakarta, sejumlah pedagang memilih tidak menyetok MinyaKita karena pasokan dari distributor dinilai tidak lancar. Kondisi itu membuat pedagang terpaksa memperoleh stok dari agen dengan harga yang lebih tinggi.

Akibatnya, harga jual MinyaKita di tingkat pedagang jauh melampaui HET yang saat ini ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Di sejumlah lapak, MinyaKita dijual hingga Rp21.000 per liter.

Tingginya harga tersebut membuat sebagian konsumen mulai beralih ke produk minyak goreng lain. Di sisi lain, pedagang mengaku kesulitan mempertahankan harga sesuai ketentuan karena tingginya biaya perolehan barang.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang dan pembeli di Pasar Peterongan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hingga kini, stok MinyaKita di pasar tersebut dilaporkan masih kosong akibat tersendatnya distribusi.

#MinyaKita #MinyakGoreng #HET

Baca Juga Subsidi Membengkak, Pemprov DKI Akan Naikkan Tarif Transjabodetabek di https://www.kompas.tv/regional/673007/subsidi-membengkak-pemprov-dki-akan-naikkan-tarif-transjabodetabek

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/673009/stok-kosong-harga-melonjak-het-minyakita-malah-akan-naik-sapa-siang
Transkrip
00:00Stok langka, minyak kita justru akan naik harga, sementara pedagang dan pembeli mengeluhkan distribusinya yang tersendat.
00:06Seperti stok minyak kita di pasar Peterongan, Kota Makassar, Semarang maksud kami, yang hingga kini masih kosong.
00:13Berikut ikutan dari tim jurnalis Kompas TV, Gesi Lutvia dan Juru Kamera Deni Setio dari Semarang, Jawa Tengah.
00:20Biosodara Kompas TV, Menteri Perdagangan tengah mengeluarkan informasi baru terkait harga HR tertinggi minyak kita yang kabarnya ini akan dinaikan
00:30seiring dengan kenaikan biaya operasional atau bahan yang kemudian mempengaruhi harga jual dari minyak kita.
00:38Sementara untuk ketersediaan minyak kita sendiri di tempat saya melaporkan, yakni di pasar Peterongan, Kota Semarang, juga sangat sulit.
00:45Masyarakat mengeluhkan sulitnya mencari minyak kita karena ini merupakan salah satu bahan pokok dengan harga miring begitu ya
00:53bagi ibu-ibu rumah tangga yang sangat membantu sekali untuk aktivitas mereka.
00:58Sementara para pedagang juga mengeluhkan dan menyebut bahwa stok distribusi minyak kita terakhir ini
01:04mereka dapatkan setelah Lebaran Idul Fitri tahun 2026.
01:10Coba sedikit kita berbincang-bincang mengenai informasi minyak kita di pasar Peterongan.
01:17Bapak, dengan Bapak siapa boleh tanya sebentar?
01:19Dengan Mas Beni ya.
01:21Oke Mas Beni.
01:22Mas, dari tadi saya mencari minyak kita itu sepertinya kok di para pedagang di sini itu nggak ada.
01:28Itu kenapa ya? Terakhir stoknya itu kapan Mas?
01:30Terakhir stoknya itu sebelum Lebaran Idul Fitri ya.
01:34Jadi memang itu stok dari bulog sendiri sudah belum dropping ke kita lagi.
01:40Jadi memang dari pihak bulog belum ada dropping lagi dari sana.
01:46Kalau untuk harga echar terakhir itu diangka berapa Mas?
01:49Echaran terakhir ya itu sesuai head itu ya.
01:52Terterah di situ ya.
01:53Rp15.700 itu.
01:55Headnya dari sana seperti itu.
01:57Ya kita jualnya sesuai dengan head.
01:59Karena itu juga nanti kalau tidak sesuai dengan head nanti ada sidak dari pihak bulognya sendiri.
02:05Makanya kan ini ada banner dari sananya juga kan.
02:09Harga echar yang tertentu ini Rp15.700.
02:10Cuman ya itu dari sana memang tidak ada dropping lagi untuk saat ini.
02:14Biasanya kalau ada dropping kan kita ada di pasar ada gruptor sendiri tuh.
02:17Biasanya kasih taunya di situ.
02:20Kalau untuk saat ini banyak nggak sih masyarakat yang menanyakan ketersediaan minyak kita atau mencari gitu?
02:26Itu sudah pasti ya.
02:28Setiap hari saya hampir setiap hari itu ada yang selalu melanyainnya apa minyak kita.
02:33Karena kan itu harga headnya segitu kan lebih murah dari lain-lainnya ya kan dari merk-merk lainnya bener-bener
02:40lainnya.
02:40Itu pasti.
02:41Setiap hari saya itu kesini nanyain ya kita itu lebih murah gitu ya.
02:47Karena kan kondisi yang seperti ini ya.
02:51Apa-apa pada naik ya otomatis mereka nyarinya yang murah.
02:54Apalagi para pedagang gorengan-gorengan itu pasti nyarinya yang paling murah.
02:57Oke terima kasih mas.
03:01Ya saudara terjata kalau dari pasar tradisional peterongan sendiri stok terakhir minyak kita ini memang ditemukan atau bisa diperoleh oleh
03:10para pedagang ini adalah sebelum lebaran Idul Fitri 2026.
03:14Nah hingga saat ini para masyarakat juga tentunya masih menanyakan dan berharap untuk harga minyak kita ini tidak ditingkatkan begitu
03:23ya.
03:23Atau tidak naik dikarenakan miringnya harga minyak ini bisa menopang perekonomian mereka agar dapur mereka ini tetap bisa menyalah.
03:32Dari Semarang, Gies Lufia, Deddy Setio melaporkan.
03:34Terima kasih.
03:35Terima kasih.
03:35Terima kasih.
03:35Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan