- 5 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Peneliti Clinical Medicine Oxford University, Wa Ode Dwi Daningrat mengungkap adanya kejanggalan terkait peserta riset dalam konferensi internasional yang digelar di Copenhagen, Denmark.
Dugaan penggunaan riset palsu mencuat setelah sejumlah kejanggalan ditemukan. Salah satunya adalah seorang peserta yang diduga mengganti jilbab sebelum melakukan presentasi.
"Untuk saya pribadi, pada saat itu ketika saya melihat ada kejanggalan tersebut, saya baca kembali poster-posternya dan memang ada beberapa kejanggalan," ujarnya Dwi.
Dirinya mengungkap temuan terdapat beberapa penulis utama (first author) yang memiliki hingga lima abstrak dalam konferensi tersebut.
"Sebelum-sebelumnya sangat jarang seorang peneliti, khususnya yang dari Indonesia, mengumpulkan empat sampai lima abstrak sebagai first author. Mungkin sebagai co-author bisa lebih dari itu, tetapi sebagai first author sangat jarang kami temukan, sehingga cukup menarik perhatian," katanya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Yogyakarta, Nur Hidayanto Pancoro, mengatakan pihak universitas telah membentuk tim kecil untuk menelusuri persoalan tersebut.
Sementara itu, sejumlah pihak yang dituding turut memberikan klarifikasi melalui media sosial. Melalui akun Rifaldy Fajar, yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf terkait penggunaan afiliasi komunitas riset independen.
Executive Producer: Sadryna Evanilia
Produser: Theo Reza
Content Creator: Tesalonika Ajeng
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/672836/full-peneliti-oxford-bongkar-dugaan-skandal-pemalsuan-riset-di-konferensi-internasional
Dugaan penggunaan riset palsu mencuat setelah sejumlah kejanggalan ditemukan. Salah satunya adalah seorang peserta yang diduga mengganti jilbab sebelum melakukan presentasi.
"Untuk saya pribadi, pada saat itu ketika saya melihat ada kejanggalan tersebut, saya baca kembali poster-posternya dan memang ada beberapa kejanggalan," ujarnya Dwi.
Dirinya mengungkap temuan terdapat beberapa penulis utama (first author) yang memiliki hingga lima abstrak dalam konferensi tersebut.
"Sebelum-sebelumnya sangat jarang seorang peneliti, khususnya yang dari Indonesia, mengumpulkan empat sampai lima abstrak sebagai first author. Mungkin sebagai co-author bisa lebih dari itu, tetapi sebagai first author sangat jarang kami temukan, sehingga cukup menarik perhatian," katanya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Yogyakarta, Nur Hidayanto Pancoro, mengatakan pihak universitas telah membentuk tim kecil untuk menelusuri persoalan tersebut.
Sementara itu, sejumlah pihak yang dituding turut memberikan klarifikasi melalui media sosial. Melalui akun Rifaldy Fajar, yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf terkait penggunaan afiliasi komunitas riset independen.
Executive Producer: Sadryna Evanilia
Produser: Theo Reza
Content Creator: Tesalonika Ajeng
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/672836/full-peneliti-oxford-bongkar-dugaan-skandal-pemalsuan-riset-di-konferensi-internasional
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Intro
00:04Seperti yang saya bilang, ini sudah SPPD keempat saya
00:07dan sebelum-sebelumnya sangat jarang seorang peneliti
00:10khususnya yang dari Indonesia mengumpulkan 4-5 abstrak sebagai first author
00:16mungkin sebagai co-author bisa lebih dari itu
00:19tapi sebagai first author sangat jarang kami temukan
00:21jadi cukup menarik perhatian
00:23pada saat itu kami cukup kagum dan ingin melihat presentasi hasil penelitian tersebut
00:2819 dari abstrak-abstrak tersebut diterima sebagai 4 oral dan juga 4 poster spotlight
00:35kemudian pada saat di 2 presentasi yang kami saksikan
00:38terjadi kejadian yang mungkin sudah jelas saya sampaikan sebelumnya
00:43ada penggantian jilbab yang kami saksikan
00:47kemudian saya menyaksikan sendiri penggantian nentek
00:49dan kebetulan saya kembali identitas
00:52dan dijawab memang berbeda dengan identitas yang dia sampaikan ke teman-teman yang lainnya
00:57Rivaldi dan Piantini itu bidangnya matematika
00:59tapi karyanya itu kedokteran
01:01nah orang studi kedokteran itu kan tidak mungkin 1 jam, 2 jam, 1 hari, 2 hari, 1 tahun, 2 tahun
01:07pasti dia harus bergelar MED atau DR
01:09kami juga heran namanya sama
01:11kok karyanya bedanya ini pantas menjadi layak untuk kami telusuri kami dalam
01:15karena jangan-jangan kami nanti itu tadi menyampaikan ini orang kami
01:20tapi ternyata bukan, nah itu jadi masalah besar
01:22permohonan maaf itu kan bukan ke saya ya dan teman-teman saya gitu
01:26sudah publik yang merasa marah gitu
01:28jadi saya sampaikan juga permohonan maaf itu tidak bisa cuma kepada kami
01:32karena yang dibawa adalah nama Indonesia secara keseluruhan
01:36bukan nama kami yang dicatut, bukan institusi kami yang dicatut
01:39namun beberapa institusi lainnya, beberapa nama lainnya yang ya atau tidak dicatut
01:43publik yang juga warga Indonesia yang dibawa nama negeranya ke konferensi internasional
01:49yang kemudian jadi bahan gurawan peserta pada saat itu
01:56saya buat Kompas TV, kasus dugaan manipulasi dan pemalsuan riset
02:01yang melibatkan oknu dari Indonesia di ajang ISPTD di Copenhagen, Denmark
02:06pada 17 hingga 21 Mei 2026 kemarin
02:10sedang menjadi solotan tajam di dunia akademik di tanah air maupun kancah internasional
02:15kasus ini bermula viral setelah dibongkar oleh salah satu
02:20tersama peneliti Indonesia yang juga hadir di lokasi dan di dalam konferensi tersebut
02:25dan hari ini kita akan berbincang lebih dalam
02:28terkait dengan temuan-teman apa saja yang didapatkan sebenarnya
02:32dan masalah utamanya dari dugaan pemalsuan riset ini
02:39sudah bergabung bersama dengan saya di sini
02:41Mbak Waudeh Dwi Daningrat
02:44Peneliti Indonesia Bidang Clinical Medicine Oxford University
02:47Halo Mbak Dwi, kabar baik?
02:51Halo, baik
02:52Mbak Dwi, boleh mungkin diperkenalkan sedikit kepada kami
02:57sebagai seorang peneliti yang juga hadir dalam konferensi tersebut
03:02saat ini Mbak Dwi sedang berfokus meneliti di bidang apa dan di mana sekarang?
03:09Halo, perkenalkan saya Dwi, saya sekarang sedang menjadi PhD researcher
03:15di University of Oxford, dapatnya di Center for Genomic Pathogen Surveillance
03:19Pandemic Sciences Institute, Big Data Institute
03:23dan sekarang sudah selesai menempuh pendidikan sebenarnya
03:28namun tinggal menunggu sertifikat atau ejensa formalnya
03:32dan sekarang sedang melanjutkan di grup yang sama
03:36meneliti tentang pathogen genomics dan juga aplikasi big data analisis
03:43untuk bakteri-bakteri, populasi dinamik bakteri
03:48Mbak Dwi, berarti memang pada saat kejadian itu
03:52yang kemudian sekarang ini lagi viral di mana-mana ya Mbak Dwi
03:55itu Mbak Dwi hadir sebagai sesama peneliti
03:59atau memang sebagai peserta conference saja pada saat itu?
04:05Saya kebetulan di ISPPD ke-14 kali ini, ini sudah ISPPD ke-4 saya
04:11saya kebetulan mengumpulkan dua abstrak yang merupakan hasil dari tesis PhD saya
04:19salah satu dari kedua abstrak tersebut diterima untuk presentasi oral
04:22saya mempresentasikan juga di ISPPD, jadi saya sebagai presenter
04:27kemudian juga saya sebagai salah satu penerima travel grants juga
04:32yang dibiayai biaya registrasi akomodasi dan perjalanannya ke ISPPD di Copenhagen
04:38Ya Mbak Dwi, berarti memang ikut anjil juga ya dalam conference tersebut gitu ya
04:45sampai pada akhirnya, gimana Mbak Dwi pertama kali melihat ada kejanggalan
04:50sampai Mbak Dwi terdorong untuk speak up soal ini begitu ya
04:55karena apakah memang dari melihat orang yang mempresentasikan itu
05:00yang mungkin juga sudah disebut sama Mbak Dwi
05:02kalau orang yang sama tapi mengganti atribusinya dan lain sebagainya
05:07itu awal mula kecurigaannya dari mana Mbak Dwi?
05:11Sebenarnya awal mula kecurigaannya itu pada saat memang melihat
05:14dia tampak mengganti jilbab sebelum presentasi
05:17namun awal menarik perhatian itu adalah ketika kami
05:22dan tim saya di Indonesia, teman-teman penelitian di Indonesia itu
05:26ikut mencari siapa saja presenter dari Indonesia
05:31yang akan mengampilkan hasil penelitiannya
05:32kemudian pada saat kami cari di website conference
05:35ada beberapa nama memang yang menarik perhatian
05:37sekitar 4 nama dan 4 nama ini masing-masing
05:41terafiliasi sebagai first author di 4-5 abstract seperti itu
05:45sebelum seperti yang saya bilang ini sudah ISPPD keempat saya
05:49dan sebelum-sebelumnya sangat jarang seorang peneliti
05:53khususnya yang dari Indonesia mengumpulkan 4-5 abstract sebagai first author
05:59mungkin sebagai co-author bisa lebih dari itu
06:02tapi sebagai first author sangat jarang kami temukan
06:05jadi cukup menarik perhatian
06:06pada saat itu kami cukup kagum dan ingin melihat presentasi hasil penelitian tersebut
06:12yang 19 dari abstract-abstract tersebut diterima sebagai 4 oral
06:18dan juga 4 poster spotlight
06:20kemudian pada saat di 2 presentasi yang kami saksikan
06:23terjadi kejadian yang mungkin sudah jelas saya sampaikan sebelumnya
06:28ada penggantian jilbab yang kami saksikan
06:34kemudian saya menyaksikan sendiri penggantian nentek
06:37dan kebetulan saya menanyakan kembali identitas
06:41dan dijawab memang berbeda dengan identitas yang dia sampaikan
06:45ke teman-teman yang lainnya
06:46dan juga berbeda dengan nama yang seharusnya
06:48menjadi presenter di presentasi kali itu
06:52seperti itu
06:53saat penggantian jilbab yang disebutkan juga oleh Mbak Dwi
06:57dan bahkan sampai penggantian nentek ya
06:58ternyata Mbak Dwi itu apakah dari organisernya itu
07:01nggak ada yang ikut curiga juga Mbak Dwi
07:04atau memang sebenarnya sebagai seorang presenter ya
07:07dia apakah bisa untuk memang dalam conference
07:11yang pernah juga diikuti oleh Mbak Dwi
07:13apakah memang lazim gitu
07:15untuk misalnya mempresentasikan hal yang bukan tulisannya begitu
07:20sebenarnya bukan masalah dia mempresentasikan tulisan orang lain ya
07:25tapi seharusnya pada saat kita mempresentasikan tulisan dari kolega kita
07:30itu sangat lazim sebenarnya terjadi ketika kolega kita tidak sempat
07:33datang ke conference yang sama yang kita hadiri
07:36kita bisa mewakili
07:37namun kita tidak perlu menggunakan nentek dia
07:40dan juga memperkenalkan diri kita sebagai orang tersebut
07:44kita bisa memperkenalkan diri kita tetap sebagai orang yang sama
07:47misalnya
07:51jadi tidak perlu memperkenalkan diri sebagai pertautor disitu
07:56dan untuk penggantian ini sebenarnya kondisi ruangannya itu sangat ramai
08:02jadi ada stasi-stasi untuk beberapa sesi spotlight
08:07dan sebenarnya saya klarifikasi tidak saya saksikan bahwa dia buka terus pasang gitu
08:14jadi dia dalam posisi yang sedang memperbaiki posisi jilbab
08:18dan saya perhatikan di dalam sudah ada jilbab
08:20dia memasang jilbab instan gitu
08:22jadi pada saat itu sebenarnya tidak terlalu curiga
08:25mungkin dia mau ganti jilbabnya aja gitu
08:30tapi yang membuat kemudian saya sedikit tergelitik
08:35adalah ketika dia memperkenalkan dirinya sebagai Dimas Fajar Prasetyo
08:38dan ketika teman saya yang dari stasi sebelumnya melihat presentasi atas nama yang lain
08:45menyampaikan bahwa itu orang yang sama dengan yang presentasi di stasi sebelumnya
08:4910 menit sebelumnya
08:51disitu yang sebenarnya menjadi
08:54meningkatkan kecerigaan yang membuat
08:57saya dan teman-teman yang lainnya yang sudah membaca poster
09:00kembali mendalami poster-posternya gitu
09:02oke berarti memang awalnya sudah melihat posternya begitu ya Mbak Dwi
09:07lalu timbul di awalnya tadi Mbak Dwi juga bilang
09:10sebenarnya kagum gitu ya
09:11karena peneliti Indonesia ini menjadi first author dari beberapa abstrak itu
09:16kemudian setelah ada kecurigaan ya
09:20beberapa kecurigaan dari Mbak Dwi
09:21apa yang Mbak Dwi dan teman-teman lakukan gitu
09:24untuk apakah langsung check dan recheck soal penelitiannya
09:28dan sejauh apa Mbak Dwi beserta teman-teman
09:31untuk saya pribadi
09:34pada saat itu ketika saya melihat ada kejanggalan tersebut
09:38saya baca kembali poster-posternya
09:40dan notice memang ada beberapa kejanggalan-kejanggalan
09:44seperti penyebutan serotipen 0
09:46yang di dalam serotokokus pneumonia
09:48itu memang ada 107 serotipen yang berbeda
09:52namun tidak ada serotipen 0
09:53kemudian lokasi-lokasi penelitian yang multi-centers
09:58yang membutuhkan large consortium biasanya
10:01dan penelitian-penelitiannya skala besar
10:03dengan pengumpulan data primer
10:05hal-hal seperti ini yang sebenarnya
10:08tidak langsung saya judge sebagai
10:10oh ini fabrikasi data gitu
10:12tapi saya kirimkan dulu ke teman saya
10:15dan kolega-kolega saya di Oxford
10:17dan juga supervisor saya di Oxford
10:18untuk melihat poster tersebut
10:21apakah ada yang aneh seperti itu
10:24dan kemudian mereka juga tidak langsung
10:26menjudge bahwa itu fabrikasi data
10:28atau seperti apa
10:30tapi mereka juga menyadari ada kejanggalan-kejanggalan gitu
10:35seperti grafik yang terlalu bersih
10:38skala studinya yang terlalu besar
10:40untuk daftar autor yang terlalu sedikit orangnya
10:46dan bukan multi-institut atau multi-centers juga
10:49multi-countries gitu
10:50seperti itu
10:51kemudian sebenarnya pada kami mendapati
10:55presentasi spotlight tersebut
10:57kejadian yang sudah saya sampaikan
10:58sebenarnya tidak langsung kami laporkan
11:01karena kami belum bisa memastikan
11:04seperti itu
11:05belum ini
11:06jadi kami menunggu beberapa
11:10rencananya akan menunggu beberapa hari
11:12sampai bisa dipastikan
11:13namun keesokan harinya
11:15presentasi yang sama terjadi
11:16dan disampaikan oleh orang yang sama
11:18dengan memperkenalkan dirinya
11:20sebagai orang yang berbeda
11:21dan sejujurnya memang
11:24pada saat saya posting ke media sosial
11:28sudah ada rasa kemarahan di situ
11:34partly because I'm very angry
11:37I'm furious
11:38karena penelitian-penelitian di Indonesia
11:42terkait pneumoniae
11:44dan teman-teman yang lain itu
11:46merasa terluka dan dinodai
11:49kerja kerasnya dengan hal seperti itu
11:50kemudian pada saat dipresentasi
11:52keesokan harinya
11:53di hari ketiga
11:56presentasi yang disampaikan tersebut
12:00memancing pertanyaan-pertanyaan
12:02dari orang-orang prominent
12:04di bidang itu
12:04seperti
12:08Direktur Program Pneumonia
12:09dan Persiapan Bencana
12:11di Gates Foundation
12:12yang memberikan pertanyaan
12:13yang sebenarnya untuk klarifikasi data
12:15namun tidak bisa
12:16dijawab dengan baik juga
12:18kemudian teman saya yang memang fokus
12:20di bidang
12:20analisis presentasi yang disampaikan
12:23juga memberikan pertanyaan yang tidak disampaikan
12:24dengan
12:25yang tidak terjawab
12:28di presentasi sehari sebelumnya
12:29juga saya sebenarnya sudah sempat bertanya
12:31pada saat sesi tersebut
12:33namun tidak terjawab juga
12:34jadi
12:35kecurigaan makin meningkat
12:38kemudian setelah
12:39seperti yang saya bilang
12:40kami sudah membaca poster-posternya
12:42dan memang
12:44ada indikasi kuat
12:45itu hasil
12:47pemalusuan data
12:49fabrikasi data
12:49seperti itu
12:50poin-poin apa aja Mbak
12:51yang paling disoroti
12:53yang dilihat sebagai
12:54itu bentuk fabrikasi data
12:55dan sebenarnya
12:56apakah itu sudah sangat melenceng
12:58dari bagaimana
13:00batasan atau etika
13:01dalam penggunaan
13:03AI
13:04begitu ya
13:05mungkin bisa kita bilang juga
13:07dalam penelitian itu
13:09Mbak Dwi
13:09sebenarnya yang membuat saya yakin
13:12bahwa itu
13:13ada kemungkinan
13:15sangat besar
13:15untuk fabrikasi data
13:17adalah yang pertama
13:19ada
13:20seperti tadi yang saya bilang
13:21multi-centers tadi
13:22yang membutuhkan
13:22large consortium
13:23dan itu pengumpulan data
13:24langsung
13:25pengumpulan data primer
13:26di daerah-daerah
13:28atau lokasi-lokasi
13:29yang sulit dijangkau
13:30kemudian beberapa negara
13:32yang membutuhkan
13:32approval dan
13:33implementing partners
13:34atau local collaborators
13:36dan namun
13:37tidak ada sama sekali
13:38local collaborators
13:39kemudian data sekunder pun
13:41tidak
13:42dijelaskan
13:43seperti itu
13:44sumber datanya
13:45kemudian
13:46data-data
13:48data-data yang dikumpulkan
13:49tersebut
13:49membutuhkan harmonisasi
13:50data yang sangat besar
13:52yang
13:55kemudian
13:56tidak harus-harus jelas
13:58metodenya
13:59kemudian data wrangling
14:00data creation-nya
14:01harus-harus-harus
14:02dijelaskan
14:03seperti itu
14:03karena ada unsur-unsur sensitif
14:05disitu seperti
14:05refugee camps
14:07salah satu
14:08di salah satu posternya
14:10kemudian perbatasan
14:11Myanmar dan
14:12Cambodia
14:14atau Bangladesh
14:14kalau tidak salah
14:15kemudian data-data
14:17dari berbagai negara
14:18data-data surveillance
14:19yang membutuhkan izin
14:20pasti
14:20dari
14:21negara-negara tersebut
14:23dan tidak ada izinnya
14:24kemudian untuk
14:25dugaan
14:26dugaan
14:27fabrikasi data
14:28karena
14:29seperti contohnya
14:30ada
14:30salah satu posternya
14:31yang
14:32menyebutkan
14:33elderly
14:34tapi rata-rata usianya
14:35anak-anak
14:36usianya
14:37kemudian
14:38ada
14:39apa namanya
14:42inkonsistensi
14:43dari datanya
14:44jadi metodenya
14:45menyebutkan apa
14:46kemudian hasilnya
14:47menyebutkan apa
14:47seperti itu
14:48terus
14:49figur-figurnya
14:49yang terlalu generik
14:51terlalu bersih
14:52seperti
14:54terlalu sempurna
14:56untuk
14:57penelitian
14:58yang seperti itu
14:59ada indikasi-indikasi
15:01juga kuat
15:02seperti
15:05assembly error
15:06dari AI-nya
15:07seperti copy-paste
15:08conclusion
15:09kemudian
15:10masih ada
15:11template-template
15:12AI yang
15:13memberikan petunjuk
15:14bahwa di sini
15:14lokasi kamu
15:15akan menempatkan
15:17reference
15:18seperti itu
15:19lalu
15:20kalau kemarin
15:22kan juga
15:22Mbak Dwi
15:22sudah menyampaikan
15:24juga untuk
15:24kecurigaan
15:25dan temuan-temuan
15:26tersebut juga
15:27ke pihak
15:27organisernya
15:28begitu ya Mbak Dwi
15:30sampai dengan hari ini
15:32apakah Mbak Dwi
15:32juga dapat
15:33ada updates
15:34dari organizer
15:35misalnya
15:36terakhir
15:37infonya
15:38apakah
15:38seperti apa nih
15:40untuk mereka
15:40menanggulangi
15:41kasus
15:42dugaan kemarin ini
15:44jadi di hari ketiga
15:46setelah presentasi
15:47oral
15:48yang disampaikan
15:49oleh Mbak Pe
15:50saya kemudian
15:51menemui Mbak Pe
15:52sebenarnya
15:53untuk
15:53menanyakan
15:55poster-posternya
15:55untuk minta
15:56ditunjukkan
15:57poster-posternya
15:57minta jelaskan
15:58namun
15:59pada saat itu
16:01Mbak Pe
16:01tidak bisa menjelaskan
16:02sama sekali
16:03dan mengakui
16:03bahwa dirinya
16:04tidak membuat
16:05poster-poster tersebut
16:06tapi semua
16:07poster-poster tersebut
16:08di-generate
16:09ini bukan bahasa
16:10yang saya pakai
16:11bahasa yang
16:12beliau pakai
16:13oleh
16:14leader mereka
16:16gitu
16:16akhirnya saya
16:18mengajaknya
16:19ke registration desk
16:20melaporkan
16:21secara lisan
16:22kepada
16:23panitia
16:24dan panitia
16:24mengecek
16:25nama-nama yang
16:26untuk presentasi-presentasi
16:28di poster
16:29autor-autor
16:29di poster tersebut
16:30dan ada
16:31empat nama yang
16:31penerima
16:32travel grant
16:33seperti itu
16:34pada saat itu
16:35masih tiga nama
16:35disebutnya
16:36oh tiga nama
16:36penerima travel grant
16:37namun setelah
16:38melaporkan
16:39dua hari kemudian
16:40di hari kamisnya
16:40saya kembali
16:41datang ke registration
16:42desknya
16:43untuk
16:43meminta konfirmasi
16:44bagaimana
16:45laporan yang saya
16:46kirimkan
16:47kemudian
16:47ternyata
16:47disampaikan bahwa
16:48ada dua
16:49presentasi lagi
16:50yang seharusnya
16:51disampaikan oleh
16:51nama-nama yang
16:52saya laporkan tersebut
16:53tidak ada sama sekali
16:54yang
16:54datang
16:55mempresentasikan
16:56sehingga
16:59disitu
17:00dikonfirmasi
17:00ternyata ada
17:01empat nama
17:02penerima travel grants
17:03termasuk
17:04Mbak P nya
17:04dan tiga
17:05temannya
17:06yang
17:07disclaimer
17:08saya gak tahu
17:08apakah orang yang
17:09nyata
17:10atau fiktif
17:10atau ada
17:11pencatutan ya
17:12kemudian
17:13pada saat itu
17:15organisernya
17:16panitianya
17:17memberikan informasi
17:18ke saya bahwa
17:18mereka ini
17:19tidak akan
17:19diterima
17:20request reimbursement
17:22namun mereka
17:23tidak melakukan
17:24langkah yang
17:25lebih jauh
17:25karena kuasa mereka
17:26hanya dengan
17:27menolak
17:28reimbursement
17:29nah
17:30ternyata
17:31setelah
17:32kejadian
17:32beberapa hari
17:33kemudian
17:34dua hari yang lalu
17:34saya menerima email
17:35dari organizer
17:36yang menyatakan bahwa
17:37mereka menerima email
17:39juga dari Mbak P nya
17:40menyatakan bahwa
17:40saya melakukan
17:41pemboikotan personal
17:44sehingga
17:45sehingga mereka
17:49untuk yang hadir
17:50karena Mbak P nya
17:51sudah hadir juga
17:52di conference
17:53secara fisik
17:54untuk travel grant
17:55dia akan
17:56dilanjutkan
17:57namun untuk
17:58nama-nama yang lain
17:59yang dipresentasikan
18:00oleh Mbak P nya
18:01harus dikonfirmasi lagi
18:03oleh orang yang sama
18:04saya sudah
18:05menyampaikan
18:06meneruskan informasi
18:07tersebut
18:07ke teman-teman
18:08yang merasa
18:09dicatut namanya
18:10dan
18:12terakhir update
18:13yang saya terima
18:14seperti itu
18:15oke berarti
18:16masih berjalan ya
18:18sepertinya ya Mbak
18:19karena mungkin
18:19dari pihak panitia pun
18:21juga mereka
18:22masih melakukan
18:23cross check
18:23begitu ya
18:24bisa dibilang
18:24betul
18:25lalu terakhir
18:27ini kan juga
18:27ada
18:29ada juga nih
18:30Mbak
18:30yang ramai gitu ya
18:31di X lain juga
18:32ini disebut sebagai
18:34Mbak P nya yang bilang
18:34ini mafia conference
18:35begitu dan
18:36apakah ini
18:37sebenarnya adalah
18:39modus lama
18:39yang sudah terjadi
18:41tapi baru
18:42tercium
18:43di publik
18:44sampai dengan sekarang
18:45atau bahkan
18:46terakhir juga
18:47dari pihak
18:48Mbak P itu
18:50ada juga
18:51bahkan ada pencatutan
18:52nama dari
18:52Ibu Rivaldi nya
18:54dalam conference-conference
18:55itu
18:56Mbak Dwi melihatnya
18:57seperti apa?
18:59kalau saya
19:00sejujurnya
19:01saya tidak bisa
19:02memberikan
19:03opini
19:04begitu ya
19:05terkait conference-conferensi
19:06lain yang
19:07dihadiri oleh
19:08orang-orang yang
19:09sama ini
19:09namun
19:10memang banyak
19:11saya mendapatkan
19:12informasi-informasi
19:13yang dikirimkan
19:14KDM saya
19:15terkait
19:15hal tersebut
19:16namun
19:17bukan kapasitas
19:18saya untuk
19:19menilai
19:20seperti itu
19:20karena itu
19:21bukan bidang
19:21bidang
19:22penelitian saya
19:23seperti itu
19:24oke
19:25kalau yang terakhir
19:27Mbak Dwi
19:28kalau kita kan tahu ya
19:30kemarin
19:30Mbak Dwi terakhir
19:31dari pihak
19:33yang bersangkutan
19:34mereka sudah
19:35sempat memberikan
19:37post
19:38klarifikasi
19:39dan permintaan
19:39maaf
19:40lalu juga
19:41tapi tidak lama
19:42langsung di-take down
19:42dan akun
19:44instagram
19:44social media
19:45dari mereka juga
19:46sekarang
19:47tidak bisa
19:48di-reach out
19:49begitu
19:50atau di-deaktifkan
19:51gitu
19:51terakhir komunikasinya
19:53kami sempat dengar
19:54dari Mbak P
19:55ini
19:56sempat
19:57me-reach out
19:57Mbak Dwi
19:58seperti apa
19:59komunikasinya Mbak?
20:01betul
20:01kemarin saya
20:03kemarin atau
20:04dua hari
20:05dua hari yang lalu
20:08dua hari yang lalu
20:09Mbak P
20:09mengirimkan DM
20:10ke saya
20:11menyatakan
20:12permohonan
20:13permohonan maaf
20:14kemudian
20:15saya lihat
20:17oh ini akun yang
20:18aslinya
20:19akun awalnya dia
20:20yang katanya
20:21di-band ya
20:22jadi
20:22kemudian
20:23saya mempersiapkan
20:24respon
20:25tidak langsung
20:26saya respon
20:27seperti itu
20:27saya mempersiapkan dulu
20:28respon
20:28karena dia meminta
20:29saran sebaiknya
20:31seperti apa
20:31kemudian
20:32saya mempersiapkan
20:32respon
20:33yang ketika
20:35saat bermaksud
20:36saya kirimkan
20:37responnya
20:38ternyata
20:39Instagram
20:40account tersebut
20:41sudah
20:42hilang lagi
20:43seperti itu
20:44jadi
20:45respon tersebut
20:46belum bisa
20:47saya sampaikan
20:48ke dia
20:49berarti memang
20:50dari pihak
20:52beliau
20:53sudah memberikan
20:54permohonan maaf
20:55begitu ya
20:55Mbak Dwi ya
20:56memang
20:57belum bisa
20:58ada komunikasi lagi
20:59cuman memang
21:02permohonan maaf
21:03itu kan bukan
21:04ke saya
21:04bukan ke saya
21:06dan teman-teman saya
21:06karena
21:08ini kan
21:09kasusnya sudah
21:10tidak hanya
21:11saya pribadi
21:13dan teman-teman yang lain
21:14yang merasa
21:17merasa marah
21:18dan
21:18sudah publik
21:19yang merasa marah
21:20jadi saya sampaikan juga
21:21sebenarnya
21:22yang maaf
21:23tidak bisa saya kirimkan
21:24bahwa
21:27permohonan maaf
21:28itu tidak bisa
21:29cuman kepada kami
21:30karena yang dibawa
21:31adalah
21:31nama Indonesia
21:33secara
21:33keseluruhan
21:34bukan nama kami
21:35yang dicatut
21:35bukan institusi kami
21:36yang dicatut
21:37namun
21:38beberapa institusi lainnya
21:39beberapa nama lainnya
21:40yang
21:41ya atau tidak
21:42dicatut
21:43dan
21:45publik
21:45yang juga
21:46warga Indonesia
21:48yang dibawa
21:49nama negeranya
21:50ke konferensi
21:51internasional
21:51yang kemudian jadi
21:52bahan gurauan
21:53peserta pada saat itu
21:55dua atau tiga
21:57nama yang
21:58terindikasi
21:59di sosial media
22:01itu
22:01diduga
22:03melakukan
22:03dalam tanda akademik
22:06dalam tanda kutip
22:08apa ya namanya ya
22:09pelanggaran
22:11etika akademik
22:13dalam konferensi
22:14internasional
22:15termasuk
22:15kalau indikasinya
22:17yang disangkakan
22:18di media sosial itu kan
22:19pemalsuan data
22:21dan lain-lain
22:21UNY saat ini
22:23mengambil sikap
22:24mendalami data
22:25sebaik mungkin
22:27sejelas mungkin
22:28karena memang
22:29dari nama-nama itu
22:30di database kami
22:32ada nama yang sama
22:33hanya yang kami
22:35sedang
22:35dalam itu
22:36apakah nama-nama itu
22:37memang benar alumni kami
22:39salah satu nama
22:40misalnya
22:40mas Rivaldi
22:41di database kami itu
22:42lulusan S1
22:43matematika
22:44tapi
22:45di karya-karya
22:47yang disampaikan
22:47di sosial media
22:48yang katanya
22:50masuk skopus
22:50dan lain-lain
22:51itu ternyata
22:52disitu tertulis
22:53sebagai
22:54departemen
22:55transplantasi
22:56hati UNY
22:57kami di UNY
22:58belum punya
22:58departemen itu
22:59kedokteran kami
23:00belum sampai
23:01ke departemen itu
23:02dan itu
23:02di UNY
23:04memang sekali lagi
23:05nama itu
23:06teregister
23:07sebagai alumni
23:08matematika
23:09kok karyanya
23:10seperti ini
23:10nah ini kami
23:11pantas
23:12mohon maaf
23:12kami
23:13layak
23:14untuk
23:15meng-crosscheck ulang
23:16insya Allah
23:17kalau kementerian
23:17pihak kementerian
23:18sudah kontak langsung
23:19kalau tidak salah
23:20dengan Pak Rektor
23:21dan ini kami memang
23:22membentuk tim kecil
23:23dan nantinya
23:24insya Allah
23:25pasti kami koordinasi
23:26dengan kementerian juga
23:27karena
23:27nama-nama yang digunakan
23:29oleh
23:30beberapa orang ini
23:31kan bukan hanya
23:32UNY ya
23:32ada beberapa nama
23:34universitas besar juga
23:35yang digunakan disitu
23:36termasuk
23:37yang diklaim sebagai
23:38alumni dan lain-lain
23:39nah itu yang akan
23:40kita terusuri
23:41pasti
23:41kalau
23:42kalau tidak salah
23:43kemungkinan besarnya
23:44arahnya adalah
23:45akan ada tim kecil
23:46dengan UNY
23:48kementerian
23:49UNY dan IRJEN
23:50untuk menelusuri itu
23:53selain Mbak Dwi
23:55kemudian
23:56dengan teman-teman
23:57yang lain juga
23:57apakah ada
23:58pihak lain
23:59yang juga
24:00mer-reach out
24:01begitu ya Mbak Dwi
24:02setelah
24:03kasus ini viral
24:05apakah mungkin dari
24:06karena kita dengar juga
24:07dari pihak
24:08mendikti
24:08suara terkait itu
24:10lalu juga dari
24:11ID
24:11dan juga beberapa
24:13peneliti juga
24:13ikut speak up
24:14soal ini
24:15apakah ada yang
24:16sempat membuka
24:17komunikasi dengan
24:18Mbak Dwi
24:18terkait dengan
24:19kasus ini
24:21secara
24:22institusi
24:23tidak ada ya
24:24tapi
24:27sebelum saya bilang
24:28tidak ada
24:28saya belum mengecek
24:29semua DM Instagram
24:30jadi sejauh
24:32yang saya tahu
24:32sampai saat ini
24:33dari institusi
24:35belum ada
24:35seperti mungkin
24:36kementerian
24:36atau universitas-universitas
24:38yang merasa dicatut
24:39namun
24:39memang
24:40saya mendapat
24:44pesan-pesan gitu
24:45DM
24:46terus Whatsapp
24:47dari
24:47teman-teman yang
24:48di dunia klinisi
24:50di bidang-bidangnya
24:51untuk menyampaikan
24:51konferensi-konferensi
24:53yang juga mereka
24:54hadiri
24:55dan dihadiri oleh
24:57orang-orang ini
24:58gitu
24:58seperti itu
25:00oke
25:01karena memang
25:02masih berjalan ya
25:03sepertinya
25:04Mbak Dwi
25:04ada
25:05LPDP juga
25:06ternyata menghubungi
25:07karena
25:09dua nama yang
25:11yang saya laporkan tersebut
25:13terafiliasi LPDP
25:14satu alumni
25:15satu award
25:16cuman
25:16untuk yang
25:17Mbak P nya
25:18sudah dinyatakan
25:20alumni
25:20jadi sudah bukan
25:21dikuasa LPDP nya lagi
25:23gitu ya
25:23namun
25:25yang satu namanya lagi
25:26yang award di LPDP itu
25:28mereka masih mendalami
25:30karena
25:31ada kemungkinan
25:33pencatutan nama
25:34seperti itu
25:34berarti kalau dari LPDP
25:36sendiri
25:36marriage out Mbak Dwi
25:37itu sifatnya
25:38klarifikasi
25:39atau meminta
25:40puntutan kronologi lagi
25:42atau sejauh apa Mbak
25:43ya
25:44jadi
25:45mereka meminta
25:46apa namanya
25:49kronologi
25:49penjelasan kronologi
25:51dan juga
25:51meminta saya
25:52mengirimkan laporan
25:54tertulis
25:55terkait hal ini
25:56jadi bisa
25:57agar mereka punya dasar
25:58untuk mendalami
25:59kasusnya
26:00oke
26:00berarti
26:01masih berjalan juga nih ya
26:02di LPDP
26:04nanti ada update lagi nih
26:05bagaimana
26:06klarifikasi dari
26:07LPDP
26:08atau mungkin
26:09kementerian lainnya juga
26:10atau bahkan
26:11institusi dan universitas
26:12yang tercatat juga
26:13di situ
26:14nah
26:14Mbak Dwi terakhir
26:15ini kan
26:16ramai sekali ya Mbak
26:18menjadi sorotan publik gitu
26:19bahkan
26:19bukan cuma di Indonesia aja
26:21tapi bahkan
26:22dunia global pun juga
26:23ikut menyoroti
26:24begitu bahkan
26:25karena memang
26:26kejadian ini
26:27dinilai dan dianggap
26:29bisa mencoreng
26:30integritas
26:31akademik dari
26:32peneliti-peneliti
26:34Indonesia gitu
26:34dan bahkan
26:35kekhawatirannya adalah
26:36kedepannya
26:37apakah nanti
26:38peneliti di Indonesia ini
26:39syaratnya diperketat
26:40atau
26:41untuk
26:41conference-conference
26:42yang selanjutnya
26:43ini
26:43menjadi kekhawatiran
26:44bersama
26:45begitu ya Mbak Dwi
26:46harapan dari Mbak Dwi
26:47dan teman-teman
26:49yang lain
26:49seperti apa?
26:52saya pribadi
26:53harapannya
26:54sebenarnya
26:55harusnya sudah ada
26:56mekanisme dari
26:58pemerintah kita
26:59baik itu melalui
27:00Kemendikput
27:01maupun
27:01Kemendristek
27:02yang
27:04meranahi
27:05bidang ilmiah
27:05dan juga pendidikan
27:06di Indonesia
27:07untuk
27:07pengawasan
27:08seperti itu
27:09untuk menghindari
27:09kasus-kasus
27:10dimana
27:12yang membuat kita
27:13menjadi salah satu
27:14negara
27:15di paling
27:15salah satu negara
27:17yang berada
27:17di ranking paling atas
27:18untuk penarikan karya ilmiah
27:20karya ilmiah
27:21yang di-retract
27:22ini sebenarnya
27:24merusak reputasi juga
27:26dan kredibilitas
27:27peneliti-peneliti Indonesia
27:28lainnya
27:29karena di dunia
27:30penelitian
27:31dunia sains
27:32itu kan
27:33reputasi
27:34dan kredibilitas
27:36peneliti itu
27:36harga yang
27:38tidak bisa
27:39dia beli
27:39kemudian
27:40namun
27:40jika ada hal-hal
27:41yang melukai
27:43kredibilitas tersebut
27:44yang merusak
27:45reputasi tersebut
27:46susah sekali
27:47untuk dibangun
27:48jadi untuk
27:48membangun
27:49reputasi itu
27:50sangat susah
27:50namun
27:51bisa hancur
27:52karena hal-hal
27:53kecil
27:54seperti itu
27:55dan harapannya
27:57dari pemerintah
27:58punya mekanisme
27:58bagaimana
28:00untuk pelaporan
28:01kemudian
28:01pemeriksaan
28:02dan juga
28:03penindakan
28:04seperti itu
28:04kita sama-sama
28:06berharap
28:07Mbak Dwi
28:07juga
28:08kasus ini
28:09bisa menjadi
28:09awal mula
28:10pembenahan
28:11juga
28:12dan jadi evaluasi
28:13pastinya untuk
28:13kementerian
28:14atau mungkin
28:15institusi yang terkait
28:16juga
28:16sekiranya
28:16bagaimana
28:17supaya kasus ini
28:18tidak terulang lagi
28:19dan penyelesaiannya
28:20nantinya seperti apa
28:21juga pada akhirnya
28:22oke Mbak Dwi
28:23kita masih sama-sama
28:24kawal
28:25kasus ini
28:26akan berakhir
28:27seperti apa
28:28dan ada update
28:29lagi
28:29seperti apa
28:30ke depannya
28:30terima kasih
28:31sekali lagi Mbak Dwi
28:32untuk waktunya
28:34salam untuk teman-teman
28:35peneliti lainnya
28:36terima kasih
28:37terima kasih Mbak
28:38sehingga video ini
28:40dibuat
28:40kita masih belum bisa
28:41berkomunikasi langsung
28:42atau mendapat respons
28:44dengan salah satu orang
28:45yang diduga
28:46membuat riset palsu
28:47dalam konferensi
28:48internasional di
28:49Kopenhagen
28:49namun sejumlah pihak
28:51yang diduga tersebut
28:52juga telah melakukan
28:53klarifikasi
28:54melalui sosial media
28:55yang sekarang
28:56juga ternyata
28:57telah diturunkan
28:58Sampai jumpa
Komentar