- 2 hari yang lalu
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Hati-hati dengan api.
00:08Bibi ini sudah pengalaman.
00:11Tapi tidak perlu buru-buru, kan?
00:14Gadis bodoh, kau tahu apa?
00:17Masa jaya pria itu lebih pendek dari wanita.
00:20Waktu muda, punya niat, tapi tidak berani.
00:23Karena miskin.
00:24Waktu usia prima, punya keberanian, tapi tidak punya niat karena sibuk.
00:28Begitu punya niat dan keberanian, sudah tidak punya kesempatan.
00:33Makanya harus bertindak, supaya muda punya anak.
00:39Bibi?
00:41Iya, iya.
00:42Bibi beri kau satu ide lagi.
00:45Kasur yang kau bentangkan di lantai kamar pengantin, sudah Bibi cuci tadi siang.
00:51Malah tega dia biarkanmu tidur tanpa selimut.
00:58Bibi beri kau.
01:42Kembalilah.
01:45Aku...
01:47Untuk apa aku kesana?
01:50Kau hanya punya satu selimut.
01:53Kalau tidak tidur di sini, tidak takut kedinginan.
01:57Aku tidak takut dingin.
02:10Kemari.
02:24Kalau kau tidak tidur di sini, Bibi tidak akan bisa tidur nyenyak.
02:37Seperti perkiraanku, dia terpaksa tidur di ranjang.
02:41Idemu ini nakal sekali.
02:43Kalau dia kedinginan, aku harus berawat satu orang lagi.
02:46Wajahku kena percikan udahmu.
02:56Jangan khawatir.
02:58Aku tidak punya niat buruk padamu.
03:08Jangan salahkan Bibi karena ikut campur.
03:11Dia itu orang baik.
03:16Aku tahu.
03:45Kau sedang apa?
03:46Kalau sandiwara harus sampai tuntas.
03:50Kita tidak bisa membiarkan paman dan Bibi di luar.
04:01Sudah berhasil?
04:04Aduh.
04:04Waktu muda, punya niat tapi tidak punya berani.
04:09Waktu sudah tua, punya keberanian tapi tidak punya niat.
04:13Menurutku, banyak anak muda yang punya niat dan keberanian.
04:19Aku hanya bicara sembarangan.
04:21Kau malah bicara panjang lebar.
04:26Dasar puam bangka.
04:28Kau mau nguping dari luar pintu ya?
04:30Aku.
04:31Ini namanya maling teriak maling.
04:33Kau mau nguping juga di sini kan?
04:35Aku memang suka begini.
04:36Jangan nyatuh.
04:47Setelah Tuan Muda Sun datang, aku baru tahu asal usulmu.
04:51Kau akan segera pergi.
04:54Benar kan?
05:00Aku tidak akan menahanmu.
05:04Kau bisa pergi kapanpun kau mau.
05:08Untuk sementara, aku belum bisa pergi.
05:18Baiklah.
05:24Masih ada urusan.
05:28Aku harus tinggal di sini.
05:31Supaya selesai.
05:38Aku saja yang di atas.
05:40Kau istirahat sebentar.
05:48Baiklah.
06:18Di dapur masih ada setengah nasi daging semur.
06:21Kalau lapar, aku bisa panaskan untukmu.
06:25Tidak.
06:31Aku tidak tahu apa ming tidurnya.
06:34Dia suka menendang selimut di malam hari.
06:36Elang Jir juga belum diberi makan.
06:38Kalau kau ingin ngobrol.
06:42Boleh aku tanya beberapa pertanyaan?
06:45Tanya saja.
06:49Ayah dan ibumu itu orang seperti apa?
06:53Orang baik.
06:55Bagaimana memperlakukanmu?
06:58Sama seperti orang tua biasa.
07:00Memperlakukan anak mereka sendiri.
07:03Jika suatu hari mereka ingin mencelakaimu.
07:09Apa yang kau lakukan?
07:17Waktu kecil, ibuku sering memukulku.
07:21Mengukul tangan kiri atau kanan.
07:24Tanpa ampun, sampai aku sangat kesakitan.
07:26Setelah selesai, dia membelikan permen untukku dan Ning.
07:31Yang ingin ku tanyakan, bukan perselisihan sepele seperti ini.
07:38Aku mengerti.
07:41Maksudku itu,
07:44orang yang dekat denganmu,
07:47pasti tidak akan tega melukaimu.
07:50Meskipun ada pertengkaran kecil,
07:53tetap akan membelikan permen.
07:55Setelah itu,
07:57membujukmu diam-diam.
08:02Tapi jika ada orang
08:05yang benar-benar ingin melukaimu,
08:08pada dasarnya,
08:10orang itu bukan lagi orang yang dekat denganmu.
08:12yang mengerti.
08:46Kau makan permen kulit jeruk ya
08:48Di badanmu ada bau permen kulit jeruk
08:51Kau mimpi buruk
08:56Kalau makan permen
08:59Baru bisa tidur nginyak
09:02Kalau kau masih ingin makan setelah pulang
09:05Nanti aku belikan lagi
09:10Apa sekarang kau
09:12Mau makan?
09:22Sampai jumpa
09:38Sampai jumpa
09:40Sampai jumpa
10:10Sampai jumpa
10:23Terima kasih telah menonton
10:47Terima kasih telah menonton
11:40Terima kasih telah menonton
11:41Terima kasih telah menonton
12:15Terima kasih telah menonton
12:35Terima kasih telah menonton
13:00Terima kasih telah menonton
13:20Terima kasih telah menonton
13:57Terima kasih telah menonton
14:06Terima kasih telah menonton
14:41Terima kasih telah menonton
15:32Terima kasih telah menonton
15:40Terima kasih telah menonton
16:29Orang ini
16:50Terima kasih telah menonton
17:24Baik
17:32Terima kasih telah menonton
17:50Terima kasih telah menonton
18:04Terima kasih telah menonton
18:12Terima kasih telah menonton
18:34Terima kasih telah menonton
19:08Terima kasih telah menonton
19:15Terima kasih telah menonton
19:29Jangan menonton
19:31Terima kasih telah menonton
19:35Terima kasih telah menonton
19:41Terima kasih telah menonton
19:47Terima kasih telah menonton
19:49Terima kasih telah menonton
19:52Terima kasih telah menonton
19:54Terima kasih telah menonton
19:55Terima kasih telah menonton
19:56Terima kasih telah menonton
19:59Terima kasih telah menonton
19:59Terima kasih telah menonton
20:04Jaga dirimu baik-baik
20:26Chang Yu
20:28Jabatan Komandan Chen Wei itu apa?
20:32Bibi, margaku Li
20:35Tuan Li
20:36Ah, Tuan Li
20:39Sebelumnya aku kira Tuan Li seorang sendekiawan yang lemah
20:42Ternyata pejabat besar dari Jinjau
20:44Tujuanku datang kemari
20:46Menyelidiki identitas semua penjahat dengan jelas
20:49Dan beri keadilan pada rakyat
20:56Yang masih hidup dibawah untuk diinterokasi
21:01Tunggu saja berita di rumah dulu
21:02Kalau hasil penyelidikan keluar
21:04Pihak pemerintah pasti memberitahu kalian
21:05Tuan Li
21:06Kalau orang-orang itu bahas dendam lagi
21:08Aku harus bagaimana?
21:10Aku tahu
21:10Tidak seharusnya bertanya
21:12Tapi adikku masih kecil
21:14Aku sedang berpikir
21:16Untuk pindah menghindari masalah
21:19Kau mau pergi dari sini
21:25Apa ini ide suamimu?
21:28Ideku
21:29Aku kepala keluarga
21:32Aku pindah
21:33Karena takut hal seperti malam ini terjadi lagi
21:38Orang tua dan paman pertamamu dibunuh
21:40Meski kau ini korban
21:41Kau juga saksi
21:42Sebelum kasus ini selesai diselidiki
21:44Jangan meninggalkan Lin An
21:47Tapi jangan khawatir
21:49Akan ada prajurit yang menjaga di sini
21:50Sebelum kasus ini selesai diselidiki
21:52Kami akan melindungi keselamatanmu dan keluarga
21:55Ayah
21:55Tuan Li sungguh nyelamat kami
21:57Dengan jaminan Tuan
21:58Kami bisa lega
22:00Geledah
22:00Geledah rumah ke rumah
22:02Cepat
22:03Di kabupaten ini
22:05Aku tidak izinkan siapapun
22:07Menyakiti orang tidak bersalah
22:08Hari ini
22:10Berikan keadilan pada rakyat
22:11Kalian semua geledah dengan teliti
22:13Jangan lepaskan satu penjahat pun
22:22Tuan Li
22:25Salamah hormat pada Tuan Li
22:28Hamba dengar digansiku ini ada penjahat membuat onar
22:31Hamba memimpin pasukan menupas mereka
22:33Ternyata malah bertemu Tuan Li
22:35Maafkan hamba tidak menyambut Tuan
22:39Tuan
22:40Tuan
22:43Tuan
22:45Hamba menemukan papan roh Adipati Wu'an di halaman ini
22:48Silahkan Tuan lihat
22:51Nalinga besar juga
22:52Berani sebayang diam-diam pada Adipati Wu'an
22:54Tuan lihat
23:00Siapa?
23:01Rumah siapa ini?
23:04Tuan pejabat
23:05Ini adalah rumahku
23:35Kau
23:36Dicerta oleh para pejabat sastra
23:40Hamba juga dengar guru kekaisaran Li bilang
23:43Pembantaian kota itu tidak sepenuhnya
23:45Jasa dan kesalahan Adipati Wu'an di masa lalu akan dinilai generasi selanjutnya
23:48Dia berjuang demi negara
23:50Dan wafat secara terhormat
23:57Ini
24:00Bukan pelanggaran
24:08Terima kasih Tuan
24:14Perkataan Tuan benar-benar menyadarkan hamba
24:17Hamba yang berpikiran sempit
24:19Kalau begitu
24:21Silahkan Tuan Li kembali ke kota peraja dulu
24:23Biar hamba yang laporkan perkembangan kasus ini
24:25Silahkan
24:40Hati-hati Tuan
24:42Ada tangga
24:43Ayo
24:49Sampai disini saja
24:51Tidak perlu mengantarku
24:52Tuan hati-hati
24:53Maaf tidak mengantar
25:00Li Huayan itu
25:01Terus berwajah dingin dari awal sampai akhir
25:05Apa alasannya
25:07Kubu guru Li dan kubu perdana menteri We
25:10Sejak dulu tidak pernah aku
25:11Semua pejabat istana tahu ini
25:13Tapi kenapa Tuan Li
25:15Malah membelah Adipati Wu'an
25:17Betul juga
25:18Coba
25:19Coba bayangkan
25:20Kalau mereka memang selalu bermusuhan
25:22Kenapa guru kekaisaran Li
25:25Bisa membiarkan cucu sulungnya sendiri
25:27Berguru pada He Ching Yuan yang berasal dari Kubu We
25:31Kenapa bisa begitu
25:32Apa dulu ada hubungan lain
25:39Siapa yang bisa mendebak pikiran
25:41Para pejabat besar
25:45Aku
25:46Terjebak di pelosok terpencil
25:48Berita apapun dari istana
25:50Begitu sampai di Lin An sudah tidak jelas
25:53Ini semua salahmu
25:56Barangan memberi saran
25:57Tujuannya menjilat ngalah saran
25:59Betul-betul
26:00Hamba bersalah
26:01Hamba bersalah
26:02Sudahlah
26:03Setelah kembali
26:04Baru dipikirkan lagi
26:07Akhirnya Bupati Penjilat itu sudah pergi
26:11Tuan
26:12Setelah diperiksa
26:14Para pembunuh ini membawa peluit besi alam
26:21Peluit besi alam
26:22Ibu kota
26:24Begitu ketahuan langsung bunuh diri
26:28Gayanya mirip dengan prajurit siap mati dari Kubu We yang dikabarkan itu
26:33Siapa sangka
26:35Adipati Wu'an yang dicari di medan perang
26:39Ternyata jadi menantu materi lokal
26:41Siapa?
26:43Dia Adipati Wu'an
26:45Mustahil
26:46Adipati Wu'an terkenal keras wataknya
26:49Jangan bilang kini dia kesulitan
26:51Meski kaisar yang memenjarakannya
26:53Memaksa menikahi putri jadi menantu kekaisaran
26:55Dia tidak akan mengangguk
26:57Waktu kecil aku dan dia belajar sinebela diri
26:59Dan perang pada guru yang sama
27:02Walau lama tidak bertemu dan wajahnya berubah
27:06Aku 60% yakin
27:08Itu memang dia
27:11Untuk mengeceknya
27:13Cepat kirim ini ke Yancho
27:14Kita akan tahu nanti
27:25Cuma segini
27:27Hasil panen tahun ini tidak bagus
27:29Setiap rumah begini
27:31Manis dan sulit
27:33Tidak dia subur
27:34Kena cuaca mungkin ya
27:35Eh sama-sama
27:37Kalian sudah dengar belum?
27:39Dikuladah
27:40Lagi-lagi ada yang meninggal
27:42Setelah tuan kedua Fan dan istrinya
27:44Mati karena kesialan Candu
27:46Tumah mereka tidak pernah tenang
27:48Kabarnya
27:49Menanti prianya luka parah
27:51Kita masih bisa berfungsi
27:52Sebagi laki-laki atau tidak
27:55Fan Candu
27:57Memang pembawa sial
27:58Untung sarjana Song
28:00Membatalkan pertunangan dengannya
28:01Jadi selamat
28:03Sarjana provinsi Song itu
28:04Jilmah Andiwa Sastra
28:05Nasibnya baik
28:06Benar
28:07Masa tidak percaya
28:09Tidak tahu
28:14Siapa itu?
28:16Tidak tahu
28:17Coba tanya
28:22Kalian mau apa?
28:23Justru kami yang mau tanya
28:25Kalian dari mana?
28:26Kenapa menguping kami?
28:28Kami dari kantor Chinchou
28:30Ada hubungan lama dengan keluarga Fan
28:32Mendengar kabar tentang mereka
28:33Kami jadi prihatin
28:35Eh, keluarga Fan baru tertimpa musibah
28:38Tiba-tiba ada orang asing mencari tahu
28:39Pasti
28:40Niatnya jelek
28:41Menurutku
28:42Lebih baik laporkan ke petugas
28:44Tapi penampilannya tidak seperti orang jahat
28:47Wajah orang jahat mana yang ada stempelnya?
28:50Tentu aku tidak akan
28:51Membuang waktu kalian begitu saja
29:06Tuhan Komandan Chen Wey
29:09Tuhan
29:10Kalian masih di desa
29:12Belum pergi
29:13Iya, apa yang terjadi?
29:17Ada apa ini?
29:19Pejabat besar Chinchou
29:20Melediki kasus
29:21Aku masih ingin bertanya
29:24Tuh
29:25Ini, ini, ini
29:27Maaf ya
29:30Kami belum tanya
29:31Tuhan
29:32Tuhan, Bibi
29:32Ini jadi prihatin atau tidak
29:33Dekat saja
29:37Dikjau
29:38Dikjau
29:39Tunggu
29:41Komandan itu mau melakukan apa?
29:44Aku tidak tahu
29:46Yang jelas Bupati bersikap hormat pada mereka
29:51Bibi
29:51Jangan tanya kami
29:53Kami tidak tahu apa-apa
29:55Hanya satu pertanyaan
30:15Ah, Paman
30:18Aku ingin bertanya
30:19Saya tidak tahu apa-apa
30:28Tuhan
30:29Tidak banyak yang bisa diselidiki
30:31Mereka tidak berbicara
30:31Aku hanya tahu
30:33Demi mempertahankan harta keluarga
30:34Nonavan menikahi Anceng
30:35Dia terluka oleh bandit gunung
30:38Lalu ditolong Nonavan
30:39Dari surat jalan dan dokumen yang kami periksa
30:42Tidak ada kejanggalan
30:43Kalau semua ini rencana teliti Adipati Wuan
30:46Kita tidak akan menemukan apa-apa
30:48Eh?
30:49Kita tanya lagi saja ke keluarga Chow
30:50Bibi itu cerdik
30:52Tapi Paman itu
30:52Sepertinya mudah diajak bicara
30:55Mengingat hubungan mereka dengan nona keluarga Fan
30:57Keterangan mereka mungkin tidak akurat
30:59Benar juga
31:05Tuhan
31:11Tuhan
31:12Tuhan
31:12Ingin tahu urusan keluarga Fan?
31:16Nenek ini tahu banyak
31:18Hanya saja
31:27Tuhan
31:28Fan Changyu itu
31:30Pembawa sial dan celaka
31:31Dia tidak hanya membuat orang tuanya meninggal
31:34Bahkan pamannya juga
31:35Selain itu
31:37Suami keluarga Fan
31:39Rupanya memang tampan
31:41Tapi sama sekali
31:42Tidak tegas
31:44Satu pacar pernikahan
31:46Dia malah bersumpah akan selalu menuruti Fan Changyu
31:49Dia cuma lelaki yang menumpang hidup
31:51Maksudmu
31:52Di depan umum dia mengakui nona Fan sebagai kepala rumah tangga?
31:55Semua orang desa mendengar dan melihatnya
31:57Bukan aku yang mengarang cerita
32:02Tuhan
32:03Aku beritahu satu rahasia lagi
32:05Fan Changyu itu
32:08Hanya pura-pura
32:09Dengan suami matri lokalnya
32:11Mereka sama sekali
32:13Tidak pernah tidur bersama
32:15Dia masih perawan
32:17Eh, omongan apa itu mengotori
32:19Telinga tuanku saja
32:21Tidak masalah
32:23Lanjutkan
32:24Tuhan
32:25Buat apa malu
32:26Wajah gadis itu masih suci
32:29Jalannya saja ringan
32:31Kalau bukan perawan lalu apa
32:32Aku mengerti
32:34Kami sudah tahu cukup banyak
32:35Terima kasih atas informasinya
32:38Tuhan
32:42Jangan bilang ke orang lain
32:43Kalau aku yang memberitahu ya
32:45Kalian tahu sendiri
32:47Fan Changyu itu tukang jaga
32:49Kekuatannya sangat besar
32:50Kami sudah merasakannya
32:52Eh, eh
32:53Tuhan
32:53Eh, eh
32:54Cukup, cukup
32:55Aku masih ada
32:56Terima kasih, Bibi
32:56Jangan ikuti kami lagi
32:58Aku belum selesai bicara
33:02Adipati Wuhan yang terhormat
33:03Mana mungkin tunduk
33:04Dan jadi matri lokal
33:05Sekarang
33:06Keyakinan tuan berapa persen?
33:0970 persen
33:1370 persen?
33:14Kenapa malah bertambah?
33:18Sisi timur Chongco
33:19Medannya terjal
33:20Sukar diserah
33:21Mudah dipertahankan
33:22Benteng pahalang alami
33:23Jika pasukan musuh bertahan di sini
33:24Pasukan kita sulit menyeberang
33:26Jenderal
33:27Mungkin kita bisa ambil jalan
33:29Setapak Gunung Hang
33:29Untuk serangan memutar
33:31Lewati garis pertahanan
33:33Depan mereka
33:33Langsung serang bagian sisi
33:34Atau jalur belakang
33:44Kantor pemerintah sedang beroperasi
33:46Kenapa ditutup begitu rapat di Siambol?
33:49Atau jangan-jangan
33:50Jenderal He punya rahasia yang tidak boleh diketahui
33:57Untuk apa Li Hiwai An pergi ke kota Prajalin An?
34:00Apakah si Tua Li
34:02Ingin cari masalah dengan keluarga We?
34:06Di daerah Lin An
34:07Banyak gerombolan perampok
34:09Aku menugaskannya menangkap mereka
34:11Kebetulan ada kasus pembunuhan di kota Praja
34:14Jadi tertunda beberapa hari
34:15Dia akan kembali setelah penyelidikan selesai
34:18Jenderal He
34:20Jangan terus melindungi murid kesayangan Jenderal itu
34:23Seorang komandan tingkat enam yang terhormat
34:25Mengejar bandit sampai ke pelosok desa
34:29Jelas dia mencari kesempatan
34:31Untuk mencoreng nama keluarga We
34:33Tuan Muda Pertama
34:34Tolong hati-hati bicara
34:35Tuan Muda Pertama
34:37Tuan sudah menguasai kekuasaan militer di Yan Chow
34:40Kenapa tiba-tiba berubah haluan
34:42Dan datang ke Chin Chow
34:43Apa ada urusan lain?
34:47Si Echang ini terkenal angku
34:49Para juriti bawahnya
34:51Tidak mudah diatur
34:54Aku khawatir ada kendala
34:57Saat mengambil ahli
35:03Jenderal He
35:05Taklukkan pasukan Yan Chow
35:06Pimpinan Si Echeng untukku
35:08Kita rebut kota Chong Chow
35:09Milik Raja Sang Chin dalam satu serangan
35:11Begitu rencana ini terwujud
35:13Kita akan jadi orang yang paling berjasa di hadapan Ayah
35:21Tuan Muda Pertama
35:22Karena Adipati Wu An
35:24Raja Chang Chin kalah
35:26Dalam beberapa pertempuran besar
35:28Lalu mundur ke Chong Chow
35:30Tapi kekuatannya belum habis
35:32Jenderal-jenderal andalannya masih ada
35:34Tuan Muda Pertama datang dari jauh
35:37Tidak bijaksana bila tergisah-gisah berperang
35:39Justru sebaliknya
35:40Raja Chang Chin sudah kalah berturutur
35:43Semangat pasukan Chong Chow sedang jatuh
35:45Ini saat yang tepat untuk menyerang
35:50Jenderal He
35:51Aku menghormatimu sebagai Jenderal Senior di bawah Ayahku
35:55Makanya aku datang secara pribadi
35:57Ini perintah militer
35:59Bukan diskusi
36:05Aku harap Jenderal He mau bekerja sama
36:23Perdana Menteri Wei
36:27Ada apa Guru Kekaisaran?
36:29Perdana Menteri Wei
36:30Dulu dalam Perang Chin Chow
36:31Panglima Sia Gugur
36:33Sekarang Adipati Wu An
36:35Tidak diketahui hidup atau matinya
36:37Tapi Perdana Menteri Wei
36:39Masih mengirim putra kandungnya sendiri ke barat laut
36:42Soal kesetiaan dan bakti kepada dinastiin
36:46Tidak ada yang melebihi saudara
36:47Perdana Menteri Wei
36:49Bapak Takuno mengatakan
36:51Meski negara kita besar
36:52Setiap penjengah tanah wajib diperjuangkan
36:54Pemuda keluarga Wei dan Sia
36:56Gugur di medan perang
36:58Tidak ada penyesalan
37:01Kalau begitu
37:02Kita nantikan kemenangan Tuan Muda pertama Wei
37:05Aku ucapkan
37:07Selamat untuk Perdana Menteri Wei
37:11Kalau begitu
37:12Aku juga ucapkan selamat
37:13Pada Guru Kekaisaran
37:14Cucu Satuan naik pangkat jadi
37:16Komandan Sen Wei
37:17Sudah kecil dikirim ke barat laut
37:19Untuk ditempah
37:19Benar-benar berpertimbangan matang
37:22Jika nanti pulang
37:23Pasti akan menjadi pilar negara
37:28Hehehe
37:28Selama 16 tahun
37:31Dekatku tidak pernah goyah
37:33Segenap jiwa untuk dinastiin
37:35Jujur dan terbuka
37:37Jujur dan terbuka
37:3916 tahun lalu Guru Kekaisaran
37:41Rasanya tidak pantas
37:43Mengucapkan kata-kata itu
37:48Hehehe
37:53Ini
37:53Pasukan barat laut milik dinastiin
37:56Dia pikir barat laut itu
37:57Taman belakang keluarga Wei
37:58Wei yang ini
37:59Terlalu arogan
38:01Hehehe
38:16Jujur dan terbuka
38:41Sudah saatnya ini
38:43Kuserahkan
38:45Waktu kau memberikannya
38:47Padaku dulu
38:47Kau sudah tahu
38:48Hari ini akan datang
38:50Kau ingin aku
38:52Menjaga kedua putrimu
38:58Peyi
38:59Antar ini dengan kuda paling cepat
39:02Dan serahkan ke tangan
39:03Perdana Menteri Wei
39:07Baik
39:13Keluarlah
39:14Sore tadi di ruang rapat
39:17Aku sudah tahu
39:18Kau bersembunyi di samping
39:25Aku khawatir
39:26Waktu kemunculanku
39:26Kurang tepat
39:27Bagaimanapun juga
39:28Statusku istimewa
39:30Wen Kang
39:32Kutugaskan kau menumpas
39:33Perampok
39:34Apa yang perlu kau takutin
39:36Aku khawatir
39:37Identitasku sebagai keluarga Li
39:38Akan mendatangkan kritik
39:40Bagi Guru
39:40Di hadapan Perdana Menteri Wei
39:42Hanya akan jadi
39:42Perdebatan tidak berarti
39:46Wen Kang
39:48Coba hitung dengan teliti
39:50Sudah berapa tahun kau bersamaku
39:52Sejak kecil di Tanah Barat Laut
39:54Mengikuti Guru mempelajari strategi
39:56Dan formasi perang
39:57Hingga kini
39:57Sudah 16 tahun
39:59Hmm
40:00Kalau begitu
40:01Kau seharusnya tahu
40:03Di mataku
40:05Tidak ada perseteruan keluarga Li
40:08Atau Wei
40:09Hanya ada
40:10Pasukan dinastiin
40:12Dan rakyat dinastiin
40:14Kalau kau
40:15Bisa melakukannya
40:17Dengan hati nurani
40:18Tidak perlu menjauhi
40:19Kecurigaan
40:20Karena nama keluarga
40:24Oh iya
40:26Bagaimana perkembangan
40:27Perkara yang kuminta kau selidiki
40:29Aku mendapati
40:30Prajurit siap mati
40:31Perdana Menteri Wei
40:32Dua kali menyerang keluarga Fan
40:33Mereka jelas sedang mencari sesuatu
40:35Untungnya
40:36Nona Fan tidak terluka
40:38Tapi mereka sudah berniat
40:40Meninggalkan Linan
40:41Aku menghalangi mereka
40:42Dengan alasan penyelidikan kasus
40:43Dan menugaskan coran
40:44Melindunginya diam-diam
40:45Mereka akan lebih aman
40:46Lantas bagaimana kehidupan
40:49Kedua saudari Fan
40:50Mereka hidup dengan menyembelih ternak
40:52Dan baru saja menerima menangku pria
40:56Guru
40:57Ada satu hal lagi yang mulai
40:59Menemui titik terang
41:04Jika Adipati Wu An
41:05Benar-benar masih hidup
41:07Apa yang akan terjadi
41:08Apa yang akan terjadi
41:23Terima kasih telah menonton
41:23Terima kasih telah menonton
Komentar