00:00Saudara-saudara sekalian, memperingati hari lahir Pancasila dengan demikian harus disertai dengan kontemplasi, disertai dengan pertanyaan kritis untuk melihat realitas
00:11yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara kita.
00:15Pertama, apakah falsafah dan nilai-nilai Pancasila telah benar-benar dipahami sebagai landasan kebijakan politik terpenting dari negara?
00:25Kita sangat menyesalkan bahwa demokrasi politik dan ekonomi yang terkandung sebagai substansi pokok demokrasi Indonesia, kini berubah menjadi demokrasi yang
00:36sentralistik.
00:37Terlebih pada perode kedua Presiden Jokowi, Indonesia berubah menjadi negara otoriter yang populis.
00:45Sistem hukum yang seharusnya mengedepankan keadilan telah diubah wataknya untuk tunduk pada kekuasaan.
00:53Bahkan aparat menegak hukum dan seluruh aparatur negara telah diturunkan derajatnya menjadi alat mobilisasi elektoral dan pelindung elit kekuasaan.
01:05Ini yang terjadi pada pemilu 2024 yang lalu, maka di dalam rakernas PD Perjuangan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia
01:14atas perubahan watak kekuasaan akibat ambisi kekuasaan.
01:23Ketika berbagai kasus kriminalisasi politik hukum terjadi, telah memunculkan suatu kritik yang sangat kuat, bahwa tanpa supremasi hukum tidak akan
01:32ada bangunan politik yang kokoh dan tidak akan ada bangunan sistem perekonomian yang bisa tumbuh berkembang untuk kemakmuran.
01:42Sistem hukum yang berkeadilan adalah fondasi pokok, tanpanya tidak akan ada penghormatan terhadap manusiaan, kerakyatan, dan keadilan.
01:52Tanpa hukum yang berkeadilan, semua menjadi mahal dan penuh ketidakpastian.
01:58Pertanyaan kedua, apakah demokrasi politik dan ekonomi benar-benar hadir sebagai jalan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
02:07sebagaimana dicita-citakan oleh Bung Karno di dalam pidato 1 Juni 1945?
02:13Dalam perspektif ini pun, Indonesia saat ini menghadapi persoalan yang sangat-sangat serius terhadap fiskal, moneter, dan kehidupan perekonomian di
02:24sektor yield.
02:25Defisi transaksi berjalan yang terjadi pada kuartal pertama tahun 2026 dan keseimbangan primer yang negatif dalam APBN kita sangat telah
02:35mengkhawatirkan.
02:37Utang harus dibayar dengan utang, gali lubang tutup lubang.
02:42Terlebih dengan pelemahan rupiah akhir-akhir ini yang menggambarkan adanya persoalan yang bersifat struktural dan ada persoalan terkait dengan kepercayaan.
02:52Usulan rekonsolidasi fiskal yang digagas PDI Perjuangan melalui tema fiskal resilience atau ketahanan fiskal
03:01ternyata masih diwarnai oleh berbagai bentuk belanja negara yang bersifat populis dengan harapan elektoral.
03:09Berbagai persoalan kenaikan harga kebutuhan pangan rakyat, kemiskinan, sulitnya mencari lapangan pekerjaan,
03:15dan pemutusan hubungan kerja kini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.
03:21Berbagai kritik sebagai partai penyeimbang ini telah diakui pentingnya,
03:26bahkan diapresiasi oleh Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa demokrasi memang memerlukan kontrol,
03:33memerlukan check and balances dan inilah yang dijalankan oleh PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang.
03:41Terima kasih.
Komentar