Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pasca kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah warga di permukiman padat penduduk di Kemayoran, Jakarta Pusat, hingga Selasa sore warga masih bertahan di tenda pengungsian.

Warga yang bertahan di tenda pengungsian hingga kini masih membutuhkan air bersih dan kebutuhan lainnya.

Pasca kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, hingga saat ini tercatat masih ada 674 jiwa yang bertahan di lokasi pengungsian. Para pengungsi menempati area pengungsian yang berjarak sekitar 200 meter dari titik kebakaran.

Untuk memenuhi kebutuhan para korban, sedikitnya 10 tenda pengungsian telah didirikan oleh berbagai instansi dan lembaga, di antaranya Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

#kemayoran #kebakaran #pengungsi

Baca Juga Periksa 4 Staf Maktour, KPK Dalami Mekanisme Pengisian Kuota Haji di https://www.kompas.tv/nasional/672517/periksa-4-staf-maktour-kpk-dalami-mekanisme-pengisian-kuota-haji



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/672519/korban-kebakaran-kemayoran-bertahan-di-pengungsian-10-tenda-darurat-didirikan-sapa-pagi
Transkrip
00:01Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, kebakaran menghanguskan 304 bangunan.
00:06Sementara ada 354 kepala keluarga dan 679 jiwa terdampak.
00:1335 diantaranya adalah lansia dan 90 balita.
00:17Tim Deputan, Kompas TV.
00:47Kompas TV.
00:49Yang berada di lokasi pengungsian yang lokasinya sekitar 200 meter dari lokasi kebakaran.
00:56Dimana 674 jiwa ini terdiri dari 394 kakak dan juga dari 354 kakak ini kurang lebih 300 rumah mereka yang
01:07terdampak dari kebakaran itu.
01:09Dimana 674 jiwa ini nanda dan juga saudara terdiri dari warga RW 04 dengan RT 12 hingga RT 16 dan
01:18dari warga RW 05 dari RT 01 hingga RT 03.
01:23Dimana pada pagi ini nanda dan juga saudara terlihat sudah ada 10 tenda pengungsian yang didirikan oleh berbagai lembaga.
01:30Ada dari Dina Sosial kemudian Palang Merah Indonesia lalu kemudian juga ada dari BPBD DKI Jakarta.
01:37Dimana saat ini kami akan memperlihatkan kondisi dari para pengungsi.
01:41Di belakang saya ini terdapat pakaian-pakaian yang bisa digunakan oleh para pengungsi untuk kemudian berganti baju.
01:49Dan tadi pagi juga untuk pengungsi ini sudah makan pagi ataupun sarapan yang disediakan oleh pihak Basnas.
01:57Dimana hingga saat ini nanda dan juga saudara tercatat hal-hal yang masih dibutuhkan oleh para pengungsi.
02:03Di antaranya adalah kebutuhan family kit seperti kebutuhan sandang lalu kemudian juga kebutuhan obat-obatan.
02:10Dimana seperti minyak, angin, kemudian juga obat pusing lalu kemudian juga perlengkapan mandi dan juga kasur dan berbagai hal lainnya.
02:22Dan untuk mengetahui lebih lanjut nanda dan juga saudara terkait dengan bagaimana kondisi dari para pengungsi dan apa yang kemudian
02:30masih dibutuhkan.
02:32Kami akan langsung menanyakan kepada salah satu pengungsi yang berada di posko pengungsian.
02:38Halo Ibu, dengan Ibu siapa?
02:43Ibu Nur.
02:44Ibu Nur ini dari RW dan RT berapa, Bu?
02:47RT 13, RW 04.
02:49Ini yang mengungsi di tanda pengungsian ini sejak kapan, Bu?
02:53Sejak kemarin, di dua hari.
02:57Ini yang mengungsi di tanda pengungsian ini sama siapa saja, Ibu?
03:02Sama Ibu, adik, anak.
03:06Total berarti berapa orang di sini?
03:09Berapa ya?
03:10Di sini ada 35.
03:11Keluarga Ibu sendiri ada berapa orang?
03:14Berapa ya?
03:158.
03:16Nah ini udah dari kemarin berarti ya di tanda pengungsian ini sejauh ini.
03:21Bagaimana kondisinya lalu kemudian apa yang masih dibutuhkan Ibu sejauh ini?
03:25Di sini lampu juga kurang terang, enggak ada kipas ya.
03:32Suhunya ya mungkin agak panas ketika siang hari, kemudian juga untuk penerangan itu masih dibutuhkan.
03:37Lalu kemudian bantuan yang sudah didapatkan sejauh ini dari sejak kemarin mengungsi ada apa aja, Bu?
03:43Bantuan sih makanan cukup ya, terus sama itu selimut udah dapet, baju-baju, ya gitu aja.
03:54Yang belum itu ya nanti untuk nanti kayak sembako gitu.
04:01Nah kalau untuk kebutuhan MCK Ibu mandi, lalu kemudian juga untuk kebutuhan ke toilet ini seperti apa?
04:08Ya Alhamdulillah sih ada itu, ada.
04:11Sudah ada toilet portable begitu?
04:13Oke baik, lalu kemudian yang diharapkan ini terkait dengan hunian Ibu sebelumnya ini rumahnya dalam kondisi seperti apa sih Ibu
04:21kemarin?
04:22Hancur udah, enggak bisa ditempatin.
04:25Enggak habis semua, enggak ada yang kebawa.
04:28Enggak habis semua, oke.
04:30Lalu kemudian juga...
04:34Oke, lalu kemudian Ibu sebelumnya juga dari Wagup ini sempat menyarankan
04:40agar ada relokasi kerusun.
04:42Ini tanggapannya seperti apa?
04:43Apakah Ibu juga ingin direlokasi kerusun atau bagaimana yang menjadi harapannya?
04:52Enakan sih di sini aja ya, banyak saudara udah ngumpul gitu.
04:57Kalau di rumah susun, orang tua daripada sakit, enggak bisa naik, enggak bisa jalan naik susah.
05:07Suami saya juga setruk, jadi udah susah enggak bisa.
05:12Kalau di atas mah, harus dibawang.
05:15Ini berarti tidak ingin relokasi kerusun ya?
05:19Mungkin yang masih menjadi harapannya terkait dengan hunian seperti apa sih Ibu yang diinginkan?
05:23Apa itu?
05:24Terkait dengan hunian, Ibu kan sekarang sudah hangus terbakar begitu ya.
05:28Lalu kemudian untuk hunian, apa yang diharapkan dari Ibu?
05:32Ya, bantuan.
05:34Bantuan seperti kalau mau bikin balik rumah lagi gitu.
05:39Kayak bahan-bahan bangunan gitu.
05:43Aku senang banget tuh, kalau dapet bahan-bahan bangunan bisa dibangun lagi rumahnya.
05:48Baik, terima kasih banyak Ibu Nur.
05:51Permisi.
05:53Ya saudara, itu tadi demikian salah satu pendapat dari para pengungsi yang telah mengungsi sejak hari kemarin,
06:01di mana ini total mereka beranggota delapan orang dari keluarganya yang memang sudah memberi bantuan untuk sandang pangan cukup,
06:10namun memang masih ada kebutuhan lainnya terkait dengan penerangan dan juga terkait menangani suhu udara ketika siang hari.
06:17Kembali ke studio.
06:18Oke, baik. Setidaknya kebutuhan sandang ini yang paling dibutuhkan di sana.
06:23Dan tadi kita sudah mendengarkan tanggapan dari salah satu korban di kebakaran kemayoran terkait dengan rencana rusun oleh Pemprov Jakarta.
06:31Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Claudia Karla, dan Juru Kamera, Hanil Rivelino, melaporkan dari Kemayoran Jakarta Pusat.
Komentar

Dianjurkan