JAKARTA, KOMPASTV - Rencana Israel untuk memperluas serangan hingga ke ibu kota Lebanon, Beirut, dinilai dapat mengganggu upaya diplomasi yang tengah berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Pengamat Timur Tengah Zulfan Lindan menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Israel untuk menggagalkan proses negosiasi.
"Dalam rangka menggagalkan negosiasi Trump dengan Iran soal perdamaian. Dari awal yang tidak setuju dengan gencatan senjata dan perdamaian itu Netanyahu," kata Zulfan dalam program Sapa Indonesia Malam, Selasa (2/6/2026).
Menurut Zulfan, keteguhan Iran dalam berunding menunjukkan bahwa negara tersebut merasa memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menghadapi tekanan Amerika Serikat.
"Iran berani negosiasi secara tegas dengan Amerika karena dia merasa kuat. Kalau tidak kuat, semua kemauan Trump pasti diikuti. Tapi yang terjadi tidak demikian," katanya.
Pengamat Militer Center for Intermestic and Diplomatic Engagement Anton Aliabbas menilai isu Lebanon telah menjadi salah satu hambatan terbesar dalam proses perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurutnya, Israel secara konsisten menolak memasukkan persoalan Lebanon Selatan ke dalam paket negosiasi.
"Israel sejak awal secara tegas menolak paket Lebanon Selatan dimasukkan ke meja perundingan. Karena itu negosiasi kali ini menjadi berlarut-larut," kata Anton.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Lintang
#iran #lebanon #israel
Baca Juga Kepala BGN Diganti, Wakil Ketua DPR Dasco: Pergantian Tidak Akan Memengaruhi Pelayanan di https://www.kompas.tv/nasional/672461/kepala-bgn-diganti-wakil-ketua-dpr-dasco-pergantian-tidak-akan-memengaruhi-pelayanan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672478/israel-ngotot-serang-beirut-pengamat-prediksi-negosiasi-as-iran-makin-sulit-sapa-malam
Pengamat Timur Tengah Zulfan Lindan menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Israel untuk menggagalkan proses negosiasi.
"Dalam rangka menggagalkan negosiasi Trump dengan Iran soal perdamaian. Dari awal yang tidak setuju dengan gencatan senjata dan perdamaian itu Netanyahu," kata Zulfan dalam program Sapa Indonesia Malam, Selasa (2/6/2026).
Menurut Zulfan, keteguhan Iran dalam berunding menunjukkan bahwa negara tersebut merasa memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menghadapi tekanan Amerika Serikat.
"Iran berani negosiasi secara tegas dengan Amerika karena dia merasa kuat. Kalau tidak kuat, semua kemauan Trump pasti diikuti. Tapi yang terjadi tidak demikian," katanya.
Pengamat Militer Center for Intermestic and Diplomatic Engagement Anton Aliabbas menilai isu Lebanon telah menjadi salah satu hambatan terbesar dalam proses perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurutnya, Israel secara konsisten menolak memasukkan persoalan Lebanon Selatan ke dalam paket negosiasi.
"Israel sejak awal secara tegas menolak paket Lebanon Selatan dimasukkan ke meja perundingan. Karena itu negosiasi kali ini menjadi berlarut-larut," kata Anton.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Lintang
#iran #lebanon #israel
Baca Juga Kepala BGN Diganti, Wakil Ketua DPR Dasco: Pergantian Tidak Akan Memengaruhi Pelayanan di https://www.kompas.tv/nasional/672461/kepala-bgn-diganti-wakil-ketua-dpr-dasco-pergantian-tidak-akan-memengaruhi-pelayanan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672478/israel-ngotot-serang-beirut-pengamat-prediksi-negosiasi-as-iran-makin-sulit-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:05Masih disapa Indonesia malam, saudara, hingga Senin kemarin Israel terus membumbar di wilayah Lebanon Selatan.
00:11Asap tebal membumbung di beberapa lokasi di wilayah Tireh pasca serangan udara Israel.
00:19Pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan serangan ke kota Majdal Zun, Haddata, Majadel, dan Jiwaya di distrik Tireh.
00:26Sementara drone-drone Israel menyerang jalur Rashidyeh-Hoshtireh.
00:31Tim pertahanan sipil dan tim medis Lebanon menyelamatkan dua orang terluka dari sebuah bangunan yang terkena serangan Israel.
00:38Beberapa orang dilaporkan tewas dan terluka dalam serangan yang menghantam bangunan di dekat rumah sakit Jabal Amel.
00:45Serangan ini juga menyebabkan listrik padam di unit perawatan intensif dan kerusakan pada infrastruktur rumah sakit.
01:05Gambar ini memperlihatkan kerusakan akibat serangan Israel kebangunan di sekitar rumah sakit Jabal Amel di kota Tireh.
01:12Sejumlah bangunan hancur, beberapa toko dan kendaraan rusak akibat serangan udara Israel.
01:18Alat berat dikerahkan untuk membersihkan puing-puing dan membuka kembali jalan.
01:23Sementara rumah sakit Jabal Amel yang berada di dekat bangunan yang disasar Israel juga mengalami kerusakan.
01:30Sejumlah staf medis tetap merawat korban luka dan membersihkan puing-puing yang berserakan di koridor rumah sakit.
01:38Beberapa orang dilaporkan tewas dan 23 lainnya luka-luka.
01:53Terima kasih telah menonton!
02:23Terima kasih telah menonton!
02:29Terima kasih telah menonton!
02:47Terima kasih telah menonton!
02:54Terima kasih telah menonton!
03:20Terima kasih telah menonton!
03:36Terima kasih telah menonton!
03:51Terima kasih telah menonton!
04:07Terima kasih telah menonton!
04:23Terima kasih telah menonton!
04:40Terima kasih telah menonton!
04:45Terima kasih telah menonton!
05:01Terima kasih telah menonton!
05:11Terima kasih telah menonton!
05:12Terima kasih telah menonton!
05:14Terima kasih telah menonton!
05:18Terima kasih telah menonton!
05:20Terima kasih telah menonton!
05:23Terima kasih telah menonton!
05:24Terima kasih telah menonton!
05:26Terima kasih telah menonton!
05:28atas serangan bertubi-tubi Israel ke Gaza dan Lebanon,
05:32termasuk rencana menggempur ibu kota Lebanon, Beirut.
05:36Iran kembali menegaskan,
05:39gencatan senjata dengan Amerika Serikat mencakup area lainnya, termasuk Lebanon.
05:44Selin lalu, Iran juga menyinggung pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat
05:49yang terus menyerang kapal dagang ke pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
06:09Terima kasih telah menonton!
06:42Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan perintah baru kepada pasukannya
06:47untuk menyerang ibu kota Lebanon, Beirut.
06:50Israel melancarkan langkah ini seiring lebih dalam menyerang kawasan dan mengusir warga di Selatan Lebanon
06:57dengan alasan untuk menghancurkan Hezbollah.
07:15Tak lama setelah rencana terungkap, media Amerika Serikat Axios melaporkan,
07:21Presiden Amerika Serikat Donald Trump berang kepada Netanyahu melalui sambungan telpon.
07:27Melalui sumber Axios dari Gedung Putih, Trump bilang kepada Netanyahu,
07:32Anda gila! Kalau bukan karena saya, Anda sudah dipenjara.
07:38Saya menyelamatkan Anda. Semua orang membenci Anda dan Israel karena ini.
07:44Pasca Netanyahu mengeluarkan perintah untuk menggempur ibu kota Lebanon,
07:49kini militer Iran memberi sinyal akan ikut bereaksi melalui serangan.
07:54Militer Iran juga mengancam Israel untuk mengevakuasi warga dan pasukannya
07:58di wilayah utara yang berbatasan langsung dengan Lebanon.
08:06Saudara, akankah rencana baru Israel untuk menyerang ibu kota Lebanon, Beirut,
08:11akan menghentikan total upaya negosiasi,
08:13sehingga memicu saling serang antara Iran dan AS yang dibantu Israel.
08:18Kita bahas bersama pengamat Timur Tengah Zulfan Lindan
08:21dan pengamat militer Anton Al-Yabas dari Center for Intermastic and Diplomatic Engagement,
08:27atau SIDE.
08:28Selamat malam Mas Anton, juga Pak Zulfan.
08:32Terima kasih sudah hadir di Sampai Indonesia malam.
08:34Malam, Mbak Prisca.
08:35Saya ke Pak Zulfan dulu.
08:38Ini di tengah masih panasnya AS versus Iran,
08:42Israel kekeh katanya mau menyerang ibu kota Lebanon.
08:46Ini apakah jadi hal yang produktif di tengah negosiasi ini?
08:50Meskipun tadi kita lihat ya di berita bahwa di sumbernya aksios dari Gedung Putih
08:54bahwa katanya Trump ini marah sama Netanyahu dengan rencananya itu.
08:59Ya kan sebenarnya Israel ini ingin menyerang Iran,
09:02tapi kan nggak berani, takut diserang balik kepada kota-kota yang ada di Israel.
09:09Makanya mereka mancingnya itu menyerang Lebanon.
09:14Lebanon Selatan sudah dari awal kan, sekarang menyerang ibu kota Beirut misalnya.
09:19Nah ini dalam rangka menggagalkan negosiasi Trump dengan Amerika soal perdamaian.
09:26Karena kita sudah tahu dari awal bahwa yang nggak setuju Amerika dengan Iran
09:31itu gencatan senjata kan Netanyahu, dia selalu menekan.
09:36Karena apa? Setelah Amerika dengan Iran ini mencapai perdamaian,
09:42otomatis dia akan terpojok ini, Israel dan Netanyahu dan Israel.
09:49Otomatis dia diminta meninggalkan wilayah-wilayah Palestina yang sudah diduduki,
09:54kemudian Lebanon yang selatan yang sudah diduduki,
09:58udah masuk 10-20 kilo barangkali ke dalam.
10:01Nah buat Lebanon selatan itu gampang mereka mengusir Israel kembali.
10:06Tapi yang susah kan di Palestina.
10:08Nah oleh karena itu ultimatum Iran,
10:12Israel harus menghormati gencatan senjata ini
10:16dan selama itu kan tidak akan terjadi serangan.
10:20Jadi dia ingin menggagalkan diplomasi ini.
10:24Antara Amerika dengan Iran,
10:28itu kan ada diplomasi yang ingin dicapai,
10:32yaitu ketegangan-ketegangan baik di Selat Ormus
10:36ataupun di wilayah-wilayah Iran di bagian selatan misalnya.
10:40Kita lihat kan serangan-serangan ke dalam kota oleh Amerika,
10:45sekarang kan tidak terjadi.
10:47Terfokus pada Iran Selatan dan Bandar Abbas misalnya.
10:51Itu pun karena terlalu dekat dengan Uni Emirat Arab.
10:54Mungkin takut Uni Emirat Arab dan negara-negara teluk yang lain itu gampang diserang.
11:00Makanya Amerika menghabisi pusat-pusat rudal dan drone Iran di daerah selatan,
11:08Bandar Abbas.
11:08Nah ini yang saya kira kalau kita kaitkan dengan Lebanon,
11:18memang sudah lama ini ingin tidak pernah Lebanon Selatan itu bisa ditaklukkan oleh Israel.
11:25Dia penasaran.
11:26Karena memang...
11:27Ini hanya momentum saya yang memanfaatkan itu.
11:29Ya, jadi itu.
11:30Dan saya kira tidak akan berhasil.
11:31Dia boleh masuk, tapi akan terusir lagi.
11:34Nah, dengan upaya yang dilakukan Israel di tengah negosiasi antara Iran,
11:38ini seperti dicari-cari Mas Anton.
11:40Padahal sejak awal ini jadi klausul,
11:43salah satu klausul bahwa jangan menyerang Lebanon
11:45kalau mau ada negosiasi ini bisa terjadi antara Amerika Serikat dan juga Israel.
11:50Dan Amerika Serikat Israel maupun Iran Mas Anton.
11:53Ya, karena sebenarnya Mbak Friska,
11:57dari awal ketika Iran memasukkan paket Lebanon dan juga semua drone pertarungan di kawasan Timur Tengah,
12:05salah satu yang bereaksi adalah memang Iran dalam hal ini ketika kita bicara tentang Lebanon.
12:10Jadi memang dari awal Iran itu sudah secara tegas,
12:14Israel sudah secara tegas menolak ya,
12:18menolak paket Lebanon Selatan itu dimasukkan dalam meja perundingan.
12:24Jadi tidak mengherankan apabila kenapa kemudian perundingan kali ini itu berlalut-larut
12:30selain dari kita bicara tentang uranium,
12:32yang kedua adalah memang Israel ini memang tidak menghendaki itu.
12:36Makanya jadi seakan-akan ini jadi bukan lagi kerikil dalam sepatu sebenarnya,
12:40kalau kerikil itu kecil, ini kan agak gede ya.
12:42Jadi kita gak bisa bilang Israel ini kecil gitu ya, gede gitu.
12:45Tapi dia memang menjadi sandungan.
12:47Kenapa kemudian Netanyahu ngotot gitu ya?
12:49Karena mereka juga lagi akan menghadapi kontestasi pemilu,
12:52lalu juga publik domestiknya menghendaki peperangan ini.
12:56Jadi mau tidak mau memang Netanyahu ketika kita bicara tentang merebut simpati domestik,
13:02ya pasti dia akan melakukan apapun itu yang dimauin oleh masyarakatnya.
13:06Ini yang kemudian menjadi pelik gitu.
13:08Jadi di satu sisi adalah Iran memaksa,
13:12jadi Iran memang menggunakan ini sebagai jadil,
13:14meleverage ya secara komprehensif posisinya gitu.
13:18Dan akibatnya apa?
13:19Akibatnya kemudian Trump itu jadi digencet gitu.
13:23Jadi dia tergencet sama Iran karena ini permintaannya di sisi lain,
13:28tadi seperti yang ada di tayangan,
13:30mau tidak mau kemudian sesama alias di dalam aliansinya juga ribut gitu.
13:34Bagaimana Netanyahu juga ngotot.
13:36Netanyahu bahkan disebutkan itu,
13:38pernah mengajukan proposal untuk serangan dua minggu.
13:42Untuk reeskalasi pakai dua minggu serangan.
13:44Jadi memang Netanyahu mau tidak mau memang secara eksplisit dia menghendaki adanya reeskalasi.
13:50Jadi saya tidak mengherankan kemudian kalau misalnya mereka,
13:53jadi Netanyahu akan-akan bebal ya, memang modelnya memang bebal gitu.
13:59Tapi itu ditunjukkan, jadi semakin ditunjukkan.
14:01Kita memang tentu berharap bagaimana kemudian aliansi antara Trump dan Netanyahu ini
14:05semakin lama semakin pecah gitu.
14:07Walaupun kemudian, kemudian bisa jadi.
14:09Ini perdamaiannya nanti jadi perdamaian parsial.
14:12Kita cuma bisa perdamaiannya di Iran saja,
14:15tapi kemudian cerita tentang Lebanon,
14:16jangan-jangan memang paketnya akan berbeda Mbak Rizka.
14:19Apakah ini yang mungkin terjadi untuk negosiasi?
14:22Tidak bisa satu paket besar,
14:24tapi apa yang jadi paket perdamaian Amerika Serikat dengan Iran
14:28berbeda dengan kondisi di Lebanon dengan Israel?
14:31Saya kira buat Iran, posisi Lebanon, terutama Hezbollah,
14:37itu sangat strategis.
14:38Sebenarnya bersama dengan Hamas dan kelompok jihad Islam yang ada di Palestine.
14:43Tapi kan kalau Lebanon kan sudah-sudah ditumpas oleh Israel.
14:47Berarti mereka terpecah.
14:49Nah sekarang yang masih solid itu kan kelompok Hezbollah di Lebanon.
14:53Nah jadi menurut saya Iran tidak mungkin melepaskan ini.
14:57Karena ini kan window istilahnya.
15:00Jendela Iran untuk menyerang Israel dari sekitar kawasan itu adalah Hezbollah.
15:07Ada memang Houthi terlalu jauh.
15:09Ada Asad Syabi, Irak misalnya terlalu jauh.
15:13Itu semuanya memang menjadi penting buat Iran.
15:17Kalau Iran diamkan masalah ini, maka dia akan rugi secara strategis militer.
15:25Jadi buat Iran bahwa Lebanon ini penting.
15:29Oleh karena itu paket ini saya kira juga harga mati.
15:33Tidak mungkin Iran itu mundur ini karena sekutu kan bukan main-main.
15:39Memang sekutu ideologis, sekutu militer dan strategis buat Iran.
15:44Dalam konteks menghadapi Israel.
15:47Jadi tidak mungkin Iran itu setengah hati misalnya.
15:51Ya biarlah, tidak mungkin.
15:52Pasti dia pertahankan habis-habisan.
15:54Dan sebagai bentuk pembalasan, bicara soal saat ini yang terjadi,
15:58eskalasinya adalah Iran juga mengancam balik.
16:01Akan menyerang Israel utara.
16:02Bagaimana soal ini mas Anton?
16:04Apakah akan semakin memperuncing kondisi saat ini,
16:07sesaat lagi di Sapa Indonesia Malam?
16:18Masih bersama kami di Sapa Indonesia Malam
16:21dengan pengamati murtengah Zulfan Lindan,
16:23juga pengamati militer Anton Ali Abbas
16:25dari Center for Intermastic and Diplomatic Engagement CD.
16:27Saya ke Mas Anton.
16:29Iran juga kan berjanji akan melakukan retaliasi
16:32dengan menyerang Israel utara.
16:34Apakah ini juga langkah Iran
16:35untuk mencegah adanya agenda The Greater Israel
16:39di tengah-tengah perang yang berlangsung
16:41antara AS dan Iran?
16:43Ya, saya melihatnya setidaknya
16:45kalau kita bicara tentang respon Iran itu ada lima ya.
16:48Lima.
16:48Jadi yang pertama tentu saja
16:50tadi yang disebutkan oleh Mbak Friska
16:51tentang retaliasi.
16:53Itu satu.
16:54Yang kedua adalah
16:55dia menggunakan suspensi diplomatik
16:57karena itu udah kemudian dia mengancam.
16:58Enggak ada nih
16:59kita kelanjutan negosiasi.
17:01Itu yang kedua.
17:02Yang ketiga adalah
17:03dia juga setidaknya
17:04sebenarnya itu Iran juga memanfaatkan
17:06ini untuk
17:06saya punya kartu lain ternyata.
17:09Jadi ya kalau biasa kita bicara tentang
17:11hormus,
17:11kalau kita bicara nuklir,
17:12oh ada satu lagi nih
17:13yang untuk juga bisa menekan
17:15pusingnya Trump gitu.
17:16Ini yang ketiga.
17:17Yang keempat tentu saja
17:18tadi yang dibicarakan
17:19ada ngomong tentang
17:20ancaman maritim yang lain
17:21selatih Bap El-Mandeb.
17:23Karena apa?
17:23Karena ini juga bagian dari proksinya
17:25dari Iran.
17:26Yang terakhir juga memang
17:28mau tidak mau,
17:29memang ini yang tadi
17:30saya mempertegas
17:30apa yang disampaikan oleh
17:31Bang Zulfan,
17:33bahwa ketika kita bicara
17:34tentang Lebanon,
17:35Lebanon itu kemudian
17:36dijadikan garda,
17:37dijadikan prasyarat
17:38oleh Iran
17:39untuk kemudian
17:40memper, apa ya,
17:42memper,
17:43bukan mempersulit,
17:44tapi bagaimana
17:44kemudian negosiasi ini,
17:46ini bisa berjalan
17:47dengan alot.
17:48Karena itulah kemudian
17:49ada titik,
17:50ada tiga titik kemudian
17:52ketika kita bicara
17:52tentang negosiasi ini
17:53yang harus dibuka kuncinya.
17:54kunci pertama tentu saja
17:56negosiasi antara
17:57Amerika Serikat dan Iran.
17:59Itu yang pertama.
18:00Yang kedua adalah
18:00kuncinya nih,
18:01antara Trump dengan Netanyahu.
18:03Itu yang kedua.
18:04Yang ketiga adalah
18:05tentang Iran dengan
18:06Israel dan Halim dan Hezbollah.
18:08Jadi tiga ini,
18:09mau tidak mau,
18:10tentu saja akan
18:11kemudian
18:12menjadikan negosiasi
18:14perdamaian kali ini
18:15ketika misalnya
18:16Netanyahu ini semakin ngotot,
18:18maka akan semakin kompleks,
18:19Mbak Friska.
18:21Dan ini
18:22pula lah yang
18:22memantik juga
18:23emosinya Trump
18:24ternyata ya,
18:25di tengah-tengah proses ini
18:26Trump menganggap
18:28apa yang dianggap
18:29yang dilakukan oleh
18:30Netanyahu
18:31di luar batas.
18:32Padahal ada upaya
18:32gencatan senjata
18:33yang coba dilakukan oleh Trump.
18:35Iya,
18:36upaya Trump
18:37walaupun kita menganggap
18:38dia banyak yang gak konsisten ya.
18:39Iya,
18:40sejak awal peran bahkan ya.
18:41Tapi kan upaya-upaya dia kan
18:43paling tidak
18:46mendekati,
18:46mencapai hasil kan gitu.
18:48Kalau tidak dia langgar lagi
18:49kan gitu.
18:50Nah ini dianggap
18:53ibarat
18:54Netanyahu ini kan gini,
18:56kita sudah susun makanan
18:57di meja makan,
18:59semua lengkap,
18:59tiba-tiba kayak anak kecil
19:01dia datang tarik meja,
19:02kayak tapak meja,
19:04tumpah semua.
19:05Nah itu Trump jadi kesal.
19:07Loh kok kayak anak kecil sih?
19:08Gitu kan.
19:09Ini kita selesaikan
19:10karena masalah banyak
19:12di dalam negeri kita masing-masing,
19:15tiba-tiba kamu merusak
19:16ini semua.
19:17Jadi Trump pasti marah.
19:18Jadi dia berasa bahwa
19:21apa yang dilakukan
19:21tidak tercapai.
19:22Itu kita bicara positif.
19:24Kalau kita bicara curiga,
19:26waspada,
19:28benar gak Trump marah ini?
19:29Kan gitu.
19:29Yakin,
19:30emang bisa ya.
19:31Jangan-jangan
19:32pura-pura marah aja ini
19:33supaya Iran
19:34melihat bahwa
19:35ini kami beda nih
19:36dengan nyetanya
19:37padahal kuling-kulingnya
19:39lu kalau mau serang
19:40serang aja.
19:41Nanti gua pura-pura marah kan?
19:42Bisa aja begitu
19:43emang Anton ya.
19:44Iya, iya.
19:45Betul.
19:46Itu bisa terjadi.
19:48Nah makanya
19:49Mas Anton
19:50bagaimana harus
19:51Iran ini harus
19:51pandai-pandai membaca
19:53strategi Amerika Serikat
19:54maupun Israel
19:55yang sejak awal
19:56tentu tidak bisa dipegang
19:57apa yang dilakukan
19:59dalam konteks diplomasi
20:00ataupun
20:00dalam konteks perang itu sendiri?
20:02Itulah kenapa
20:04kemudian mereka
20:04ingin mencoba
20:05menunda
20:06keperlanjutan
20:07dari negosiasi.
20:08Dia meminta bahwa
20:09karena kan selama ini
20:10kalau Iran
20:11sebelumnya berhadapan
20:12negosian
20:12Amerika Serikat
20:13itu antara tim negosiator
20:15dengan Washington
20:15untuk beda.
20:16Jadi udah mau disepakat
20:17ngomong tentang moratorium
20:18tiba-tiba
20:19Trump nge-hijack
20:20gak ada cita moratorium
20:21ini zero enrichment
20:23gitu.
20:23Nah kali ini
20:24ada satu lagi nih
20:25kalau tadi Bang Zulfan bilang
20:26ada anak kecil lain
20:27yang ganggu makanan
20:28namanya Netanyahu.
20:30Jadi kenapa itu
20:31bagi
20:33bagi
20:33Iran
20:34itu bukan sebuah
20:35burden
20:35bukan sebuah hambatan
20:37justru dia memanfaatkan
20:38oh ini kuncian saya
20:39untuk meminta lebih
20:40dalam negosiasi ini.
20:41Lu urusin dulu
20:42di sebelah sana
20:43satu suara
20:44baru kita bisa
20:45bernegosiasi lebih lanjut.
20:46Jadi Iran
20:47seakan-akan kemudian
20:48punya banyak kuncian
20:49untuk apa?
20:50Untuk meningkatkan
20:51posisi dia
20:52dalam posisi tawar dia.
20:53Jadi memang
20:54aku tidak mau
20:54dalam kali ini
20:55ceritanya adalah
20:56yang terpojok
20:57ataupun yang terjepit
20:58adalah yang namanya
20:59Trump.
21:00Dia di satu sisi
21:00dia ditekan oleh
21:01Iran
21:02tapi di sisi lain
21:03dia juga ditekan oleh
21:04hubungannya dengan Israel
21:06padahal Israel itu juga
21:07punya peranan penting
21:09kalau misalnya kita
21:10bicara tentang
21:10diaspora Amerika
21:11nanti sudah menghadapi
21:12pemilu selama.
21:13yang paling pusing
21:14ini memang Trump
21:15jadi kalaupun dia
21:16bohong-bohong
21:16karena ini memang
21:18semua orang
21:18bohong-bohong
21:20ya lagi-lagi
21:21oh berarti
21:21kalau misalnya
21:21dia bohong-bohong
21:22ada dua cerita
21:24yang bisa kita lihat.
21:25Yang pertama
21:26dia ingin menunjukkan
21:27memberikan impresi
21:28kepada Iran
21:29yang kedua
21:30dia juga ingin
21:31memberikan impresi
21:31kepada publik domestiknya
21:33bahwa saya
21:34satu
21:35saya sudah punya
21:36niat untuk berdamai
21:37kedua
21:37saya tegas
21:38kepada siapapun
21:38kalau sebelumnya
21:39Oman
21:40koalisi saya
21:41juga ya saya
21:41kali ini Israel
21:43juga saya maki-maki
21:44harapannya begitu
21:45kalau misalnya kita
21:46ngomong percitraan
21:47Mbak Friska.
21:47Dan dalam kondisi
21:49seperti ini
21:50apakah tidak akan
21:51jadi backfire
21:51untuk Trump
21:52maupun Netanyahu
21:53sementara Iran
21:54kita lihat
21:55sejak awal
21:55Pak Zulfan
21:56ditekan dengan
21:57strategi berbagai
21:58strategi oleh Amerika Serikat
21:59tetap bergeming
22:00tetap tidak bergerak
22:01dari
22:01kalau dalam
22:04posisi
22:05kita
22:05lihat
22:06adik kuasa
22:07kan yang bisa
22:08melakukan
22:11negosiasi itu
22:12kan pasti
22:12sesama adik kuasa
22:13kan
22:14itu selama ini
22:16kita anggap
22:16Amerika dengan
22:18China
22:18Amerika dengan
22:19Uni Soviet
22:20eh dengan Rusia
22:21kan
22:21tapi ada satu lagi
22:23sekarang
22:23super power
22:24yaitu Iran
22:25jadi Iran
22:26berani negosiasi
22:28secara tegas
22:29dengan Amerika
22:29karena dia
22:30merasa kuat
22:31kalau dia tidak kuat
22:32tidak mungkin negosiasi
22:33seperti itu
22:34artinya
22:34apapun maunya
22:36Trump
22:36yang melemahkan
22:37dia atau yang dia
22:38minta
22:39itu dikasih aja
22:39tapi ini kan
22:40gak
22:41dia bertahan
22:41itu menunjukkan
22:42ini yang Trump
22:43bingung
22:43dia bertahan
22:44ya kan
22:45tidak
22:46tidak mudah
22:47ditaklukkan
22:48karena apa
22:48dia merasa
22:49punya kekuatan
22:50yang bahkan
22:52Iran
22:53beranggapan
22:54kita di atas
22:55dia ini
22:55gitu loh
22:57oke
22:57dan
22:57terakhir
22:59mas Anton
22:59singkat
22:59saja
23:00chapter
23:01Hormuz
23:01belum selesai
23:02sudah ada
23:03chapter baru lagi
23:04di perkembangan
23:05perang ini
23:05nah
23:06anda melihat
23:07apakah Lebanon
23:07Selatan ini
23:08akan jadi
23:08bagian panjang
23:10juga
23:10dari
23:11bagian perang
23:12AS Iran
23:13secara keseluruhan
23:13atau ini
23:14hanya bagian kecil
23:15dan bisa diselesaikan
23:16dalam waktu singkat
23:17jika Iran
23:17melakukan retaliasi
23:18secara cepat
23:19ke Israel Utara
23:20jawabannya enggak
23:21ini memang akan
23:22dimasukkan oleh Iran
23:23ini sudah masuk
23:24dalam patternnya Iran
23:24bagaimana kemudian
23:25mereka ingin melakukan
23:27negosiasi itu
23:28berlapis
23:28lapis pertama adalah
23:29cerita tentang Hormuz
23:30ini karena kepentingan
23:31semua kita tunggu di sini
23:32nah yang sulit-sulit
23:34kita masukkan setelah Hormuz
23:35jadi dengan kata lain
23:36kalau ada
23:37ya kalau
23:38kalau yang ini akan susah
23:40gagal
23:40gak apa-apa
23:41yang penting kita dapat dulu
23:42kue Hormuznya
23:43jadi ada fokus sebenarnya
23:44jadi Iran mencoba
23:46untuk memecah-mecah paketnya
23:47jadi paket pertama
23:48yang akan dia
23:48mengototak
23:49tentu saja
23:49ini bagaimana
23:50membuka Hormuz
23:51itu kan yang memang
23:51tidak diinginkan oleh
23:52Amerika Serikat
23:53ketika negosiasinya
23:54diecer gitu
23:55sementara
23:56kalau misalnya
23:56Iran pengennya
23:57ngecer Mbak Friska
23:58oke kita
24:00masih akan
24:01menunggu lagi
24:02apa setelah ini
24:03bagiannya
24:04karena akan jadi
24:04bagian panjang
24:05sejak Februari
24:06kita ngobrol ini
24:07masih
24:07terus ada lanjutan
24:08lanjutan selanjutnya
24:09tapi setidaknya
24:10kita berharap
24:11bahwa situasi di kawasan
24:12tidak akan semakin
24:13berdampak
24:13parah
24:14dan juga
24:15saya mau ngambil
24:15koper-koper saya
24:16di Iran yang tinggal
24:17waktu perang itu
24:18belum bisa
24:19belum sempat
24:19sampai sekarang
24:20Pak Zulfan
24:20baju saya semua
24:21tinggal di sana
24:22nah semoga ini
24:23setidaknya melandai
24:24sedikit
24:25sampai proses
24:26negosiasi ini
24:27berjalan
24:28terima kasih
24:29Pak Zulfan Lindan
24:30pengamati murtangnya
24:31terima kasih juga
24:32Mas Anton
24:32Anton Ali Abbas
24:34pengamati militer
24:35dari Center for Intermastic
24:36and Diplomatic Engagement
24:37Selamat malam
24:38Selamat malam Mas Anton
24:39Selamat malam
24:39Pak Zulfan
24:40Terima kasih
24:41Berikutnya saudara
24:42bertemu dengan
24:43Emmanuel Macron
24:44Presiden Prabowo Subianto
24:46menginstruksikan
24:47sekolah-sekolah di Indonesia
24:48mengajarkan
24:48bahasa Perancis
24:49ulasannya
24:50sesaat lagi
24:51disampai Indonesia
24:51malam
24:52Terima kasih
Komentar