Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Saran mantan Wamenlu, sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia, FPCI, Dino Patti Djalal menjadi polemik usai direspons Istana.

Istana buka suara atas saran mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal soal kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

Jawaban atas saran Dino itu disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam video yang diunggah pada akun Instagram resmi milik Sekretaris Kabinet.

Dalam video berdurasi 6 menit 44 detik itu, Teddy menjelaskan soal anggaran yang sudah dihemat dan jadwal hingga frekuensi kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri.

Selengkapnya kita bahas bersama Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi Golkar, Dave Laksono dan Analis Komunikasi Politik Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo.

Baca Juga Seskab Teddy Tegaskan Prabowo Sering ke Luar Negeri Bukan untuk Gagah-gagahan di https://www.kompas.tv/nasional/672340/seskab-teddy-tegaskan-prabowo-sering-ke-luar-negeri-bukan-untuk-gagah-gagahan

#prabowo #teddy #istana

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672495/seskab-teddy-sebut-kelebihan-anggaran-kunjungan-ln-ditanggung-prabowo-ini-respons-dpr-dan-analis
Transkrip
00:00Saran mantan Wamenlu sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia, FPCI, Dino Pati Jalal menjadi polemik, usai di respons istana.
00:09Selengkapnya kita bahas bersama Wakil Ketua Komisi 1 DPR Fraksi Golkar, De Flaksono, dan Analis Komunikasi Politik Universitas Pajajaran, Kunto
00:17Adiwibowo.
00:17Selamat petang semuanya.
00:20Selamat sore, gimana kabar?
00:22Baik, Alhamdulillah. Saya mau ke Mas Kunto dulu.
00:24Mas Kunto, sebenarnya kalau melihat video yang dirilis oleh Sekretaris Kabinet, ada 7 poin jawaban di sana.
00:29Kalau menurut Anda sebenarnya sudah cukup menjawab kritik dari Pak Dino dan menjawab pertanyaan dari publik soal intensitas kunjungan ke
00:35luar negeri Presiden?
00:37Ya, Pak Seskap kan menjawab dengan bahwa ada sekitar 2 triliun lebih yang dihasilkan dari investasi yang dihasilkan dari kunjungan
00:49Pak Prabowo,
00:50serta manfaat-manfaat lain.
00:51Yang menurut saya informasi itu penting karena selama ini informasi itu tidak didapatkan oleh publik secara mudah.
00:59Jadi, berkat kritiknya Pak Dino Pati, informasi itu akhirnya keluar.
01:07Dan menurut saya itu sesuatu yang bagus.
01:10Tapi kan ada beberapa hal yang tidak dijawab oleh Pak Seskat, Pak Teddy.
01:15Yang pertama, lebih baik menerima kunjungan dari luar.
01:21Itu tidak dijawab.
01:23Lalu kemudian lebih baik menggunakan Zoom.
01:26Lalu kemudian juga soal frekuensi.
01:29Pak Prabowo sendiri kan dalam bulan April ke Perancis, ke Paris.
01:36Saya tahu karena ada foto ulang tahunnya Pak Teddy waktu itu di bulan April di Paris.
01:41Selalu kemudian bulan Mei kemarin ke Paris lagi.
01:47Kan dalam waktu satu bulan, kenapa harus ke Paris dua kali?
01:51Dan untuk apa?
01:53Itu yang kemudian menurut saya informasinya yang kurang terbuka.
01:57Karena salah satu prinsip good governance itu kan transparansi ya Mbak ya.
02:01Dan transparansi dalam hal ini penting apalagi ada sentimen dengan nilai tukar rupiah kita yang sedang tidak baik-baik saja.
02:13Jadi menurut saya itu menjadi concern yang penting yang harus juga dijawab oleh Pak Prabowo.
02:21Soal transparansi tadi Bang Dave, salah satu poin atau poin pertama yang justru dijawab juga oleh Pak Saskap adalah soal
02:27kelebihan anggaran perjalanan ditanggung oleh Pak Prabowo.
02:29Ini akuntabilitasnya gimana kalau sebagian yang ditanggung oleh Presiden?
02:34Ya itu kan kebijakan beliau karena beliau melihat perjalanan ini penting dan kebutuhannya itu urgent.
02:43Sementara anggarannya yang disiapkan itu masih kurang.
02:47Nah beliau mengambil suatu sikap yang negarawan dan juga bertanggung jawab untuk memastikan misi dan tanggung jawabnya itu terselesaikan.
02:57Terselesaikan walaupun itu harus menggunakan dana pribadi beliau dan beliau itu yang kita harus lihat dan ini adalah satu-satu
03:05sikap yang menunjukkan kecintaan terhadap tugas dan pekerjaannya.
03:13Soal kan juga ketika ada penggunaan dana pribadi kemudian ada juga penggunaan APBN, tidakkah ada kekhawatiran konflik of interest di
03:20sana Bang Dave?
03:22Konflik of interest di sana bagaimana? Kan ada pertanggung jawabannya.
03:27Jadi anggaran dana yang pemerintah telah siapkan itu juga sementara untuk menyelesaikan misinya ini membutuhkan dana lebih.
03:38Nah untuk kebutuhan tersebut itu beliau selesaikan sendiri.
03:44Nah itu pertanggung jawabannya gimana Bang Dave?
03:45Tidak masalah pertanggung jawabannya itu. Itu adalah yang selama uang yang dikeluarkan oleh negara untuk kebutuhan kegiatan ini dapat diselesaikan,
03:59ya tidak masalah.
04:01Oke kalau Mas Kuntus sebenarnya batasannya di mana penggunaan dana pribadi dan juga penggunaan APBN ketika perjalanan itu membawa nama
04:09negara?
04:09Menurut Anda itu ada suatu kewajaran atau ada yang harus dikritisi juga?
04:13Ya saya tidak tahu kalau levelnya presiden ya Mbak ya.
04:17Tapi kalau saya sendiri seorang ASN, dosen di perguruan tinggi negeri, kalau saya harus keluar duit sendiri untuk penelitian saya,
04:26ya rasa-rasanya oke-oke saja.
04:29Tapi kalau untuk misalnya perjalanan dinas, kayaknya kok agak aneh ya gitu.
04:34Karena satu saya tidak punya duitnya, yang kedua ada problem kemudian dengan akuntabilitas tadi.
04:41Bahwa suatu waktu saya kemudian bisa bilang, lo kan pernah pakai duit saya, jadi ini ada hak saya di sini,
04:49di dalam pekerjaan ini.
04:50Yang kemudian mungkin harusnya itu masuk 100% ke negara.
04:55Nah menurut saya sebenarnya secara prinsip kan untuk menghindari hal-hal itu ya Mbak ya, good governance.
05:02Makanya ada akuntabilitas, makanya ada transparansi dan yang itu yang sebenarnya kita butuhkan dari pemerintah.
05:11Artinya bagaimana pemerintah kan bisa menjelaskan kewajaran ketika penggunaan dananya ada dana pribadi di sana?
05:20Ya Mbak, kalau menurut saya ya itu penting di dalam, makanya transparansi itu jadi penting gitu.
05:26Soal bahkan kalau ada dana yang kemudian kurang, nah ini kan kurangnya berapa?
05:33Pak Prabowo nalangin berapa? Kan gitu harusnya jelas gitu dalam hitung-hitungannya.
05:39Nah ketika itu transparan dan Pak Prabowo bilang, oh yaudah ini hadiah dari saya, oke no problem, gak ada masalah.
05:45Tapi kemudian ketika ini gak transparan, ada potensi korup di situ yang kita gak ingin terjadi.
05:55Kita juga gak ingin ini akan membawa hal yang buruk kepada Pak Prabowo kan gitu.
06:00Oke, kalau ada keanehan kemudian ada potensi korup di sana ketika tidak ada transparansi,
06:06Bung Dev, Anda sebenarnya bagaimana Anda menerima kritikan itu?
06:10Ada keberatan tidak?
06:11Kalau ada pandangan bahwa apa yang dilakukan dengan adanya uang pribadi presiden juga digunakan,
06:16itu ada sesuatu yang sepertinya cukup janggal?
06:20Kalau saya sih tidak melihat kejanggalan ya, selama laporan pemeriksaan itu berjalan dengan baik,
06:26itu bukan perusahaan kendala.
06:29Yang lebih utama itu kan kita harus lihat daripada hasil akhir akan kunjungan tersebut.
06:34Dan sudah dipaparkan, baik dalam bentuk komitmen ataupun juga dalam bentuk kegiatan lanjutannya.
06:41Dan yang saya tahu persis bahwa setelah pasca kunjungan dari presiden ke Pak Aris,
06:48beliau juga kerap mengirim menteri-menterinya yang terkait teknis untuk menegaklanjuti pertemuan-pertemuan tersebut.
06:55Dan hasilnya itu terasa dengan ada investasinya, ada programnya, ada kebijakannya,
07:02dan ada hasilnya kepada masyarakat baik secara makro ataupun secara mikro.
07:07Di setiap level lapisan masyarakat di seluruh Indonesia.
07:12Itu yang harus kita apresiasi dan harus dilihat secara detail.
07:18Dalam waktu kurang lebih 2 tahun ketika presiden menjabat,
07:21lebih dari 50 kali kunjungan ke luar negeri.
07:23Bang Nief, Anda tetapi merasa semuanya sepadan dengan anggaran dikeluarkan?
07:29Kalau kita lihat secara makro memang tidak bisa dihitung satu persatu.
07:34Karena kan masing-masing kunjungan itu memiliki perbedaan fungsi dan guna dan kegiatan.
07:40Ada kegiatan-kegiatan rutin seperti misalnya kegiatan pertemuan high level summit,
07:45baik apakah itu di PBB, ASEAN, ataupun juga di Eropa,
07:52ataupun juga pertemuan-pertemuan bilateral yang memiliki fungsi ekonomi secara jangka panjang.
08:00Nah, hal-hal inilah yang harus dilihat dan juga harus didalami secara masif
08:09untuk kita mengetahui hasil akhirnya seperti apa.
08:14Soal intensitas kunjungi ke luar negeri presiden kan juga rame di media sosial,
08:18Mas Kunto, karena dinilainya tidak pekah dengan misalnya dolar yang sedang menekan rupiah dan lain-lain.
08:25Anda melihatnya Mas Kunto sudah cukup pekahkah pemerintah sebenarnya mendengar kegelisahan dari masyarakat soal ini?
08:31Ya, Mbak, itu memang permasalahan komunikasi yang harus segera di-address, digawab oleh pemerintah.
08:37Yang pertama kan bahkan ketika bencana Sumatera terjadi, Pak Prabowo sedang di luar negeri.
08:44Dan kita baru tahu setelah, oh ada bencana Pak Prabowo di luar negeri.
08:49Lalu kemudian ada beberapa hal lain yang dikritik oleh, ya tidak hanya Pak Dino kan,
08:54ada banyak pengamat yang kemudian Pak Seska bilang inflasi pengamat kan gitu.
09:02Jadi menurut saya, pemerintah harus lebih bisa mendengarkan sih, Mbak, gitu.
09:0954 kali itu bukan hal yang sedikit.
09:12Saya setuju dengan Pak Dev bahwa harus diukur secara makro,
09:15termasuk kos yang harus ditanggung oleh bangsa ini ketika presidennya nggak ada di Indonesia, gitu.
09:22Itu kos yang juga harus dikalkulasi, baik itu kos secara sosial, kos secara ekonomi, gitu kan.
09:28Dan kos-kos lainnya.
09:30Dan itu mungkin tidak hanya soal anggaran yang berapa rupiah tadi, gitu.
09:35Tapi kos-kos yang terkait dengan koordinasi pemerintah dan segala macemnya.
09:39Yang menurut saya harusnya DPR sebagai wakil rakyat ini bisa kemudian
09:49mengontrol pengambilan keputusan pemerintah terkait dengan kemudian luar negeri ini.
09:53Oke, pada ini ya transparansi dan akuntabilitas itu yang juga harus diperhatikan.
09:57Mas Gontok Adiwibowo dan Bang Deflaksono, terima kasih sudah berbagi bersama kami di Kompas Petang.
10:01Saya selalu.
10:02Terima kasih.
10:03Terima kasih.
10:04Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan