Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya membuka kemungkinan bakal memeriksa sejumlah selebgram atau influencer yang mempromosikan travel umrah Hanania Group.

Sebab dari hasil pemeriksaan, sebagian uang jemaah yang gagal berangkat digunakan untuk membayar selebgram mempromosikan travel tersebut.

Dalam kasus penipuan calon jemaah umrah, polisi telah menetapkan satu orang tersangka yaitu Direktur Utama PT Khazana Tama Internasional atau Hanania Group berinisial ASF.

Tidak menutup kemungkinan polisi juga bakal menetapkan tersangka lain, jika sesuai fakta hukum yang ditemukan.

Polisi menyatakan akan meminta keterangan para selebgram yang mengendorse paket umrah Hanania Group.

Polisi menyebut total kerugian calon jemaah umrah yang gagal berangkat mencapai Rp12 miliar lebih.

Perwakilan mitra agen perjalanan umrah Hanania Group, mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan dugaan penipuan terkait gagalnya keberangkatan jemaah haji.

Kedatangan juga untuk menambah bukti laporan dugaan penipuan Hanania Group terhadap mitra dan calon jemaah yang gagal berangkat.

Saat ini terdapat sekitar 85 mitra dari berbagai daerah di Indonesia yang bersiap melapor.

Total kerugian mitra ditaksir mencapai Rp15-20 miliar.

Para mitra memang membantu proses pendaftaran jemaah, namun seluruh pembayaran dan transfer langsung ke Hanania Group pusat.

Para mitra mengalami kerugian karena sudah mengeluarkan modal untuk pembukaan kantor, biaya operasional dan investasi yang mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga Bos Hanania Group Diduga Gunakan Dana Calon Jemaah Umrah untuk Tutupi Masalah Keuangan di https://www.kompas.tv/regional/672433/bos-hanania-group-diduga-gunakan-dana-calon-jemaah-umrah-untuk-tutupi-masalah-keuangan

#umrah #hananiagroup #selebgram

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672487/jemaah-gagal-umrah-polisi-bakal-periksa-selebgram-yang-promosikan-hanania-group
Transkrip
00:00Polda Metro Jaya membuka kemungkinan bakal memeriksa sejumlah selebgram atau influencer
00:05yang mempromosikan travel umroh Hanania Group
00:07sebab dari hasil pemeriksaan sebagai uang jemaah yang gagal berangkat digunakan
00:12untuk membayar selebgram mempromosikan travel tersebut.
00:17Dalam kasus menipuan calon jemaah umroh,
00:21polisi telah menetapkan satu orang tersangka yaitu Direktur Utama PT Hazana Tama Internasional
00:26atau Hanania Group berinisial ASF.
00:30Tidak menutupi kemungkinan polisi juga bakal menetapkan tersangka lain
00:34jika sesuai fakta hukum yang ditemukan.
00:37Polisi menyatakan akan meminta keterangan para selebgram yang mengendorse paket umroh Hanania Group.
00:43Polisi menyebut total kerugian calon jemaah umroh yang gagal berangkat mencapai 12 miliar rupiah lebih.
00:56Kemudian sebagian juga digunakan untuk membayar influencer sebagaimana tadi dipertanyakan.
01:05Ini untuk kepentingan marketing.
01:10Kemudian korelasi dengan pertanyaan kedua,
01:13apakah para selebgram akan dilakukan pemeriksaan?
01:16Dan tentunya kami juga akan mengambil keterangan terhadap para,
01:22tadi yang dipertanyakan para selebgram yang ikut serta memberikan atau menjadi marketing
01:33dalam hal penawaran beberapa paket umroh yang ditawarkan oleh PT Hasanah Tama Internasional tersebut atau Hanania Group.
01:50Perwakilan mitra agen perjalanan umroh Hanania Group mendatangi Pol dan Mitro Jaya
01:54untuk melaporkan dugaan penipuan terkait gagalnya keberangkatan jumlah haji.
01:58Kedatangan juga untuk menambah bukti laporan dugaan penipuan Hanania Group terhadap mitra dan calon jumlah yang gagal berangkat.
02:05Saat ini terdapat sekitar 85 mitra dari berbagai daerah di Indonesia yang bersiap melapor.
02:10Total kerugian mitra ditaksir mencapai 15 hingga 20 miliar rupiah.
02:16Para mitra memang membantu proses pendaftaran jumlah,
02:18namun seluruh pembayaran dan transfer langsung ke Hanania Group Pusat.
02:22Para mitra mengalami kerugian karena sudah mengeluarkan modal untuk membuka atau pembukaan kantor,
02:29biaya operasional, dan investasi yang mencapai ratusan juta rupiah.
02:39Yang paling utama adalah uang jemaah bisa kembali.
02:43Itu yang paling penting.
02:44Saya sudah sering sampaikan bahwa kalau untuk bisnis kita itu memang kerugian dari resiko bisnis,
02:51tapi juga kalau memang bisa kembali itu kita sangat bersyukur sekali.
02:56Karena tidak sedikit, kalau jemaah dan kita sebagai korban mitra itu kalau dilihat dari nilai itu kita jauh lebih besar
03:09sebetulnya.
Komentar

Dianjurkan