00:04Ya Pak Budi, ini bandara Kertajati jadi bengkel MRO pesawat Hercules se-Asia.
00:09Kalau Anda melihatnya murid bisnis atau ini justru bisa menciptakan persepsi yang tadi kita khawatirkan bahwa Beijing merasa kita sudah
00:14terlalu mesra dengan Amerika?
00:16Ya Mbak, apapun kata orang ya silahkanlah dengan persepsinya masing-masing.
00:21Saya mencoba untuk ke belakang lagi tadi yang disampaikan oleh Pak Yusril atau sekarang Kertajati yang sudah disuuzoni seperti itu.
00:30Saya melihat ini adalah sesuatu yang kalau in term of what you call it civic fashion parabilum bahwa saat damemu
00:39itu adalah saat tahapan perang is okay saja.
00:43Sampai pada titik early warning is okay saja.
00:47Tapi kalau ini dibawa sampai pada posisi panik dan analisis yang kurang proporsional, saya agak kurang setuju.
00:57Mas Guntur bilang kecurgaan yang terjadi di publik karena tidak transparannya pemerintah.
01:02Itu yang saya mau lanjutkan dari Mas Guntur tadi.
01:05Jadi memang perlu transparansi di sana.
01:07Dan saat sekarang ini mana kasih tahu saya ada kalimat yang mengatakan bahwa for sure,
01:13yakin bahwa ini memang benar-benar pangkalan Amerika yang ada di Kertajati.
01:18So to me, tunjukkan sama saya.
01:20Nah kenapa demikian?
01:21Karena ini hanya berupa proposal.
01:23Mbak sadari bahwa kita ini hidup dalam taman sari dunia yang apa ciri daripada globalisasi ini apa sih semakin borderless.
01:33But in term of intelligence, di sisi intelligence, ya memang suspicious itu adalah our breakfast.
01:40Kecurigaan itu adalah our breakfast.
01:42So what should we do?
01:43Apa yang harus kita lakukan?
01:45Lakukan technically, strategically.
01:47Technically-nya tidak ada gerakan-gerakan dia per kasus yang tidak ada izin.
01:53Terkontrol ketat.
01:55Jadi kita tidak bicara bahwa Amerika kok jangan buat pangkalan di sini untuk menyerang negara.
01:59Gak usah harus Amerika, semua negara gak dibolehkan.
02:03Itu yang untuk mengupload our national interest.
02:05Sekali lagi Mbak, bahwa ini kalau too much kita berpikiran yang berlebih-lebih, nanti kita tidak bisa bergaul secara internasional.
02:16Kenapa demikian?
02:17Kita ini big brother Mbak.
02:19Di ASEAN ini sudah dinobatkan menjadi big brother of ASEAN.
02:22Jadi wajar-wajar saja kalau hal lain sifatnya seperti itu yang tadi disampaikan dari Komisi 1.
02:27In term of ini, kalau memang ini bisa dikontrol dengan baik dan menguntungkan kita, why not?
02:34Tapi kalau ini misalnya memang sampai menjadi dia bebas, kemudian ini adalah part of the precaution of intelligence.
02:43Awal-awalnya bagaimana orang membentuk jaring intelligence yang akhirnya jadi seperti di Middle East,
02:50di mana di situ diletakkan pangkalan, nah baru itu kita tidak akan setuju.
02:55Kalau menurut Mbak Cempaka, ini masalah transparansi atau kalkulasi?
03:00Kadang ini kita bicara soal bengkel, pesawat militer.
03:03Kita harus lihat secara presiden ya Mbak ya, bahwa memang konteks presiden sebelumnya terkait dengan Hercules ini tidak yang pertama
03:11di Asia Tenggara.
03:12Malaysia sendiri punya, tapi memang levelnya bukan sebesar yang akan didirikan, proposal yang didirikan di Kertajati.
03:19Yang di Malaysia itu bentuknya sudah berdiri selama 40 tahun, bentuknya hanya service center.
03:23Saat ini yang diproposal adalah bentuknya maintenance center, begitu.
03:27Dalam konteks ini 40 tahun tidak terjadi tiba-tiba Malaysia menjadikan basis, tadi kita dijelaskan peta-peta itu tidak ada
03:34cerita Malaysia menjadikan basis militer Amerika Serikat.
03:37Meskipun di sana ada Lockheed yang sudah memiliki juga, begitu secara presiden memiliki tadi service center, Hercules service center di
03:46situ.
03:46Itu yang pertama, yang kedua tentu tadi saya setuju dengan disampaikan Pak Prof Budi bahwa dalam konteks ini kita harus
03:52memperhatikan tidak hanya terkait transparansi,
03:54tetapi juga terkait hukum nasional udara, seperti apa pengaturannya.
03:58Yang kedua tentang pengaturan terkait dengan pesawat asing mana yang harus bisa masuk ke Indonesia.
04:04Dalam konteks ini tentu harus sangat detail dan juga sangat mekanik pembicaraannya nanti,
04:09dan tentu harus dalam konteks ini kerjasama antar kementerian tidak bisa lagi hanya kementerian pertahanan atau kementerian luar negeri saja,
04:17tapi juga kementerian dan lembaga lain harus dilibatkan dalam konteks ini.
04:21Jadi tidak hanya masyarakat, tapi juga kementerian dan lembaga lain.
04:25Dan yang ketiga adalah tentu logis jika masyarakat berpikir bahwa ada yang disebut dengan entanglement atau berkelindan,
04:31ketika ada satu infrastruktur apalagi yang dibiayai secara penuh oleh Amerika Serikat,
04:37ada pemikiran, ada kecurigaan atau kekhawatiran mungkin bahwa ini akan menjadi basis atau pangkalan Amerika Serikat.
04:44Tapi diselain ada teori yang disebut dengan deterrence by entanglement,
04:48yang artinya mematahkan kekhawatiran bahwa jika Amerika Serikat akan menyerang Indonesia.
04:53Karena apa? Karena cost yang dibebankan akan terlalu besar jika Amerika Serikat punya infrastruktur
05:00yang bisnis sipil di Indonesia.
05:03Dan kita juga tahu bagaimana China dan Rusia juga memiliki bisnis.
05:07Dan ini dalam konteks ini Indonesia menciptakan yang disebut dengan deterrence by entanglement.
05:11Artinya kita punya efek deterrence yang dicapai dari kerjasama dan diplomasi dengan negara-negara tersebut.
05:16Kalau Mas Yosi apakah melihat memang ada risiko geopolitik ketika kerta jati dijadikan bengkel C-130?
05:26Kalau saya melihat kalau jadi bengkel saja sih tidak apa-apa.
05:29Bahkan jadi pangkalan pun, ya misalkan tidak apa-apa.
05:34Yang saya lihat dari pembicaraan kita itu kan bahwa Amerika kemungkinan itu kan ingin memastikan bahwa Indonesia itu ada di
05:44dalam genggamannya.
05:46Genggaman.
05:47Dalam genggaman Amerika.
05:49Dan dalam semua tawaran yang disampaikan permintaan BUC dan segala macam itu kan untuk memastikan bahwa negara-negara di kawasan
05:57terutama di Pasifik itu memang ada di sisi Amerika mengempung Cina.
06:09Kalau saya membacanya dari surat yang disampaikan oleh Cina itu kan sesuatu yang sebenarnya dalam relasi diplomatik itu sesuatu yang
06:20tidak biasa.
06:23Itu sebenarnya itu menyatakan rasa tidak nyamannya Cina atas Indonesia saja.
06:29Kemudian dia mengambil isu ekonomi.
06:32Di sisi lain kan juga aneh bahwa kemudian pada satu sisi Pak Yusril mengungkapkan,
06:37oh Indonesia ada kemungkinan diserang dan segala macam akan di Venezuelakan.
06:43Di sisi lain Menteri Perang mengatakan bahwa menawarkan Indonesia menjadi pusat pemeliharaan.
06:49Kan ironik itu satu sisi Amerika mau nyerang, di sisi lain Amerika menawarkan sesuatu.
06:55Dan Amerika juga meminta sesuatu kepada Indonesia untuk lintas langsung ke utara kan sebenarnya.
07:03Itu kan ironi ini kan tidak tampak waktu di Venezuela.
07:09Dari awal kan Venezuela memang dari jamannya Maduro bicara soal minyak dan kemudian rencana apa,
07:16ada skenario untuk mengganti Maduro dengan pemimpin yang lebih muda dan segala macam tidak jalan.
07:23Banyak hal yang diskenariokan oleh AS di Venezuela tidak berhasil.
07:31Bahkan kedekatan Venezuela dengan, akhirnya kedekatan Venezuela dengan Cina itu yang menjadi alasan,
07:37salah satu alasan untuk masuk.
07:39Di Indonesia sendiri saya kira sangat berisiko kalau misalnya Amerika melakukan intervensi yang sangat,
07:48intervensi ofensif lah ke Indonesia.
07:51Soal geopolitik mungkin iya, tetapi tadi saya tetap berpegang pada posisi Indonesia
07:57yang sebagian negara kuat di kawasan.
08:02Dan kemudian satu hal yang penting, tadi seperti Mas Guntur sampaikan,
08:07pemerintah saat ini itu sebenarnya hutang penjelasan, banyak hal.
08:11Oke, harus lebih transparansi begitu.
08:13Nanti kita bahas lagi.
08:15Mas Yosi tetap bersama kami saudara di Pola Liar.
08:27Terima kasih.
Komentar